Reviews
4.7
9 Reviews
Tell people what you think
Umar Mhdp
· April 4, 2014
Perjalanam menuju taman surga
Naycilla
· March 2, 2015
ya allah,,bimbing aq menuju syurgamu
Eda Rosli
· September 11, 2014
cintai Allah krn Zat-Nya,bukan krn syurga-Nya.
Posts

Bab 180. Kitab Fadhail -Berbagai Fadhilah Atau Keutamaan- Keutamaan Membaca Al-Quran

...

Continue Reading

Bab 179. Haramnya Wanita Berpergian Sendirian

...
986. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak halal -yakni haram- bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari penghabisan, kalau ia berpergian sejauh jarak sehari semalam, melainkan wajib disertai orang yang menjadi mahramnya." (Muttafaq 'alaih)

987. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: "Janganlah seorang lelaki itu menyendiri dengan seorang wanita, melainkan wanita itu wajiblah disertai oleh orang yang menjadi mahramnya, juga janganlah seorang wanita itu pergi, melainkan ia wajiblah disertai orang yang menjadi mahramnya." Ada seorang lelaki berkata: "Sesungguhnya istri saya hendak keluar untuk beribadah haji, sedang saya telah dicatat diriku untuk mengikuti peperangan ini dan ini?" Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Pergilah berhaji dengan istrimu." (Muttafaq 'alaih)

See More
Posts

Bab 178. Sunnahnya Orang Yang Baru Datang Dari Berpergian Supaya Masuk Masjid Yang Berdekatan Dengan Tempatnya Lalu Bershalat Dua Rakaat Di Dalam Masjid Itu

...
985. Dari Ka'ab bin Malik r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu apabila datang dari berpergian lalu memulai dengan memasuki masjid, kemudian shalat dua rakaat di dalamnya." (Muttafaq 'alaih)

See More

Bab 177. Apa Yang Diucapkan Apabila seorang Musafir Itu Telah Kembali Dan Telah Melihat Negerinya

...
Dalam bab ini termasuklah hadits Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma yang terdahulu mengenai bab takbirnya seorang musafir jikalau menaiki gunung-gunung atau tempat-tempat yang tinggi.

984. Dari Anas r.a., katanya: "Kita datang -dari perjalanan- bersama Nabi s.a.w., sehingga di waktu kita sudah berada di luar kota Madinah, lalu beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya-: "Kita semua telah kembali, kita semua bertaubat -kepada Allah-, menyembah serta mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan kita." Beliau s.a.w. tidak henti-hentinya mengucapkan sedemikian itu, sehingga kita datang di Madinah."(Riwayat Muslim)

See More

Bab 176. Sunnahnya Datang Di Tempat Keluarganya Di Waktu Siang Dan Makruhnya Datang Di Waktu Malam, Jikalau Tidak Ada Keperluan Penting

...
982. Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau seorang diantara engkau semua itu telah lama tidak ada -yakni lama dalam berpergian-, maka janganlah datang di tempat keluarganya di waktu malam." Dalam riwayat lain disebutkan: "Bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu melarang kalau seorang lelaki itu datang di tempat keluarganya -dari berpergian- di waktu malam." (Muttafaq 'alaih)

983. Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu tidak pernah datang di tempat keluarganya di waktu malam. Beliau s.a.w. datang di tempat mereka di waktu pagi atau petang." (Muttafaq 'alaih) Aththuruq ialah datang di waktu malam.

