
A♥FJ2U : Rapor Yang “Misleg”… Bismillaahir rohmanir rohiim Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu. Wahai ...
By:Jeanny Dive

Foto Dinding
"UMUR YANG BAROKAH."
Bismillaahirrohmanirrohiim.
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh.
Ikhwaani...i wa Akhwaatii rahimakumullaah...
Seorang mukmin, tidak "bertambah umurnya" kecuali dia harus lebih baik dari sebelumnya. Demikianlah yang dinyatakan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan "semakin panjang" umur seorang mukmin, hendaknya bertambah pula pengetahuannya dan semakin luas pandangannya tentang Sang Pencipta Yang Mahatinggi.
Dengan "bertambahnya umur", seorang mukmin harus :
semakin banyak ibadahnya,
semakin banyak pengalamannya,
semakin mengerti betapa rendahnya dunia,
semakin banyak menelaah rahasia dan maksud kehidupan,
serta semakin mengerti hukum syari'ah.
Ia juga harus semakin menjauhi dosa, mau mengevaluasi kesalahan-kesalahannya, dan lebih banyak lagi melakukan kebaikan-kebaikan yang dapat menghapus dosa-dosanya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Rabb-mu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan." (QS. An-Nahl : 30-32).
Dengan demikian, seorang mukmin yang memiliki sisa satu hari dari hidupnya, hendaknya dia bergembira, karena satu hari yang pendek itu adalah HARTA yang sangat berharga. Wallahua'lam bis-shawab.
Barakallahu fiekum,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.
See MoreBismillaahirrohmanirrohiim.
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh.
Ikhwaani...i wa Akhwaatii rahimakumullaah...
Seorang mukmin, tidak "bertambah umurnya" kecuali dia harus lebih baik dari sebelumnya. Demikianlah yang dinyatakan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan "semakin panjang" umur seorang mukmin, hendaknya bertambah pula pengetahuannya dan semakin luas pandangannya tentang Sang Pencipta Yang Mahatinggi.
Dengan "bertambahnya umur", seorang mukmin harus :
semakin banyak ibadahnya,
semakin banyak pengalamannya,
semakin mengerti betapa rendahnya dunia,
semakin banyak menelaah rahasia dan maksud kehidupan,
serta semakin mengerti hukum syari'ah.
Ia juga harus semakin menjauhi dosa, mau mengevaluasi kesalahan-kesalahannya, dan lebih banyak lagi melakukan kebaikan-kebaikan yang dapat menghapus dosa-dosanya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Rabb-mu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan." (QS. An-Nahl : 30-32).
Dengan demikian, seorang mukmin yang memiliki sisa satu hari dari hidupnya, hendaknya dia bergembira, karena satu hari yang pendek itu adalah HARTA yang sangat berharga. Wallahua'lam bis-shawab.
Barakallahu fiekum,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.

M.A.T.I. Apakah Mati Berarti Kehancuran Bagi Manusia? Untuk catatan sebelumnya dengan judul “M.A.T.I. ...

SHALAT WITR DAN QUNUT RUBRIK M.A.D. BERBAGI (Seri 8) ...
By:Jeanny Dive

Foto Dinding
Menjelang Tujuan Terakhir Dari Serangkaian Perjalanan Dakwah Kami...
Bumi Allah, 30 Desember 2009.
Bis...millahir rohmanir rohiim
Assalamu'alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.
Saudara-saudariku tercinta rahimakumullah...
Subhanallah, tanpa terasa kami telah meninggalkan Jakarta hampir satu bulan lamanya, guna melaksanakan serangkaian kunjungan kepada 8 (Pusat) Radio Networking kami yang tersebar di beberapa wilayah negeri ini. InsyaAllah ba'da Subuh nanti kami akan melanjutkannya lewat jalan darat, menuju satu daerah lagi yang tersisa dari seluruh rangkaian upaya "Sterilisasi Akidah" serta "Broadcaster Islami Training", dan diperuntukkan bagi sahabat-sahabat radiowan kita di daerah-daerah tersebut.
Alhamdulillah, atas rahmat dan izin dari Allah ta'ala, disertai keikhlasan doa dan upaya kita semua, maka sejauh ini apa yang kami kerjakan dapat berjalan sebagaimana rencana semula. Semoga Allah ta'ala tetap meridhoi perjuangan ini, dan DIA pun kembali berkenan memudahkannya, Allahumma aamiin...
Saudara-saudariku tersayang rahimakumullaah...
Dari serangkaian perjalanan yang membahagiakan meski melelahkan ini, terangkum 38 butir catatan pendek yang insyaAllah manfaat untuk kita jadikan PR bersama. Untuk itu Jean berharap agar engkau bersedia menyimaknya, dan amalkanlah bila (mereka) memang berkesesuaian dengan ajaran dienul yang mulia ini.
"SEJUMLAH SEBAB UNTUK HIDUP BAHAGIA"
1. Hidayah dan iman, istiqamah terhadap perintah Sang Rahman, menentang hawa nafsu dan setan, menjauhi kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
2. Ilmu yang bermanfaat. Sebab ia akan membuat dada lapang, memperbesar pahala, meningkatkan penyebutan nama, menghapuskan dosa. Ilmu adalah seagung-agungnya simpanan, dan berkah beramal dengannya adalah kebenaran, dalam perintah dan larangan.
3. Banyak beristighfar dan bertaubat dari dosa-dosa. Senantiasa dan rajin mengetuk pintu Sang Mahatahu perkara gaib. Memohon padanya untuk membuka hati. Sebab Dia akan senantiasa memberi taubat bagi yang bertaubat.
4. Selalu berdzikir pada-Nya dalam segala kondisi dan keadaan. Baik saat berada dalam perjalanan ataupun tidak. Baik dalam keadaan di rumah atau sedang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Berbanyaklah membaca Yaa Dzal Jalali Wal Ikraam, sambil menyelaraskan hati dengan lisan tatkala mengucapkan dzikir-dzikir itu.
