Sri Sultan Hamengku Buwono X: Sultan Lebih Kuat dari Mega untuk Melawan SBY ?
Sultan Lebih Kuat dari Mega untuk Melawan SBY ?
Selasa, 21/04/2009 08:45 WIB
Sultan Lebih Kuat dari Mega untuk Melawan SBY
Shohib Masykur - detikPemilu
Sultan Lebih Kuat dari Mega untuk Melawan SBY
Shohib Masykur - detikPemilu
Jakarta - Tingkat elektabilitas Sri Sultan Hamengku Buwono X dipandang lebih kuat dari Megawati Soekarnoputri. Karena itu Sultan lebih layak menjadi lawan SBY ketimbang Mega.
"Saya kira kalau dengan Mega kita kan sudah prediksikan dari survei-survei, persaingannya tidak berimbang. Tapi kalau Sultan kemungkinan ada daya tarik buat masyarakat Jawa. Lumayan tinggi juga tingkat elektabilitasnya. Sultan disandingkan dengan Prabowo akan menarik juga. Kalau dengan Ibu Mega kan tayang ulang," ujar pengmat politik Lili Romli saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2009).
Jikalau nanti Mega selaku Ketua Umum PDIP memilih tidak maju, imbuh Lili, tapi paling tidak tetap akan ada ikatan antara Sultan dengan PDIP. Itu artinya, PDIP tetap akan menarik keuntungan dari Sultan.
"Meski Ketumnya nggak jadi, tapi kan ada ikatan. Paling tidak kan bisa menjadi kuda hitam. Menarik pertarungan ini. Apalagi Prabowo katanya dananya besar," kata pengamat dari LIPI ini.
Namun Lili menilai peluang Sultan menggantikan Mega kecil. Sebab Mega adalah orang yang kukuh. Sekali bilang maju akan tetap maju.
"Saya pikir peluang Sultan kecil karena Mega itu orangnya "keras," kukuh. Jadi sekali maju terus maju. Faktornya kan Mega lagi," ucap Lili.
( sho / nrl )
"Saya kira kalau dengan Mega kita kan sudah prediksikan dari survei-survei, persaingannya tidak berimbang. Tapi kalau Sultan kemungkinan ada daya tarik buat masyarakat Jawa. Lumayan tinggi juga tingkat elektabilitasnya. Sultan disandingkan dengan Prabowo akan menarik juga. Kalau dengan Ibu Mega kan tayang ulang," ujar pengmat politik Lili Romli saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2009).
Jikalau nanti Mega selaku Ketua Umum PDIP memilih tidak maju, imbuh Lili, tapi paling tidak tetap akan ada ikatan antara Sultan dengan PDIP. Itu artinya, PDIP tetap akan menarik keuntungan dari Sultan.
"Meski Ketumnya nggak jadi, tapi kan ada ikatan. Paling tidak kan bisa menjadi kuda hitam. Menarik pertarungan ini. Apalagi Prabowo katanya dananya besar," kata pengamat dari LIPI ini.
Namun Lili menilai peluang Sultan menggantikan Mega kecil. Sebab Mega adalah orang yang kukuh. Sekali bilang maju akan tetap maju.
"Saya pikir peluang Sultan kecil karena Mega itu orangnya "keras," kukuh. Jadi sekali maju terus maju. Faktornya kan Mega lagi," ucap Lili.
( sho / nrl )


