
Pecha Kucha Night Surabaya is coming. Jangan lupa tanggal 25 November yah. Well, sebelumnya.. udah tau Pecha Kucha Night (PKN) kan? Bukan film India lho.
Pecha Kucha itu event kumpul2 orang kreatif dari berbagai bidang. Bukan kumpul2 biasa lho. Setiap event Pecha Kucha Night menghadirkan 10 atau lebih presenter (pembicara) yg kompeten di bidang2nya masing2.
Yang unik, setiap presenter akan membawakan presentasi khas ala Pecha Kucha. Tiap presentasi cuman boleh memuat 20 slide dan tiap slide cuman boleh nongol persis 20 detik. Seru kan?
Well, ada 5 alasan yang bikin kamu wajib buat dateng ke Pecha Kucha Night :
-
Inspiring People
Para presenter PKN adalah kombinasi yang.ideal antara expert senior dan yang muda. Presenter senior yang kenyang pengalaman (Pak Hengki, Pak Fred, Pak Errol for example) memberikan inspirasi bagi yang muda. Sedangkan presenter muda menjadi benchmark dan membakar motivasi buat kita2 yang berhasrat besar untuk menjadi ’Young on Top’. Di PKN Surabaya Vol #2 nanti, aku pengen banget belajar dari Nicoline. She’s a genius fashion photographer.
-
Charming Presentation
20 slide x 20 detik adalah format presentasi yang sangat menantang. 6 menit 40 detik, that’s all they got to impress the audience. Dari situ kita bisa belajar gimana para presenter secara cerdik membawakan materi yg memukau, state of the art dan ga boseni. Nah, pasti pengen kan meyakinkan client dgn teknik dan skill presentasi yg mumpuni? Then you should attend and learn from the best.
-
Cool Place
PKN selalu digelar pada tempat2 yg keren. PKN Surabaya Vol #1 bertempat di Poolside Java Paragon Hotel. Nah, Vol #2 nanti bakal digelar meriah di MatchBox. Tempat2 seperti ini memberi atmosfir yang lebih dinamis dan vibrant. Great Job buat dr. Adhi dan tim yang udah bekerja extra untuk mencari lokasi-lokasi terbaik untuk PKN.
-
Great Network
Rugi banget lah kalo cuma dateng, duduk dengar dan langsung pulang. PKN itu bak sarangnya para entrepreneur kreatif (dan calon entrepreneur) yang bisa jadi network potensial. Mingle, bertukar kontak dengan audience dan jika beruntung.. kenalan sama presenternya juga dong. Abis tampil di PKN Surabaya Vol #1, akun Facebook ku di add ratusan teman, and some of them are my good fellow right now

-
FREE!
Gratisssss… Nah, ini dia jawaban buat yg dari kemarin masih bertanya-tanya : Dengan taburan para presenter yg berbobot dan venue yg keren spt itu, apa mungkin event PKN itu gratis ? Yap, kita ga perlu keluar sepeserpun untuk tanda masuk. Sekali lagi, ini dua jempol buat dr. Adhi dan tim yg bisa mewujudkan hal ini. Kapan dan dimana lagi bisa belajar dari orang-orang terbaik dan networking tanpa merogoh kocek? Cuma di PKN Surabaya !
Udah yakin? Bakalan dateng kan? Sampe ketemu tgl 25 November 2009, di MatchBox (Jl. Sumatra no. 40, Surabaya) pukul 6.30 pm teng. Ada Jay Subiakto, Nicoline Patricia, Ivan Navinot, Errol Jonathans and many more. See you there.. 

I’m a big fans of noodle. Makanan pokok kedua. Kalo ga ada nasi, mie pun jadi lah. Makanya aku gemar berburu mie enak seantero Surabaya. Nah, ada satu depot Mie yang mungkin terdengar asing buat Initialers yg bermukim di tengah kota Surabaya, namanya Mie Mapan.
Kalo buat orang kantoran yg lokasinya di sekitar kawasan indsutri Rungkut biasanya udah familiar dgn depot ini. Tiap jam makan siang selalu dijejali para karyawan yg mencari sesuap nasi eh.. mie 
Jauh di mata, dekat di lidah
Depot ini mengklaim kalo mereka menyuguhkan hidangan halal (tertera demikian di nota dan selebaran). Hidangan spesialnya, udah pasti Mie Ayam. Kalo aku biasanya harus makan yg Jumbo biar lebih mantabh 
Nah, karena rame.. biasanya kita mesti nunggu agak lama. Tapi jangan kuatir mati gaya, sambil nunggu biasanya kita dikasih sedekah berupa compliment gorengan kulit pangsit (ada yg bilang cimo-cimi, atau cheese stick). Rasanya crunchy dan gurih -berkat kontribusi MSG. Gak sehat sih, tapi kalo nunggu lama aku bisa memamah biak snack itu sampe 3 wadah *lha wong gratis yoo wis* 
Seporsi Mie Ayam dilengkapi dengan semangkuk kuah kaldu ayam. Boleh dicampur, tapi aku lebih suka makan mie ayam ala keringan aja. Toppingnya sudah tentu ayam cincang, taburan bawah merah dan ’ijo-ijo’.

