
Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pasca-Indonesia Pasca-Einstein, Penerbit Kanisius, 1999: Sebenarnyalah jikalau kita paham pada gerak dinamika yang dialektik, persoalan (semu) Barat / Timur, individualistis / kolektif, tradisional / modern, klasik / eksperimental, borjuis / rakyat, agraris / industrial, sekuler / religius, liberal / terpadu, bebas / terikat, ....

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pasca-Indonesia Pasca Einstein, Penerbit Kanisius, 1999: Generasi Muda Kini dan Mendatang adalah Generasi PascaTimur—Barat, bahkan sudah mulai tampak kuncup—kuncup pasca−Indonesia.

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pasca-Indonesia Pasca Einstein, Penerbit Kanisius, 1999: Namun, alasan berbangsa Indonesia sejak dulu memang tidak didasarkan pada kulit atau paras muka etnik. Keputusan untuk mengidentifikasi diri sebagai bangsa Indonesia didasarkan pada apa yang oleh Bung Karno dirumuskan “atas hasrat untuk menyatukan le desire d'ensemble”.

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pasca-Indonesia Pasca Einstein, Penerbit Kanisius, 1999: Jika mau jujur, siapakah di antara kita ini sebetulnya bukan Indo atau Indisch juga? Lepas dari fakta bahwa nama bangsa dan negara kita terdiri dari dua bagian kata, Indo dan nesia, apakah kita dapat menjamin dan dapat membuktikan tidak tercampuri 1 cc darah Arab, misalnya, atau 10 mg darah India, Cina, Portugis, Belanda, Jepang, dan lain−lain?

Rie Rezkhi gmn cr mesan itu kaos y....??

Penthol Magelang
mas erwin..
tengkyu somat..
kaose dah nyampe..
jian seneng tenan ak..! :D

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pendidikan Pemerdekaan, Dinamika Edukasi Dasar, 2004: Kami tidak mempunyai pretensi seolah kami mampu untuk sendirian bereksperimen dan mengajukan hal-hal mengenai konsep maupun kurikulum alternatif. Dinamika Edukasi Dasar dulu dirancang dengan nama Gerakan Edukasi Dasar.

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pendidikan Pemerdekaan, Dinamika Edukasi Dasar, 2004: Masalah pendidikan dlm zaman modern ini pada dasarnya ialah juga masalah kekuasaan, karena knowledge is power. lni tdk perlu diterangkan lebih lanjut. Setiap orang, teristimewa yang dina-lemah-miskin langsung mengalaminya. Oleh karena itu kita harus sadar: demi KEKUASAAN SIAPA ia MENGABDIKAN dan MENGUNTUNGKAN. Dan yg hakiki melekat dng itu: dng KORBAN SIAPA.

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Pendidikan Pemerdekaan, Dinamikan Edukasi Dasar, 2004: Sudah selama 30 tahun lebih 30 juta anak-anak kita dianiaya setiap hari oleh suatu sistem pengajaran & pendidikan yang tidak menghargai anak sebagai anak. Mengapa? Bukankah sistem pengajaran dan pendidikan ber-Pancasila?

Marcell Danang Mas Admin, email Kuwera sudah tidak aktif ya? Apakah ada email address lain yang bisa dikontak? Trims

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun)
admin: Sekitar 60-an paket pesanan kaos penggemar Romo Mangun sudah diberangkatkan kemarin dan hari ini. Sementara hanya untuk pesanan kaos desain 3, 4, dan 5. Mudah2an bisa segera tiba ke alamat masing2. Desain kaos yg bisa dibeli ada di: http://www.facebook.com/photos.php?id=16 2261022558 Silakan lihat ketentuan pembelian dan japri ke erwin@wastu.com

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dalam Politik Hati Nurani, PT Grafiasri Mukti, 1998: Memanglah ada dua paradigma dan pengARTlan dasar politik. Yang pertama lebih terkenal dan biasanya dikira satu−satunya, yakni politik dalam aspek kekuasaan.

Y. B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dari Emilius Heri Hermono: Bang Erwin kapan bikin pameran foto u karya2 beliau???




















