See more of Perkumpulan Arus Pelangi by logging into Facebook
Message this Page, learn about upcoming events and more. If you don't have a Facebook account, you can create one to see more of this Page.
See more of Perkumpulan Arus Pelangi by logging into Facebook
Message this Page, learn about upcoming events and more. If you don't have a Facebook account, you can create one to see more of this Page.
Not Now
Welcome to Arus Pelangi's Fan Page, we strive for equality and justice for LGBTI or people with diverse sex, sexuality, gender, and identity in Indonesia.
People Also Like
Photos
Videos
Update Sementara: Dukungan Surat Terbuka Publik untuk Pejabat Publik dari 655 Individu dan 143 Organisasi *Tak Perlu Jadi LGBT untuk dukung Kesetaraan, Cukup Jadi Manusia Saja!. Ayo tambahkan nama mu... _______________________________________________ Surat Terbuka Publik Menolak dan Menggugat Pernyataan Pejabat Negara, Wakil Rakyat & Lembaga Negara yang Inkonstitusional terhadap warga Negara dengan Orientasi Seksual, Identitas & Ekspresi Gender Berbeda; Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex (LGBTI) Kepada Yth; 1. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, H. Mohamad Nasir 2. Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, Anies Baswedan 3. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil 4. Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan 5. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP, Reni Marlinawati 6. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil 7. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pernyataan-peryantaan pejabat Negara terkait orientasi seksual cukup mengkhawatirkan. Peryataan tersebut kian menyulut kebencian antar sesama warga Negara, tidak hanya menyulut kebencian namun juga berpotensi terjadinya kekerasan. Dalam kerangka perlindungan Hak Asasi Manusia ini adalah pelanggaran HAM bagi warga Negara dengan Orientasi Seksual, Identitas & Ekspresi Gender (SOGIE) yang berbeda; Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender & Interseex (LGBTI) . Entah sengaja atau tidak pernyataan tersebut dilontarkan, namun kami mencatat ada beberapa kesamaan hal yang kami pandang baik dan positif dari pendapat para pejabat Negara & Wakil Rakyat tersebut, yaitu pandangan tentang orientasi seksual menjadi urusan pribadi masing-masing. Namun demikian berikut ini adalah beberapa pernyataan yang kami pandang inskonstusional dan bernuansa pelanggaran HAM didalamnya: 1. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir menegaskan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) semestinya tidak boleh masuk kampus, Menurut dia, kelompok LGBT bisa merusak moral bangsa, dan kampus sebagai penjaga moral semestinya harus bisa menjaga betul nilai-nilai susila dan nilai luhur bangsa Indonesia (Antara News, 23 Januari 2016). 2. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan: "Ya memang ini kan fenomena baru, ya. Ini nggak sesuai dengan budaya kita, harus dilarang karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia," (Detik.com 24 januari 2016) 3. Demikian pula dengan pernyataan M. Nasir Djamil, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PKS "Kelompok LGBT tidak boleh dibiarkan berkembang dan diberi ruang segala aktivitasnya. Apalagi komunitas LGBT yang disinyalir masuk ke kampus-kampus dengan kelompok kajian atau diskusi-diskusi ilmiah," (Antara News 23 Januari 2016) 4. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP Reni Marlinawati: "Praktik ini selain melanggar norma agama juga bertentangan dengan hukum positif. Dengan tegas kami menolak dan menentang keras praktik ini," (Republika.co.id 24 Januari 2016) 5. Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan, perilaku menyimpang, seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), di kalangan remaja harus menjadi perhatian bagi orang tua dan guru. Mereka guru harus menyadari pentingnya nilai-nilai yang dipegang dalam pendidikan, seperti nilai agama, Pancasila, dan budaya. Untuk menjaga (LGBT) itu, maka orang tua dan guru harus sadar bahwa nilai itu harus diajarkan, ditumbuhkan, dan dikembangkan sejak usia dini. Bahkan, sebagian pakar menyebutkan sejak dalam kandungan, (Republika.co.id 24 Januari 2016) 6. Wali Kota Bandung yang tengah galak mengkampanyekan Kota Ramah HAM, Ridwan Kamil ternyata juga mengeluarkan pernyataan yang diskriminatif terkait penggunaan media sosial oleh LBGT. ‘Saat ke ranah dan membuka diri kemudian mengajak secara