Telat datang pada Shalat BMW
Topic: Telat datang pada Shalat BMW
Displaying all 8 posts by 5 people.

Post #1
Anto wroteon October 19, 2009 at 2:10am
Terkadang , karena sesuatu hal kita mencapai mesjid ketika shalat Jamaah sudah didirikan. Bukan sekali dua kali kita tiba di mesjid ketika Sang Imam dan jamaah sedang sujud, kita sendiri nggak tahu sujud pada rakaat yang ke-berapa.
Bila kita menjumpai kondisi yang demikian, yaitu sampai di mesjid imam dan jamaah sedang bersujud, apa yang harus kita perbuat...?
Bila kita menjumpai kondisi yang demikian, yaitu sampai di mesjid imam dan jamaah sedang bersujud, apa yang harus kita perbuat...?

Post #2
Gatot wroteon October 19, 2009 at 7:20pm
Astaghfirullaah .... Saya sering sekali pak Anto. Malu rasanya. Mosok buat urusan dunia kalau meeting sam klien jam tertentu TENG saya bisa hadir lima menit sebelumnya. Tapi begitu urusan shalat, nunggu dulu suara adzan baru bergegas ...Astaghfirullaaah ...
Untuk urusan ini, saya selalu ikut dalam barisan jamaah pak. Apalagi berdasarkan diskusi di grup ini, ada dalil yang menyatakan bahwa hanya ada satu shalat berjamaah di satu masjid. Jadi ya meskipun sudah mendekati salam, saya tetep ikut duduk 'nyenuk' dan setelah itu nyambung shalat empat rekaat penuh tanpa imam.
Semoga saya tak salah ya Allah .. Kalau ada temen2 lainnya yang punya ide, monggo sharing ...
Salam,
G
Untuk urusan ini, saya selalu ikut dalam barisan jamaah pak. Apalagi berdasarkan diskusi di grup ini, ada dalil yang menyatakan bahwa hanya ada satu shalat berjamaah di satu masjid. Jadi ya meskipun sudah mendekati salam, saya tetep ikut duduk 'nyenuk' dan setelah itu nyambung shalat empat rekaat penuh tanpa imam.
Semoga saya tak salah ya Allah .. Kalau ada temen2 lainnya yang punya ide, monggo sharing ...
Salam,
G

Post #3
Namaku wroteon October 21, 2009 at 1:14am
Pak Gatot, Kang Anto ..
Sy pernah baca hadist, cuma lupa yg no berapa. Bahwasanya : yg dihitung sbg sholat jamaah adalah sampai ruku', jd kalo kita masuk berjamaah dlm kondisi masih ruku', itu yg disebut masih nyambung 1 rakaat berjamaah.
Kmudian juga untuk yg laen, ada hadist yg cukup sakheh yg intinya sbb:
Beliau bersabda, bahwa nanti di Yaumil Akherat ada 3 golongan umatku :
Golongan I:
Dikeningnya ada sinar spt lilin, kelip2 : pertanda sewaktu sdh masuk sholat, mereka menunda2 sholat.
Golongan II:
Dikeningnya ada sinar spt rembulan : pertanda sewaktu sdh masuk sholat, kita langsung menyegerakan.
Golongan III:
Dikeningnya ada sinar bak matahari yg menyenangkan : pertanda, bahwa sebelum waktu sholat masuk, hamba tsb sudah siap2 di masjid untuk menunggu panggilan Allah.
Mo masuk manakah kita ..?, silahkan pilih !
Sy pernah baca hadist, cuma lupa yg no berapa. Bahwasanya : yg dihitung sbg sholat jamaah adalah sampai ruku', jd kalo kita masuk berjamaah dlm kondisi masih ruku', itu yg disebut masih nyambung 1 rakaat berjamaah.
Kmudian juga untuk yg laen, ada hadist yg cukup sakheh yg intinya sbb:
Beliau bersabda, bahwa nanti di Yaumil Akherat ada 3 golongan umatku :
Golongan I:
Dikeningnya ada sinar spt lilin, kelip2 : pertanda sewaktu sdh masuk sholat, mereka menunda2 sholat.
Golongan II:
Dikeningnya ada sinar spt rembulan : pertanda sewaktu sdh masuk sholat, kita langsung menyegerakan.
Golongan III:
Dikeningnya ada sinar bak matahari yg menyenangkan : pertanda, bahwa sebelum waktu sholat masuk, hamba tsb sudah siap2 di masjid untuk menunggu panggilan Allah.
Mo masuk manakah kita ..?, silahkan pilih !

