
Sebuah catatan dari putra langit, dari kertas impian yang dipunyai anak-anak keling. Kerap aku berkata pada angin “tolong, jikapun tumpukan kertas-kertas ini harus terserak, biar aku sendiri yang menyerakannya. [Baca Selengkapnya]

MediaSastra Bagi yang punya usulan menarik tentang MediaSastra.com harap di bagikan disini ya. :) Mari bersama-sama kita buat website ini jadi komunitas sastra berkualitas nomor 1 di Indonesia!

ketika telunjuk-telunjuk memperkosa kata jadilah sampah yang dibuang di got-got kota dan orang-orang terlelap

betapa banyak jendela rumahku hingga tak semua terbuka malam tiba. angin datang angin pergi tanpa sapa

UNTUK INDONESIA KITA kemuning mengembang terbakar senja lentera itu berkedip, sisipkan surat di bawah awang awang kami lelah tuk menapak...

MERAH MATA TOMBAK pena rupamu penggalan kata ini itu, ini itu, ini itu semu berujung tandus kata secercak taruhkan merah terkapar meruah tatap si buyung . . . . ...

INDONESIA KALIAN sang ghaib berpacu dengan waktu buktikan kegagalan awal martilulasi karibmu sahabat kita katakanlah,...

Selamat tinggal kepedihan Aku tak pernah membencimu Kau mengajarkan tentang ketulusan dan rasa ikhlas Tidak, jangan bilang apa pun Aku cukup mengerti siapa dirimu sebenarnya...

Terima kasihku padamu Yang telah membuatkan secangkir kopi panas tiap pagi Menyiapkan baju anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah Dan aku sangat berterima kasih padamu Telah kau berikan dua bidadari cantik dan malaikat kecil nan rupawan...

Bayangan yang selalu menghantui diriku, bayangan masa kecil yang selalu menyakiti diri ku di saat aku ingin mengingat masa kecil ku dulu namun yang ku ingat hanya lah tragedi yang membuat memori diriku rusak bahkan aku tak ingat lagi masa kecil ku dulu .













