Photos
Posts

Pendahuluan (Tentang Seputar Ilmu dan Filsafat)

Pendahuluan (Tentang Seputar Ilmu dan Filsafat)
angkasa-news.blogspot.com

Gagasan Ibn Miskawaih Tentang Pendidikan Islam

Gagasan Ibn Miskawaih Tentang Pendidikan Islam
angkasa-news.blogspot.com
Posts

Harap dan Takut.

“Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap.
Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat ihsan”...
[Surat Al-A’Raff : 56].

Salah seorang sahabat dekat Imam al-Shadiq as bertanya kepada beliau, “Apa saja yang disebutkan di dalam wasiat Luqman?” Imam menjawab,”Ada beberapa hal yang sangat mengagumkan di dalam wasiat itu, namun yang paling mengagumkan dari apa yang dikatakan kepada puteranya adalah : Takutlah kepada Allah sedemikian rupa sehingga engkau merasa jika engkau datang kepada-Nya dengan kebaktian (birr) seluruh manusia dan jin (tsaqalain), Dia akan tetap menghukummu. Dan berharaplah kepada Allah dengan harapan yang sedemikian sehingga engkau merasa jika engkau datang kepada-Nya dengan dosa seluruh manusia dan jin, Dia akan tetap mengasihimu”, Lalu Abu ‘Abdullah (Imam al-Shadiq as) menambahkan, “Yang ada pada hati seorang mu’min hanya ada dua cahaya : cahaya takut dan cahaya harap. Jika ditimbang yang satu tidak lebih berat dari yang lainnya (seimbang)”
(Buku Jalan Penghambaan)

http://www.bukukita.com/…/Islam/90766-Jalan-Penghambaan.html

See More
Image may contain: text

Buku Fiqih Perbandingan Lima Mazhab karya Muhammad Ibrahim Jannati.

Judul : Fiqih Perbandingan Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Ibrahim Jannati
Penerbit : Cahaya...

Continue Reading
Image may contain: text

Pemuda Pendosa.

Sumber :
Buku : Syarah Doa Kumail.
Karya : Ayatullah Husein Ansariyan.

...

Dinukil dariMullah Fathhullah Kasyani dalam Tafsir Manhaju Asshadiqin, demikian pula Ayatullah Kalbasi dalam kitabnya Anis Al-lail :

Pada masa Malik Dinar meninggallah seorang pemuda yang terkenal sebagai ahli maksiat dan pembangkang. Dikarenakan keburukan pemuda itu semasa hidupnya, masyarakat setempat tidak mau mengurusi jenazahnya, bahkan membuang jenazah tersebut di tempat yang penuh dengan sampah dan meninggalkannya. Pada malam hari, Malik Dinar dalam mimpinya mendengar suara dari sisi Allah SWT : “Ambillah jasad hambaKu. Mandikan, kafankan dan kuburkanlah ia di tempat orang-orang suci dan shaleh”. Kemudian ia berkata : "lelaki itu adalah orang fasik dan jahat, bagaimana mungkin ia bisa tergolong orang-orang yang dekat denganMu?". Terdengarlah sebuah jawaban :

"Ketika mendekati ajalnya (sakaratul maut) ia berkata dengan penuh tangisan:

“Wahai pemilik dunia dan akhirat, kasihanilah orang yang tidak memiliki dunia dan akhirat ini”

Wahai Malik, orang sakit manakah yang datang pada kami namun tidak kami sembuhkan penyakitnya?

Pemohon hajat manakah yang memohon hajatnya pada kami namun tidak kami berikan hajatnya?”

Dinukil dari buku syarah doa kumail, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

See More
No automatic alt text available.

Allah Maha Karim

Sumber :
Buku : Syarah Doa Kumail.
Karya : Ayatullah Husein Ansariyan.

...