See More

Bab 175. Sunnahnya Seorang Musafir Untuk Segera Pulang Ke Tempat Keluarganya, Jikalau Sudah Menyelesaikan Keperluannya

...
981. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Berpergian itu sepotong -yakni sebagian- dari siksaan. Seseorang akan terhalang untuk makannya, minumnya serta tidurnya -sebab tidak dapat tertib dan mudah seperti di rumah-. Maka dari itu, apabila seseorang diantara engkau semua telah menyelesaikan maksud tujuannya, hendaklah segera kembali ke tempat keluarganya." (Muttafaq 'alaih)

See More

Bab 174. Apa Yang Diucapkan Jikalau seorang Itu Menempati Suatu Pondok Penginapan

...
979. Dari Khaulah binti Hakim radhiallahu 'anha, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang turun -berdiam- di suatu tempat pemondokan lalu mengucapkan -yang artinya-: "Saya mohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatannya apa saja yang diciptakan olehNya," maka orang itu tidak akan terkena bahaya sesuatu apapun, sehingga ia pergi dari tempat pemondokannya yang sedemikian itu." (Riwayat Muslim)

980. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila pergi lalu datang waktu malam, beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya-: "Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu itu adalah Allah, saya mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatanmu dan kejahatannya apa saja yang ada di dalam dirimu, juga kejahatannya apa saja yang diciptakan dalam tubuhmu, bahkan kejahatannya segala sesuatu merayap di atasmu. Saya juga mohon perlindungan denganMu -ya Allah- dari kejahatannya singa dan manusia, ular dan kalajengking serta dari penduduk negeri ini -yang dimaksudkan ialah jin- serta dari yang melahirkan -maksudnya iblis yang melahirkan semua syaitan- dan pula dari apa yang diperanakkan olehnya -yakni syaitan-syaitan anak iblis-. (Riwayat Abu Dawud) Al-Aswad artinya orang. At-Khathabi berkata: wa sakinul balad yaitu jin yang mendiami bumi ini. Ia berkata: "Al-balad yakni negeri dari bumi ialah yang digunakan sebagai tempat tinggalnya binatang dan sekalipun di situ tidak ada bangunan atau rumah-rumah." Ia berkata lagi: "Dapat diperkirakan bahwa maksudnya Al-walid -yang melahirkan- ialah iblis, sedang mawalad adalah apa-apa yang dilahirkan olehnya, yakni syaitan-syaitan.

See More

TrendMuslim.com - Toko Online Islami

...

Bab 173. Apa Yang Diucapkan Sebagai Doa Apabila Seseorang Itu Takut Kepada Orang-orang Atau Lain-lainnya


978. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. itu apabila takut kepada sesuatu kaum -yakni golongan-, maka beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, sesungguhnya kita menjadikan Engkau -yakni menjadikan perlindungan dan penjagaanMu- dalam leher-leher mereka -sehingga mereka tidak kuasa memperdayakan kita- dan kita mohon perlindungan kepadaMu dari kejahatan-kejahatan mereka." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Nasa'i dengan isnad shahih.

See More

Bab 172. Sunnahnya Berdoa Dalam Berpergian

...
977. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada tiga macam doa yang mustajab -yakni akan dikabulkan oleh Allah Ta'ala-, yang tiada disangsikan lagi akan terkabulnya, yaitu: doanya orang yang teraniaya, doanya orang yang dalam berpergian dan doanya orang tua terhadap anaknya." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. Tetapi dalam riwayat Imam Abu Dawud tidak terdapat kata-kata: 'ala waladihi yakni atas anaknya.

--------------------------------------------------------------------------------

See More

Bab 171. Takbirnya Seorang Musafir Jikalau Menaiki Tempat Tinggi -Gunung-gunung- Dan Sebagainya Dan Bertasbih Jikalau Turun Ke Jurang -Ke Bawah- Dan Sebagainya Serta Larangan Terlampau Sangat -Keras- Dalam Mengeraskan Suara Takbir Dan Lain-lain

...
972. Dari Jabir r.a., katanya: "Kita semua -di waktu berpergian- apabila naik kita bertakbir dan apabila turun kita bertasbih." (Riwayat Bukhari)

973. Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma, katanya: "Nabi s.a.w. dan seluruh tentaranya itu apabila mendaki ke gunung-gunung, mereka semuanya bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

974. Dari Ibnu Umar r.a. pula, katanya: "Nabi s.a.w. itu apabila kembali dari haji atau umrah, setiap kali beliau naik di atas gunung atau tanah tinggi yang keras, beliau tentu bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan -yang artinya-: "Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, juga bagiNyalah segenap kerajaan dan puji-pujian. Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita semua kembali, kita semua bertaubat -kepada Allah-, menyembah, bersujud kepada Tuhan kita serta mengucapkan puji-pujian. Allah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan mengalahkan pasukan-pasukan musuh dengan seorang diri saja." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Jikalau beliau s.a.w. kembali dari memimpin pasukan atau tentara -dalam peperangan- atau dari haji atau umrah."

975. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: "Ya Rasulullah, saya hendak berpergian, maka berikanlah wasiat pada saya!" Beliau s.a.w. bersabda: "Hendaklah engkau tetap bertaqwa kepada Allah serta bertakbir pada setiap berada di tempat yang tinggi." Setelah orang itu menyingkir, beliau s.a.w. lalu mengucapkan doa -yang artinya-: "Ya Allah, lipatlah -yakni dekatkanlah- yang jauh untuknya dan permudahkanlah untuknya dalam perjalanannya itu." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

976. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya: "Kita semua bersama Nabi s.a.w. dalam berpergian, lalu apabila kita semua naik di atas suatu jurang, kita semua bertahlil serta bertakbir dan amat keraslah suara-suara kita itu. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: "Hai sekalian manusia, kasihanilah pada dirimu sendiri -yakni jikalau bersuara tidak perlu keras-keras-, sebab sesungguhnya engkau semua itu bukannya berdoa kepada Tuhan yang bersifat tuli ataupun yang tidak ada Zatnya, sesungguhnya Tuhan itu adalah beserta engkau semua dan Dia Maha Mendengar lagi Dekat." (Muttafaq’alaih)

See More

Kitab Adab-adab Kesopanan Berpergian, Sunnahnya Keluar Pada Hari Khamis Dan Sunnahnya Pergi Di Permulaan Siang Hari

953. Dari Ka'ab bin Malik r.a. bahawasanya Nabi s.a.w. keluar pada hari peperangan Tabuk pada hari Kamis. Beliau s.a.w. itu memang suka sekali keluar berpergian pada hari Khamis. (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat kedua kitab shahih Bukhari dan Muslim disebutkan:

"Niscayalah sedikit sekali -yakni jarang benar- Rasulullah s.a.w. itu keluar berpergian, melainkan pada... hari Khamis."

954. Dari Shakhr bin Wada'ah al-Ghamidi as-Shahabi r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku pada waktu pagi harinya."

Rasulullah s.a.w. apabila hendak mengirimkan suatu pasukan -yang beliau s.a.w. sendiri tidak menyertainya - atau hendak mengirimkan tentera - untuk peperangan, maka beliau s.a.w. mengirimkannya - yakni diberangkatkan - di permulaan siang hari -jadi pagi-pagi sekali.

Shakhr adalah seorang pedagang. la mengirimkan dagangannya itu selalu di permulaan siang hari, maka menjadi kayalah ia dan meluaplah serta banyaklah hartanya.

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud serta Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan

See More

Bab 161. Berdoa Untuk Mayit Sesudah Dikuburkan Dan Duduk Di Sisi Kuburnya Sebentar Untuk Mendoakannya Serta Memohonkan Pengampunan Untuknya Dan Untuk Membaca Al-Quran

...
943. Dari Abu 'Amr, ada yang mengatakan Abu Abdillah dan ada pula yang mengatakan Abu Laila, yaitu Usman bin Affan r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila telah selesai dari mengubur mayit, lalu beliau berdiri atas kuburnya dan bersabda: "Mohonkanlah pengampunan untuk saudaramu semua ini dan mohonkanlah untuknya supaya dikarunia ketetapan -keteguhan hati dalam menjawab pertanyaan ketika ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir nanti-. Sebab sesungguhnya ia sekarang ini ditanya -oleh dua malaikat itu-."(Riwayat Abu Dawud)

