Photos
Reviews
5.0
1 Review
Tell people what you think
Posts

PENGUMUMAN

Telah dibuka PENDAFTARAN untuk baptisan Natal 2017.
Bagi teman-teman yang ingin mengenal dan dibaptis secara Katolik dapat mengikuti Katekumen BINUS. Yang dimulai pada:

...

Tanggal : Minggu, 25 September 2016
Waktu : 09.00 - 11.00
Tempat : Kampus Syahdan BINUS

Teman-teman yang mempunyai kenalan atau saudara yang ingin dibaptis secara Katolik dapat menghubungi contact person di bawah ini:

Klaudiya - 081287268353 / Line : klaudiyatjhin
Kladius - 08978006235 / Line : klaudsvanz

See More
No automatic alt text available.

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
-Mat 28:19-20-

Posts

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." - Yoh 3:16
Segenap fasilitator mengucapkan selamat Natal 2014, Semoga Kristus lahir di dalam hati kita, dan menjadi damai dan terang dalam hidup kita.

Image may contain: 2 people, text
Day 3 of the "40 Hymns in 40 Days" dedication by Eric Buggie. This hymn, Follow Me, Come and See", was written and performed by Eric Buggie.
youtube.com

Hallo teman-teman kami dari Kategorial Katekumen KMK Binus sedang membuka kelas paskah 2015.. bagi teman-teman yang ingin belajar dan di baptis secara Katolik dapat mendaftar ke kita ..
CP : Don Stevan Renaldi/081317138130

Bisa kasih kasih tau nie buat teman-teman kalian yang ingin dibaptis secara Katolik dan tinggal disekitar BINUS. Terima Kasih dan Tuhan Memberkati

Image may contain: one or more people, cloud, sky, outdoor and nature
Gereja Katolik

DARI TUHAN BUKAN YA?
Mengenai Wahyu Pribadi

Pernahkah Sahabat GK mendengar cerita tentang orang-orang yang bertemu Tuhan, diberikan pesan tertentu untuk diwarta...kan? Atau cerita tentang orang-orang yang mendapat penampakan tentang surga dan neraka? Atau cerita tentang pesan-pesan akhir zaman? Bahkan dalam pesan tersebut, terkadang memojokkan Gereja Katolik.

Orang-orang yang mendapat pesan atau perintah tertentu dari Tuhan, kalau di dalam Perjanjian Lama, disebut sebagai "nabi". Menurut situs Katolisitas.org, "Nabi umumnya diartikan sebagai seseorang yang berbicara atas nama Tuhan dan menyampaikan apa yang menjadi pesan Tuhan kepada manusia; entah pesan itu yang sudah lampau, saat itu atau masa yang akan datang. Maka umumnya nabi adalah seseorang yang diterangi/dikaruniai Tuhan untuk memberikan nubuatan, berkhotbah menyampaikan pesan, petunjuk, perintah Tuhan dan kehendak-Nya kepada umat-Nya, secara khusus pesan nubuatan rencana kasih karunia keselamatan Allah di dalam Kristus. Selain menyampaikan nubuatan, para nabi juga menegur umat Tuhan jika mereka menyimpang dari kehendak Tuhan."

Namun, jika kita cermati, bahkan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, pesan-pesan (wahyu pribadi) yang bukan berasal dari Tuhan, juga sudah mulai beredar. Anda bisa membaca peringatan Tuhan di Kitab Ulangan 13:1-5, atau sebuah kasus di Yeremia 28, ketika ada nabi yang tidak memberitakan pesan Tuhan.