tidak langsung, menurut saya itu yang melanggar etika dan norma, dan pasti saya tindak’. (Tempo.co,26 Januari) 7. Kepala divisi sosialisasi KPAI, Erlinda menyatakan ‘Propaganda LGBT/Homoseksual terhadap anak merupakan kejahatan berat dan tindakan pidana oleh karena itu wajib memeranginya’ menunjukkan bahwa Erlinda sebagai komisioner KPAI tidak memahami betul apa itu SOGIE & LGBT. Penyataan tersebut diatas jelas inskonstitusional dan merupakan tindakan pelanggaran HAM. Membuktikan Negara ini tidak bisa menerima keberagaman warga negaranya termasuk keberagaman orientasi seksual, identitas gender dan ekspresi gender. Padahal Undang-undang Dasar kita jelas menegaskan bahwa seluruh warga Negara dijamin hak-nya yang. Ada sekitar 40 hak konstitusional warga negara Indonesia yang harus dijamin, beberapa hak yang dimaksud di antaranya hak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi (Pasal 28 F), hak mendapatkan pendidikan (pasal 31 ayat 1, pasal 28 C ayat 1 ), hak atas kebebasan berserikat dan berkumpul (28 E ayat 3), hak untuk menyatakan pikiran (28 E ayat 2), hak untuk bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun (Pasal 28 I ayat 2). Dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948 yang telah diratifikiasi dan diadopsi oleh Indonesia kedalam pasal 28 UUD 1945, menegaskan bahwa setiap orang terlahir sama dan setara dan terbebas dari tindakan diskriminasi dan kekerasan. Indonesia melalui lembaga Negara, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNASHAM) telah menjadi tuan rumah pada tahun 2005 dari terbentuknya prinspip-prinsip Yogyakarta menuangkan ada 29 prinsip yang harus dipenuhi terkait hak-hak warga Negara LGBT, prinsip-prinsip tersebut juga diadopsi dari DUHAM & UUD 1945. Lalu muncul pertanyaan, mengapa warga Negara LGBT harus dilindungi sama dengan warga Negara lainnya? Karena menurut lembar fakta yang dimiliki oleh Arus Pelangi yang disarikan dari hasil penelitian tahun 2013 menyebutkan fakta bahwa 89.3% LGBT di Indonesia pernah mengalami kekerasan, dimana 79.1% dalam bentuk kekerasan psikis, 46.3% dalam bentuk kekerasan fisik, 26.3% dalam bentuk kekerasan ekonomi, 45.1% dalam bentuk kekerasan seksual, dan 63.3% dalam bentuk kekerasan budaya. Dari sekian banyak kasus kekerasan yang terjadi 65,2% diantaranya mencari bantuan ke teman & 17,3% diantaranya pernah melakukan percobaan bunuh diri. Dalam situasi seperti ini, dimanakah Negara? Negara absen, bahkan malah cenderung menjadi pelanggar HAM bagi mereka, seperti pernyataan-pernyataan yang akhir-akhir ini marak diucapkan oleh pejabat Negara. Melalui surat ini kami ingin menyampaikan bahwa, pernyataan para pejabat Negara, Wakil Rakyat & Lembaga Negara tersebut baik secara sengaja maupun tidak telah mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pernyataan inskonstitusional tersebut seolah memberikan legitimasi kekerasan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok terhadap LGBT, 2. Memicu terjadinya kekerasan baik fisik maupun psikis, seperti pengusiran dari rumah/keluarga, pengusiran dari lingkungan masyarakat, dan institusi pendidikan, 3. Tindakan sewenang-wenang oleh kelompok intoleran. Penyerangan terhadap komunitas LGBT menggunakan dalil agama maupun moral, 4. Pernyataan tersebut inkonstitusional dan berdampak pada upaya kriminalisasi Negara terhadap orang-orang LGBT di Indonesia. Oleh karena itu, kami masyarakat Indonesia menolak dan menggugat pernyataan inkonstitusional pejabat Negara, Wakil Rakyat & KPAI tersebut di atas dan kami menyatakan bahwa PEJABAT NEGARA TERSEBUT TELAH MELAKUKAN PELANGGARAN HAM TERHADAP LGBT. Kami mendorong agar dibukanya ruang dialog agar dapat mendialogkan apa itu Orientasi Seksual, Identitas & Ekspresi Gender (SOGIE) & Lesbian, Gay, Biseksul & Transgender (LGBT. Jakarta, 26 Januari 2016 Tertanda INDIVIDU 1. A. Mahdi DS 2. A.I Rozi 3. Abdul Havid Permana 4. Abdul muis Syam 5. Abhipraya Ardiyansyah 6. Abi Marutama 7. Achmad Mujoko 8. Ade Kusumaningrum 9. Adelvia Rouli 10. Aden Koe 11. Adeska ajeng 12. Adhi Putta 13. Adhie M. Massardiie (Sekjen MKRI) 14. Adhitiya Tirta Dharma 15. Adi Mulia Pradana 16. Adi Setyawan 17. Adit Satriya 18. Aditya E 19. Aditya Septiansyah 20. Aditya Wardhana 21. Adol Lubis 22. Adriawan Marcel 23. Ael Napitupulu 24. Afik Irwanto 25. Aflina Mustafainah (Komnas Perempuan) 26. Aghata Danastri 27. Agnes Gurning 28. Agus Laswiana 29. Agus Sari 30. Agus Susianto 31. Agus Tiara 32. Agus Tiara 33. Agus Wahyudi 34. Agustinus Bayu