Seorang hakim sedang melewati sebuah tempat. Disana ia melihat sekerumunan orang yang sedang memaksa seorang pemuda untuk keluar dari daerah tersebut dikarenakan kejahatan yang diperbuatnya. Dibelakangnya ada seorang wanita yang menangis tersedu-sedu. Hakim itu bertanya pada mereka : “siapa wanita itu?”. “ia adalah ibu pemuda tersebut”, jawab mereka. Tiba-tiba terbersit rasa kasihan di hati sang hakim, dan pada kerumunan orang itu ia berkata : “kali ini ampunilah dia, dan jika ia kembali melakukan kejahatan maka kalian dapat mengeluarkannya dari kota ini”. Hakim tersebut menceritakan : “Setelah beberapa waktu berselang, aku kembali ke tempat itu. Dari depan rumah pemuda itu aku mendengar suara tangisan. Mungkin pemuda itu kembali melakukan kejahatan dan penduduk mengusirnya dari kota sehingga ibunya menangis tersedu-sedu. Kemudian aku mengetuk pintu rumah itu dan menanyakan kabar tentang pemuda itu. Ibu tersebut berkata bahwa anaknya telah meninggal dunia. Kemudian ia menceritakan ketika ajal putranya telah dekat pemuda itu berkata pada ibunya : “ibu, jangan beritahukan kabar kematianku pada tetangga-tetangga kita. Aku telah mengganggu mereka dan kini mereka memojokanku dengan dosa-dosaku. Aku tidak menyukai mereka hadir dalam pemakamanku. Maka berjanjilah bahwa engkau sendiri yang akan mengurusi jenazahku dan kuburkanlah cincin yang bertuliskan “bismillahi rohmanirrohim” ini bersamaku. Maafkanlah aku agar dosa-dosaku diampuni di sisi Allah”. Kemudian aku mengamalkan wasiatnya dan saat aku hendak kembali setelah memakamkannya, aku mendengar suara yang berkata: “ibu, bergembiralah, karena aku telah sampai pada Allah yang Karim”.

Dinukil dari buku syarah doa kumail, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

See More
Image may contain: 1 person

Empat Doa yang Terijabah.

Sumber :
Buku : Syarah Doa Kumail.
Karya : Ayatullah Husein Ansariyan.

...

Manshur ibnu Amar adalah seorang Arif. Pada zamannya hiduplah Seorang yang kaya raya. Ketika itu orang kaya tersebut hendak mengadakan sebuah majlis yang penuh dengan kemaksiatan. Guna membeli perlengkapan sajian para tamu, ia memberikan empat dirham kepada budaknya. Dalam perjalanannya ke pasar budak tersebut melewati majlis Manshur ibnu Amar. Ia berhenti sejenak untuk mendengarkan apa yang dikatakan Manshur ibnu Amar. Saat itu Manshur sedang memintakan sesuatu untuk fakir miskin dan berkata : “Siapa saja yang menginfakan empat dirham, maka aku akan mendoakannya dengan empat hal”. Budak itu berkata pada dirinya : “Dari pada empat dirham ini kugunakan untuk membeli makanan dan minuman keras bagi para ahli maksiat, lebih baik kuberikan padanya dan dia mendoakanku”. Lalu budak itupun memberikannya pada Manshur dan berkata : “doakan aku untuk empat hal”. Manshur berkata : “doa apa yang kau inginkan?”. Ia menjawab : “Doakan agar aku terlepas dari perbudakan tuanku. Kedua, agar tuanku mendapatkan taufik untuk bertaubat.Yang ketiga, Allah memberikan ganti dari empat dirham yang aku infakan. Kemudian doakan agar aku dan para tamu di majlis tuanku mendapatkan pengampunan”. Dan Manshur mendoakan empat hal tersebut untuk budak itu. Ketika kembali tuannya bertanya : “Dari mana saja kau?”. Budak itu menjawab : “Wahai tuan, aku baru saja memberikan empat dirham dan mendapatkan empat doa”. Tuannya kembali mempertanyakan mengenai doa yang ia minta. Budak menajwab : “Yang pertama aku mendoakan supaya aku terbebaskan dari perbudakan”. Tuan itu berkata : “Kau telah bebas di sisi Allah”. Kedua, supaya engkau mendapatkan taufik untuk bertaubat. Tuan itu berkata: “Aku telah bertaubat”. Ketiga, supaya aku mendapat ganti empat dirham tersebut. Kemudian tuannya memberi ia empat dirham. Dan yang keempat, semoga Allah mengampuni aku, engkau dan para tamu di majlismu. Tuannya berkata : “Apa yang dapat kulakukan telah kulaksanakan, tapi pengampunan bagi aku, kau dan ahli majlis bukan wewenangku”.

Pada malam hari itupun, tuan dari budak tersebut bermimpi dan mendengar sebuah suara : “Wahai hamba, engkau telah melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabmu, mana mungkin kami dengan karomah yang tak terhingga tidak melakukan tugas kami? Kami telah mengampunimu, budakmu serta seluruh ahli majlis”.

