IKO UWAIS UNTUK SEMUA
Untuk para penggemar iko Uwais (Fans) ayo joint di group ini...
Manusia memang nggak pernah tau apa rencana Tuhan. Kayak bintang baru satu ini nih! Iko Uwais nggak pernah mimpi terjun ke dunia entertainment, apalagi langsung beraksi di layar lebar.
Siapa yang menyangka, sebelum membintangi film ‘Merantau’, Iko pernah jadi seorang driver operasional di salah satu perusahaan operator seluler di Jakarta.
“Aku dulu driver operasional Esia, hampir dua tahun. Setelah dapat tawaran main di film ‘Merantau’, aku langsung resign,” akunya, saat ditemui di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7).
Selain punya profesi sebagai supir, cowok ganteng kelahiran Jakarta, 12 Februari 1983, ini ternyata jago silat. Makanya, ia ditarik sebagai bintang utama film ‘Merantau’, yang penuh dengan adegan pertarungan.
Sejak kecil, Iko sudah akrab dengan dunia pencak silat. Nggau usah heran karena sang kakek merupakan guru besar pencak silat Betawi. “Umur 10 tahun aku udah belajar silat. Sejak 1999, baru aku gabung di perguruan silat Tiga Berantai,” ujarnya.
Nggak cuma jago kandang, Iko pun sering tampil di beberapa kejuaran dan ekspedisi pencak silat di luar negeri, seperti Inggris, Kamboja, Laos, Rusia, dan terakhir di Prancis, 2008 lalu.
Karena keahliannya, penggemar aktor laga Barry Prima ini dikontrak eksklusif oleh rumah produksi Merantau Production, selama lima tahun. Iko pun siap dengan predikat barunya sebagai seorang aktor.
“Aku siap dengan dunia baru yang kuhadapi sekarang. Aku siap juga karena dukungan penuh dari orang tua dan keluarga. Asalkan, aku nggak meninggalkan silat,” tambah Iko, yang saat ini sudah memegang sabuk biru.
(read less)IKO UWAIS UNTUK SEMUA
Untuk para penggemar iko Uwais (Fans) ayo joint di group ini...
Manusia memang nggak pernah tau apa rencana Tuhan. Kayak bintang baru satu ini nih! Iko Uwais nggak pernah mimpi terjun ke dunia entertainment, apalagi langsung beraksi di layar lebar.
Siapa yang menyangka, sebelum membintangi film ‘Merantau’, Iko pernah jadi seorang driver operasional di salah satu perusahaan operator seluler di Jakarta.
“Aku dulu driver operasional Esia, hampir dua tahun. Setelah dapat...
(read more)