5. Berlaku Baik kepada hamba-hamba Allah, memberikan manfaat pada siapa saja: orang kota atau desa. Carilah orang-orang fakir, manusia-manusia terlantar dan terpinggirkan. Sumbang kebutuhan mereka dengan bantuan-bantuan. Dan alirkan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hati mereka.
6. Beranikan dan kokohkan hati saat menghadapi krisis. Teguhkan hati ketika menghadapi pelecehan. Kuatkan hati dalam menghadapi kesulitan, sehingga tidak guncang dalam menghadapi serangan. Tidak pula gundah kala musibah menerpa.
7. Penjernihan hati dari semua sifat dengki, dan pembersihannya dari sikap merusak, seperti iri dan sikap hasutnya para penghasut. Tidak menanamkan dendam terhadap manusia, serta kasih pada para pembandel.
8. Membuang jauh-jauh berbicara dan melihat berlebih, terlalu banyak berkumpul dengan manusia dan terlalu banyak tidur. Sederhana selamanya dalam menyikapi perkara. Menjauhi sikap boros dan tabdzir dalam semua urusan yang penting.
9. Memerangi kekosongan, puas dengan apa adanya dalam hal yang menyangkut dunia. Tidak terperangah dengan sikap orang yang terperangah. Berlaku cuek terhadap orang yang melampaui batas.
10. Hidup dalam batas waktu hari ini, lupakan masa lalu yang sudah pergi. Jangan terlalu menyibukkan pikiran dengan masa depan. Sedang dia laksana seorang yang melakukan perjalanan. Kemarin telah mati, hari ini lahir dan besok bagi yang melihat.
11. Melihat pada orang yang berada di bawahmu dalam karunia, baik dari sisi kesehatan, ilmu dan harta benda. Renungkan bahwa kalian berada di atas mereka karena karunia Sang Maha Pemberi Karunia. Engkau memiliki apa yang tidak mereka miliki.
12. Lupakan semua kekeruhan masa silam, lalaikan semua yang lewat dari pikiran. Jangan pikirkan tentang masa lalu sepanjang malam dan siang. Sebab masa lalu adalah laksana kaca yang telah pecah berserakan.
13. Jika engkau tertimpa musibah, maka bayangkan yang terburuk darinya. Kemudian siapkan dirimu untuk menanggungnya dengan penuh tenang. Bertawakallah kepada Allah. Karena sesungguhnya Dia telah memberikan kecukupan kepadamu sebelumnya dan mencukupimu di masa depan.
14. Janganlah membayangkan krisis akan menimpa. Janganlah engkau terjerambab dalam hal-hal yang engkau takutkan. Barangsiapa merasa cukup dengan Rabb-nya, maka akan sirna apa yang ditakutkannya. Siapa tahu mungkin hari ini belum sempat sempurna baginya.
15. Ketahuilah bahwa hidup ini demikian singkatnya. Maka janganlah engkau memperpendeknya dengan pikiran-pikiran yang berbahaya, dengan kegundahan yang menyala-nyala, dengan kesedihan yang bertimbun-timbun. Karena hidup ini harus di hadapi dengan riang gembira. Dan kepunyaan Allah segala kebaikan.
16. Jika engkau di timpa sesuatu yang tidak menyenangkan, maka bandingkan apa yang masih tersisa dan yang telah tiada. Tentu engkau akan mendapatkan bahwa dirimu berada dalam nikmat dan karunia yang berlipat. Engkau akan tahu bahwa demikian banyak kegembiraan tersisa bagimu. Engkau akan tahu bahwa yang ada padamu lebih banyak dari apa yang lewat.
17. Janganlah engkau takut terhadap perkataan para penghasut, walaupun perkataannya berada pada puncak kekotoran dan kerusakan. Sebab tidaklah seseorang itu dihasud kecuali karena dia sedang berada di puncak kesuksesan. Ingatlah, sesungguhnya bahaya hasutan tidak akan menimpamu, tapi akan menimpa para penghasut itu sendiri. Cukuplah Allah bagi kita. Sesungguhnya Allah Melihat hamba-hamba-Nya.
18. Jadikan pikiran-pikiranmu untuk semua yang berguna, yakni semua perkara yang terpuji. Jika pikiranmu baik, engkau bahagia. Sebab engkaulah yang membuat pikiran itu, sebagaimana dibikinya besi.
19. Janganlah engkau menunda pekerjaan hari ini hingga esok, sehingga pekerjaan itu menumpuk dan engkau akan keletihan untuk mengerjakannya. Untuk setiap hari kerjakan pekerjaan tertentu. Jadikan setiap harimu sebagai kelahiran bagi pekerjaan yang lebih mulia.
20. Mulailah dengan pekerjaan-pekerjaan terpenting, seriusi hingga dia sempurna. Engkau harus menjaga kualitas bukan kuantitas. Mintalah petunjuk pada Allah sebelum terjun dalam pekerjaan, sebab Allah yang akan mengarahkannya.
21. Pilihlah pekerjaan yang cocok untukmu, dan bertemanlah dengan orang-orang yang takwa. Sebab temanmu adalah penarikmu. Ketahuilah bahwa di sana ada pengawas yang senantiasa menghisab.
22. Ungkapkanlah nikmat-nikmat zhahir dan batin, dengan potensi yang demikian banyaknya. Bab berbicara dengan nikmat itu akan menghilangkan rasa gundah yang mencekik, dan akan mengembalikan kebahagian yang telah lari.