Dinukil dari buku syarah doa kumail, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

See More
No automatic alt text available.

Tiga Klasifikasi Dosa.

Sumber :
Buku : taubat dalam naungan kasih sayang.
Karya : Ayatullah Husein Ansariyan.

...

Sebagian orang mengira bahwa hanya dengan memohon ampun kepada Allah Swt dan mengatakan “Aku mohon ampun pada Allah dan aku kembali padaNya”, segala dosa dan pelanggaran yang telah dilakukannya akan menjadi gugur. Atau hanya dengan pergi ke masjid dan mengucurkan air mata, maka dosa-dosanya akan hilang begitu saja. Padahal ayat-ayat Ilahi dan riwayat-riwayat menggambarkan bahwa taubat seperti ini tidak akan diterima. Setiap yang bertaubat harus memahami sebuah hakikat bahwa taubat yang akan dilaksanakan itu tergantung pada macam dosanya, karena tiap dosa mempunyai pertobatannya masing-masing.

Dosa dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok:

1. Dosa-dosa yang timbul akibat melalaikan kewajiban-kewajiban, seperti salat, puasa, khumus, jihad, dan lain sebagainya.

2. Dosa-dosa yang timbul akibat melakukan pembangkangan dihadapan Allah Swt dengan cara melakukan hal-hal yang diharamkanNya, seperti minum khamar, melihat yang haram, perjudian, perzinahan, dan lain-lain.

3. Dosa-dosa yang timbul akibat melakukan penentangan terhadap Allah sekaligus melanggar hak-hak orang lain, seperti membunuh, mencuri, riba, uang suap, memeras harta anak yatim, dan lain-lain.

Bertaubat dari dosa kelompok pertama dapat diraih dengan meninggalkan dosa-dosa tersebut, yaitu orang yang bersangkutan harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan. Juga harus membayar atas apa yang telah ia tinggalkan.

Bertaubat dari dosa kelompok kedua dapat diraih dengan meyesali perbuatan tersebut dan meminta pengampunan Allah Swt. yaitu orang tersebut harus memastikan dirinya untuk tidak lagi mendekati hal-hal yang telah dilarang Allah Swt.

Bertaubat dari dosa kelompok ketiga dapat diraih dengan memberikan hak-hak orang-orang yang telah dizalimi tesebut. Yaitu, seorang pemakan riba harus mengembalikan semua uang yang telah diambil dari orang-orang sebagai riba. Harta milik para anak yatim harus dikembalikan kepada mereka. Uang suap harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Dinukil dari buku taubat dalam naungan kasih sayang, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

See More
Image may contain: 1 person

Luasnya Rahmat Ilahi.

Sumber :
Buku : Syarah Doa Kumail.
Karya : Ayatullah Husein Ansariyan.

...

Rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Tak ada sesuatu pun di alam semesta ini yang lepas dari rahmat Allah, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dengan rahmatNya, Allah Swt menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, bumi, lautan, gunung, dan lautan.

Allah Swt menjadikan langit, bumi dan makhluk apa saja yang berada diantaranya tidak sia-sia. Langit dengan segala bintang yang bersinar, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, bulan yang menerangi kegelapan hari, dan bumi yang menjadi tempat tinggal manusia, sangat besar artinya bagi kehidupan manusia. Kesemuanya itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendaknya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya.

Begitu juga dengan keberadaan para Nabi, hidayah Ilahi, para malaikat, surga, dan segala yang ada di alam semesta ini, baik yang nampak maupun tersembunyi, merupakan manifestasi dari Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa.

Rahmat Allah begitu luas dan tak terhingga. Manusia tidak akan pernah mampu memahami segala rahmat tuhan yang berada tengahnya. Tak ada satu makhluk pun yang mampu menghitung rahmat tuhan yang terpancar di segala isi alam semesta ini. Meski seluruh pohon yang ada di bumi ini menjadi pena, dan para malaikat, para jin, dan para manusia menjadi penulisnya, tetap saja ini menjadi hal yang mustahil. Ya, tak ada yang mampu menghitung nikmat dan rahmat Allah. Apabila seorang manusia merenungi dan bertafakkur terhadap ciptaan Allah di alam semesta ini, maka ia hanya akan memahami sedikit saja dari makna Rahmat Ilahi.