944. Dari 'Amr bin al-'Ash r.a., katanya: "Jikalau engkau semua telah memakamkan saya, maka berdirilah di sekitar kuburku sekedar selama waktu menyembelih seekor unta lalu dibagi-bagikan dagingnya, sehingga saya dapat merasa tenang bertemu dengan engkau semua dan saya dapat memikirkan apa-apa yang akan saya jawabkan kepada utusan-utusan Tuhanku -yakni malaikat yang akan menanyakan sesuatu-." Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini sudah diuraikan selengkapnya yang panjang di muka -lihat hadits no.709-. Imam as-Syafi'i rahimahullah berkata: "Disunnahkan kalau di sisi mayit yang sudah dikuburkan itu dibacakan sesuatu dari ayat-ayat al-Quran dan jikalau dapat dikhatamkan al-Quran itu seluruhnya, maka hal itu adalah baik."

See More

Status Perkawinan dengan Pria yang Tidak Shalat
Des 10, 2009Muhammad Abduh Tuasikal, MScShalat68 Komentar

Ulama besar Saudi Arabia dan pakar fiqih abad ini, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin –rahimahullah– ditanya,
“Apa hukum wanita yang masih bersama suami yang tidak pernah menunaikan shalat dan wanita tersebut sudah memiliki anak dari laki-laki tersebut serta apa hukum menikah dengan orang yang tidak pernah shalat?”...

Continue Reading
Image may contain: text

Seklias Tentang KItab Riyadhus Shalihin

Sesungguhnya Allah telah mengutus Rasul-Nya Muhammad dengan membawa petunjuk dan menurunkan kepadanya Al Quran pedoman hidup umat yang kekal sampai hari kiamat serta memberikan tafsir Al Quran dan yang semisalnya bersama Al Quran tersebut, sehingga Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam baik berupa ucapan atau perbuatan adalah penjelas Al Quran dan penunjuk makna-maknanya.

Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, m...

Continue Reading
Web pesantren online yang menyajikan artikel islami sesuai dengan pemahaman salafus shalih, dalam bidang aqidah, fikih, manhaj, akhlak, tazkiyatun nufus, sejarah islam, fatwa ulama
muslim.or.id

Bab 121. Sunnahnya Bersikap Sedang -Sederhana- Dalam Pakaian Dan jangan Merasa Cukup Dengan Apa Yang Menyebabkan Celanya Yang Tidak Ada Kepentingan Atau Tidak Ada Tujuan Syara' Untuk Itu

...
800. Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari nenek lelakinya r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu mencintai kalau melihat bekas kenikmatanNya atas hambaNya itu," dengan jalan menunjukkan keindahan dan kesempurnaannya dalam berpakaian, makan, berumah tangga dan lain-lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

See More

Bab 120. Sunnahnya Meninggalkan Yang Tinggi-tinggi -Yakni Yang Terlampau Indah- Dalam Hal Pakaian Karena Maksud Merendahkan Diri

...
Dalam bab Keutamaan lapar dan mengenakan yang kasar-kasar dalam kehidupan sudah diuraikan lebih dulu beberapa keterangan yang berhubungan dengan bab ini.

799. Dari Mu'az bin Anas r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan -keindahan- pakaian karena maksud merendahkan diri kepada Allah, padahal ia kuasa untuk menggunakannya, maka ia akan dipanggil oleh Allah pada hari kiamat dengan disaksikan oleh kepala sekalian makhluk -yakni di hadapan orang banyak-, sehingga Allah akan menyuruhnya supaya memilih pakaian apa saja yang ia ingin mengenakannya dari berbagai pakaian keimanan." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

See More

Bab 96. Mohon Dirinya -Pamitnya- Seorang Sahabat Dan Memberikan Wasiat Padanya Ketika Hendak Berpisah Dengannya Karena Berpergian Atau Lain-lainnya, Mendoakannya Serta Meminta Doa Daripadanya (Supaya Didoakan Olehnya)

...

Continue Reading