23. Berinteraksilah dengan istri, anak dan kerabat dengan melihat yang baik-baik, dan melupakan yang jelek-jelek. Sebab tidak seorang di dunia kecuali dia punya aib. Jika engkau meninggalkan setiap orang yang punya aib, maka engkau tidak akan pernah mendapatkan seorang pun yang diajak untuk berteman. Setiap orang baik pada satu sisi dan ada jeleknya di sisi lain.
24. Hendaknya engkau memperbanyak doa, meningkatkan optimisme dan harapan yang baik. Jangan pernah sekali pun engkau merasa putus asa walaupun bencana demikian hebat. Walaupun kegelapan hidup demikian pekat, walaupun musuh mengepung banyak. Sebab semua perkara ada di tangan Allah Penguasa langit dan bumi.
25. Janganlah engkau takut pada manusia dan jin, walaupun mereka memenuhi langit dan bumi. Sebab mereka tidak peernah menjadikan berada dalam kemudharatan, kecuali setelah mendapat izin Rabb al-‘Alamin. Ubun-ubun mereka ada dalam genggaman-Nya, dan Allah memiliki rencana yang demikian kuat dan kokoh.
26. Semua terjadi sesuai dengan takdir dan qadha’. Maka sabarlah tatkala musibah menimpa. Segala sesuatu telah dituliskan dalam Ummul Kitab. Jika takdir terjadi, maka pikiran akan menjadi linglung dan pandangan akan menjadi gelap.
27. Mungkin saja sesuatu yang tidak engkau senangi adalah nikmat buatmu, dimana Allah menyelamatkanmu dari bencana, dan Allah tempatkan engkau di puncak nikmat-Nya. Janganlah membenci semua yang Allah takdirkan dan telah Allah sempurnakan.
28. Berkacalah pada orang-orang yang mendapat musibah dan bencana. Di dunia ini jutaan manusia berada dalam derita. Demikian berlimpah manusia berada dalam petaka. Banyak nikmat direnggut dari mereka. Mereka terkalahkan oleh takdir.
29. Semua makhluk mengeluhkan zamannya, meratapi masanya, menyesali perkaranya. Mereka habiskan umurnya dalam kesedihan. Ketahuilah bahwa dalam setiap karma itu ada kerikil kecil.
30. Ketahuilah bahawa sesungguhnya bersama kemudahan itu ada kesulitan, bersama kesabaran itu muncul kemenangan, kekayaan itu datang setelah kemiskinan, kesehatan itu muncul setelah penderitaan. Sedangkan zaman itu ada manis dan getirnya.
31. Bersabarlah dengan sabar yang baik. Serahlan semua perkara pada Sang Mahamulia. Relalah dengan yang sedikit. Kerjakanlah nilai-nilai Qur’ani dan bersiaplah untuk perjalanan nan panjang nanti.
32. Ketahuilah bahwa kelebihan hidup itu adalah kesibukan, kelebihan harta itu adalah belenggu, menerima dunia itu adalah gundah gulana dan beban. Sesungguhnya sebaik-baiknya nikmat adalah kelapangan hati.
33. Segelas air dan sepotong roti, di atas karpet yang bersih, bersama dengan Kitab mulia lebih utama dari kerajaan Shan’a hingga Qathif. Jauh lebih mulia dari penghuni istana-istana nan megah. Lalu dimana kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri itu wahai, saudaraku?
34. Barangsiapa mengotori kehormatanmu dan berlaku culas, atau memperdengarkan sesuatu yang tidak pantas, maka jangan engkau perdulikan dia, dan jangan engkau meresponnya hingga dia berhenti sendiri. Anjing itu tidak bisa penuh mulutnya kecuali dengan batu.
35. Jean tidak melihat sesuatu sebagaimana uzlah. Dimana seorang hamba mampu mengendalikan dien dan akalnya. Dimana dia bisa terlepas dari semua orang bodoh dan pendek akal. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu tidak seberat sayur mayor. Maka diamlah engkau di rumah, insyaAllah engkau tak akan dapatkan kelezatan lebih tinggi dari itu.
36. Janganlah engkau terpedaya dengan berbondong-bondongnya manusia kepadamu. Sebab bersama bergulirnya waktu mereka akan menjadi beban atasmu. Mereka tidak akan datang padamu kecuali ada maksud tertentu. Pengalaman telah mengajarkan semua itu.
37. Pakailah pakaian putih yang bersih. Pakailah wewangian. Banyaklah berolah raga. Jangan banyak minum-minuman perangsang, komitmenlah dengan wirid-wirid yang diajarkan syariah.
38. Ulangi wirid Dzun nuun. Banyaklah menyebut Sang Maha pemberi. Anggaplah ringan semua perkara insyaAllah ia,akan terasa ringan. Janganlah rela dengan cara berdien model rendahan, dan relalah dengan dunia walau sedikit. Mahasuci Allah Pemilik kemuliaan dengan apa yang mereka sifati. InsyaAllah, amin yaa Robbal’alamiin…
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
"Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. At-Taubah {9}:121).
Saudara-saudariku tercinta rahimakumullaah…
Selanjutnya, Jean (mungkin) akan jarang menjumpaimu disini, hingga insyaAllah tanggal 4 Januari 2010 kami kembali lagi di Jakarta. Yaa Allah yaa Hafiizh...lindungilah saudara-saudariku yang baik hati ini, dan bahagiakanlah mereka sekeluarga. Amin yaa Allaah...
Jeanny Dive gonna miss you all, lillaahi ta'ala...
Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~
Bumi Allah, 30 Desember 2009.
Bis...millahir rohmanir rohiim
Assalamu'alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.
Saudara-saudariku tercinta rahimakumullah...