Prasetyo 35. Agustinus Novianto 36. Agustinus Prisdea Uqi 37. Ahmad Aziz 38. Ahmad Khafi Ghon 39. Ahmad Ni'am 40. Ahmad Sarkawi 41. Ahmad syaifuddin 42. Ahmad Zulfiyan 43. Ainur Rofiq 44. Ajeng Herliyanti 45. Ajeng kartika 46. Ajeng Mulya Gantini 47. Ajie Anindito 48. Akbar Bastian 49. Akbar Hardi Surya 50. Alam Setia Bakti 51. Albertus Agung Sugiyanto 52. Aldimas Wisnuvidya 53. Alex Argo Hernowo 54. Alexander Yuda Wijaya 55. Alfa Gumilang 56. Alien Chairina Husni 57. Alin Alun Adyana 58. Alissa Natalia 59. Alvi 60. Alviendra Ramadhan 61. Alya Putri Ramadhani 62. Amadeo Aloysius Gonzaga 63. Amalia Ahmad 64. Amin Siahaan 65. Amir 66. Amira Hasna Ruzuar 67. Amrullah 68. Ananda Febrian 69. Anastasia Kiki 70. Anato moreira 71. Andhika Dharmaura Indriastuti. 72. Andi Cipta Asmawaty 73. Andi Pangeran 74. Andra Pradana 75. Andre Opa Sumual 76. Andreas Harsono 77. Andrew Julio 78. Anggun pradesha 79. Anindya Phitaloka 80. Anita 81. Anitha Martha Hutagalung 82. Anna ‘Upi’ Arifin 83. Anna Marsiana 84. Annisa Agustina 85. Antonio Blanco 86. Any Herawaty 87. Ardian Rudianto Hunta 88. Ari Ocha 89. Arie Butcher 90. Aristogama 91. Arra Rahsya 92. Artati teater getapri 93. Arum Rumiyati 94. Arung Samudra 95. Arya Adi Seto 96. Asep Sahidir 97. Asman azis 98. Asri 99. Asrida Elizabeth 100. Aster Sitohang 101. Astuti 102. Ati Wening Putri Pamungkas 103. Attin 104. Aulina Adami 105. Aurelia Citra Kartikasari 106. Ayesha Ayu A 107. Ayu Ajieasmara 108. Ayu Oktariani 109. Bahaluddin Surya 110. Bahram Naderil 111. Bambang Muryanto 112. Bayu Wardhana 113. Bebe Huey 114. Benny Prawira Siauw 115. Bernadeta Septiana Dwi Krismawanti 116. Bernadia Hastiwi Widyasarastri 117. Berto Tukan 118. Bhimanto Suwastoyo 119. BJD. Gayatri 120. Bonita Adi 121. Bubby Luvkhriza 122. Burhanuddin 123. Caesar Abrisam 124. Cahyana 125. Candi Sinaga 126. Candra Wiejaya (Chenny) 127. Caroline J Monteiro (aktifis perempuan) 128. Cecilia altamirano 129. Chencen Dharmawan 130. Chika Noya 131. Chrisfania Putri Wardasari 132. Christine Siahaan 133. Cindy Nawangsari 134. Citra 135. Citra Nusantara 136. Clara Istiningdyah Woro Sarastri 137. Claudya yanni 138. Crivernica 139. Dahlia Rera O 140. Damar Juniarto 141. Dame Manalu 142. Daming Lukman 143. Dammar Hanung 144. Daniel Awiegra 145. Darman 146. Darwin Achmad 147. Darwita Purba 148. David Hartanto 149. Dayat Hidayat 150. Dean 151. Dede Oetomo 152. Deniarta Unsang Wibowo Saputro 153. Denny Prasetya 154. Denny sailana 155. Desca Olympia 156. Dessy Aryanti 157. Dessy puspitasari 158. Devi Asmarani 159. Dewi Djaja 160. Dewi Tjakrawinata 161. Dhailami lutphi 162. Dhalang 163. Dhika T.M.N. 164. Dhyta Caturani 165. Dian Puspitasari 166. Diana Bonton Wardanita 167. Dicky Gunawan 168. Dimas Adi Saputro 169. Dimas Putranugraha 170. Dina Listiorini 171. Dira 172. Dismas fernando notonegoro 173. Dita Wisnu 174. Djuwadi 175. Donna Swita 176. Donny Suryono PSH 177. E.G Perdana 178. Ebby 179. Ecca Marissa 180. Echa 181. Echi Pramitasari 182. Ed Sasin 183. Edison Swandika Butarbutar 184. Efi Sri Handayani 185. Eka Ramadhona 186. Eko Ariyono 187. Eko Rio Helmanza 188. Elisabeth Aquino Manullang 189. Ellena Ekarahendy 190. Ello Sebastian 191. Elsa Wilatama 192. Ema Noviani 193. Eman Memay Hanrundja 194. Ence Floriano 195. Endang Listiani 196. Eni Sentani 197. Enik Maslahah 198. Enny Nadia Simanjorang 199. Erasmus Napitupulu 200. Eric Putra 201. Erick Damanik 202. Erma Wulandari 203. Erulina.Purba 204. Eska Palupi 205. Estu Fanani 206. Evandri G Pantouw 207. Evangeline Pua 208. Even lopo 209. Evie Permatasari 210. Ezer el Fauzand 211. Fadli azmi 212. Fahd Ryfih 213. Faiqoh 214. Faisal Bustamam 215. Faisal Riza 216. Faiza Mardzoeki 217. Fajar Zakhri 218. Fatimah Syam 219. Fauzan Chaniago 220. Febe Tanujaya 221. Fenty Povianty Lestary 222. Feri Tri SUlistyowati 223. Ferry Wira Padang 224. Fiarenza Lavina Zahra 225. Fini Rubianti 226. Fini Rubiyanti 227. Fiona Suwana 228. Firmansyah 229. Firmansyah A. D. Mara 230. Firmansyah abdullah mara 231. Fitri Hendriyani 232. Fitri Pa'bentengi 233. Fitria Sari 234. Frenia Nababan 235. Frista Debby 236. Gabriel Budi 237. Gabriel Jose Adji Maulana 238. Gading Yonggar Ditya 239. Gadis Arivia 240. Galih Widardono Aji 241. Gama Triono 242. Gandhi R. Setyadi 243. Ger Takarai 244. Gery Pratama 245. Ging Cristobal (Filipina) 246. Gita Nasution 247. Grace chintya 248. Gracia Asriningsih 249. Graeme Stephen 250. Gregorius Budi Rooseno Putra 251. Guardio Zee Ginting 252. Gunawan