Posts

#FITRAHSEKSUALITAS

By: Elly Risman Musa

Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.

...Continue Reading
#FITRAHSEKSUALITAS By: Elly Risman Musa Got a rough husband? Stiff? Crisp and hard to understand his wife's feelings? Not friendly with kids? Ask Him, he must not be close to his mother when a child before aqilbaligh. Have a husband that depends on his wife? Confused making a vision of a family mission even to be a father? Ask Him, he must not be close to his father as a child. How are you? Yes! Because your father and I have to be there all the time educating children from birth to aqilbaligh, of course, in order for the children's sexuality to be Education is different from sex education. Education sexuality begins since the baby was born. The sexuality is about how people think, feel and act like a real man or as a woman. It has grown so much that it depends upon the presence of father and mother. A lot of research proves that children who are their from their parents at early age because of war, natural disasters, divorce, etc will have a lot of emotional disorders, since estranged (anxiety), feelings loss of attachment or attachment, to the depression One day when adults have social and sexual problems like homosexuals, hate women, suspicious on relationships near dsbnya. So in educating the sexuality, my father's father has always been present since birth to aqilbaligh. While in the process of education based on but, the sexuality is required of different intimacy for each stage. 0-2 years old, boys and women are brought close to his mother because there is breast-feeding, at the age of 3-6-Year-old boy and daughter must be close to his mother's father to have emotional balance and rational, Since I was 3 years old. This parallels makes the child in able to distinguish male and female, so they are naturally aware of putting itself in his sexuality, whether to talk, how to dress or feel, think and act as a man or as a woman clearly. Ego they need to meet with the identity of his sexuality, so that the child at the age of 3 clearly says " I am a woman " or " I am If the child is still not or not clearly stating the identity of the gender at this age (generally due to the absence of parent's role in educating) then the early potential of sexual homo and other When the age of 7-10 years, the boy was closer to father, because at this age, the ego sentrisnya eased off to the socio-Sentris, they already had a moral obligation, then at the same time there was Then, for the fathers, the one to learn his social role, which is the bow of prayer, communicate openly, playing and intimate with my father as a study of learning to behave and social, as well as in the role of manhood and a paternity role in O Father, make your oral tongue in the narrative of leadership and love, put your hands in the matter of manhood and fatherhood. Father must be the first man to remember his son in the role of kelelakiannya sexuality. The Father who explained to his son is a mandatory bath and the consequence of having sperm for a man. And the girls are close to his mother in order for the role of keperempuanan and the role of Then, o mother, put your hands in good care and serve, then make your feet magic in business and motherhood. Mother must be the first great woman to remember her daughter in the role of keperempuanannya sexuality. The first person to explain the meaning of the consequences of the uterus and eggs ready to be fertilized for girls. If your father's father does not present at this stage, then this is a sign of homosexual potential and the vulnerability of sexual deviance is Then what about the next phase, 10-14? Well this is the critical level, age where the pinnacle of sexual sexuality begins seriously to the role of maturity and marriage. In this stage biologically, the reproductive role is presented by God swt in nature, the boy has a wet dream and the girls experience menstruation at this stage. In, they're already interested in the opposite sex. Then, the religion of the male and the female, and warning you, when he does not recognize his lord in the age of 10 This is because this is the hardest time in the life of a child, which is the transition of the child to manhood, including the role of a man and a fatherhood for the boy, and the role of In Education, in the age of 10-14 years, the boy is brought close to the mother, and the daughter brought close to father. What does that mean? The boy brought to the mother for a man who in the time of balighnya has known an interest in the opposite sex, then at the same time to understand the empathy directly from the figure of the next woman, which is his mother, how the opposite sex must be observed, Men's glasses. For a boy, his mother had to be the first ideal woman for him at once to talk to him. A boy who is not close to his mother at this stage, will never understand how to understand feelings, thoughts and pensikapan women and also his wife. Without this, a boy will become an immature man, or a violent husband, selfish dsbnya. At this stage, girls are brought close to father so that a woman at the age of balighnya has known an interest in the opposite sex, then at the same time it must understand the true empathy of his closest man, his father, how men must be observed, understood and Men are not women's glasses. For the girls, his father must be the first ideal man for him at once to talk to him. Women who are not close to his father at this stage, the more likely to give up his body and his honor to a man who will be able to replace his father's We may be able to grow deep and apply it to our children's sexual education, so that our sons grow into men and real fathers, and so that our daughters grow into women and true mothers. In order for them to be a homo, the sexuality is more clever. For the falsifiers to bite the finger in despair, because we are more skilled and defenseless to our children. Regards to civilization #Pendidikanberbasisfitrah and moral
Translated

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

...

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".