St. Yohanes Rasul pun mengatakan kepada kita, "janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia." (1 Yoh 4:1)

Jadi, kalau demikian, bagaimana mengetahui "pesan" atau "orang" yang sungguh-sungguh membawa pesan dari Tuhan? Berikut petunjuk praktis menilai suatu pesan (wahyu pribadi):

1. SEORANG MISTISKUS (visioner/pelihat) SEJATI akan selalu mematuhi Superior-nya dan juga otoritas Gereja Katolik

“Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” (1 Yoh 4:6)

Kata “kami” dalam ayat Yohanes mengacu kepada Petrus, teman-teman Rasul-Nya, dan para penerusnya. Kita bisa yakin jika seorang mistikus atau pelihat tidak taat kepada Uskup setempat atau superior dalam ordo mereka, maka pewahyuan atau pesan yang dibawa, tidaklah otentik. Rahmat Tuhan mengalir melalui Gereja-Nya dalam kesatuan dengan otoritas yang sah (Paus, Uskup, Superior Ordo) yang telah didirikannya sejak semula.

Walaupun kita boleh memiliki pendapat pribadi tentang wahyu pribadi, namun kita harus tunduk kepada penilaian Gereja dengan ketaatan praktis. Ini berarti, walaupun kita secara PRIBADI kurang setuju dengan pendapat Uskup (Uskup tidak mempraktikkan infalibilitas dengan ini), kita terikat untuk TAAT, yang berarti kita tidak boleh bertindak melawan keputusan Uskup, atau terus menerus berbicara kepada publik, mengenai hal yang dianggap Uskup sebagai sesuatu yang negatif. Tidak ada individu yang memiliki otoritas untuk menilai secara pasti dan resmi yang mana wahyu pribadi yang sejati, dan mana yang bukan.

2. PESAN YANG SEJATI tidak akan membuat Kristus melawan Gereja-Nya sendiri

Mistikus sejati, seperti Padre Pio, St. Teresa Avila, St. Katarina dari Siena, dan St. Margaret Mary Alacoque adalah contoh-contoh ketaatan yang sejati. Mereka tidak pernah mencoba untuk membuat Kristus melawan Gereja-Nya sendiri melalui wahyu-wahyu yang diberikan kepada mereka. Faktanya, ada banyak sekali kejadian di mana Para Kudus ini mendapat arahan dari Tuhan kita, namun Superior atau Pengarah Spiritual-nya melarang. Dan setiap kali pula, Yesus menyuruh mereka untuk menaati arahan Superior mereka, meskipun hal tersebut berlawanan dengan arahan-Nya.

Mungkin seseorang bisa berkata, “Uskup tersebut adalah Uskup yang buruk, ia pasti salah menilai.” Pendapat atau sentimen yang seperti ini, terkesan bahwa Allah tidak menuntun Gereja-Nya atau mereka yang telah Ia tempatkan dalam otoritas. Meskipun seorang Uskup adalah Uskup yang buruk, Allah tetap bekerja melaluinya, karena jabatannya sebagai Uskup dan Gembala. Berdosa atau tidak, salah atau tidak, Allah SELALU memiliki kuasa di atas Ciptaan-Nya, terutama Gembala yang merepresentasikan diri-Nya dan Gereja-Nya. Meskipun seorang Uskup bisa salah menilai, seseorang selalu bertindak benar dengan mematuhi keputusannya.

Yesus pun mengatakannya kepada kita, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu.” (Matius 23:2-3)

CONTOH-CONTOH DARI PARA KUDUS

• St. Margaret Mary Alacoque
Dalam suatu kesempatan, Hati Kudus Yesus mengutarakan sebuah permintaan kepada St. Margaret Mary Alacoque. Namun, ketika orang kudus ini mengatakan kepada Superior-nya mengenai permintaan ini, Superior-nya tidak menyetujui. Segera sesudahnya, ketika Yesus datang kembali kepadanya, ia menanyakan-Nya perihal hal ini, dan Yesus menjawab, “ ... bukan hanya Aku menginginkan engkau melakukan apa yang diperintahkan oleh Superior-mu, tetapi juga engkau tidak boleh melakukan apapun yang Aku minta tanpa persetujuan mereka. Aku menyukai ketaatan, dan tanpa ketaatan tidak seorang pun dapat menyenangkan Aku.”