Post #4
Indra wroteon October 21, 2009 at 2:59am
Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini jika keliru...
Kalo kita mendapati imam sedang sujud, ya kita ikuti sujudnya. Kalo Imamnya udah rakaat terakhir, ya duduknya juga ngikutin imam (walau ada yg mengatakan kalo kita telatnya satu atau dua raka'at, maka duduknya harus seperti duduk ketika rak'at kedua (tasyahud awal).
Dari Abu Hurairah : "Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Karena itu, maka janganlah kalian menyalahinya. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah kalian, bila ia rukuk, maka rukuklah kalian, bila ia membaca "sami`allahu liman hamidah", maka bacalah "Allahumma rabbanaa lakal hamdu", bila ia sujud, maka sujudlah dan bila ia salat sambil duduk, maka salatlah kalian sambil duduk" (HR. Muslim)
@ Pak Moh Effendi
Yang pernah saya baca soal masuk shaf ketika imam sudah rukuk, itu sangat ribet, dalam artian banyak pendapat mengenai hal ini, satu sama lain menggunakan dalil-dalil yg kuat.
1. Ada yang mengatakan rakaat kita dihitung, berdasarkan hadits
Hadist dari Abu Bakrah (radi Allaahu anhu) dimana ia mendapatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang rukuk, maka ia (Abu Bakrah) melakukan rukuk sebelum ia memasuki saf shalat. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Semoga Allah menambah semangatmu dan jangan diulangi (rakaat tersebut).” (HR. Bukhari)
Abu Daawud menambahkan pada riwayat tersebut:
“Dan ia rukuk sementara ia tidak berada pada saf shalat dan kemudian ia bergerak menuju saf.” (Abu Dawud, Ahmad, Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Barangsiapa mendapatkan rukuk maka sungguh ia telah mendapatkan raka’at tersebut.” (Abu Daawud)
2. Ada yang menyatakan gak dihitung, berdasarkan pada dalil :
“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah)." (HR.Bukhari)
”Barangsiapa mendirikan sholat dan tidak membaca Al Fatihah, maka sholatnya kurang (diucapkan 3x) / tidak sempurna.” (HR Muslim)
Sisi pendalilan dari dua hadits tersebut adalah, maksudnya menolak pendapt yg pertama, Kalau langsung rukuk gak dihitung shalatnya karena gak baca Al Fatihah, sedangkan Al Fathihah adalah merupakan salah satu rukun shalat. Dan Juga ada perintah dari nabi di hadits abu bakrah supaya tidak melakukannya lagi, dan itu termasuk ke dalam larangannya.
Kesimpulannya...Silahkan anda pilih mana yg menurut anda paling kuat dari 2 pendapt tersebut. Kalo saya pribadi, pernah melakukan dua hal itu, dan sekarang yg saya pegang adalah pendapat yg kedua.
Wallahu a'lam.
Kalo kita mendapati imam sedang sujud, ya kita ikuti sujudnya. Kalo Imamnya udah rakaat terakhir, ya duduknya juga ngikutin imam (walau ada yg mengatakan kalo kita telatnya satu atau dua raka'at, maka duduknya harus seperti duduk ketika rak'at kedua (tasyahud awal).
Dari Abu Hurairah : "Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Karena itu, maka janganlah kalian menyalahinya. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah kalian, bila ia rukuk, maka rukuklah kalian, bila ia membaca "sami`allahu liman hamidah", maka bacalah "Allahumma rabbanaa lakal hamdu", bila ia sujud, maka sujudlah dan bila ia salat sambil duduk, maka salatlah kalian sambil duduk" (HR. Muslim)
@ Pak Moh Effendi
Yang pernah saya baca soal masuk shaf ketika imam sudah rukuk, itu sangat ribet, dalam artian banyak pendapat mengenai hal ini, satu sama lain menggunakan dalil-dalil yg kuat.
1. Ada yang mengatakan rakaat kita dihitung, berdasarkan hadits
Hadist dari Abu Bakrah (radi Allaahu anhu) dimana ia mendapatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang rukuk, maka ia (Abu Bakrah) melakukan rukuk sebelum ia memasuki saf shalat. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Semoga Allah menambah semangatmu dan jangan diulangi (rakaat tersebut).” (HR. Bukhari)
Abu Daawud menambahkan pada riwayat tersebut:
“Dan ia rukuk sementara ia tidak berada pada saf shalat dan kemudian ia bergerak menuju saf.” (Abu Dawud, Ahmad, Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Barangsiapa mendapatkan rukuk maka sungguh ia telah mendapatkan raka’at tersebut.” (Abu Daawud)
2. Ada yang menyatakan gak dihitung, berdasarkan pada dalil :
“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah)." (HR.Bukhari)
”Barangsiapa mendirikan sholat dan tidak membaca Al Fatihah, maka sholatnya kurang (diucapkan 3x) / tidak sempurna.” (HR Muslim)
Sisi pendalilan dari dua hadits tersebut adalah, maksudnya menolak pendapt yg pertama, Kalau langsung rukuk gak dihitung shalatnya karena gak baca Al Fatihah, sedangkan Al Fathihah adalah merupakan salah satu rukun shalat. Dan Juga ada perintah dari nabi di hadits abu bakrah supaya tidak melakukannya lagi, dan itu termasuk ke dalam larangannya.
Kesimpulannya...Silahkan anda pilih mana yg menurut anda paling kuat dari 2 pendapt tersebut. Kalo saya pribadi, pernah melakukan dua hal itu, dan sekarang yg saya pegang adalah pendapat yg kedua.
Wallahu a'lam.

