Photos
Videos
Rencana pembangunan tempat Tawaf canggih.
5
Posts

*KISAH ANAK MENTERI YANG
TAMPAN DAN BERILMU, TAPI
DITOLAK CINTANYA OLEH
PEMBANTU*

...

Tiada yang bisa menjelaskan cinta selain kata itu
sendiri. Banyaknya definisi hanya semakin
menjelaskan kepada kita akan makna kata itu,
namun semua penjelas bukanlah makna sejatinya.
Ia khas, unik dan tak mudah tuk disamakan dengan
kata lainnya.
Pun, dengan alasan untuk mencintai. Banyak faktor,
sebab dan pengaruhnya. Ibnul Qayyim menyebutkan
hal ini dengan adanya kecocokan. Maka, jangan
heran saat melihat laki-laki tampan dan kaya raya
yang menikah dengan perempuan hitam, gemuk dan
tidak cantik. Atau, saat ada perempuan cantik,
santun, baik hati, lembut dan punya wibawa yang
menikah dengan pemuda kecil, kurus dan sama
sekali tidak tampan.
Barangkali, inilah yang terjadi pada diri Ibnu Hazm.
Beliau adalah salah satu Imam terbesar dalam
mazhab Zhahiriyah, penulis puluhan buku legendaris
dalam ilmu fiqih, hadits, sejarah, puisi dan lainnya.
Selain itu, beliau adalah lelaki yang tampan, lembut
dan pecinta sejati. Selanjutnya, ia merupakan anak
salah satu menteri di Cordova kala itu.
Andai melihat profilnya sekilas saja, adakah alasan
bagi seorang wanita untuk menolak cintanya? Jika
kedudukan dan keilmuan sang wanita lebih segala-
galanya dari Ibu Hazm, mungkin saja alasannya
bisa dibenarkan. Namun, apa daya? Dalam sejarah
cinta sang Imam ini, beliau pernah ditolak. Bukan
oleh wanita terhormat, melainkan salah satu
pembantu di rumahnyalah yang menolak cinta lelaki
tampan dan lembut itu.
Mari sejenak menyimak penuturannya, “Kadang-
kadang saya masuk melalui sebuah pintu agar bisa
berdekat-dekatan dengannya,” ujarnya. “Namun,”
kilahnya, “saat mengetahui keberadaanku,”
lanjutnya, “gadis itu langsung pergi menjauh dengan
sopan dan tenang.” Tragis. Sebab, “Saat kukejar ke
tempat kaburnya,” katanya, “ia pasti menghindar
kabur ke tempat lain.” Duh!
Tentu saja, bukan tanpa alasan Ibnu Hazm
mencintai gadis sederhana ini. Apalagi di istana itu
terdapat banyak pembantu wanita. Katanya
menyebutkan, “Perempuan itu mengetahui bahwa
aku mencintainya.” Sayang, cinta sang Imam tak
berbalas. Beruntunglah mereka berilmu sehingga
tak melakukan dosa.
Hingga suatu hari, saat cintanya semakin
bertambah, terlihatlah gadis yang dicintainya itu
sedang menari di istananya. Mendengar
nyanyiannya, ia hanya berkata lirih sepenuh hati,
“Oh, nyanyian itu seakan turun ke hatiku.” Dan ia
berkata, “Tak mungkin kulupakan kejadian ini,”
romantisnya.
Sayangnya, sayangnya, sayangnya. Cinta itu tak
bersambut. Dan, kita sama sekali tak pernah
mendengar pengakuan sang gadis. Hanya menerka,
barangkali ada frekuensi hati yang berbeda. Ada
perbedaan yang sama sekali tak kuasa menyatu
dan mustahil dijelaskan dengan kata-kata sebanyak
dan sepuitis apa pun.

See More
No automatic alt text available.

Cinta ibarat kupu kupu, semakin dikejar semakin
menghindar. Tapi, jika kau biarkan terbang maka ia
akan menghampirimu. Begitulah cintaku ini tak
menentu. Walaupun aku tak pernah mengejarnya
namun dia tak juga datang padaku. Tak ada seorang...

Continue Reading
No automatic alt text available.
Posts