
Jurnalisme tak bermula ketika kabar disiarkan. Tiap kali sebuah berita terbit, ada sisi yang kelihatan dan ada yang tak kelihatan. Bahkan di halaman majalah ini dan juga di Koran Tempo, bagian yang tak tampak sebenarnya lebih besar perannya...

Yusril Djalinus, akrab dipanggil YD, redaktur senior dan salah satu pendiri majalah Tempo, meninggal akibat stroke kemarin. Jenazah pria kelahiran Jakarta, 12 Agustus 1944, itu dimakamkan di Pemakaman Pasar Senen, Purwakarta, Jawa Barat...

TEMPO selamat jalan pak yusril djalinus. beliau meninggal pukul 10 hari senin, 2 februari 2009, karena sakit. semoga diampuni dosa-dosanya, diberikan tempat terbaik di sisiNYA, atas semua jasa baik membentuk dan merawat jurnalisme di Indonesia. selamat jalan, Bang YD...

TEMPO YD ini nama panggilan untuk Yusril Djalinus, redaktur senior di Tempo. Semoga lekas pulih, Pak YD...

15 Mei 1982 KETIKA majalah ini dilahirkan, ia diawali dengan sebuah nomor perkenalan. Gambar kulit depannya Minarni mengayun raket: sebuah cerita tentang bulutangkis. Ia beredar di awal 1971...

TEMPO
dear atay,
silakan datang aja ke jalan proklamasi 72 jakarta [sebelah tugu proklamasi]. ini kantor tempo. telpon 021 3916160. anda bisa ke perpustakaan dan melihat koleksi tempo di sana. pasti diizinkan, kok. karikatur tempo rasanya berbau sosial semua. silakan saja datang dan memilih yang sesuai dengan tema tugas akhir anda.

MENGUTIP diri-sendiri bisa menjemukan diri-sendiri. Tapi pekan ini TEMPO memulai lagi nomor baru yang pertama di tahun ke-8, tahun barunya, dan kami ingin melihat kembali dari mana semua ini bertolak...

Walau tak pernah jelas, diduga berita pembelian kapal Jerman adalah pemicu pembredelan TEMPO. PERTANYAAN yang paling sulit kami jawab empat tahun ini: berita mana yang membuat TEMPO dibredel...

Surat Dari Redaksi TEMPO kembali, setelah empat tahun dibungkam. Ternyata tak mudah. Sejak pembredelan, majalah ini tumbuh jadi seperti makhluk dongeng. Besar, berat, tapi tak pernah berwujud. Ada sebab-sebabnya...

Ignas Kleden Sosiolog, Direktur Center for East Indonesian Affairs/CEIA (Pusat Pengkajian Indonesia Timur), Jakarta DALAM perkembangan sejarahnya, kebebasan berpendapat, khususnya kebebasan pers, ternyata bukanlah barang gratis...

PERBEDAAN wartawan Jakarta dengan koresponden di daerah juga menyangkut masalah karier. “Karier tertutup bagi koresponden daerah, kecuali dia mau pindah ke Jakarta,” ujar Zed Abidien. ...

II. PEMBREDELAN DALAM Tempo edisi khusus 1986, Syu’bah Asa menuliskan pengantar untuk kepergian rekan-rekannya yang menuju alam fana. “Ada kematian dengan cara biasa, ada kematian dengan cara tidak biasa. Ke...

Oleh : Coen Husain Pontoh HABIS gelap terbitlah terang. Itulah suasana politik sesudah jatuhnya rezim Presiden Soekarno pada 1960-an. Orang menaruh harap agar zaman segera normal. Antre beras supaya berlalu, inflasi tinggi segera turun, dan kebebasan berpendapat tak lekang...
RECENT ACTIVITY
TEMPO discussed Tempo sebelum dan sesudah bredel. Apa bedanya? on the TEMPO discussion board.
TEMPO edited their Website and Company Overview.












