Hasil Pertemuan dengan Mercy Mission (12 Agustus 2012)

August 13, 2012 at 11:25pm

Sebelumnya maaf baru bisa nge-update, karena baru sampai Manchester lagi tadi malam, ada urusan di kbri dulu.

Pertemuan Minggu malam ternyata diprakarsai oleh komunitas pengajian Indonesia di London dengan mengambil tempat di Indonesian Islamic Centre (IIC) London.

 

Hari/tanggal: Minggu, 12 Agustus 2012

Waktu: 19.30 – 10.30 BST

Peserta:

Saya ga sempat hitung dengan cermat. Hanya kurang lebih sekitar 12-14 orang dari masyarakat Indonesia dan 5-7 orang dari rombongan Mercy (termasuk Azim Kidwai, GM Mercy Mission UK). Pertemuan direkam oleh handycam oleh Mas Nazar dan voice recorder oleh Mas Shandy.

 

Isi pertemuan:

1) Saya dan teman2 Indonesia sudah sampaikan point2 besar tentang keberatan kita akan kampanye savemaryam, termasuk:

  • Landasan teori/studi yg salah, karena sebagaimana ditulis di press release mereka bahwa tujuan kampany SM adalah:

“Mercy Mission’s aim is to help in reviving Islam in the world’s largest Muslim majority country Indonesia and save it from losing its Muslim majority.”

Karena kampanye SM berlandaskan pada teori yg salah, maka kampanyenya salah.

  • Penjelasan detail kesalahan angka 2 juta
  • Pemaparan trik2 ilegal yg dilakukan MM baik dalam laporan maupun video untuk men-trik para pembaca/penonton.
  • Penjelasan dari sisi agama, bahwa penghalalan segala cara (eg. manipulasi angka) untuk tujuan dakwah adalah salah (bathil).
  • Efek sosiologis dan potensi konflik antar umat beragama yg berpotensi terjadi akibat kampanye savemaryam, baik ketegangan antara orang Islam dan Kristen, pemberian justifikasi kepada Muslim garis keras untuk melakukan kekerasan kepada umat Kristen, sampe radikalisasi.
  • Permohonan untuk mencabut angka 2 juta, menghapus video baik versi Inggris maupun versi Arab, men-suspend kampanye SM, dan meminta maaf.

2) Azim tetap bertahan pada pendapatnya:

  • Dia tidak peduli dengan statistik dan tidak mau membahas tentang statistik, yg penting ada orang pindah agama dan itu harus kita tolong.
  • Dia mengakui bahwa 2 juta itu adalah strategi marketing campaign agar publik menjadi aware (talking about it). Jika kita tidak pake branding seperti ini, maka tidak akan ada orang yg nyumbang, tidak akan ada volunteer yg partisipasi (dia menganalogikannya seperti ketika kita mau melaunch new iphone). Campaign dan implementasi adalah dua hal yg terpisah. Bagi dia itu adalah strategi marketing yg sah, dan bersikeras bahwa tidak ada satupun yg tahu berapa sebenarnya angka itu, jadi siapapun boleh berspekulasi. Jadi dia tidak akan mengoreksi, apalagi minta maaf.
  • Karena dia tidak peduli dengan statistik, dia pun terlihat ga ngerti itung2annya sendiri, jadi siapakah yang membuat itung2an itu? Wallahu’alam. Dan dia ga baca laporan ICG, terlihat dari ketidaktahuan bahwa laporan ICG itu berisi pemaparan secara sangat detail insiden2 yg terjadi di Bekasi. Ada Konflik di Indonesia saja ga tahu, apalagi yg spesifik di Bekasi (walapun dikupas tuntas oleh ICG di laporan itu).
  • Tampaknya dia baru sadar bahwa kampanye dia bisa bikin konflik antar agama di Indonesia (bahkan nyawa pun bisa melayang). Terlihat ekspresi kaget.
  • Azim membawa temannya yang pernah tinggal di Indonesia selama empat tahun. Alih2 mendukung Mercy, temannya ini malah berpihak ke kita dan memperingatkan Azim. „Azim, listen to these brothers (Indonesia), what they’re saying is 100% right!” Kemudian dia bercerita tentang konflik2 agama di Maluku, Kalimantan dsb. Dan menyarankan Azim untuk mempelajari kultur, kondisi geopolitik dan struktur sosial di Indonesia.
  • Yg juga mengangetkan lagi, SM ternyata tidak punya Business Plan.