Subhanallah, tanpa terasa kami telah meninggalkan Jakarta hampir satu bulan lamanya, guna melaksanakan serangkaian kunjungan kepada 8 (Pusat) Radio Networking kami yang tersebar di beberapa wilayah negeri ini. InsyaAllah ba'da Subuh nanti kami akan melanjutkannya lewat jalan darat, menuju satu daerah lagi yang tersisa dari seluruh rangkaian upaya "Sterilisasi Akidah" serta "Broadcaster Islami Training", dan diperuntukkan bagi sahabat-sahabat radiowan kita di daerah-daerah tersebut.
Alhamdulillah, atas rahmat dan izin dari Allah ta'ala, disertai keikhlasan doa dan upaya kita semua, maka sejauh ini apa yang kami kerjakan dapat berjalan sebagaimana rencana semula. Semoga Allah ta'ala tetap meridhoi perjuangan ini, dan DIA pun kembali berkenan memudahkannya, Allahumma aamiin...
Saudara-saudariku tersayang rahimakumullaah...
Dari serangkaian perjalanan yang membahagiakan meski melelahkan ini, terangkum 38 butir catatan pendek yang insyaAllah manfaat untuk kita jadikan PR bersama. Untuk itu Jean berharap agar engkau bersedia menyimaknya, dan amalkanlah bila (mereka) memang berkesesuaian dengan ajaran dienul yang mulia ini.
"SEJUMLAH SEBAB UNTUK HIDUP BAHAGIA"
1. Hidayah dan iman, istiqamah terhadap perintah Sang Rahman, menentang hawa nafsu dan setan, menjauhi kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
2. Ilmu yang bermanfaat. Sebab ia akan membuat dada lapang, memperbesar pahala, meningkatkan penyebutan nama, menghapuskan dosa. Ilmu adalah seagung-agungnya simpanan, dan berkah beramal dengannya adalah kebenaran, dalam perintah dan larangan.
3. Banyak beristighfar dan bertaubat dari dosa-dosa. Senantiasa dan rajin mengetuk pintu Sang Mahatahu perkara gaib. Memohon padanya untuk membuka hati. Sebab Dia akan senantiasa memberi taubat bagi yang bertaubat.
4. Selalu berdzikir pada-Nya dalam segala kondisi dan keadaan. Baik saat berada dalam perjalanan ataupun tidak. Baik dalam keadaan di rumah atau sedang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Berbanyaklah membaca Yaa Dzal Jalali Wal Ikraam, sambil menyelaraskan hati dengan lisan tatkala mengucapkan dzikir-dzikir itu.
5. Berlaku Baik kepada hamba-hamba Allah, memberikan manfaat pada siapa saja: orang kota atau desa. Carilah orang-orang fakir, manusia-manusia terlantar dan terpinggirkan. Sumbang kebutuhan mereka dengan bantuan-bantuan. Dan alirkan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hati mereka.
6. Beranikan dan kokohkan hati saat menghadapi krisis. Teguhkan hati ketika menghadapi pelecehan. Kuatkan hati dalam menghadapi kesulitan, sehingga tidak guncang dalam menghadapi serangan. Tidak pula gundah kala musibah menerpa.
7. Penjernihan hati dari semua sifat dengki, dan pembersihannya dari sikap merusak, seperti iri dan sikap hasutnya para penghasut. Tidak menanamkan dendam terhadap manusia, serta kasih pada para pembandel.
8. Membuang jauh-jauh berbicara dan melihat berlebih, terlalu banyak berkumpul dengan manusia dan terlalu banyak tidur. Sederhana selamanya dalam menyikapi perkara. Menjauhi sikap boros dan tabdzir dalam semua urusan yang penting.
9. Memerangi kekosongan, puas dengan apa adanya dalam hal yang menyangkut dunia. Tidak terperangah dengan sikap orang yang terperangah. Berlaku cuek terhadap orang yang melampaui batas.
10. Hidup dalam batas waktu hari ini, lupakan masa lalu yang sudah pergi. Jangan terlalu menyibukkan pikiran dengan masa depan. Sedang dia laksana seorang yang melakukan perjalanan. Kemarin telah mati, hari ini lahir dan besok bagi yang melihat.
11. Melihat pada orang yang berada di bawahmu dalam karunia, baik dari sisi kesehatan, ilmu dan harta benda. Renungkan bahwa kalian berada di atas mereka karena karunia Sang Maha Pemberi Karunia. Engkau memiliki apa yang tidak mereka miliki.
12. Lupakan semua kekeruhan masa silam, lalaikan semua yang lewat dari pikiran. Jangan pikirkan tentang masa lalu sepanjang malam dan siang. Sebab masa lalu adalah laksana kaca yang telah pecah berserakan.
13. Jika engkau tertimpa musibah, maka bayangkan yang terburuk darinya. Kemudian siapkan dirimu untuk menanggungnya dengan penuh tenang. Bertawakallah kepada Allah. Karena sesungguhnya Dia telah memberikan kecukupan kepadamu sebelumnya dan mencukupimu di masa depan.
14. Janganlah membayangkan krisis akan menimpa. Janganlah engkau terjerambab dalam hal-hal yang engkau takutkan. Barangsiapa merasa cukup dengan Rabb-nya, maka akan sirna apa yang ditakutkannya. Siapa tahu mungkin hari ini belum sempat sempurna baginya.
15. Ketahuilah bahwa hidup ini demikian singkatnya. Maka janganlah engkau memperpendeknya dengan pikiran-pikiran yang berbahaya, dengan kegundahan yang menyala-nyala, dengan kesedihan yang bertimbun-timbun. Karena hidup ini harus di hadapi dengan riang gembira. Dan kepunyaan Allah segala kebaikan.
16. Jika engkau di timpa sesuatu yang tidak menyenangkan, maka bandingkan apa yang masih tersisa dan yang telah tiada. Tentu engkau akan mendapatkan bahwa dirimu berada dalam nikmat dan karunia yang berlipat. Engkau akan tahu bahwa demikian banyak kegembiraan tersisa bagimu. Engkau akan tahu bahwa yang ada padamu lebih banyak dari apa yang lewat.
