See more of KataKita on Facebook

Recent Post by Page
PRESIDEN INDONESIA TIDAK PINTAR
Bila membaca cuitan si pendengki te...ngku zulkarnain, maka yang terlintas di benak seolah menggambarkan bahwa semua presiden Indonesia dari Soekarno hingga Jokowi tidaklah pintar, karena semua dibantu oleh menteri yang jumlahnya lebih banyak ketimbang menteri di China dan Amerika.
Tapi dia lupa bahwa jumlah menteri di Indonesia memang sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 39, tahun 2008, tentang Kementerian Negara. Jadi dimana salahnya bila hal itu sesuai UU. Mengapa pula si tengku tak mempermasalahkan kabinet presiden-presiden sebelumnya.
Benar bahwa jumlah menteri di Amerika hanya 15, dan di China 25. Tapi apakah itu cukup untuk jadi pembanding? Lalu bagaimana dengan Malaysia yang penduduknya hanya 24 juta, dengan luas wilayahnya sepersepuluh dari Indonesia, tapi menterinya 24? Toh ketiganya sama-sama maju negaranya.
Ukuran pintar itu bukan pada jumlah menterinya. Buktinya Donald Trump harus siap-siap dilengserkan oleh sebab kebijakan yang kontroversial dan tidak pintar, malah memicu perang dagang dengan China yang berpotensi merugikan negaranya sendiri.
Yang lebih lucu lagi bahwa tuangku maha agung pendeki tengku ini konon selalu meributkan osang aseng yang bernama China dan Amerika, tapi kini dia membandingkan Indonesia dengan kedua negara aseng asing.
Bukankan orang yang sudah begitu beraninya mengaku ustadz itu seharusnya bisa fokus berdakwah di jalan Allah, ketimbang sibuk nyinyirin pemerintah yang sah dan tengah fokus membangun. Kalau lah mau, bukankah seharusnya ikut membantu. Setidaknya dengan memberikan kritik yang konstruktif, dus bukan yang destruktif tanpa isi.
Pertanyaannya sekarang: "Bagaimana yang hanya mengelola sebuah kota saja, tapi harus dibantu dengan TGUPP yang jumlahnya 73 orang? Artinya, bukankah semakin pintar seorang gubernur, semakin sedikit pembantunya?" Bagaimana Netizen...?
.
.
.
Wahyu Sutono See More
Bangun tidur minum apa ?
Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaa...n Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik
Unilever Inggris.)
Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico
Belanda).
Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).
Sarapan ? Berasnya beras
impor dari Thailand (BULOGpun impor), gulanya jg impor (Gulaku - Malaysia). Mau santai habis makan, rokoknya
Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
Keluar rumah naik motor/ mobil
buatan Jepang, Cina,India, Eropa
tinggal pilih.
Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
Lalu kerja Pakai komputer, merk Apple punya Amerika.
Malamnya pulang kantor mau belanja ? Ke Carrefour,punya
Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour).
Bagaimana dengan Giant?
Ini punya Dairy Farm International,
Malaysia yg juga Hero.
Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika lalu ambil uang di ATM BCA, Danamon,
BII, Bank Niaga ah semuanya sudah
milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
Bangun rumah pake semen Tiga
Roda Indocement sekarang milik
Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).
HP anda pun
buatan luar. Apalagi operatornya Indosat, Telkomsel, XL (Qatar, Malaysia, Singapura).
CUMA KORUPTOR aja yg asli produk Indonesia.
Btw... Itu nyetak spanduknga pakai mesin dan tinta dari luar negeri juga kan ?
.
.
.
Clayvint Febryano Betekeneng See More
DUA SAHABAT.
Ahok sudah resmi diangkat jadi Komisaris Utama Pertami...Continue Reading