See More
Image may contain: cloud, sky, nature and outdoor
Videos
BILAL & ADZAN TERAKHIRNYA..
84
4
Photos
Posts

Setetes air mata bertanya kepada pipi mengapa ia di usir pergi…
Pipi diam…

Si air mata bertanya lagi pada dagu, mengapa ia harus jatuh selalu…
Dagu diam…

...

Air mata meneruskan jalan, menetes di telapak tangan…
Tangan juga diam…

Sampai akhirnya si tangan bergerak dan air mata membaca sebuah
tulisan..

“Hatiku terluka, tolong bawa pergi sakitnya”

Si air mata diam.

Lalu berkata pelan..
“aku akan membawanya pergi, sudah, jangan menangis lagi’

🌿🌼 [ Dedikasi buat kalian yg pernah meneteskan air mata ]

See More
Image may contain: one or more people and closeup

Bismillahirrahmanirrahim....

Ketika kita meminta diberi sabar maka ALLAH akan memberikan ladangnya, ketika kita meminta diberi rasa ikhlas maka ALLAH akan menguji dengan mengambil semua yang kita cintai didunia ini entah itu kesehatan, orang yang kita cintai, bahkan mengambil semua yang kita miliki ….

Dan jangan katakan dirimu beriman sebelum teruji.

...

Bukankah kita bisa menemukan diri kita sendiri lagi ketika kita kehilanga
n orang orang yang kita cintai, bukankah kita bisa berpikir jernih ketika tak ada lagi siapa siapa disamping kita, bukankah rasa syukur kita, sujud kita, hening kita akan semakin sempurna kala sendiri … bukankah ketika tak ada lagi semua itu maka ALLAH lah tempat kita mencari, artinya semua luka itu dihadiahi ALLAH karena DIA ingin sekali berdekatan dengan kita, berdua saja.

Mungkin ketika sehat kita sibuk dengan dunia dan isinya, sibuk sekolah/kuliah, sibuk kerja, sibuk mencintai pasangan hingga lupa bahwa cinta kita kepada manusia sudah menjauhkan diri kita dari ALLAH, kita bahkan pura pura tidak mendengar suara panggilan ALLAH untuk menghadapNYA melalui adzan, kita lupa dengan pemilik napas kita, kita sudah mentulikan telinga kita ketika panggilan ALLAH menggema, nauzubillahimindzalik …

Lalu salahkah jika sekarang ALLAH meminta kita hanya mencintaiNYA saja … bukan yang lain, tidak yang lain. Lalu masihkah kita menyalahkan ALLAH ketika semua nikmat yang menjauhkan kita dari pemilik napas diambil untuk membuat kita dan pemilik kita saling mencintai, padahal belum semua nikmat dicabut, kita masih bisa melihat, masih bisa mendengar, masih bisa berfacebook bahkan ….

Masya ALLAH, nikmat yang mana lagikah yang mampu saya pungkiri, ya ALLAH ampuni saya dan kami yang tak jua melihat semua nikmat ini.

Terima kasih luka … yang telah mengembalikan kami kepada ALLAH, kini kami mengemis cintaNYA agar kesehatan ini kembali, agar cobaan ini membuat kami lulus dalam ujian sabar dan ikhlas

Kami mencintaiMU wahai RABB, sangat mencintaiMU dan jangan beri kami yang lebih berat dari ini, Wahai diri pastikan ketika semua orang bahkan pergi tinggalkan kamu, masih ada ALLAH TA'ALA

See More
Image may contain: cloud, sky, plant, outdoor and nature

Mari kita tengok balik sejarah orang Melayu di Nusantara (Yg dimaksudkan sbg MELAYU ialah rangkuman/rumpun pelbagai etnik atau ras kaum yg menempati seluruh pelusuk Nusantara sejak zaman dahulukala) ~ kerana sejarah itu bukan untuk hanya dikenang tapi untuk kita belajar daripadanya.. Jom kita mengimbau sejarah kerajaan Melayu Islam Nusantara..

_*🔺Nusantara, Philipina* :-_
_Dulunya Manila diperintah oleh Raja Sulaiman. Mindanao diperintah oleh Sultan Muhammad Kabungsuwan.....

Continue Reading

Doa Qunut Nazilah by UNIC

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
206 Views

Breaking News !!! (Baca sampai habis)
=====
ALLAHU AKBAR !!!
Indonesia akan segera kirim 10.000 tentara ke Myanmar,
Malaysia kirim 7.000 tentara,...

