Jump to
Press alt + / to open this menu
Join or Log Into Facebook  
Do you want to join Facebook?
Sign Up

TUJUAN PENYERTAAN TUHAN BAGI KITA (Filipi 4:4-7)

TUJUAN PENYERTAAN TUHAN BAGI KITA

(Filipi 4:4-7)

 

 

PENDAHULUAN

Suasana hati (mood) yang terjadi di Jemaat Tuhan di Filipi  cenderung sedih, tawar hati, putus asa, pesimis, dan bahkan skeptis. Kondisi hati demikian ini terjadi karena jemaat di Filipi tengan menghadapi berbagai macam persoalan:

    Persoalan Doktrinal:  Yudaisme.

    Persoalan Hukum: Paulus tengah ditahan di Roma karena Injil.

    Persoalan Jemaat: Pertengkaran antara Klaudia dan Sintikhe

    Persoalan Ekonomi: Sumber penghasilan hilang

    Persoalan Kultural: Cinta Budaya Roma (Kis. 16:21)

    Persoalan Rasial : Anti Yahudi (Kis. 16:20)

Rasul Paulus mengirim surat untuk mengantisipasi persoalan ini. Pesan penting dalam suratnya adalah: TUHAN sudah dekat! (Flp 4:5). Di dalam suratnya itu tersirat 3 tujuan kedekatan TUHAN dengan kita.

 

 

I. MAKNA UNGKAPAN "TUHAN SUDAH DEKAT!"

Makna ungkapan "Tuhan sudah dekat!" dalam Fil 4:5 ini bisa kita pahami bila kita mengerti siapakah TUHAN  dan apa arti ungkapan "dekat" dalam klausa itu.

 

A. Identitas TUHAN

Siapakah yang dimaksud dengan Tuhan dalam Filipi 4:5 itu?

Istilah “Tuhan” dari kata Yunani  kurios.

1. Arti sekuler:

Di dalam dunia sekulernya kata kurios ini  bisa berarti " tuan" atau menjadi "Suatu ungkapan rasa hormat kepada orang berkedudukan tinggi;

2. Arti Alkitab:  

Dalam Perjanjian Lama istilah TUHAN (Kurios) mengacu kepada YAHWEH, nama diri Allah Pencipta Semesta Alam.  Di dalam PB, istilah TUHAN (Kurios) ini mengacu kepada YESUS KRISTUS.

 

Jadi, siapakah Tuhan dalam Filipi 4:5 itu? Dia adalah YAHWEH yang berinkarnasi dengan mengambil wujud manusia tanpa mengurangi sedikitpun ke-Ilahian-Nya dan diberinama  YESUS (=YAHWEH adalah keselamatan).

 

 

B. Arti ungkapan "Tuhan sudah dekat!"

Klausa "Tuhan sudah dekat!" kerap memiliki makna eskatologis, yakni kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Namun dalam konteks Filipi, makna klausa itu lebih bersifat soteriologis, yakni

 

1. Tubuh kita menjadi rumah-Nya, tempat kediaman-Nya (1Kor. 6:19).

2. Kita menjadi anak-Nya, bukan musuh-Nya lagi.

3. Tuhan menyertai kita, di pihak kita; Dia menjadi perlindungan, penolong, penyelamat kita, dan kemenangan kita!

 

Jadi, ungkapan "Tuhan sudah dekat" berarti Tuhan bersama dan beserta kita.

 

 

III. TUJUAN PENYERTAAN TUHAN BAGI KITA

Berdasarkan Filipi 4:4-7, ada tiga tujuan TUHAN menyertai kita, yakni (1) Tujuan Kristomatis (4:4); Tujuan Etis (4:5); dan Tujuan Pragmatis (4:6-7)

 

A. Tujuan Kristomatis (4:4)

 

1. Arti Kristomatis:

    Segala peristiwa di kosmik ini tidak terjadi secara otomotis, tetapi kristomatis, yakni dalam kontrol Kristus untuk kemuliaan-Nya. Realisasi kuasa dan kedaulatan-Nya untuk mengontrol segala sesuatu menurut rencana dan kehendak-Nya sendiri (Ef 1:9,10; Kol 1:15-17).

