Basic Info
- Name:
- FRONT OPOSISI PRO RAKYAT
- Category:
- Organizations - Community Organizations
- Description:
- "Kami Mungkin Pernah Bersalah. Tapi, Rakyat Tidak!"
Wadah Komunikasi Pejuang Muda yang Peduli Perubahan dan Pemuliaan Kaum Miskin yang Tertindas.
De-mo-kra-si, menghormati kebebasan berpendapat dan bicara serta perbedaan. Begitulah azas yang kita usung. Bertolak dari latarbelakang faham tersebut, FRONT OPOSISI PRO RAKYAT mengundang anda yang merasa oposisi itu perlu untuk bergabung dalam wadah perjuangan rakyat bersama.
Ya, oposisi itu adalah suatu konsekuensi. Suatu pengawalan kebijakan... (read more) - Privacy Type:
- Open: All content is public.
Contact Info
- Location:
- Bogor, Indonesia
Recent News
- News:
- Miskin dalam Indonesia Merdeka
Benarkah tingkat kemiskinan bangsa ini saat ini sudah turun? Apakah masyarakat saat ini sudah patut disebut sejahtera dan berpenghidupan layak? Sebelum diketahui jawabannya, ada baiknya kita mengutip salah satu produk iklan yang mengatakan soal kata lidah memang kerap kali berbohong tapi soal rasa lidah tidak bisa berbohong. Begitulah. Fakta persoalan sosial yang terjadi. Perjalanan waktu menjadi saksi bila saat ini kehidupan semakin terasa susah.
Miskin dalam Indonesia Merdeka. Potongan kalimat itu yang pernah terlontar dari Bung Karno. Sekarang menjelang 64 tahun negeri ini merdeka, kemiskinan masih 'setia' bersama kita. Menurut Faisal Basri, jika ukuran yang digunakan adalah hitungan pendapatan rata-rata per kepala sebesar 2 dollar AS, artinya rakyat Indonesia yang miskin berjumlah 100,7 juta jiwa atau 42,6 persen dari seluruh jumlah penduduk. Itu jika dianggap semua rakyat Indonesia punya penghasilan. Asal tahu saja, jumlah rakyat yang tidak punya penghasilan atau berstatus penganggur total masih di atas 10 juta. Sebuah angka yang cukup mengerikan. Ruuuaaar biaaaasaa!!
Disebutkan penyebab utama dari malapetaka kemiskinanan adalah karena pemerintah sejak kita merdeka tidak pernah merancang strategi pembangunan yang benar-benar pro rakyat. Pasca virus kroni dan keluarga memasuki dunia bisnis, keadaan semakin tidak terkontrol. Sistem ini rubuh disapu krisis monoter 1998. Memasuki perjalanan tahun 2004, bencana alam terus menerus melanda bangsa ini. Alam seperti memperingati, ada yang salah urus di negeri ini! Pengusaha kelimpungan, UKM tidak tertolong, lautan kemiskinan telah menjadi fakta keras. Sampai detik ini belum sepenuhnya pulih, karena fundamental ekonomi dan kepemimpinan bangsa kita ternyata rapuh. Peragu dan sering menghamba serta mengemis pada kepentingan asing! Kita dikenalkan dengan budaya baru menjadi bangsa yang bermental budak karena setiap kebijakan dalam negeri kita lebih memprioritaskan kebutuhan asing. Salah satu indikasinya bisa terlihat dari pasal-pasal yang terdapat di Undang-undang Penanaman Modal Asing.
Tahun ini, di bulan Mei lembar reformasi menapaki usia 11 tahun. Masih belum terlihat ada perbaikan di sana-sini. Fundamental ekonomi kita masih ra-puh. Kehidupan wong cilik belum banyak perbaikan. Kemiskinan seperti dilembagakan dan terus menerus disuapi dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai). Terasa masuk akal bila ada ungkapan, "kemiskinan masih melekat di dalam Indonesia merdeka". Tetapi di atas itu semua, negeri ini adalah negeri kita yang tidak boleh dibiarkan terus meluncur ke jurang yang lebih dalam. Adalah sebuah pengkhianatan terbuka kalau kita masih saja tidak hirau dengan nasib bangsa keempat terbesar di muka bumi. Kini, saatnya bangun Indonesia bersama semangat Mega Pro! Mari nyatakan persekutuan jiwa dan ideologi ini melalui FRONT OPOSISI PRO RAKYAT. Solusi pasti. Lebih merakyat!












