Jump to
Press alt + / to open this menu
Join or Log Into Facebook  
Do you want to join Facebook?
Sign Up

Mengembangkan Kemandirian

 

Rangsanglah inisiatif anak dan berikan kebebasan kepada mereka untuk mengembangkan diri. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengerjakan sesuatu menurut keinginan sendiri, asal tidak bertentangan dengan norma agama dan masyarakat.

 

Untuk memupuk inisiatif ini, orangtua perlu memuji hasil karya anak, meskipun yang dihasilkan belum lagi sesuai dengan harapan orangtua. Bila karya anak selalu dicela, maka hal tersebut akan membekas terus dalam dirinya sehingga kegairahan dan kepercayaan diri anak menjadi berkurang. Anak akan acuh tak acuh, malas, sukar mengambil keputusan dan selalu bergantung pada orang lain. Dalam hal memberikan pujian juga tidak boleh berlebihan, berikan pujian sesuai dengan keadaannya, jangan memaksakan atau *lebay* :D

 

Anak yang lebih besar - yang sudah masuk sekolah dasar, misalnya - lebih diutamakan dipuji dalam proses dibandingkan hasil (output). Puji anak bila ia mau belajar dengan tekun, bantu ia untuk belajar, dan berikan pemahaman belajarlah yang lebih penting daripada angka hasil ulangan dan sebagainya. Berikan pengetahuan bahwa dengan belajar yang tekun, meskipun hasil yang dicapainya tidak sempurna, anak sudah mendapatkan ilmu. Ini penting karena semakin besar, pelajaran dan pengalamannya akan makin kompleks. Jangan membebani anak dengan "Kenapa nilaimu cuma 80 saja!!! Seharusnya bisa 98!" .. 

 

Anak juga harus dilatih untuk mengurus dirinya sendiri sesuai usia dan jangan selalu ditolong, misalnya mencuci tangan, memakai baju, mandi, makan dan mengerjakan pekerjaan lainnya.

 

Kalau anak menunjukkan kesalahan atau usahanya gagal atau melakukan perbuatan yang salah atau kurang baik, beritahukan dengan cara yang mudah dimengerti oleh anak. Tunjukkan apa kesalahannya. Jelaskan mengapa ia tidak boleh melakukannya. Jangan langsung menghukumnya, apalagi tanpa penjelasan. Ia akan menjadi bingung. Orangtua juga diharapkan tidak memberikan sebutan nama atau gelar yang bisa merugikan perkembangan anak, yang bisa merugikan perkembangan anak, yang bisa dikaitkan dengan kegagalannya atau perbuatan salahnya, seperti "si Tolol" "si Bodoh" "si Payah" dan lain-lain.

 

[draguscn]