Dinukil dari buku syarah doa kumail, karya Ayatullah Husein Ansariyan.

See More
No automatic alt text available.

Tafsir Khusus untuk Wanita

Judul :TAFSIR AL-QUR`AN WANITA Jilid 1 dan 2.
Penulis : Imad Zaki Al-Barudi.
Penerbit : Pena....
Tahun : 2007.
Halaman : 440 hal, 15,7 x 24 cm (jilid 1) dan 492 hal, 15,7 x 24 cm (jilid 2).

SEBUAH karya tafsir sebaiknya tak kenal gender. Harusnya menyeluruh dan bermanfaat bagi umum. Beberapa tafsir seperti Ibnu Katsir, Jalalaein (Dua Jalaluddin), Qurthubi, al-Azhar (Hamka), Tafsirul Al-Quran Kariim (Mullah Shadra), Al-Mizan (Allamah Muhammad Husain Thabathabai`), Fii Zhilalil Quran (Sayyid Qutub), Tafsir Mishbah (Muhammad Quraish Shihab) dan lainnya, merupakan tafsir yang tidak memihak. Semua tafsir tadi sifatnya umum. Adakah yang khusus untuk laki-laki atau wanita?

Ini pertanyaan yang harus dijawab dengan pertimbangan rasional dan kebutuhan umat untuk memahami wahyu Allah Subhana Wa Ta`ala. Karya tafsir Qur`an versi gender atau khusus wanita memang belum banyak. Terlebih persoalan-persoalan hukum atau aturan-aturan syariat bagi wanita Muslimah Indonesia (kontemporer), baik itu menyangkut pribadi, di keluarga, di kantor, maupun di masyarakat, belum ada yang melirik secara serius. Paling-paling komentar dicatatan kaki saja. Padahal sangat diperlukan untuk saat ini.

Atas dasar itulah sebuah buku tafsir khusus wanita diterjemahkan sekaligus diterbitkan Penerbit Pena, Jakarta. Buku yang berjudul “Tafsir Al-Quran Wanita” karya Imad Zaki Al-Barudi ini mengupas hukum-hukum Al-Quran yang diperuntukkan khusus untuk wanita. Di dalamnya juga megupas hukum-hukum yang berlaku sama untuk pria dan wanita, tentunya dengan mengupas beberapa pengecualian yang termuat dalam Al-Quran. “Hal ini tidak lain agar kaum wanita dapat lebih mengetahui hukum-hukum apa saja yang berlaku untuk dirinya sehingga dapat menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan-Nya,” demikian pesan tulisan yang terpampang di pengantar penerbit.

Buku tafsir ini terdiri dari dua jilid. Jilid pertama membahas sunnah fitrah, qishash untuk wanita, etika hubungan suami-istri, perceraian, masa iddah, warisan, dan hubungan persusuan. Sedangkan jilid kedua memuat hak-hak wanita, perlakuan adil bagi wanita, aurat, maskawin, kedudukan Ahlul Kitab, perceraian, dan jenis-jenis talaq.

Buku ini bagus untuk para wanita karier, muslimah dan aktivis Islam serta pembaca umum. Selamat membaca!

See More
No automatic alt text available.

Skenario Tanpa Skrip.

JUDUL : Iran skenario penghabisan.
PENULIS : Musa Kazhim dan Alfian Hamzah.
PENERBIT : Ufuk....

Continue Reading
No automatic alt text available.

Buku Terbaru Goenawan Mohamad: TUHAN DAN HAL-HAL YANG TAK SELESAI.

Judul: TUHAN DAN HAL-HAL YANG TAK SELESAI.
Penerbit: KataKita, Jakarta, September 2007.
Tebal : 162 halaman.

...Continue Reading
No automatic alt text available.

Judul : Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat.
Penulis : Al-Hamid Jakfar Al-Qadri.
Penerbit : Mizan, Bandung.
Cetakan : I, Desember 2012.
Tebal : XVII+117 Halaman....

Continue Reading
No automatic alt text available.

Ketika Santri Jatuh Cinta.

Judul: Bentang Pasantren.
Pengarang: Usep Romli H M.
Penerbit: Kiblat Buku Utama....
Cetakan: Ke-4 .
Tahun : 2011.
Tebal: 70 Halaman .