Mie-nya bisa dibilang SUPER! Tidak bulat, tapi sedikit pipih dengan ketebalan yang pas. Licin dan gurih berkat urapan minyak yg royal serta kecap asin. Tidak lengket atau menggumpal. Sruutttt… langsung meluncur mulus waktu diseruput
Mie-nya itu bahkan cukup lezat disantap tanpa topping. Aku kadang cuma pesen mie polos aja lho.
Lebih dahsyat lagi waktu makan bareng toppingnya yg berwujud cincangan halus daging ayam yg cenderung asin manis. Tapi masih ada satu lagi yg seru, siomay goreng. Siomay ayam sih tepatnya.

Siomay, anyone?
Siomay kukus –yg aslinya udah matang- dibelah empat dulu kemudian di goreng deep fried sampe merekah dan kulit pangsitnya jadi garing, tapi isi siomay gak sampe kering kok. Siomay ini pas juga buat temennya makan Mie Ayam. Crunchy diluar, lembut didalam. Jejak potongan wortel tampak tersirat jelas didalam adonannya. Cuma sayang seporsinya 4500, a bit pricey 
Overall, Mie Mapan berhak disebut yang terdepan dalam jajaran mie ayam halal. Mie-nya yg licin jadi nilai plus plus. Nilai minus yg amat mengganggu adalah lokasinya yg jauh dr pusat kota. Walaupun ada cabang di Bratang/Barata Jaya tapi menurutku sensasinya lain.
Jie-o-meter :
8 / 10 (nilai minus ada pada lokasi)
Alamat :
Jl. Rungkut Mapan Tgh I FB-11 (seberang Mesjid di Griya Mapan Santosa, dekat YAKAYA-SUPERINDO). Track on Google Maps.
Jl. Barata Jaya XIX No. 51. Track on Google Maps.
Harga:
Pangsit Mie Ayam Jumbo – 11K
Siomay Goreng – 4.5K
Es The Manis – 2.5K
ps : PR ku ngereview mie di Surabaya masih banyak, masih ada mie kedondong, mie godhog hayam wuruk, mie walikota dan lain-lain. Ada jagoan mie lainnya?

Setelah ratusan postingan review, ribuan komen serta tetesan iler yg jatuh
, rasanya belum lengkap kalo aku tidak bertanya balik pada Initialers. Apa sih resto atau rumah makan yg ideal menurut kamu? Apa sih yg bikin kita ’click’ dengan suatu tempat makan?
Kalo dulu, jaman masih ngekos.. namanya juga mahasiswa kere, aku selalu berpedoman pada Pancasila eh.. Trisila aja kalo mencari tempat makan : Enak, Murah, Wareg (Kenyang, red). Mau dikata tempatnya sempit, panes, kotor, yg jualan galak – gak peduli deh 
Kalo skrg, setelah banyak org menuduh saya sebagai reviewer kuliner, selain mengacu pada Trisila diatas, skrg lebih suka jajan di tempat yang unik2, one of a kind. Gak masalah mo sampe ke pelosok desa, melewati katulistiwa, atau cuma sekedar beralas tikar, ada kepuasan kalo bisa menikmati tempat makan & kuliner yg unik.

Temen saya lain lagi, sebut saja Bunga.. *halah!* karena dia rada service-freak, Bunga lebih suka tempat makan yg pelayanannya baik. Kalo yg servicenya lambat, teledor, genit atau tidak simpatik, sudah jelas masuk daftar black listnya.
Nah, kalo buat Initialers.. faktor apa yang paling menentukan dalam memilih tempat makan? Ayo vote lewat polling berikut ya..
Note: There is a poll embedded within this post, please visit the site to participate in this post's poll.INIJIE.com's Notes
5 Reasons Why You Should Attend Pecha Kucha NightNov 18, 2009
Mie Mapan Memang TerdepanNov 16, 2009
[POLLING] Eat Factor : Enak, Murah, Kenyang?Nov 11, 2009
ToniJack’s Indonesia : Is It Really Better Than That One?Nov 6, 2009
Indonesia Needs Your VoiceNov 4, 2009
Not a Year Older, But A Year BetterNov 1, 2009
Xiaxue, Tahu Crispy & Pesta Blogger Award 2009Oct 27, 2009
Peaceful Sunset in MaduraOct 21, 2009
Vote INIJIE on Pesta Blogger Award 2009Oct 17, 2009
Zona Alam – Asyiknya Mancing, Lezatnya SeafoodOct 14, 2009