Post #5
Anto wroteon October 21, 2009 at 8:44am
alhamdulillah.... diskusi ini makin berkembang....
Kita memang mengharapkan bisa setiap saat shalat BMW. Namun masalahnya kita tidak bisa selalu dalam kondisi bisa shalat BMW.
Oleh sebab itu saya coba sajikan salah satu situasi di mana kita tidak bisa shalat BMW yaitu kita mendapatkan shalat ketika Imam dan Jamaah sedang sujud.
Alahmdulillah uraian dari Pak Indra sudah menerangkan langkah yg hrs kita ambil yang sesuai dgn syariat, yaitu sesuai dgn petunjuk Rasulullah berdasarkan hadits-2 yg shahih.
Yg perlu kita garis bawahi adalah, masih ada sebagian kaum muslimin ketika menjumpai situasi tsb adalah dengan bersikap "NGETEM" yaitu menunggu imam bangkit dari sujud kemudian baru masuk jamaah, bukan sesuai petunjuk Rasulullah untuk segera ikut bersujud.
Mudah-2an kita konsisten mengamlkan sunnah Rasulullah tentang shalat berjamaah dalam berbagai kemungkinan situasinya.
Wallahu a'lam
Kita memang mengharapkan bisa setiap saat shalat BMW. Namun masalahnya kita tidak bisa selalu dalam kondisi bisa shalat BMW.
Oleh sebab itu saya coba sajikan salah satu situasi di mana kita tidak bisa shalat BMW yaitu kita mendapatkan shalat ketika Imam dan Jamaah sedang sujud.
Alahmdulillah uraian dari Pak Indra sudah menerangkan langkah yg hrs kita ambil yang sesuai dgn syariat, yaitu sesuai dgn petunjuk Rasulullah berdasarkan hadits-2 yg shahih.
Yg perlu kita garis bawahi adalah, masih ada sebagian kaum muslimin ketika menjumpai situasi tsb adalah dengan bersikap "NGETEM" yaitu menunggu imam bangkit dari sujud kemudian baru masuk jamaah, bukan sesuai petunjuk Rasulullah untuk segera ikut bersujud.
Mudah-2an kita konsisten mengamlkan sunnah Rasulullah tentang shalat berjamaah dalam berbagai kemungkinan situasinya.
Wallahu a'lam

Post #6
Gatot wroteon October 21, 2009 at 6:31pm
Barakallahu ...
Teman-teman ... Sungguh saya senang sekali dengan postingan teman-teman. Sangat mencerahkan saya dan..yang penting lagi ..: MENYEMANGATI untuk istiqomah dalam shalat BMW.
Seperti pak Anto bilang, kita tak selalu dalam kondisi bisa shalat BMW. Tadi malam saya mengalami karena pas sampai masjid ternyata sudah salam terakhir ...aduh mnyesalnya luar biasa!!! Beginilah hidup di Jakarta ..perjalanan gak bisa ditebak kepadatan lalu lintasnya.
Untung ada temen2 di grup ini yang selalu menyemangati ...
Salam,
G
Teman-teman ... Sungguh saya senang sekali dengan postingan teman-teman. Sangat mencerahkan saya dan..yang penting lagi ..: MENYEMANGATI untuk istiqomah dalam shalat BMW.
Seperti pak Anto bilang, kita tak selalu dalam kondisi bisa shalat BMW. Tadi malam saya mengalami karena pas sampai masjid ternyata sudah salam terakhir ...aduh mnyesalnya luar biasa!!! Beginilah hidup di Jakarta ..perjalanan gak bisa ditebak kepadatan lalu lintasnya.
Untung ada temen2 di grup ini yang selalu menyemangati ...
Salam,
G