Pesantren memiliki dunianya sendiri dengan kiai sebagai pusatnya (Zamakhsari Dhofier, Tradisi Pesantren, 1982). Dengan demikian, pesantren memiliki ciri khas sendiri, norma sendiri yang berbeda dengan dunia luar, kendati hanya beberapa meter jaraknya. Meminjam istilah Gus Dur, yang demikian itu, disebut subkultur.Begitu juga dalam urusan cinta. Pesantren punya cara sendiri mengekspresikannya. Hal itu bisa kita nikmati dalam novel berbahasa Sunda Bentang Pasantren karya Usep Romli HM.

Novel ini mengisahkan seorang santri bernama Aep, jatuh cinta kepada putri ajengan (gelar kiai di Pasundan) bernama Imas. Selain cantik jelita, Imas juga ahli qiroah sab’ah dengan suara merdu. Suaranya mirip Rofiqoh Darto Wahab (Penyanyi Lesbumi di tahun 60-an) (halaman 9).

Tetapi, tata tertib pesantren sangat ketat. Jangankan bercengkrama, untuk sekadar melihat wajah, susahnya bukan main. Hanya rindu yang menggelayut di dada Aep. Antara cemas dan harap campur-baur setiap malam. Apalagi ketika ia tahu santri-santri senior dan lurah santri juga menaruh hati kepada Imas. Diam-diam mereka sudah lebih dulu mengirim surat cinta. Persaingan dingin terjadi.

Tanpa disengaja, Aep bertemu Imas di Pemandian. Keduanya hanya bertatapan, terpana, kemudian kabur. Tak dinyana, pertemuan itu dilaporkan kepada lurah santri. Meski tidak melakukan apa-apa, Aep ditajir, rambutnya dibotak sebelah.

Ta’jir memicu Aep semangat mengaji. Ia melampiaskan kemarahannya dengan melalab kitab-kitab yang diajarkan. Karena ketekunannya, ia punya kesempatan untuk sorogan secara khusus kepada Mama Ajengan.

Nah, pada setiap sorogan itulah Aep merasa selalu ada suara berjinjit di pelupuh, kemudian mengintip di balik gorden tempat ia sorogan kepada Mama Ajengan.

Jeung nu kacida nguntungkeun, eta saban-saban kuring rek asup ka kamar panglinggihan Mama nu husus diangge tempat anjeuna ngawuruk, jeung nyimpen kitab, reregan kamar sagigireunna sok katenjo oyag-oyagan. Lebah dinya sok katenjo aya teuteup ngajorelat, nyerangkeun saliwat, samemeh ngelok ka jero. (halaman 56-57).

(Yang menguntungkan, setiap aku masuk ke kamar Ajengan, khusus tempat sorogan, dan menyimpan kitab, gorden kamar sebelah tampak bergoyang-goyang. Di situlah aku melihat tatap selintas, kemudian hilang).

Meski tidak jelas benar, Aep yakin suara pelupuh, gorden bergoyang dan pengintip itu adalah Imas, pujaan hatinya, bentang pasantren, yang bersuara merdu. Dan ia yakin itu pertanda cintanya gayung bersambut, berbalas. Berdasar keyakinan ini, ia makin semangat mengaji.

See More
Image may contain: 1 person

Judul Buku: NU Versus Wahabi: Menghadang Misi Salafi di Pulau.
Madura (Jawaban Atas Buku-buku KH Shinwani).
Penulis: Muhammad Syafiq Alydrus dan A. Qusyairi Ismail.
Penerbit: Bina Aswaja .
Tahun Terbit: 2013....

Continue Reading
No automatic alt text available.

Judul: Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman, Warisan Pemikiran KH Abdurrahman Wahid

Penulis: Abdurrahman Wahid
Pengantar: Jakob Oetama
Penerbit: Penerbit Buku Kompas, Jakarta...

Continue Reading
Image may contain: 1 person

Memahami Hakikat dan Relasi Keagamaan.

wahabi adalah orang orang yang senang dengan mencari-cari kesalahan orang lain ketimbang menebar kebaikan untuk mereka. Di satu sisi beberapa kalangan malah lebih banyak menghujat, mengintimidasi, menakut-nakuti dan bahkan melakukan kekerasan terhadap kalangan lain. Mencoba mengkritisi kembali ke akar pemahaman. Itulah yang dilakukan Yunasril Ali dengan telaah pemikirannya terkait relasi agama dalam sebuah buku “Sufisme dan Pluralisme”....

Continue Reading
No automatic alt text available.