Continue Reading
Breaking News!!! (read up) ===== Allahu Akbar!!! Indonesia will soon send 10.000 soldiers to Myanmar, Malaysia sent 7.000 soldiers, Turkey send 15.000 soldiers Saudi Arabia send 20.000!!! Not including heavy and advanced weaponry, medical equipment, doctors, nurses and others to rescue Muslims rohingnya and conquer Myanmar!!!! Allahu Akbar!!! ==== How do you feel when hearing there is news like that? Happy? Happy? Feel a call for Jihad? Relief? That is the true faith of the believers. But Honey, the news above can not happen when Indonesia, Malaysia, Turkey, Saudi Arabia and other Muslim countries are still berpaham liberal and secular is it with a democratic system or with his kingdom... On the contrary, it is very possible and it must happen when caliphate is upright over the Muslim countries... Remember the story below? He was the Caliph of your al-Tasim, the abbasid caliphate. The heroic tale of al-MU ' tashim is recorded with the golden ink of Islamic history in the al-Kamil Fi Al-dates of ibn Al-Athir. The Historical event occurred in 223 Hijriyyah, in the title of the conquest of city city. In 837, Al-MU ' Tasim Billah responded to a Muslim slave who supposedly came from Banu Hasyim who was shopping at the market. Who sought help for being harassed and abused by the Romans. It was linked to a nail so when it stood, look some of them. The woman then shouted to call the name of the Caliph Al-MU 'Tashim Billah with the legendary lafadz: " whoa mu' tashimaah!" which also means " where are you mutashim... help me!" After a report of this harassment, the Caliph sent down tens of thousands of troops to raid the city of ammuriah. Someone that the length of this army is not broken from the gates of the palace in the city of Baghdad to the city of Ammuriah (Turkey), because of Historical Record States that thousands of Muslim soldiers move in April, 833 bc of Baghdad to ammuriah. City City is surrounded by Muslim soldiers for more than five months to finally fall in the hands of the Caliph Al-MU ' tasim on August 13, 833 ad. As much as 30.000 Romans were killed and 30.000 others were held captive. Each other's defence was intended by the Caliph as the liberation of the Roman Colony. After taking the city, the Caliph called the reporter to show him where he was. He said, " O my sister, have i fulfilled your supplication?". ==== It's only a muslimah ' and ' newly abused '.... In Myanmar, we are talking hundreds of muslimah who was not only harassed, but slaughtered, tortured, decapitated, cut, slaughtered.................... If you want Muslims to be saved with Indonesian soldiers, Malaysia, Turkey, Saudi Arabia and other Muslim countries... There is no other way other than having to be being in the face of this earth... And, what's wrong with caliphate straight in Indonesia? Would you agree if indonesia was made in the world like turkey in the ottoman era??? .... Leave Comment, and share that our soldiers also open their hearts to help Muslims rohingnya, Xin Jiang, Iraq, Gaza, patani and others.... Nice Post : https://www.facebook.com/syamsul.arifin.Page/?hc_ref=ARQYgljyKhLUPcKWZB1lKh129Dy1X6IeEhadF1QA2oSuIUgqhpcKr0TCrjNcVxpu22c #SaveSyam #SaveRohingya #SelamatkanDenganKHILAFAH I'm with #SEJUTAMASSASIAPAKSITOLAKPERPPUORMAS
Translated
Image may contain: 1 person, text
It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
411 Views

----Doa Hari Arafah----
(Berdoalah, mintalah sebanyak2nya drpd Allah, krn doa Arafah adalah antara doa yg mustajab yg telah Allah janjikan).

Senarai doa utk dipohon kepada Allah SWT..

...Continue Reading
Image may contain: text

Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah...

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
151 Views

SESUNGGUHNYA MASIH ADA JALAN KELUAR

Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu.

Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.

...

Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Allah berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."

Ibnul Jauzi pernah berkata, "Aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu.

Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah."

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.

Sahabatku... Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan insyaAllah segala kegelisahan pun akan segera sirna... Aamiin

repost - admin Puteri

See More
Image may contain: text
Image may contain: one or more people
~~ Sebelum Nafas ini Redup ~~ is with Abdi Jaya and 41 others.

pilunya baca ni..

- TERNYATA DIA AYAHKU !!

Suatu petang, di Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pengu...asa penjara yang terkenal bengis, sedang memeriksa setiap kamar tahanan.

Apabila beliau melalui setiap sel, kesemua banduan penjara terus membongkokkan badan mereka serendah-rendahnya ketika penguasa penjara itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu boot keras milik tuan Roberto itu akan mendarat di wajah mereka. Ketika melalui satu sel , telinga Roberto terdengar suara seseorang sedang mengalunkan ayat-ayat yang amat ia benci apabila mendengarnya “Hai orang tua bodoh… hentikan bacaanmu itu yang sungguh menjengkelkan.. Hentikan… !” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Lelaki dikamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyuknya.

