MediaSastra
KAU DAN POSTER DI DINDING KAMARMU :wh [Baca Selengkapnya]
MediaSastra
6 Kembali aku terjebak dalam lengkung dunia yang kubuat sendiri Batas yang samar, itu tiba-tiba kembali mengada Menggodaku dalam resah Gelisah yang kurasakan seperti tiada habis meski segala daya tlah kubentangkan bersama derap langkah sepanjang jalan yang kulalui hingga tungkai alas kakiku menyatu...
MediaSastra
Alunan musik pengiring tarianmu seakan tertutup oleh suara – suara cacian dan makian Riasan di wajahmu pudar tercoreng dihapus raut wajah sombong orang-orang angkuh 90 detik saat terik menikam kepala dan menghanguskan kulit Tak pedulikan itu kau terus menari diantara mulut yang sesekali m...
MediaSastra
aku akan terus bertahan tuk dapat menerima keadaan ini tau kah kau bahwa disana ada seribu pangeran yang menantiku...
MediaSastra
selalu saja aku mengerti pikiranku yang tak terdengar manusia hanya aku yang dapat mendengar suara yang kamu ucapkan di diri
Indra Wahyu Pratama
Indra Wahyu Pratama
selalu saja senja menangisi kepulangan ayahnya yang lelah diterik panas dunia..
January 4 at 8:08am
MediaSastra
AKU … yang bersemayam dalam diri SAYA selalu merasa DIRIKU bukan DIRINYA DIRIKU belum juga mampu memahami DIRINYA sebagai labuhan jiwa kala menemani kesepian angan ditengah penyatuan harmonisasi irama alunan detak jantung yang terhujam saat nafas setengah terhenti,sementara gejolak batin separuh h...
MediaSastra
Kerinduan ini membelah dadaku mencabut sukma memisahkannya dari raga Tak ada bintang dan bulan dilangit semua yang berkilau enggan bersinar Mereka seolah menghukumku dan membiarkan langit malam tetap terlihat gelap Aku terpasung dan dicambuki perasaan dari rasa yang terasakan Sang biduk telah...
MediaSastra
terlintas dibenakku untuk tinggalkan semua rasa resah,terpendam dalam hati semua syair hanya untukmu semua harmoni mengalun untukmu akankah semua terewati
MediaSastra
terlintas dibenakku untuk tinggalkan semua rasa resah,terpendam dalam hati semua syair hanya untukmu semua harmoni mengalun untukmu akankah semua terewati
MediaSastra
Ketika air hitam itu menerjangku Aku membiarkan tubuh mengalir halus Kemudian peluru itu berputar kearahku Kudiamkan diri sampai benda itu tembus Senyawa sudah tidak ada artinya...
MediaSastra
Ketika air hitam itu menerjangku Aku membiarkan tubuh mengalir halus Kemudian peluru itu berputar kearahku Kudiamkan diri sampai benda itu tembus Senyawa sudah tidak ada artinya...
MediaSastra
Laa Ilaaha Ilallaah....
MediaSastra
Sebuah catatan dari putra langit, dari kertas impian yang dipunyai anak-anak keling. Kerap aku berkata pada angin “tolong, jikapun tumpukan kertas-kertas ini harus terserak, biar aku sendiri yang menyerakannya. [Baca Selengkapnya]
MediaSastra

MediaSastra Bagi yang punya usulan menarik tentang MediaSastra.com harap di bagikan disini ya. :) Mari bersama-sama kita buat website ini jadi komunitas sastra berkualitas nomor 1 di Indonesia!

December 27, 2009 at 9:32am
MediaSastra
Larilah Lari sampai lelah Sampai keempat mata angin terpecah dalam hati Sampai nafas...