Wibisono 253. Hafni Nababan 254. Han 255. Hanna Jansen 256. Hanna Ulfah 257. Hary Widyantoro 258. Hasri Manda 259. Hasyim illyas RN 260. Hel Destro 261. Helga Inneke Agustine 262. Henny Irawaty 263. Henry bana 264. Henry T 265. Hera Diani 266. Herdiansyah Hamzah 267. Hesti Widianingtyas 268. Humaira Samad 269. I Dewa Gede 270. Ibeth Koesrini 271. Ibnu Naslin 272. Icel Fernandi 273. Icha Sasmita 274. Ichiban 275. Ifan julianto (Jombang) 276. Ignacio Raphael Angelo 277. Ignatius Mahendra Kusumawardhana 278. Ihsan Arham 279. Iie Nainggolan 280. Ika Ayu 281. Ika Christi 282. Ika Sari Rahmawati 283. Imam Wahyudi 284. Iman Permana 285. Iman Rachman 286. Imun Khotimah 287. Indry Oktaviani 288. Ines Cintya 289. Inoy 290. Irawan 291. Irene Nainggolan 292. Irfania 293. Irwandy Widjaja 294. Isabela Diaz Rosalini 295. Ismoro Reza 296. Iswardi Lay 297. Ivany Augustinez 298. Jajang C. Noer 299. James E. Simoragkir 300. Jane Maryam 301. Januar johanes 302. Jefri junaedi 303. Jemrys fointuna 304. Jonta Saragih 305. Jordhie Ramadhan (Maria) 306. Josef Ryan K. 307. Josux Haridiyanto 308. Julia 309. Julia Lestari Ginting 310. Julia Suryakusuma 311. Juliana Fransisca 312. Juliana Harsianti 313. Julius Ibrani 314. Juwita March 315. Kafi Wahyu Sudibyo 316. Kamel 317. Kania Mamonto 318. Kanzha Vinaa 319. Kartika Pratiwi 320. Kekek Apriana Dwi H, MSi 321. Kemala Pawitra Cahyarini. 322. Kemas Achmad Mujoko 323. Kencana Indrishwari 324. Kheke 325. Kiki Febriyanti 326. Kiki Kristianti 327. Kiki Tjokrowijojo 328. Kiwi 329. Kristanti Roosdiana 330. Kristiana Gouw 331. Kristianto Galuwo. 332. Kristina Pakpahan 333. Kristof 334. Kurnia Dwijayanto 335. Kymie Esther 336. Laras Sukmaningtyas 337. Larno Palguno 338. Lathiefah Widuri Retyaningtyas 339. Laura Ariesta 340. Learning Together (LeTo) Aceh 341. Lely Puspita Sari 342. Leonardus Bram Sasongko 343. Leonsius Hendra Honggo 344. Lestari Nurhayati 345. Levina Ardiati 346. Lia A. 347. Lia Evanty A 348. Lian Gogali 349. Liana mustahip 350. Lidya Amalia Rahmania 351. Lila Z 352. Lilik HS 353. Lilis Listyowati 354. Lilis mahendra 355. Lingga Triutama 356. Lini zurlia 357. Liona Aprisof 358. Lisa 359. Lucky Kuswandi 360. Lusia carningsi binga 361. Luviana 362. M. Anton Akhiruddin 363. M. Arif H 364. Maesur Zaky 365. Marah Laut C. Noer 366. Margaretha Andoea 367. Maria K. Andriana 368. Maria regina turu 369. Maria Resi Prajna Pramudita 370. Maria Ulfah 371. Mario Pratama 372. Marissa carollin 373. Marshal Ludy 374. Marto Art 375. Matia Fitria Latuan 376. Matius Indarto 377. Maurian Kevin 378. Mayang Anggi Prasasti 379. Mayorita Djalapati 380. Melanie Subono 381. Melinda Siahaan 382. Memey 383. Merlyn Sofyan 384. Michael Tarungan 385. Michelle Perbasya 386. Miftakhul Shara 387. Miranti Verdiana 388. Mirna Adzania 389. Moh Rikza 390. Moh. Indra Setiawan 391. Mohammad Syukri 392. Mona Jahja 393. Monica Tancania 394. Muamar Karim 395. Mugiyanto 396. Muhamad Iqbal 397. Muhammad Dondri 398. Muhammad Fawwaz Fadhlurrahman 399. Muhammad Noval Auliady 400. Muhammad Rezeky 401. Muhammad Safiq Niami 402. Muhammad Syalenra 403. Muji Kartika Rahayu 404. Mulyadi (mumu amalia) 405. Muthia Rizqiqa Lintang Ramadhani 406. Nada Alifia 407. Nadia Pradipa Dianti. 408. Nadira Alisha 409. Naomi Srikandi 410. Natalia Christie Rotinsulu 411. Naufal Farhando 412. Nazyra C. Noer 413. Nh Rifa’I Daeng Massuro 414. Nia annora 415. Nia Dinata 416. Niken Lestari 417. Niken Puruhita 418. Nina Musriyanti 419. Nina Rossiana 420. Nino 421. Nisa Yura 422. Niwayan Sastrawi 423. Noorlaksmita Yonas 424. Nuke Nugroho 425. Nurdiyansah Dalijo 426. Nurfauziah 427. Nurlita Kaharani 428. Nurul Arifah Wahyuni 429. Nurul Wardani Yahya 430. Okita Tadastra 431. Ophie Fabray 432. Opien Josephine 433. Orry Lesmana 434. P. Puspa Dewi 435. Parjo Hariyadi 436. Penti Apriyanti 437. Pipit 438. Pipit Ambarmirah 439. Poedjiati Tan 440. Poppy Louise 441. Pracista Dhira Prameswari 442. Prameswari Puspa Dewi 443. Pratiwi Febryanti 444. Pritz Abyan Rianzi 445. Pudji Tursana 446. Puput Ptrm 447. Puput Susanto 448. Purnama Chianti Damayanti 449. Purwo Nugroho 450. Puti Rahmasari 451. Putri 452. Putri Khatulistiwa 453. Putri Lala Tanjung 454. Queny cecil 455. Radel 456. Rafael da Costa 457. Rafendi Djamin 458. Rafiq Kaizen 459. Rahayu Purwaningsih 460. Rainda Cuaca. 