17. Janganlah engkau takut terhadap perkataan para penghasut, walaupun perkataannya berada pada puncak kekotoran dan kerusakan. Sebab tidaklah seseorang itu dihasud kecuali karena dia sedang berada di puncak kesuksesan. Ingatlah, sesungguhnya bahaya hasutan tidak akan menimpamu, tapi akan menimpa para penghasut itu sendiri. Cukuplah Allah bagi kita. Sesungguhnya Allah Melihat hamba-hamba-Nya.
18. Jadikan pikiran-pikiranmu untuk semua yang berguna, yakni semua perkara yang terpuji. Jika pikiranmu baik, engkau bahagia. Sebab engkaulah yang membuat pikiran itu, sebagaimana dibikinya besi.
19. Janganlah engkau menunda pekerjaan hari ini hingga esok, sehingga pekerjaan itu menumpuk dan engkau akan keletihan untuk mengerjakannya. Untuk setiap hari kerjakan pekerjaan tertentu. Jadikan setiap harimu sebagai kelahiran bagi pekerjaan yang lebih mulia.
20. Mulailah dengan pekerjaan-pekerjaan terpenting, seriusi hingga dia sempurna. Engkau harus menjaga kualitas bukan kuantitas. Mintalah petunjuk pada Allah sebelum terjun dalam pekerjaan, sebab Allah yang akan mengarahkannya.
21. Pilihlah pekerjaan yang cocok untukmu, dan bertemanlah dengan orang-orang yang takwa. Sebab temanmu adalah penarikmu. Ketahuilah bahwa di sana ada pengawas yang senantiasa menghisab.
22. Ungkapkanlah nikmat-nikmat zhahir dan batin, dengan potensi yang demikian banyaknya. Bab berbicara dengan nikmat itu akan menghilangkan rasa gundah yang mencekik, dan akan mengembalikan kebahagian yang telah lari.
23. Berinteraksilah dengan istri, anak dan kerabat dengan melihat yang baik-baik, dan melupakan yang jelek-jelek. Sebab tidak seorang di dunia kecuali dia punya aib. Jika engkau meninggalkan setiap orang yang punya aib, maka engkau tidak akan pernah mendapatkan seorang pun yang diajak untuk berteman. Setiap orang baik pada satu sisi dan ada jeleknya di sisi lain.
24. Hendaknya engkau memperbanyak doa, meningkatkan optimisme dan harapan yang baik. Jangan pernah sekali pun engkau merasa putus asa walaupun bencana demikian hebat. Walaupun kegelapan hidup demikian pekat, walaupun musuh mengepung banyak. Sebab semua perkara ada di tangan Allah Penguasa langit dan bumi.
25. Janganlah engkau takut pada manusia dan jin, walaupun mereka memenuhi langit dan bumi. Sebab mereka tidak peernah menjadikan berada dalam kemudharatan, kecuali setelah mendapat izin Rabb al-‘Alamin. Ubun-ubun mereka ada dalam genggaman-Nya, dan Allah memiliki rencana yang demikian kuat dan kokoh.
26. Semua terjadi sesuai dengan takdir dan qadha’. Maka sabarlah tatkala musibah menimpa. Segala sesuatu telah dituliskan dalam Ummul Kitab. Jika takdir terjadi, maka pikiran akan menjadi linglung dan pandangan akan menjadi gelap.
27. Mungkin saja sesuatu yang tidak engkau senangi adalah nikmat buatmu, dimana Allah menyelamatkanmu dari bencana, dan Allah tempatkan engkau di puncak nikmat-Nya. Janganlah membenci semua yang Allah takdirkan dan telah Allah sempurnakan.
28. Berkacalah pada orang-orang yang mendapat musibah dan bencana. Di dunia ini jutaan manusia berada dalam derita. Demikian berlimpah manusia berada dalam petaka. Banyak nikmat direnggut dari mereka. Mereka terkalahkan oleh takdir.
29. Semua makhluk mengeluhkan zamannya, meratapi masanya, menyesali perkaranya. Mereka habiskan umurnya dalam kesedihan. Ketahuilah bahwa dalam setiap karma itu ada kerikil kecil.
30. Ketahuilah bahawa sesungguhnya bersama kemudahan itu ada kesulitan, bersama kesabaran itu muncul kemenangan, kekayaan itu datang setelah kemiskinan, kesehatan itu muncul setelah penderitaan. Sedangkan zaman itu ada manis dan getirnya.
31. Bersabarlah dengan sabar yang baik. Serahlan semua perkara pada Sang Mahamulia. Relalah dengan yang sedikit. Kerjakanlah nilai-nilai Qur’ani dan bersiaplah untuk perjalanan nan panjang nanti.
32. Ketahuilah bahwa kelebihan hidup itu adalah kesibukan, kelebihan harta itu adalah belenggu, menerima dunia itu adalah gundah gulana dan beban. Sesungguhnya sebaik-baiknya nikmat adalah kelapangan hati.
33. Segelas air dan sepotong roti, di atas karpet yang bersih, bersama dengan Kitab mulia lebih utama dari kerajaan Shan’a hingga Qathif. Jauh lebih mulia dari penghuni istana-istana nan megah. Lalu dimana kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri itu wahai, saudaraku?
34. Barangsiapa mengotori kehormatanmu dan berlaku culas, atau memperdengarkan sesuatu yang tidak pantas, maka jangan engkau perdulikan dia, dan jangan engkau meresponnya hingga dia berhenti sendiri. Anjing itu tidak bisa penuh mulutnya kecuali dengan batu.
