
Zahid Bodonk
ku desirkan gelombang, bersama angin Q membelai kalian,,,,
salam kenal

Orkes Puisi Sampak GusUran
Untuk kawan-kawan yang berdomisili atau kebetulan sedang berada di Jakarta dan sekitarnya, dan punya keprihatinan yang sama:
HADIRI dan IKUTI:
LOMBA MAKAN ROTI BUAYA dan MENGGAMBAR CICAK-BUAYA
Hari: Minggu
Tanggal: 22 Nopember 2009.
Jam: 07.00-11.00.
Tempat: Sektor 8-9, Istora Senayan Jakarta.
Acara ini sekaligus untuk pe...nggalangan tandatangan dukungan
agar Presiden melaksanakan rekomendasi tim 8.
Bawa serta keluarga sambil berolah raga pagi kita tolak rezim koruptor dan antek mafia peradilan.
Panitia: Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK)
Untuk menghindari kesalah-pahaman siapapun, perlu kami perjelas bahwa kami dari Sampak GusUran (karena keprihatinan yang sama) hanya ikut berpartisipasi ikut menyebarkan undangan ini agar bisa diketahui lebih banyak pihak. Di Facebook ini, pencantuman nama pembuat undangan semacam ini (seolah) penyelenggara tak bisa dihindari, karena itu tercantum secara otomatis begitu undangan dibuat.
NB: Alangkah indahnya bila keprihatinan, perhatian dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara ini, bisa kita ungkapkan di wilayah kita dan dengan cara masing-masing. Sehingga, mereka yang saat ini memimpin tahu bahwa bukan mereka yang memegang kekuasaan, tapi kita semualah yang memegangnya. Mereka sekedar para pelayan yang tak boleh seenaknya membodohi kita dari waktu ke waktu.
Hora:Domingo, 22 de Novembro de 2009 7:00
Local:Sektor 8 - 9 Istora Senayan

Orkes Puisi Sampak GusUran “Sesungguhnya menjelang hari Kiamat terdapat tahun-tahun yang menipu! Yang khianat diberi amanat, yang amanat dianggap khianat, yang berdusta dipercaya, yang jujur didustakan dan ruwaibidhah akan berbicara” Para sahabat bertanya, "Apakah ruwaibidhah, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Seorang yang hina dan bodoh berbica...ra tentang urusan orang banyak!” (HR Ibnu Majah).

Orkes Puisi Sampak GusUran Ini negeri dagelan! Hukumnya plesetan, keadilannya lucu dan para pemimpinnya -sudah pasti- para badut! Jadi, apa yang diharapkan kecuali terbahak-bahak, atau: matikan saja salurannya, agar mereka tak bisa lagi melawak!

Ipoeng Cahya A-i Esem termanis yg tak terlupa-eseme pk Harto.. kira2 klo esem yg sperti itu-pesan yg di tangkap apa y..?

Lacimori Wangsa barangkali,.... mengobati luka indonesia, jg penting. salam hangat buat ini perkenalan.

Zuko Prince Zuko kapan kie ngluarin album terbaru ne,,,,,,saja'e kok pancet kuiiii wae....

Orkes Puisi Sampak GusUran “Esem atau senyum itu komunikasi bagi yang dianggap beradab. Mereka bisa menangkap pesan lewat senyum orang. Semon atau isyarat itu bagi yang cukup beradab. Mereka bisa menangkap pesan dibalik isyarat. Dupak atau tendangan itu bagi yang kurang atau tidak beradab. Mereka baru paham setelah dicolokkan ke matanya!” kata M...bah Siro. “Kalau sudah didupak tak juga paham, seperti para pemimpin kita ini, apa namanya Mbah?”

Orkes Puisi Sampak GusUran Kami tidak mengambil putusan berdasar tekanan publik, begitu katanya. Mbah Siro bilang: Lho, kok belum apa-apa publik sudah divonis sesat? Siapa yang dulu suka teriak 'suara rakyat suara Tuhan', kok tiba-tiba sekarang suara rakyat dianggap suara setan? Apa karena kalian suka merekayasa 'suara Tuhan', sehingga terkaget-...kaget ketika 'suara Tuhan' asli digaungkan?

"Ingatkah kamu pada Erri Riyana Hardjapamengkas?" tanya Mbah Siro. Para santrinya menggeleng. "Kemarin dia ke Mabes Polri dan bilang: Kalau Bibit dan Chandra ditahan karena dianggap mengambil tindakan tanpa setahu pimpinan KPK lain, mestinya saya juga harus ditahan...

Orkes Puisi Sampak GusUran Malu aku malu, ini negara apa pasar baru. Malu aku malu, pemimpinnya kok suka nipu. Malu aku malu, penegak hukumnya kok kayak gitu. Malu aku malu.

Awal Az Awael mau dong ikutan jadi anggota, gimna caranya...

Orkes Puisi Sampak GusUran Kami tahu mana gelap mana terang, mana plintat-plintut mana penjelasan, mana niat baik mana pencitraan! Kami tak akan berhenti sebelum semua dituntaskan, gula-gula tak membuat kami melenakan kesadaran!

Orkes Puisi Sampak GusUran Sambil mengenang para pimpinan KPK yang ditangkapi, mari kita kenang betapa kita selalu kecelik dan kecelik lagi....
SULUK KECELIK* Kukira kau yang kutunggu kukira kau yang kurindu ternyata kau juga penipu ternyata kau juga pemalsu Dulu musuhku satu kini musuhku beribu dulu kutahu musuhku kini musuhku tak tentu Ya Allah, terbakar bumiMu ya Rabbi, terpanggang hambaMu nafsu yang memimpinku lapar yang memilinku Kukira waktu sudah be...rlalu kukira jamannya sudah baru ternyata wajahnya tetap itu ternyata gilanya makin menggebu Sekarang engkau marah pada cermin itu wajah yang nongol tak lagi kau kenali beribu kali kau pandang beribu kali kau pangling gambarnya asing dan membuatmu gamang Berulang kau ganti cermin atau kau pecahkan gambar-gambarnya tak juga hilang meneror kamu sampai ke impian. Kau bayangkan para malaikat akan menyelamatkan keadaan dan kini terkaget-kaget kau lihat kenyataan gerombolan iblislah yang kembali mengangkangi kekuasaan Kukira kau sang pembaru kukira kau sang penyeru ternyata kau cuma penyaru ternyata kau cuma peniru Dulu musuhku satu kini musuhku beribu dulu kutahu musuhku kini musuhku tak tentu Ya Allah, terbakar bumiMu ya Rabbi, terpanggang hambaMu nafsu yang memimpinku lapar yang memilinku Kukira ku buru surgaMu kukira ku takut nerakaMu ternyata kudekap apiMu ternyata kutolak cahyaMu 2007 *Diambil dari pagelaran Orkes Puisi "Bersama Kita Gila" Anis Sholeh Ba'asyin - Sampak GusUran - Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Juli 2008.
Duração:5:23
