461. Rainer Oktovianus 462. Rajawali Coco 463. Raka Sutariyani 464. Rambun Tjajo 465. Rangga Purbaya 466. Ranggi Mareto Damara 467. Rara Thiadina 468. Rara Wijaya 469. Rasya Tok 470. Ravio Patra 471. Rebecca Acacia 472. Rebekah E. Moore, PhD 473. Reindra Sinaga 474. Rema Fernandi 475. Rena Herdiani 476. Renate Arisugawa 477. Rendi Handika 478. Rendie Yudha 479. Reny Kistiyanti 480. Rere 481. Rere Alathas 482. Revi Tira Oktavianto 483. Reynaldi Hasiholan Tadjongga 484. Reza 485. Riana Puspa Ningrum 486. Richard Oh 487. Richardo Fransiscoly 488. Ricky Gunawan 489. Rika 490. Rini DC 491. Ririn Sefsani 492. Rita Hesti 493. Riyanni Djangkaru 494. Roberto 495. Romi Agung YP 496. Ron De Vera (Filipina) 497. Rosa Herttrenggi 498. Roswita setuawati golot 499. Roswitha djaro 500. Roy Hamzah 501. Roy Hamzah 502. Rubby Khalifah 503. Rudolf Bastian Tampubolon 504. Rukka Sombolinggi 505. Ruwaida 506. Ryan A. Syakur 507. Ryan A. syakur 508. Ryan Nata Koesoema Tan, ST,MBA. 509. Sabrina anandayu 510. Saifudin Rumbati 511. Sallynita 512. Samsinar Alwi 513. Sandra Noor Van Zanten 514. Santy Manurung 515. Sarah Indira 516. Saras Dewi 517. Sarasvati 518. Sardjono Sigit 519. sari dwi wahyuni 520. Sarmiyati zainudin 521. Sattara Hattirat (Thailand) 522. Sekar Anggini 523. Sekar Ayu Wardhani 524. Sella Lenora 525. Serafina bete 526. Sereida Tambunan 527. Setia Perdana 528. Shantoy Hades 529. Shanty Jhonson 530. Sheila 531. Sheila Anggita 532. Shelly W.M 533. Sherly Febrina Iskandar 534. Shinta Miranda 535. Shinte Galeshka 536. Siami Maysaroh 537. Sindi Putri 538. Sinta Dewi 539. Siska solokana 540. Slamet Raharjo 541. Soe Tjen Marching 542. Sophia Latjuba 543. Soraya Azmi 544. Soraya Jufri 545. Sri Agustine 546. Sri Mulyati 547. Sri Utami Adliana 548. Sri Wahyuni Buana Gayatri 549. Stanly Wildy 550. Sthepen Suleeman 551. Sugiono 552. Suharti Muclas 553. Suhartono 554. Supriatna 555. Surtono 556. Surya Hidayat 557. Suwandaru 558. Swiny Andina 559. Syafira Angelina 560. Syaiful Huda 561. Syaldi Sahude 562. Syifa A 563. Tantri Suwastika 564. Tata Mackhinley 565. Tessa de Ryck 566. Teuku Rino 567. Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari 568. Thien Koesna 569. Tia Setiyani 570. Tiara Germanotta 571. Tiasri Wiandhini 572. Tirsa Ramadhani 573. Tisa Larasati 574. Titi Irawati 575. Tommy F Awuy 576. Tono permana muhamad 577. Tri Mei Zahrotun 578. Tri Setiowati 579. Tron 580. Tuanku Muhammad 581. Tulus Driyo 582. Tunggal Pawestri 583. Tuti Pujiarti 584. Tyanti 585. Ucu Agustin 586. Ulfa Kasim 587. Usi Indah Pratiwi 588. Valentina Sagala 589. Valentina Sri Wijiyati 590. Van basten riwu terry 591. Vanessa Chaniago (Transexual) 592. Vega Reynata 593. Veni Siregar 594. Venny Siregar 595. Veny Andriani Then 596. Vera Lestafa 597. Verdi Adhanta 598. Veronica Iswanihyu 599. Veronica Koman 600. Veryanto Sitohang 601. Vien Tanjung 602. Viktor Andreas 603. Vine Ekatantri 604. Vitria Lazzarini 605. Vivi Widyawati 606. VO Aurora Ginting 607. Wahyu Susilo 608. Wanggi Hoediyatno 609. Wara Aninditari Larascintya Habsari 610. Waridah Muthi'ah 611. Wichak Adie 612. Wida Semito 613. Widodo Budidarmo 614. Widya Anggraini 615. Willy fangidae 616. Willy J. Sam 617. Winda Angelina 618. Wisesa Wirayuda 619. Wisnu Surya Pratama (Filmmaker) 620. Witjaksono Andry Prasetijo 621. Wulan Kusuma 622. Wulandari 623. Wydi 624. Yahnu Suryo Asmoro 625. Yakfi Hasbiyalloh 626. Yan Mahmud Fau 627. Yani (Transvoice) 628. Yasmin Purba 629. Yelinda Noiya 630. Yeni sufaeni 631. Yenny Lubis 632. Yohan David Misero 633. Yolandri Simanjuntak 634. Yophy Kawedar 635. Yossy hardyanto 636. Yosua Marthin Silaen 637. Yudi Prihatnanto 638. Yudith Wahyuni 639. Yuki 640. Yuli Rustinawati 641. Yulia Evina Bhara 642. Yulia Ratna Sari 643. Yulian 644. Yuliana Tri N.,S.Pd.M.Hum 645. Yulianti Muthmainnah 646. Yuni Aryani 647. Yuni Shara Al Buchory 648. Yunus 649. Yuska Lutfi Tuanakotta 650. Yuyun Wahyuningrum 651. Zakiyah Derajat 652. Zarniel woleka 653. Zely Ariane 654. Zita Mugen 655. Zuhra ORGANISASI 1. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia 2. Aliansi Jurnalis Independepen (AJI) Gorontalo 3. Aliansi Sumut Bersatu (ASB) 4. AMAN Indonesia 5. ARJUNA PATI 6. Arus Pelangi 7. ASEAN SOGIE Caucus 8. ASEAN Youth Forum 9. Asosiasi LBH APIK 10. BERDIKARI Tomohon 11. Bersama Project: An Indonesian foundation to confront violence against women & promote gender equality through music & the arts. 12. Binthe Pelangi Gorontalo 13. Cangkang Queer 14. CEDAW Woorking Group Indonesia (CWGI) 15. CIS Timor 16. Drug Policy Reform 17. FAMM Indonesia 18. Feeedom Society 19. Fokus Muda 20. Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI) 21. Forum Peduli Perempuan dan Anak dan Kelompok Marjinal (ForPAKEM) NTB 22. Gay Islam Indonesia 23. GAYa NUSANTARA 24. GayLamp Lampung 25. Great Boys Medan (GBM) 26. Gubug Sebaya 27. HIMAG 28. Himpunan Waria Pati (HIWAPA) 29. Human Rights Working Group (HRWG) 30. Ikatan Waria Indonesia Gorontalo 31. Ikatan Waria Rejang Lebong (IKWRL) 32. Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO) 33. INDEPTH Indonesia 34. Indonesia AIDS Coalition (IAC) 35. Indonesia Beragam 36. Indonesian Queer Watch 37. Inspirasi Indonesia 38. Institut Kapal Perempuan 39. Institut Mosintuwu, Poso 40. Institut Perempuan 41. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) 42. International Youth Center (IYC) 43. Jaringan Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL INA) 44. Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) 45. Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan (JkP3) 46. Jaringan Perempuan Yogyakarta 47. Kabar Buruh 48. Kalyanamitra 49. Kelompok Perempuan Sumber-sumber Kehidupan (KPS2K 50. KePPaK Perempuan (Kelompok Peduli Penghapusan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ) 51. Kerukunan Waria Bissu Sulawesi Selatan (KWRSS) 52. Kiprah Perempuan (Kipper) 53. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) 54. Kojigema Institut 55. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) 56. Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK) 57. Komunitas Sehati Makassar 58. Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia – Jakarta 59. KP-Federasi Mahasiswa Kerakyatan 60. LBH APIK Jakarta 61. LBH Jakarta 62. LBH Masyarakat 63. LBH Pers 64. LCR-KJHAM Yogyakarta 65. Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) 66. Lembaga Swarna Lentera Kota Pekanbaru 67. Liberty Studies 68. Macam Warna Gaya Jambi (MGWJ) 69. Manja lampung 70. Medan Debaters Forum 71. Metamorfosa Samarinda 72. Migrant Care 73. Mitra Wacana 74. Naladwipa institute samarinda 75. ODHA Berhak Sehat 76. One Billion Risining (OBR) Indonesia 77. Pambangkik Batang Tarandam (PBT) 78. Parahita Institute 79. Peace Journalist Community Kupang (PJCK) 80. Pelangi kota karang 81. Perempuan Mahardika 82. Perkumpulan Pendidikan Pendampingan Perempuan dan Masyarakat (PP3M) DKI Jakarta. 83. Perkumpulan Suara Kita 84. Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT 85. Persatuan Priawan Indonesia 86. PKBI Bali 87. PKBI Banda Aceh 88. PKBI Bengkulu 89. PKBI DI Yogyakarta 90. PKBI DKI Jakarta 91. PKBI Jambi 92. PKBI Jawa Barat 93. PKBI Jawa Tengah 94. PKBI Jawa Timur 95. PKBI Kalimantan Barat 96. PKBI Kalimantan Selatan 97. PKBI Kalimantan Tengah 98. PKBI Kalimantan Timur 99. PKBI Lampung 100. PKBI Nusa Tenggara Barat (NTB) 101. PKBI Nusa Tenggara Timur (NTT) 102. PKBI Papua 103. PKBI Riau 104. PKBI Sulawesi Selatan 105. PKBI Sulawesi Tengah 106. PKBI Sulawesi Tenggara 107. PKBI Sulawesi Utara 108. PKBI Sumatera Barat 109. PKBI Sumatera Selatan 110. PKBI Sumatera Utara 111. PLUSH 112. Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta 113. Protection Desk Indonesia 114. PurpleCode 115. Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat 116. Q-Munity 117. Rainbow Muslims & Allies (RMAA) 118. Rumah Kita Medan 119. Rumah Pelangi Indonesia, Jawa Tengah 120. Sanggar Swara Muda 121. Sanubari Sulawesi Utara (SALUT) 122. Sebaya Youth Center Jombang 123. Sekar Youth Center PKBI Semarang 124. Sekolah Gender Bengkulu 125. Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) 126. SIMPONI 127. Solidaritas Perempuan 128. SPEK-HAM 129. Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC UI) 130. Talita Kum Solo 131. Tarena Aceh 132. Transhition ID 133. Transmen Indonesia 134. Transvoice 135. Waria Malang Raya Peduli AIDS (WAMARAPA) 136. Yayasan Alfa Omega (YAO) 137. Yayasan Bhinneka Nusantara 138. Yayasan Intermedika (YIM) 139. Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) 140. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) 141. Yayasan PULIH 142. Yayasan SATUNAMA 143. Youth Discuss on Sexuality Regional Brebes - Jawa Tengah -Masih Terbuka untuk Terus Didukung! *Sila memasukan nama untuk mendukung surat terbuka ini, dan mohon dikirimkan ke lini@aruspelangi.or.id /linizurlia@gmail.com / 08111717201 No Need to Be LGBT to Support Equality, Just Being Human!
67
39
Terimakasih Cangkang Queer, semoga kita tetap bergandeng tangan dalam tahun-tahun ke depan untuk kehidupan yang setara. #pelangi10th #kamitidaktakut #kamitidaksendiri #LGBTIrights
14
2
X-Mas Greeting
16
1
Posts