35. Jean tidak melihat sesuatu sebagaimana uzlah. Dimana seorang hamba mampu mengendalikan dien dan akalnya. Dimana dia bisa terlepas dari semua orang bodoh dan pendek akal. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu tidak seberat sayur mayor. Maka diamlah engkau di rumah, insyaAllah engkau tak akan dapatkan kelezatan lebih tinggi dari itu.
36. Janganlah engkau terpedaya dengan berbondong-bondongnya manusia kepadamu. Sebab bersama bergulirnya waktu mereka akan menjadi beban atasmu. Mereka tidak akan datang padamu kecuali ada maksud tertentu. Pengalaman telah mengajarkan semua itu.
37. Pakailah pakaian putih yang bersih. Pakailah wewangian. Banyaklah berolah raga. Jangan banyak minum-minuman perangsang, komitmenlah dengan wirid-wirid yang diajarkan syariah.
38. Ulangi wirid Dzun nuun. Banyaklah menyebut Sang Maha pemberi. Anggaplah ringan semua perkara insyaAllah ia,akan terasa ringan. Janganlah rela dengan cara berdien model rendahan, dan relalah dengan dunia walau sedikit. Mahasuci Allah Pemilik kemuliaan dengan apa yang mereka sifati. InsyaAllah, amin yaa Robbal’alamiin…
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
"Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. At-Taubah {9}:121).
Saudara-saudariku tercinta rahimakumullaah…
Selanjutnya, Jean (mungkin) akan jarang menjumpaimu disini, hingga insyaAllah tanggal 4 Januari 2010 kami kembali lagi di Jakarta. Yaa Allah yaa Hafiizh...lindungilah saudara-saudariku yang baik hati ini, dan bahagiakanlah mereka sekeluarga. Amin yaa Allaah...
Jeanny Dive gonna miss you all, lillaahi ta'ala...
Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~
By:Jeanny Dive

Muhammad Yusuf Tebet MALAM TAHUN BARU KE SENAYAN YUK, ADA PANGGUNG BESAR, ASYIK DEH KITA MALAM TAHUN BARUAN DI SANA! DRESS CODE: PAKAI PAKAIAN YANG MENUTUP AURAT YA!

Foto Dinding
"LAUK KEBAIKAN"
Bismillaahirrohmanirrohiim.
Ikhwaanii wa Akhwaatii rahimakumullaah...
Orang-orang berka...ta kepada Imam ahli hadits yang wara' Zahid dan Abid nan faqir. Basyar al-Hali, apakah lauk kebaikan itu?
Ia berkata, "Lauknya adalah afiat." Ini adalah jawaban yang manis. Sebab afiat itu cocok baginya segala makanan. Karena orang yang kehilangan afiat atau orang sakit, baginya makanan yang lezat pun akan terasa getir dan pahit.
Bagi orang yang sehat, dia akan mendapatkan makanan dan minumannya sebagai puncak seleranya, terlebih jika dia sedang dalam keadaan sangat lapar.
Afiat itu adalah harta simpanan paling agung. Ia lebih mahal dari tumpukan emas dan perak. Ia lebih mahal daripada mutiara dan yakut. Ia lebih indah dari kebun-kebun dan taman-taman.
Barangsiapa yang memiliki harta berlimpah namun sakit, maka hartanya tidak akan lagi memiliki makna dan guna. Barangsiapa yang memiliki kerajaan namun dia sakit, maka kerajaannya tidak lagi memiliki bobot dan nilai.
Roti gandum yang diikuti dengan afiat dan air dingin, jauh lebih lezat, serta menjadi menu paling indah dan makanan termewah bagi orang sehat.
Sebaliknya, menu lezat dan madu murni, daging kambing muda akan terasa pahit bagi orang yang sedang sakit.
Ungkapan seperti ini insyaAllah selalu saya "nyinyir-kan" kepada putra-putri kami yang menurut kata hati mereka berkeinginan hendak berjuang bersama-sama untuk membela agama Allah, bekerja dengan mengandalkan syari'at-Nya, serta berharap mendapatkan ridho-Nya. Amin yaa Robbal'alamiin...
Adapun nasihat seperti ini disebut sebagai : "LAUK KEBAIKAN".
Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.
See MoreBismillaahirrohmanirrohiim.
Ikhwaanii wa Akhwaatii rahimakumullaah...
Orang-orang berka...ta kepada Imam ahli hadits yang wara' Zahid dan Abid nan faqir. Basyar al-Hali, apakah lauk kebaikan itu?
Ia berkata, "Lauknya adalah afiat." Ini adalah jawaban yang manis. Sebab afiat itu cocok baginya segala makanan. Karena orang yang kehilangan afiat atau orang sakit, baginya makanan yang lezat pun akan terasa getir dan pahit.
Bagi orang yang sehat, dia akan mendapatkan makanan dan minumannya sebagai puncak seleranya, terlebih jika dia sedang dalam keadaan sangat lapar.
Afiat itu adalah harta simpanan paling agung. Ia lebih mahal dari tumpukan emas dan perak. Ia lebih mahal daripada mutiara dan yakut. Ia lebih indah dari kebun-kebun dan taman-taman.
Barangsiapa yang memiliki harta berlimpah namun sakit, maka hartanya tidak akan lagi memiliki makna dan guna. Barangsiapa yang memiliki kerajaan namun dia sakit, maka kerajaannya tidak lagi memiliki bobot dan nilai.
Roti gandum yang diikuti dengan afiat dan air dingin, jauh lebih lezat, serta menjadi menu paling indah dan makanan termewah bagi orang sehat.
Sebaliknya, menu lezat dan madu murni, daging kambing muda akan terasa pahit bagi orang yang sedang sakit.
Ungkapan seperti ini insyaAllah selalu saya "nyinyir-kan" kepada putra-putri kami yang menurut kata hati mereka berkeinginan hendak berjuang bersama-sama untuk membela agama Allah, bekerja dengan mengandalkan syari'at-Nya, serta berharap mendapatkan ridho-Nya. Amin yaa Robbal'alamiin...