Roberto bertambah berang. Pemimpin penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk seorang. Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang kelihatan sangat kurus kering dan kulit yang berkedut sehingga menampakkan rangka tulang dibadannya. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib… Tak terdengar secuit pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan terus melaungkan kata Ya Rabbi, wa ana abduka… Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustaz… InsyaAllah tempatmu di Syurga.”

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, penguasa penjara itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai. “Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan *** Anda telah membuat aku benci dan geram dengan suara-suara yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahu minta maaf dan masuk agama kami.” Mendengar “khutbah” itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap,

“Sungguh… aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, iaitu Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia yang terkutuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.”

Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu milik Roberto terus mendarat di wajah lelaki tua itu. Tendangan sepatu yang kuat kemuka lelaki tua itu menyebabkan beliau terhuyung hayang. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah buku kecil. Adolf Roberto terus memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. “Berikan buku itu, hai lelaki tua yang bodoh !” bentak Roberto. “Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!”ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu boot seberat dua kilogram itu terus menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati.

Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan penguasa penjara itu merasa lebih puas lagi ketika melihat titisan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur. Setelah tangan tua itu tidak lagi berdaya diangkat, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Beliau seakan terpaku melihat buku dan termenung seketika seperti memikirkan sesuatu. “Ah… seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini.”

Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis pemuda kejam itu kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.

Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di tempat para tawanan menjalani hukuman (tempat penyiksaan kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia. Di hujung kiri kawasan penyiksaan tersebut, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka yang mati tergantung terbuai-buai ditiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di kawasan tengah, ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para penceroboh. Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di kawasan hukuman telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak kanak comel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak - kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menarik-narik pakaian yang dipakai oleh sang ummi. Sang anak itu berkata dengan suara parau, “Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa… .? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi… “

Budak kecil itu akhirnya menangis semakin kuat, ketika sang ummi tidak jua menyahut ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil ayahnya, “Abi… Abi… Abi… ” Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam. “Hai… siapa kamu?!” jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. “Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi… ” jawabnya memohon belas kasih. “Hah… siapa namamu budak, cuba ulangi!” bentak salah seorang dari mereka. “Saya Ahmad Izzah… ” dia kembali menjawab dengan agak kasar. Tiba-tiba “Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. “Hai budak… ! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu.

Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang Adolf Roberto… Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!” ancam laki-laki itu.” Tubuh budak itu mengigil ketakutan sambil berjuraian airmatanya kerana terlalu sedih kerana diperlakukan sebegitu.

Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar dari kawasan tempat penyiksaan tawanan Akhirnya budak yang comel itu hidup bersama mereka. Tiba-tiba vRoberto tersedar dari menungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah tanda hitam ia berteriak histeria, “Abi… Abi… Abi… ” Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai tanda hitam pada bahagian pusat.

Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, “Abi… aku masih ingat alif, ba, ta, tha… ” Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya.

Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada titisan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya. “Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu… ” Terdengar suara Roberto meraung sambil memeluk erat bapanya.

Sang ustaz yang telah uzur itu terpaksa menghela nafasnya berkali-kali sebelum dapat berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang ayah dengan susah payah masih boleh berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,” Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Asyahadu anla IllaahailALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah… . Beliau pergi dengan menemui Ar-Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya…

Subhanallah...


- a n i s http://zai6973.blogspot.com/

See More

P E R E M P U A N

اَلْأُنْثَى: كَالْقَهْوَةِ، إِذَا أَهْمَلْتَهَا أَصْبَحَتْ بَارِدَةً، حَتَّى فِيْ مَشَاعِرِهَا
Perempuan itu seperti kopi, jika engkau abaikan, ia menjadi dingin, sampai dalam hal cita rasanya.

...Continue Reading
Image may contain: one or more people and flower

---MAKA BERSABARLAH DENGAN SEINDAH-INDAH KESABARAN---

Dan.. kerana Allah, bersabarlah.
walaupun itu sangat melukai hatimu,

...

dan kerana Allah, bersabarlah…
walaupun itu membuat hatimu lelah dan luluh,

dan kerana Allah, bersabarlah…
bila ada hal membuat kamu ragu-ragu dan keliru,

namun kerana percaya pada Allah, maka bersabarlah..
dan kerana yakin pada Allah, maka bersabarlah…

dan kerana Allah, maka bersabarlah..

tiada ketentuan yang sia-sia.
tiada ujian yang melebihi kemampuan.
tiada duka yang tersembunyi dari pengetahuan-NYA.
tiada air mata yang kering tanpa diketahui-NYA.

Dan bila kamu sudah kehilangan sebab untuk tetap bersabar,
Maka pujuk hatimu,
dan kerana Allah, bersabarlah…

See More
Image may contain: text