"Women’s rights, LGBT rights, and human rights activists decry the dangerous and harmful trend of religious fundamentalism creeping into the country and say that it is transforming Indonesia into an ultra conservative Islamic state. Wahhabism has displaced local Indonesian Muslim practices and traditions, negatively impacting women’s dress styles, space for women’s autonomy, space for Islamic discourse, and tolerance for LGBT individuals. In fact, religious leaders who advocate Wahhabism silence questioning and debate on these issues even by practicing Muslims, shrinking religious freedom and freedom of opinion and expression."

http://www.huffingtonpost.com/…/indonesians-targeted-and-_b…

In 2000, the Central Government of Indonesia granted provinces the right to self govern and have autonomy from the Central Government to establish ind...
huffingtonpost.com

Siaran Pers "Koalisi Untuk Kendeng Lestari,
Jakarta, 27 Maret 2017.

*"PAK JOKOWI, ELING PESAN BU PATMI!”*

...Continue Reading
Image may contain: 3 people, shoes and outdoor
Image may contain: 3 people, people sitting, sky, outdoor and nature
Image may contain: text
Posts

Apakah LGBT menular?
Apakah LGBT adalah penyakit yang bisa direhabilitasi?
Apakah LGBT lebih mematikan dari bom nuklir?

Lihat lebih dekat, pahami lebih jauh.

...

Mengapa tidak menengok media monitoring LBH Masyarakat - Community Legal Aid Institute tentang stigma dan diskriminasi pada teman-teman LGBT?

http://lbhmasyarakat.org/seri-monitor-dan-dokumentasi-iii-…/

See More
Dalam budaya yang patriarkis, LGBT menjadi entitas liyan yang diasingkan oleh komunitas yang heteron
lbhmasyarakat.org

Mari bersama bersolidaritas....