Di tempat lain di dalam autobiografinya, kita membaca bahwa orang kudus ini diberitahukan oleh Tuhan kita, “Dengarlah, Puteri-Ku, dan jangan mudah meyakini dan mempercayai setiap roh, karena Setan marah dan akan mencoba untuk memperdaya engkau. Jadi, jangan lakukan apapun tanpa persetujuan mereka yang menuntunmu. Berada di bawah otoritas ketaatan, usahanya melawanmu akan sia-sia, karena ia tidak memiliki kuasa di atas ketaatan.”

• St. Padre Pio
Di masa hidupnya, Padre Pio pernah dituduhkan sesuatu yang salah oleh seorang Uskup Agung, dan telah memberikannya hukuman yang tidak adil. Ketika orang-orang berkata tentang Uskup ini mengenai hukuman yang tidak adil, Padre Pio dengan segera menjawab, “Kehendak Uskup adalah kehendak Allah.”

Diketahui selanjutnya, bahwa Allah ternyata menggunakan Superior Padre Pio sebagai alat baginya untuk turut menderita bagi Gereja. Di sini kita lihat bahwa meskipun Uskup bisa salah dalam penilaiannya, kita selalu melakukan kehendak Allah dengan mematuhinya.

• St. Faustina Kowalska
Dalam buku harian St. Faustina, kita membaca tulisannya, “ ... Yesus mengatakan, ‘Ketaatan. Aku telah datang untuk melakukan kehendak Bapa-Ku. Aku menaati Orangtua-Ku, aku menaati Penghukum-Ku, dan sekarang Aku menaati Para Imam.’ Aku mengerti bahwa segala usaha kita, seberapapun hebatnya, tidak akan menyenangkan Allah jika mereka tidak mengemban meterai ketaatan. ... Aku mengerti, Oh Yesus, roh ketaatan dan dalam apa ia terkandung. Hal ini termasuk bukan hanya tindakan di luar, tetapi juga pemahaman, keinginan, dan penilaian seseorang. Dalam menaati Superior, kita menaati Allah.”

Di tempat lain, ia menulis, “Setan dapat membungkus dirinya dalam jubah kerendahan hati, tetapi ia tidak tahu bagaimana untuk mengenakan jubah ketaatan.”

***

Kalau begitu, di pihak kita sebagai orang beriman, apa yang dapat kita lakukan jika dihadapkan pada wahyu pribadi, pesan-pesan yang terkesan gaib tersebut?

1. Tentu saja jangan serta merta percaya, tetaplah berpegang teguh dalam iman dan dalam kesatuan dengan Gereja Katolik
2. Perhatikan isi pesan tersebut, apakah bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik atau tidak (menjadi sulit jika kita sendiri pun kurang memahami ajaran Gereja Katolik).
3. Perhatikan apakah orang yang membawa pesan, berada dalam ketaatan di dalam Gereja Katolik.
4. Cari tahu, apakah otoritas Gereja sudah menyelidiki hal tersebut.
5. Apakah Gereja sudah mengeluarkan keputusan mengenai hal tersebut: diterima atau ditolak, dianggap otentik atau tidak otentik atau diragukan.

Pesan terakhir dari St. Yohanes dari Salib, kita TIDAK BOLEH mengejar dan mengandalkan fenomena-fenomena spiritual. Hal ini menandakan bahwa kita mengalami ketamakan spiritual.

Semoga membantu.