Adapun nasihat seperti ini disebut sebagai : "LAUK KEBAIKAN".
Billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.

Foto Dinding
“Sebaiknya Jangan Percaya Begitu Saja, Namun Jadilah Pembaca Kritis.”
Bismillahirrohmanirrohiim
Ikhwaa...nii wa Akhwaatii rahimakumullaah…
Banyak perjalanan hidup orang-orang terkenal yang membutuhkan cara baca yang selektif. Sebaiknya janganlah Anda menerima begitu saja apa yang ada. Kewajiban kita adalah menimbang semua itu dengan syariah dan akal.
Sebab di antara biografi para ulama terdapat pujian karena sikap lapar mereka yang diluar batas. Karena mereka tidak beristri. Karena mereka diam di rumah sampai-sampai tidak menghadiri shalat jama’ah dan sama sekali tidak memperhatikan kebersihan badan, dan lain-lain.
Padahal bukankah semua itu bertentangan dengan syariah, dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membenarkannya.
Disebutlah dalam sejarah tentang jumlah pasukan Nabi Musa as. Mereka mengatakan, enam ratus ribu! Ini sungguh tidak masuk di akal dengan beberapa alasan., sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Khaidun dalam Muqaddimah-nya. Atau seperti perkataan mereka, al-Hajjaj membunuh seratus ribu orang. Ini juga sangat jauh dari realita.
Berapa penduduk kota Kufah saat itu, atau Iraq? Lalu siapa yang menghitung jumlah mereka yang terbunuh itu, dan mengapa mereka di bunuh!?
Ini bukan bermaksud hendak membela al-Hajjaj, namun demi sebuah realita. Atau perkataan mereka, Abu Muslim membunuh sejuta orang!! Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa dia membunuh satu juta!?
Masya Allah, sungguh itu sangat tidak mungkin, dan jauh dari akal sehat. Ketahulah wahai sahabatku, bahwa emosi itu tunduk pada angka-angka, dan jiwa itu cenderung pada yang ajaib-ajaib atau aneh-aneh. Sehingga mereka senang untuk membesar-besarkan dalam menukil, dan melupakan penelitian yang teliti.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Katakanlah, ‘Tunjukkanlah bukti-bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah {2}:111).
Astaghfirullaahal’azhiim.
Laa haula walaa quwwata ilaa billaah ‘aliyyil ‘azhiim.
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.
See MoreBismillahirrohmanirrohiim
Ikhwaa...nii wa Akhwaatii rahimakumullaah…
Banyak perjalanan hidup orang-orang terkenal yang membutuhkan cara baca yang selektif. Sebaiknya janganlah Anda menerima begitu saja apa yang ada. Kewajiban kita adalah menimbang semua itu dengan syariah dan akal.
Sebab di antara biografi para ulama terdapat pujian karena sikap lapar mereka yang diluar batas. Karena mereka tidak beristri. Karena mereka diam di rumah sampai-sampai tidak menghadiri shalat jama’ah dan sama sekali tidak memperhatikan kebersihan badan, dan lain-lain.
Padahal bukankah semua itu bertentangan dengan syariah, dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membenarkannya.
Disebutlah dalam sejarah tentang jumlah pasukan Nabi Musa as. Mereka mengatakan, enam ratus ribu! Ini sungguh tidak masuk di akal dengan beberapa alasan., sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Khaidun dalam Muqaddimah-nya. Atau seperti perkataan mereka, al-Hajjaj membunuh seratus ribu orang. Ini juga sangat jauh dari realita.
Berapa penduduk kota Kufah saat itu, atau Iraq? Lalu siapa yang menghitung jumlah mereka yang terbunuh itu, dan mengapa mereka di bunuh!?
Ini bukan bermaksud hendak membela al-Hajjaj, namun demi sebuah realita. Atau perkataan mereka, Abu Muslim membunuh sejuta orang!! Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa dia membunuh satu juta!?
Masya Allah, sungguh itu sangat tidak mungkin, dan jauh dari akal sehat. Ketahulah wahai sahabatku, bahwa emosi itu tunduk pada angka-angka, dan jiwa itu cenderung pada yang ajaib-ajaib atau aneh-aneh. Sehingga mereka senang untuk membesar-besarkan dalam menukil, dan melupakan penelitian yang teliti.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Katakanlah, ‘Tunjukkanlah bukti-bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah {2}:111).
Astaghfirullaahal’azhiim.
Laa haula walaa quwwata ilaa billaah ‘aliyyil ‘azhiim.
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Muhammad Dive.

Haryo Guritno Assalamualaikum, saudaraku se iman, kita prihatin dng pemda manokwari yg telah menetapkan kawasannya sbg kota injil dan melarang wanita berjilbab dan suara azan serta pembangunan mesjid, mana toleransi beragama ???, ini sebetulnya tanggung jawab negara untuk mengatasinya...sebagai umat islam kita hanya bisa memohon k...epada Alloh dng cara melakukan sholat tahajud dan doa untuk saudara2 kita di Jayapura agar diberikan kesabaran dan kekuatan iman serta dlm rangka penolakan terhadap kebijakan pemda manokwari tsb, semoga kita diberikan pula kekuatan iman, amin, wassalam

Foto Dinding
Qadha dan Qadar
Bumi Allah, 28 Desember 2009
Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatulla...hi wa barokaatu.
Wahai saudara-saudariku tercinta rahimakumullaah…
Allah swt berfirman,
“Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya.” (Al-Hadid: 22)
Tinta pena telah mongering, lembaran-lembaran catatan telah di simpan, perkara telah diputuskan dan takdir telah di tuliskan. Firman-Nya “Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.” (At-Taubah: 51)
Apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan melenceng pada orang lain, dan apa yang akan ditimpakan pada orang lain tidak akan pernah menimpamu.