Image may contain: text

UNDANGAN DO’A BERSAMA UNTUK (ALM.) IBU PATMI,
PEJUANG KENDENG LESTARI

Kami mengundang Seluruh Masyarakat Indonesia yang mendukung perjuangan penyelamatan Pegunungan Kendeng untuk melakukan do’a bersama bagi (Alm.) Ibu Patmi, pada :
Selasa, 21 Maret 2017, jam 19.00 - Selesai. ...
Di kantor YLBHI Jalan Diponegoro Jakarta Pusat
Terima Kasih,
Koalisi Untuk Kendeng Lestari
kontak : Mokh Sobirin - Desantara [0822 2072 1419]
Muhamad Isnur - YLBHI [0815 1001 4395]

See More
Image may contain: 1 person, text

KENDENG MENUNDUKKAN KEPALA

Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017

Sejak Senin 13 Maret 2017, warga pedesaan di kawasan bentang alam karst Kendeng memulai aksi kolektif untuk memprotes pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menanggapi penolakan warga kawasan Kendeng terhadap rencana pendirian dan pengoperasian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dan semen lainnya di pegunungan Kendeng. Termasuk dalam ketidak-becusan tersebut antara lain adalah pengambilan keputusan ...

Continue Reading
Image may contain: 1 person, standing

KENDENG BERDUKA!

SATU KARTINI KENDENG GUGUR DALAM PERJUANGAN...

Image may contain: 1 person, text

"Tetap semangat dan terus berkarya, Hadapi semua tantangan dan rasa benci dengan rasa kasih dan cinta kalian... Peluk Erat Buat Semua...!"

Pesan cinta untuk teman-teman LGBT dari Azriana - Ketua Komnas Perempuan.

#pesancintauntukLGBT #SuratCintaUntukLGBT

... See More
SCU-LGBT adalah sebuah pesan video pendek yang berisi dukungan dan kata-kata positif yang ditujukan untuk kawan-kawan LGBT. Surat Cinta Untuk LGBT ini merupa...
youtube.com

Langkah hukum ditempuh, dialog dilakoni, puluhan kali turun aksi, petani-petani pegunungan Kendeng Utara tak henti melawan pendirian pabrik semen dimanapun di wilayah mereka. Sejak tanggal 13 Maret 2017, mereka kembali melakukan aksi Dipasung Semen di depan Istana Negara dengan jumlah orang yang tiap hari kian bertambah.
Solidaritas berdatangan, pun reaksi menentang dengan beragam alasan.

Mengapa mereka melawan? Ini bukan soal perebutan lahan semata, ini soal perlindungan ibu... bumi. Untuk tahu lebih jauh, dulur-dulur Kendeng Utara mengundangmu untuk hadir pada:

Temu Solidaritas dan Diskusi
"Mengapa Kendeng Melawan?"

Acara:
- Pemutaran Film Samin vs Semen dan Narasi Pati
- Diskusi:
Pembicara:
* Hendro Sangkoyo
* Abe Rodhialfalah
* Isnur
* Sukinah
* Anik
Moderator: Dhyta Caturani
- Musik

Tempat:
YLBHI/LBH Jakarta
Jalan Diponegoro 74
Pukul: 12:30 - selesai

Narahubung:
- Sobirin (082220721419)
- Ivan (081225767492)

See More
Image may contain: one or more people, hat and text

Congratulations to Tomoya Hosoda

Japan has become the first country in the world to elect a trans man into public office.
pinknews.co.uk|By PinkNews

South Africa Shadow Report:
Intersex Genital Mutilation, Human Rights Violation of Children with variation of Sex Anatomy

http://intersex.shadowreport.org/…/2016-CRC-ZA-NGO-Zwischen…

Mari turun ke jalan.
Rayakan Hari perempuan dan bersatu untuk perubahan.
#PerempuanBersatu #PerempuanUntukPerubahan #beboldforchange #IWD2017

Perkumpulan Arus Pelangi updated their profile picture.
Image may contain: 2 people
Sec. Taguiwalo addressing the participants of the Regional Workshop to Promote Family Acceptance of Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex and Queer (LGBTIQ) Persons in the ASEAN.
www.dswd.gov.ph

"ungkapkan apa yang kau rasakan, dan jangan pernah merasa salah"
Pesan cinta untuk teman-teman LGBT dari Budi Wahyuni Komisioner Komnas Perempuan.
#pesancintauntukLGBT

https://www.youtube.com/watch?v=pw2zfap2BSw

SCU-LGBT adalah sebuah pesan video pendek yang berisi dukungan dan kata-kata positif yang ditujukan untuk kawan-kawan LGBT. Surat Cinta Untuk LGBT ini merupa...
youtube.com

Menuju International Women's Day IWD2017
Rangkaian Peringatan Hari Perempuan se-Dunia 2017
#BeBoldForChange #PerempuanUntukPerubahan #PerempuanBergerak
Perempuan Bangkit untuk Perbuhan menuju Hidup Bebas dari Diskriminasi & Kriminalisasi.
mari bergabung dan lakukan sesuatu untuk perubahan!

... See More
Lini Zurlia

Hello March!
Hello 👋 woman's month!
Menuju Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) #IWD2017 #PerempuanUntukPerubahan #PerempuanBangkit

#BeBoldForChange #PerempuanUntukPerubahan
Perempuan Bangkit untuk Perbuhan menuju Hidup Bebas dari Diskriminasi & Kriminalisasi.
Perempuan di segala sektor kehidupan memiliki peran yang sangat berarti, sayang peran tersebut kerap diabaikan sehingga perempuan seringkali menjadi objek pelengkap di tiap sektor yang ada. Kondisi tersebut tentunya diciptakan oleh konstruksi dalam kehidupan ini bahwa per...
...