
Orkes Puisi Sampak GusUran Kami tidak mengambil putusan berdasar tekanan publik, begitu katanya. Mbah Siro bilang: Lho, kok belum apa-apa publik sudah divonis sesat? Siapa yang dulu suka teriak 'suara rakyat suara Tuhan', kok tiba-tiba sekarang suara rakyat dianggap suara setan? Apa karena kalian suka merekayasa 'suara Tuhan', sehingga terkaget-kaget ketika 'suara Tuhan' asli digaungkan?

"Ingatkah kamu pada Erri Riyana Hardjapamengkas?" tanya Mbah Siro. Para santrinya menggeleng. "Kemarin dia ke Mabes Polri dan bilang: Kalau Bibit dan Chandra ditahan karena dianggap mengambil tindakan tanpa setahu pimpinan KPK lain, mestinya saya juga harus ditahan...

Orkes Puisi Sampak GusUran Malu aku malu, ini negara apa pasar baru. Malu aku malu, pemimpinnya kok suka nipu. Malu aku malu, penegak hukumnya kok kayak gitu. Malu aku malu.

Awal Az Awael mau dong ikutan jadi anggota, gimna caranya...

Orkes Puisi Sampak GusUran Kami tahu mana gelap mana terang, mana plintat-plintut mana penjelasan, mana niat baik mana pencitraan! Kami tak akan berhenti sebelum semua dituntaskan, gula-gula tak membuat kami melenakan kesadaran!

Orkes Puisi Sampak GusUran Sambil mengenang para pimpinan KPK yang ditangkapi, mari kita kenang betapa kita selalu kecelik dan kecelik lagi....
SULUK KECELIK* Kukira kau yang kutunggu kukira kau yang kurindu ternyata kau juga penipu ternyata kau juga pemalsu Dulu musuhku satu kini musuhku beribu dulu kutahu musuhku kini musuhku tak tentu Ya Allah, terbakar bumiMu ya Rabbi, terpanggang hambaMu nafsu yang memimpinku lapar yang memilinku Kukira waktu sudah be...rlalu kukira jamannya sudah baru ternyata wajahnya tetap itu ternyata gilanya makin menggebu Sekarang engkau marah pada cermin itu wajah yang nongol tak lagi kau kenali beribu kali kau pandang beribu kali kau pangling gambarnya asing dan membuatmu gamang Berulang kau ganti cermin atau kau pecahkan gambar-gambarnya tak juga hilang meneror kamu sampai ke impian. Kau bayangkan para malaikat akan menyelamatkan keadaan dan kini terkaget-kaget kau lihat kenyataan gerombolan iblislah yang kembali mengangkangi kekuasaan Kukira kau sang pembaru kukira kau sang penyeru ternyata kau cuma penyaru ternyata kau cuma peniru Dulu musuhku satu kini musuhku beribu dulu kutahu musuhku kini musuhku tak tentu Ya Allah, terbakar bumiMu ya Rabbi, terpanggang hambaMu nafsu yang memimpinku lapar yang memilinku Kukira ku buru surgaMu kukira ku takut nerakaMu ternyata kudekap apiMu ternyata kutolak cahyaMu 2007 *Diambil dari pagelaran Orkes Puisi "Bersama Kita Gila" Anis Sholeh Ba'asyin - Sampak GusUran - Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Juli 2008. Read More
Length:5:23

Yuufa Cilig tetap mendengungkan kata dalam barisan sajak karna mata juga hati

Margaretha Kushendrawati Dengungkan keindahan, kekhasan, ketermilikan kita terhadap warisan2 budaya kita sebelum semua milik kita dihaki oleh orang2 lain!!

Siti Qomariyah terus berjuang melestrarikan tradisi budaya negeri sendiri, ditengah terpaan budaya modernisasi..... lanjutkan!!

Orkes Puisi Sampak GusUran
Diambil saat pagelaran Bersama Kita Gila di Bentara Budaya Jakarta, 11 Juni 2009.
Dengan segenap maaf, karena mixernya bermasalah, rekaman suaranya kurang maksimal: hanya mengandalkan perekaman secara manual.

Orkes Puisi Sampak GusUran
(dipersembahkan bagi para korban)
Aku melihat di atas sini
cambuk berayun ke ini negeri
Ya Allah,
rumput-rumput itu
daun-daun itu
desir angin itu
riak gelombang itu
gunung itu
menunggu
menggigil kelu
menanti waktu.
Ya Allah,
pada siapa bisa menyeru
orang sibuk berburu
menjaring tipu
melempar peluru
menebar seteru
tak tahu
ditunggu waktu....
Ya Allah,
buka pintu-pintu
luluhkan batu-batu
agar nafsu membeku
agar hati menyatu
Aku berdoa di bawah sini
Ya Allah selamatkan ini negeri
2009
*Diambil dari Pagelaran "Suluk Paseduluran" di Omah Kendeng - Sukolilo, Pati, 02 Oktober 2009.Read More
Aku melihat di atas sini
cambuk berayun ke ini negeri
Ya Allah,
rumput-rumput itu
daun-daun itu
desir angin itu
riak gelombang itu
gunung itu
menunggu
menggigil kelu
menanti waktu.
Ya Allah,
pada siapa bisa menyeru
orang sibuk berburu
menjaring tipu
melempar peluru
menebar seteru
tak tahu
ditunggu waktu....
Ya Allah,
buka pintu-pintu
luluhkan batu-batu
agar nafsu membeku
agar hati menyatu
Aku berdoa di bawah sini
Ya Allah selamatkan ini negeri
2009
*Diambil dari Pagelaran "Suluk Paseduluran" di Omah Kendeng - Sukolilo, Pati, 02 Oktober 2009.Read More



