Jika kayakinan ini telah tertanam kuat di dalam jiwa, dan menancap di dalam sanubari kita, maka setiap bencana akan berubah menajdi karunia, setiap ujian akan menjadi nikmat dan setiap peristiwa akan menjelma menjadi piala dan tanda jasa. Allah swt berfirman, “Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik, maka ia akan di uji oleh-Nya.”
Oleh sebab itulah, janganlah pernah merasa gundah karena penyakit atau kematian anak, atau kerugian harta, atau terbakarnya rumah, karena sesungguhnya Allah telah menakdirkan segala sesuatu dan urusan,. Qadha telah diberlakukan, usaha telah dijalankan, hak memilih tetap menjadi hak Allah. Pahala telah di dapat dan dosa akan dihapuskan.
Maka berbahagialah orang-orang yang mendapat musibah karena mereka bersabar dan ridha pada Yang Maha mengambil, Yang Maha memberi, Maha menggenggam dan Mahalapang. Allah swt berfirman,
“Dan tidak di tanya tentang apa diperbuat-Nya dan mereka yang akan ditanya.” (Al-Anbiyaa’: 23)
Pena telah kering, kita akan menemui yang ditakdirkan. Maka jangan biarkan jiwamu nelangsa. Janganlah mengira bahwa dengan usaha seorang diri saja engkau akan mampu menahan tembok yang akan ambruk, membendung air agar tidak meluap, menahan angin agar tiddak bertiup, menjaga kaca agar tidak pecah. Semua ini tidak akan menghalangi terjadinya sesuatu, terlepas engkau suka atau tidak. Semua yang Allah takdirkan akan terjadi, Qadha’ yang telah di tentukan akan terlaksana, dan semua yang digariskan akan berlaku. Ingatlah firman-nya, “Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Al-Kahfi : 29)
Menyerahlah kepada takdir sebelum engkau dilindas oleh pasukan kebencian, penyesalan dan kelemahan, termalah Qadha’ sebelum engkau dilanda banjir penyesalan. Jika semua hal di atas telah kita penuhi, maka kita telah berusaha sekuat tenaga. Tenangkanlah jiwamu. Jika kemudian terjadi sesuatu yang tidak engkau inginkan, maka yakinilah bahwa itu adalah kehendak-Nya. Jangan pernah mengatakan, “Seandainya saja aku melakukan seperti ini niscaya akan begini dan akan begini jadinya, namun katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.”
Wallahua’lam bish-showab…
Billaahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~
Bumi Allah, 28 Desember 2009
Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatulla...hi wa barokaatu.
Wahai saudara-saudariku tercinta rahimakumullaah…
Allah swt berfirman,
“Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya.” (Al-Hadid: 22)
Tinta pena telah mongering, lembaran-lembaran catatan telah di simpan, perkara telah diputuskan dan takdir telah di tuliskan. Firman-Nya “Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.” (At-Taubah: 51)
Apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan melenceng pada orang lain, dan apa yang akan ditimpakan pada orang lain tidak akan pernah menimpamu.
Jika kayakinan ini telah tertanam kuat di dalam jiwa, dan menancap di dalam sanubari kita, maka setiap bencana akan berubah menajdi karunia, setiap ujian akan menjadi nikmat dan setiap peristiwa akan menjelma menjadi piala dan tanda jasa. Allah swt berfirman, “Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik, maka ia akan di uji oleh-Nya.”
Oleh sebab itulah, janganlah pernah merasa gundah karena penyakit atau kematian anak, atau kerugian harta, atau terbakarnya rumah, karena sesungguhnya Allah telah menakdirkan segala sesuatu dan urusan,. Qadha telah diberlakukan, usaha telah dijalankan, hak memilih tetap menjadi hak Allah. Pahala telah di dapat dan dosa akan dihapuskan.
Maka berbahagialah orang-orang yang mendapat musibah karena mereka bersabar dan ridha pada Yang Maha mengambil, Yang Maha memberi, Maha menggenggam dan Mahalapang. Allah swt berfirman,
“Dan tidak di tanya tentang apa diperbuat-Nya dan mereka yang akan ditanya.” (Al-Anbiyaa’: 23)
Pena telah kering, kita akan menemui yang ditakdirkan. Maka jangan biarkan jiwamu nelangsa. Janganlah mengira bahwa dengan usaha seorang diri saja engkau akan mampu menahan tembok yang akan ambruk, membendung air agar tidak meluap, menahan angin agar tiddak bertiup, menjaga kaca agar tidak pecah. Semua ini tidak akan menghalangi terjadinya sesuatu, terlepas engkau suka atau tidak. Semua yang Allah takdirkan akan terjadi, Qadha’ yang telah di tentukan akan terlaksana, dan semua yang digariskan akan berlaku. Ingatlah firman-nya, “Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Al-Kahfi : 29)
Menyerahlah kepada takdir sebelum engkau dilindas oleh pasukan kebencian, penyesalan dan kelemahan, termalah Qadha’ sebelum engkau dilanda banjir penyesalan. Jika semua hal di atas telah kita penuhi, maka kita telah berusaha sekuat tenaga. Tenangkanlah jiwamu. Jika kemudian terjadi sesuatu yang tidak engkau inginkan, maka yakinilah bahwa itu adalah kehendak-Nya. Jangan pernah mengatakan, “Seandainya saja aku melakukan seperti ini niscaya akan begini dan akan begini jadinya, namun katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.”
Wallahua’lam bish-showab…
Billaahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~
By:Jeanny Dive

Bolehkah Orang Kafir Menyantuni Anak Yatim? RUBRIK M.A.D. BERBAGI (Seri 7) ...
By:Jeanny Dive

