-- Fides et Ratio (FeR)

Sumber (silakan self-help dengan mempelajari tautan-tautan ini lebih lanjut):

WAHYU UMUM ATAU WAHYU PRIBADI
http://yesaya.indocell.net/id1261.htm
http://katolisitas.org/1980/wahyu-pribadi
http://katolisitas.org/…/mengapa-guncang-mendengar-wahyu-wa…
http://www.ewtn.com/expert/answers/apparitions.htm

MENELITI WAHYU PRIBADI
http://www.mysticsofthechurch.com/…/obedience-to-catholic-c…
http://www.miraclehunter.com/marian_appari…/…/ratzinger.html

AYAT-AYAT TENTANG OTORITAS GEREJA
Matius 16:17-19
Matius 18:15-18
1 Timotius 3:15
Kisah Para Rasul 15:1-12

See More

Katekumen membuka kelas pengajaran baru untuk dibaptis pada Natal 2013, Bagi ada yang mau bergabung bisa hubungi CP di atas.

Catechumen opens a new teaching class to be baptized by Christmas 2013, for anyone to join can contact cp above.
Translated
http://www.fssp.com Pontifical Solemn High Mass in the Extraordinary Form. 5th Anniversary of the Inauguration of Pope Benedict XVI. Basilica of the National...
youtube.com
This feast, a segment of Advent in the season of Ordinary Time, makes us aware of the wonderful inner relationship between the sacred mysteries; for we are still in the midst of one Church year and already a bridge is being erected to the coming year of grace. Ordinarily the Church observes the
catholicculture.org

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka,
dan awan menutupNYA dari pandangan mereka.
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
dan berkata kepada mereka:
"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga."...
(Kisah Para Rasul 1:9-11.)

See More
Image may contain: one or more people
By Bert Ghezzi. Six overlooked ways in which making the ancient sign opens Catholics to life-transforming graces
osv.com
No automatic alt text available.
Fans of Iman Katolik

Santa Tarbula (19 April)

Sekitar tahun 340 Sapor II, Raja Persia, Iran melancarkan penganiayaan yang kejam terhadap umat Kristen. Simeon, Uskup kota Seleukea, d...ibunuh dalam aksi penyaniayaan ngeri itu. Selang beberapa waktu kemudian permaisuri raja diserang penyakit yang sangat membahayakan. Tarbula, seorang biarawati dan adik Uskup Simeon, dituduh sebagai biang keladi penyakit naas tersebut. Karenanya ia pun ditangkap. Terhadap tuduhan yang diarahkan kepadanya, Tarbula dengan tegas menyatakan bahwa ia lebih taat kepada perintah Kristus yang melarang membunuh orang. Tetapi Mereptes, hakim yang mengadilinya, tetap mempertahankan tuduhannya. Katanya: Sesungguhnya perkara ini sudah jelas dan dapat dimengerti. Engkau bermaksud membalas kematian kakakmu dengan menimpakan penyakit berbahaya itu kepada sri ratu.Dengan tenang Turbula menjawab: Kakakku yang telah kamu bunuh kini hidup dalam kemuliaan suragawi bersama Kristus Tuhan kami; siksaanmu terhadap dirinya sama sekali tidak mendatangkan malapetaka apa pun atas dirinya.
Turbula seorang gadis muda yang berparas cantik. Melihat kecantikannya itu, sang hakim secara diam “ diam jatuh cinta padanya dan bertekad menikahinya. Secara rahasia ia mengabarkan kepada Turbula bahwa ia akan selamat, asal saja ia mau menjadi isterinya. Mendengar hal itu Turbula dengan tegas mengatakan bahwa: Janganlah berencana jahat terhadap aku. Aku telah menjadi mempelai Kristus, Tuhanku. Tak akan pernah aku menerima cintamu itu; bagaimanakah mungkin aku memilih kematian yang kekal hanya untuk menyelamatkan nyawaku dan hidupku yang sementara ini? Keteguhan serta ketegasannya yang sama ini ditunjukkan pula kepada Sapor II, tatkala sang raja sendiri mengajaknya mempersembahkan kurban kepada dewa matahari.
Karena semua daya upaya mereka untuk menyesatkan dia sia “ sia saja, maka Tarbula bersama “ sama dengan dua wanita lainnya dibawa ke panggung penyiksaan, di luar kota. Disanalah mereka dibunuh oleh kaki tangan raja.

See More