Post #7
Arie wroteon October 21, 2009 at 6:48pm
Sekedar ikut sharing . . . sebetulnya ini kisah tentang Tingginya akhlak seorang sahabat Nabi S.A.W yang juga seorang menanru Beliau, Ali (r.a).
Pernah suatu ketika saat Ali hendak berangkat menunaikan shalat subuh ditengah jalan beliau terhalangi oleh seorang tua yang jalanya sudah lamban sekali bahkan siorang tersebut adalah seorang yahudi.
Saking tidak ingin mendahului orang tua tersebut dengan pikiran " kalau didahukuai irg tua tsb untuk mengejar waktu subuh, lalu terjadi apa-2 kpd org tsb, siapa yg hendak menolong ??
Singkatnya ketika Ali tiba di Masjid Jama'ah tengah Ruku' terakhir, dan Ali langsung masuk jama'ah dan Beliau hanya menambah satu raka'at setelah Imam (Rasulullah S.A.W) salam.
Ada peristiwa yg tidak diketahui oleh ALi yaitu, Rasulullah melalukan Ruku' terakhir tadi tidak seperti biasanya yaitu lamaaaaa sekali, hingga Ali datang dan mendapatkan ruku' tsb.
Dan setelah selesai seorang sahabat lain bertanya, Ya . . Rasulullah kenapa tadi Anda begitu lama ruku' pada raka'at terkahir ?? dan Beliau manjawab, Malaikat Jibril menahan punggungku sehingga aku tidak bisa bangkit untuk i'tidal sampai ALi datang.
Dari kisah tsb dapat kita ambil kesimpulan bahwa ketika kita masuk masjid sedang Imam dalam keadaan ruku', maka kita masih dapat raka'atnya tsb.
Namun bila kita masuk, sedang Imam dalam keadaan Sujud pada raka'at terkahir, saya sependapat dengan Pak Gatot.
Wass
wallahu a'lam
Pernah suatu ketika saat Ali hendak berangkat menunaikan shalat subuh ditengah jalan beliau terhalangi oleh seorang tua yang jalanya sudah lamban sekali bahkan siorang tersebut adalah seorang yahudi.
Saking tidak ingin mendahului orang tua tersebut dengan pikiran " kalau didahukuai irg tua tsb untuk mengejar waktu subuh, lalu terjadi apa-2 kpd org tsb, siapa yg hendak menolong ??
Singkatnya ketika Ali tiba di Masjid Jama'ah tengah Ruku' terakhir, dan Ali langsung masuk jama'ah dan Beliau hanya menambah satu raka'at setelah Imam (Rasulullah S.A.W) salam.
Ada peristiwa yg tidak diketahui oleh ALi yaitu, Rasulullah melalukan Ruku' terakhir tadi tidak seperti biasanya yaitu lamaaaaa sekali, hingga Ali datang dan mendapatkan ruku' tsb.
Dan setelah selesai seorang sahabat lain bertanya, Ya . . Rasulullah kenapa tadi Anda begitu lama ruku' pada raka'at terkahir ?? dan Beliau manjawab, Malaikat Jibril menahan punggungku sehingga aku tidak bisa bangkit untuk i'tidal sampai ALi datang.
Dari kisah tsb dapat kita ambil kesimpulan bahwa ketika kita masuk masjid sedang Imam dalam keadaan ruku', maka kita masih dapat raka'atnya tsb.
Namun bila kita masuk, sedang Imam dalam keadaan Sujud pada raka'at terkahir, saya sependapat dengan Pak Gatot.
Wass
wallahu a'lam

Post #8
Gatot wroteon October 25, 2009 at 6:16am
Subhanallah .. Pak Arie, terima kasih. Kisah ini sungguh mulia. Betapa Allah MAHA PEMURAH memberikan rahmat kepada umatNya yang sedang menghormati orang tua, meski ia seorang Yahudi sekalipun!!!
Tiada Dzat manapun yang MAHA pEMURAH rahmat selain Allah swt. Coba kalau kita (manusia): ngapain ngurusin orang Yahudi yang di laknat Allah? Tapi Allah tidak demikian .. Allah menghargai umatNya yang menghargai umat lain ...
Kebayang gak seperti apa dunia ini damainya kalau akhlak manusia semulia ini?
Wass,
Gatot
Tiada Dzat manapun yang MAHA pEMURAH rahmat selain Allah swt. Coba kalau kita (manusia): ngapain ngurusin orang Yahudi yang di laknat Allah? Tapi Allah tidak demikian .. Allah menghargai umatNya yang menghargai umat lain ...
Kebayang gak seperti apa dunia ini damainya kalau akhlak manusia semulia ini?
Wass,
Gatot

