See more of Arief Munandar by logging into Facebook
Message this Page, learn about upcoming events and more.
See more of Arief Munandar by logging into Facebook
Message this Page, learn about upcoming events and more.
Not Now
CommunitySee All
Highlights info row image
16,458 people like this
Highlights info row image
16,413 people follow this
People Also Like
Pages liked by this Page
Photos
Reviews
8 Reviews
Tell people what you think
Zia
· August 29, 2016
oh yeah !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Arief Munandar
· August 29, 2016
Fanspage terbaik sepanjang masa :D karena saya yang punya :D :D
Riny Ananta
· August 26, 2016
Sepertinya Indonesia semakin penuh dengan Penulis Puisi :D
Posts

Kenangan-kenangan yang menghina kekuatannya, membuat dia lupa siapa dirinya. Nyanyian malam membius indah masa lalunya, dia bahkan tidak bisa berbuat banyak. Cahaya yang memeluk kekosongan malam itu, menyisakan ia bersama semua rasa sakitnya. Hatinya yang retak karena pintunya pernah terbuka. Kesombongan yang membuat dia lebih buruk. Jadi, dia telah membuang semua kesombongannya.

Kalimat yang bergerak melingkari pikirannya, memaknai sambungan kata yang berujung pada tanda tan...ya. Dirinya yang lebih baik menunggu dia di sana, tapi dia hanya ingin memulai sesuatu yang sudah berakhir. Yang dia tau, dia harus menyelamatkan dirinya sendiri, atau dia akan berdosa pada dirinya yang lain. Namun tujuannya tersembunyi di balik matahari pagi, dan dia harus menunggu suara ayam menyerupainya.

Aku tidak berani menghampirinya, aku takut suaraku merusak mimpi-mimpinya. Jadi aku melihatnya dari jauh, air mata yang sudah lama kering karena dia lupa siapa yang harus ditangisi. Dia mengambil secarik kertas yang menunggu di dalam dompetnya, berniat membeli kesenangan. Tapi kertas-kertas itu bertanya padanya, siapa lagi yang akan terluka hari ini?

Sekarang giliranku yang menangis, karena aku tau dia tidak punya sesiapa di atas tanah. Semua yang dia miliki sudah berada di bawahnya, dan dia menanggung hidup sendirian. Dia hanya punya pikiran yang cantik, tapi tidak bisa dipergunakan pada tempatnya. Dia hanya bicara saat seorang bajingan mendekatinya, karena begitulah cara dia menyambung nyawanya.

See More
Kenangan-kenangan yang menghina kekuatannya, membuat dia lupa siapa dirinya. Nyanyian malam membius indah masa lalunya, dia bahkan tidak bisa berbuat banyak. Cahaya yang memeluk kekosongan malam itu, menyisakan ia bersama semua rasa sakitnya. Hatinya
sepenuhnya.com

Aku memandang kado yang aku bungkus dua minggu sebelum dia pulang. Aku bangkit mendekati. Lalu aku melemparkan itu ke dinding. Kado itu tidak hancur, hingga kemudian aku membakar hangus... dan berharap, semua kenangan ikut lenyap bersama api.

Aku memandang kado yang aku bungkus dua minggu sebelum dia pulang. Aku bangkit mendekati. Lalu aku melemparkan itu ke dinding. Kado itu tidak hancur, hingga kemudian aku membakar hangus... dan berharap, semua kenangan ikut lenyap bersama api itu.
sepenuhnya.com
Posts

Aku sudah terlalu banyak memberi, berharap terlalu jauh, dan itu hanya membuatku tidak punya apa-apa selain jalan pulang. Jadi aku mengambilnya sebelum aku mati di tempat orang-orang meludahi mayatku.

Aku sudah terlalu banyak bicara, menatap terlalu jauh, dan itu menyakitkan saat tidak ada siapapun yang mengerti. Jadi aku pergi dengan suara maaf dan semua terima kasih karena mencuri kisah hidupmu. Dan sekarang aku diam? Iya, aku diam kepada orang-orang tertentu.

Link: https://goo.gl/VyHVnJ

Image may contain: one or more people and text

-- Kelas 1 SMA --
Saat pelajaran kimia berlangsung, aku duduk di sana... menatap seorang gadis yang aku panggil "sahabat". Aku menatap senyumannya yang sehalus sutra, berharap dia adalah milikku. Tapi dia tidak melihatku dengan cara itu, dan aku tahu itu.

Pelajaran usai, dia berjalan ke arahku dan menyerahkan catatan yang telah dia catat saat pelajaran itu. Dia mengatakan "belajarlah untuk membawa buku ke sekolah" dan dia meletakkan tangannya di pipi kiriku. Aku ingin mengata...

Continue Reading

Ditantang bahasa asing oleh Ahmad Raj

Wahai kecemburuan hatiku, saat pandangan pertama; saat matamu bertemu dengan mataku, aku sangat gembira... Baca Selengkapnya di Sepenuhnya.com
lirik.sepenuhnya.com

Tersesat di sudut labirin hati ini,
Tiada yang bisa menuntunku kembali ke pemikiran.
Dunia begitu luas untukku,
Dan aku hanya bisa melihat satu...

...

Dan itu adalah kamu.

Mengambang tanpa bisa mencari langkah,
Tiada yang bisa aku lakukan selain menunggu.
Langit begitu tinggi untukku,
Dan semua hanya gelap kecuali satu...

Dan itu adalah kamu.