 

Kesimpulan

-          Azim tidak akan berubah. Jadi mau kita lebih perjelas dengan yg lebih jelas pun, tidak akan berubah. (tampaknya ego beliau yg menghalangi ini)

-          Angka 2 juta itu adalah branding kampanye, dan secara strategi marketing hal itu sah, bukan hal yang bathil.

-          Azim tidak akan mencabut, mengkoreksi apalagi meminta maaf.

-          Jadi sekarang sudah jelas, masalah pokoknya adalahnya perbedaan PRINSIP. Kita ternyata berbeda secara prinsip. Hal2 yg saya tuduhkan di atas bagi mereka sah, karena untuk tujuan dakwah (ummah) dan bagian dari strategi marketing. Sementara bagi kita itu adalah salah secara hukum (kriminal) dan agama (dusta).

 

Langkah selanjutnya

-          Seperti saya sudah sebutkan bahwa note #11 adalah note penutup riset saya. Sudah tidak perlu ada yg diriset lagi, karena semuanya sudah dikupas. Note #11 (FAQ) harapannya menjadi tools untuk menetralisir korban-korban yg terkena kampanye SM, sehingga mereka mendapat pencerahan. Jadi siapapun yang melihat ada thread/forum/dsb di internet yg mempromosikan savemaryam, cukup copypaste link note #11.

-          Jadi tugas kita sekarang terus berusaha menyebarluaskan note #11 untuk meluruskan opini publik, menetralisir kerusakan yg sudah terjadi.

-          Karena Azim tidak bersedia meremove video yg versi bahasa Arab, dan sudah banyak korban di komunitas Arab. Maka untuk meluruskan informasi yg beredar di komunitas Arab, kita perlu menerjemahkan Note #11 ke dalam bahasa Arab (seperti yg diusulkan oleh Mas Nano). Ada yg punya teman orang Arab yg bersedia menerjemahkan?

-          Karena Azim tidak akan berubah dengan bukti sejelas apapun, maka alternative yg pertama adalah menempuh jalur hukum. Karena tampaknya hanya pihak yg berwajib yg bisa mengubah dan menghentikan dia.

-          Alternatif kedua, instead menempuh jalur hukum, kita ikut membantu dia agar eksekusi implementasi progam SM berjalan dengan baik. Namun ini berarti kita menjustifikasi cara kampanye dia, dan bisa menjadi preseden buruk ke depannya, bahwa kampanye yg menghalalkan segala cara demi tujuan dakwah itu sah2 saja. Akhirnya batas antar benar salah, antara haq dan bathil jadi tidak jelas, semua bisa dijustifikasi karena demi agama/ummah.

-         Alternatif lain, dibiarkan saja, biar nantri ternetralisirkan secara alamiah oleh note2 #saveudin.

 

Mohon Masukan

-          Mohon masukan dari teman2, kira2 selain kita menggiatkan menyebarkan #saveudin utuk meluruskan, apa langkah selanjutnya. Apakah perlu lewat jalur hukum? Atau apa cukup dibiarkan saja, biar nanti juga ternetralisir secara alami oleh note2 #saveudin, atau malah kita perlu ikut membantu SM agar programnya terimplementasikan dengan baik, dengan taruhan preseden buruk. (ps: SM belum punya business plan).

 

Mohon masukannya, bagaimana sebaiknya langkah selanjutnya?

 

ps: buat peserta yg hadir, silahkan menambahkan point2 yg terlewat.