Contoh:

- Jemaat Filipi merasa pemenjaraan Paulus di Roma bakal menyebabkan kemunduran dalam penginjilan, tetapi Rasul Paulus melihat  bahwa penderitaannya itu justru menyebabkan kemajuan Injil (1:12);

- Tuhan Yesus berdaulat menyempurnakan pekerjaan pelayanan jemaat Filipi hingga "Hari Kristus Yesus" (Filipi 1:6).

 

2. Dasar Eksegesis:

"Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!"

Perintah "Bersukacitalah!" merupakan respon seharusnya karena kebaikan Tuhan, karena Dia dalam kedaulatannya bekerja mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya (Rom 8:28).

 

3. Cara Bersukacita

Secara emosional:

        Bergembira, memuji, menyembah, mengagungkan, dan meninggikan nama Tuhan.

Secara spiritual: Beriman. Kita bersukacita (khairo) karena adanya anugrah (kharis) dari Tuhan.

       Cara satu-satunya untuk menerima anugrah dari Tuhan adalah dengan iman.

 

 

B. Tujuan Etis (4:5)

 

1. Arti Tujuan Etis Thelogis

Tujuan etis berarti penyertaan Tuhan dimaksudkan untuk menginternalisasi sifat-sifat moral etis-Nya seperti kasih dan kebaikan, ke dalam hati kita, sehingga secara moral kita memiliki karakter yang baik dan benar seperti Dia.

 

2. Dasar Eksegesis: "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang."

Arti ungkapan "Kebaikan hati" (epieikes) berarti "kebaikan", "kelembutan", "kesabaran", "tolransi".

Arti ungkapan "Diketahui (ginosko) semua orang" : Dirasakan dan dialami oleh orang lain.

Jadi "kebaikan hati Allah yang ditanamkan dalam diri kita harus bisa dirasakan dan dialami oleh orang lain."

Bagaimana caranya agar kita bisa memiliki kebaikan hati dari Tuhan? Cara terbaik internalisasi kebaikan Allah di dalam diri kita adalah dengan mempraktekkan kebaikan itu sendiri.

 

3. Cara menyatakan kebaikan

Kita menunjukkan kebaika hati bila kita melakukan pengampunan (Mzm 85:5; Yak. 3:17); Memberi persembahan juga merupakan cara menyatakan kebaikan sehingga bisa dialami dan dirasakan orang lain.

 

 

 

C. Tujuan Pragmatis (4:6-7)

 

1. Arti tujuan Pragmatis

Tujuan pragmatis berarti penyertaan Tuhan bagi kita memiliki manfaat bagi kehidupan kita. Aktualisasi atau penyataan kuasa dan kasih-Nya untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan hidup kita mulai dari masalah keselamatan, seperti pengampunan dan pemeliharaan, hingga masalah keseharian berupa pertolongan dan jalan keluar di masa sulit.

 

2. Dasar Eksegesis: Berdoa

    Berdoa adalah datang bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan.

    Cara mewujudkan kehendak kasih dan kebaikan Allah dalam hidup kita.

 

3. Cara Berdoa

    Sikap hati Tidak kuatir;

    Menaikkan Permohonan atau permintaan; dan

    Menaikkan ucapan syukur

 

 

 

KESIMPULAN DAN PENERAPAN

  1. Tuhan Yesus kini bersama dan menyertai kita.
  2. Tujuan Tuhan Yesus dekat bersama dengan kita adalah: untuk kemuliaan nama-Nya; untuk menanamkan sifat kebaikan-Nya di dalam diri kita; dan untuk kepentingn kehidupan kita sendiri.
  3. Sebutkan 2 keperluan hidup Anda, dan mintalah dalam doa agar Tuhan memberikan keperluan hidup itu.