Maka sekali ini,
Biarkan aku meleleh di bibirmu,
Relakan aku bersembunyi di perasaanmu.

Biarkan aku satu kalimat,
Relakan aku berlutut di matamu,
Biarkan aku melamarmu.

Nah maukah kau...
Maukah kau menjadi istriku?

========================
Itu Adalah Kamu...
Oleh #AriefSigli Di #Sepenuhnya

See More
Image may contain: one or more people, people standing, twilight, sky, cloud, outdoor and nature

Satu hal yang tidak bisa aku jelaskan,
Rindu ini bagaikan gulungan ombak;
Terkadang tenang, terkadang begitu menggebu,
Namun tetap tidak rela berhenti.

...

Satu hal yang tidak bisa aku mengerti,
Kota ini selalu mengingatkan aku akan kisah singkat bersamamu.

Di dalam jerih yang tidak bisa aku tebus,
Hanya doa yang mampu aku hibah.
Mungkin sejarah tidak akan sudi kembali,
Tapi kita punya pilihan untuk merajut kisah lain.

Kita hanya harus memulai,
Atau melanjutkan kisah-kisah yang sedikit terhenti;
Terhenti karena kita harus memilih,
Atau mengakhiri cita yang terlanjur kita pilih.

Wahai engkau gulungan fiksi, pulanglah...
Pulanglah...

Bagai kias bungkusan ombak;
Setiap saat mengikis pantai.
Menyita tanda sebuah tanya,
"Pernahkah pantai meninggalkan laut?"

Begitulah hatiku;
Remuk menyimpan ikhlas,
Dan masih tak sudi mengeluh.

Menunggu, hanya menunggu...
Berharap, hanya berharap...

Wahai engkau gulungan fiksi, pulanglah...
Pulanglah...
Bawakan aku senyuman penebus dosa...

===================
#Puisi Pulanglah...
Oleh #AriefSigli di #Sepenuhnya

See More
Image may contain: one or more people and text

Apa kau pernah jatuh cinta
pada seorang yang tidak seharusnya,
melawan perasaan
tapi kau tidak pernah bisa?

...

Jatuh lebih dalam,
berharap itu tidak pernah terjadi,
berusaha sembunyi
tapi hatimu terus tersakiti?

...Apa kau pernah?

Apa kau pernah melihat cahaya
saat matanya terbuka mengarah padamu,
lalu mengingatkan dirimu
bahwa itu tidak pernah terjadi?

Hal yang juga sering
berubah menjadi tatapan,
tapi kau berkilah dengan dirimu
bahwa kau tidak pernah peduli?

...Apa kau pernah?

Apa kau pernah merasakan isyarat
bahwa kau sedang jatuh cinta,
tapi terus mengatakan
dia hanyalah seorang teman?

Memupuk harap
bahwa itu tidak akan menjadi lebih,
menyimpan kebohongan
dari terjaga karena selalu memimpikannya?

...Apa kau pernah?

Apa kau pernah menangisi persahabatanmu
yang tidak siap menanggung risiko?
Apa kau pernah?
Apa kau pernah?

=================
#Puisi Ada apa dengan Cinta?
Oleh #AriefSigli di #Sepenuhnya

See More
Image may contain: one or more people, people standing, twilight, sky, cloud, outdoor and nature

Aku bisa merasakan tanganmu,
Jemari berdarah menjelajah kenangan.
Dan hanya satu yang ingin aku lakukan,
Menghilangkan semua kenangan-kenangan itu.

...

Aku bisa merasakan gerakanmu,
Langkah lelah sebab air mata cinta.
Dan hanya satu yang selalu kau ulang-ulang,
Jangan tambah derita hidupku.

Aku bisa merasakan nafasmu,
Bergerak cepat di atas laut kegelisahan,
Lapar dan bersenandung,
Berat dan ingin berbisik... tapi kau diam.

Aku bisa merasakan...
Kau adalah gadis yang berbahaya.

Bumiku bergetar di bawah senyummu yang sederhana.
Gunungku runtuh di bawah tatapmu yang berantakan.
Lautku hancur di bawah sentuhmu yang tidak berdosa.

Kau adalah gadis yang berbahaya.

Dan aku masih merasakan,
Rasa takut...
Pada semua yang kau lakukan.

=================
#Puisi Aku Bisa Merasakan
Oleh #Ariefsigli di #Sepenuhnya

See More
Image may contain: cloud, sky, text and outdoor

Hari itu,
Gelombang bergerak seperti para pecinta.
Tergesa mencari bibir pantai,
Menjadi yang tercepat.

...

Gejolak itu,
Berputar dan mengguling.
Dengan irama yang sempurna,
Dalam keramaian yang meriah.

Bersatu dalam tarian yang kusut,
Menangkap satu sama lain.
Menari maju dan mundur,
Entah apa yang mereka lakukan.

Bangkit dan jatuh,
Mereka bersatu untuk hancur.
Entahlah...

Atau jatuh dan bangkit,
Mereka bersatu untuk bahagia.
Entahlah...

=======================
#Puisi Gelombang Hari Itu
Oleh: #AriefSigli di #Sepenuhnya

See More
Image may contain: one or more people and text

Dunia sangat tinggi dari sini,
Dan semua hanya gelap kecuali satu...

Maka sekali ini,
Relakan aku meleleh di bibirmu,
Biarkan aku bersembunyi di matamu...
fiksi.sepenuhnya.com

Tak ada yang berarti jika di lihat dari mata yang tak memberi arti