Photos
Posts

Nama ilmiah: Lutra sumatrana
Nama umum: English–Hairy-nosed Otter
Nama Indonesia: Berang-berang hidung berbulu
Sumatera: sunung, barang-barang, brang-brang, bomprang, mompra
Kalimantan: ketong (Tagal), bongkol (Dusun)...

Continue Reading
Image may contain: outdoor and nature

Nama Indonesia : Elang Bondol
Nama Inggris : Brahminy Kite
Nama Ilmiah : Haliastur indus (Boddaert, 1783)
Karakteristik : Berukuran sedang 44 – 52 cm. Rentang sayap 110 – 125 cm. Tubuh berwarna putih dan coklat pirang kemerahan. Individu dewasa kepala, leher dan dada putih. Sayap, punggung, ekor dan perut coklat terang yang terlihat sangat kontras dengan bulu primer yang hitam. Seluruh tubuh individu remaja kecoklatan dengan coretan pada dada hingga perut. Warna akan mulai be...rubah menjadi putih rata – rata pada umur kedua dan mencapai dewasa penuh pada tahun ketiga. Individu remaja terkadang banyak keliru dalam identifikasi dengan Elang Laut Perut Putih(Haliaeetus leucogaster) remaja. Kemudian, perbedaan individu remaja dengan Elang Paria (Milvus migrans) ujung ekor bundar bukan menggarpu (fork). Iris coklat pada individu remaja dan kuning pada individu dewasa. Paruh dan sera abu – abu kehijauan, tungkai dan kaki kuning.
Penyebaran : Di Indonesia tersebar diseluruh kepulauan yang ada di Indonesia dari Sumatera hingga Papua.
Suara: Pekikan mengeluh dan mengeong “syii – ii – ii “ atau “kwiiaa”.
Habitat : Ditemukan di daerah perairan berputar – putar sendirian atau berpasangan di atas perairan. Mengunjungi pesisir, sungai, rawa – rawa dan danau hingga ketinggian 3000 m dpl.
Berbiak : Musim berbiak di Asia Tenggara dan Kalimantan bulan Januari – Juli. Di Jawa dan Sulawesi rata – rata bulan Mei – Oktober, Di Kepulauan Seribu mulai bulan Juni – September. Sarang tidak teratur terdiri dari tumpukan ranting, daun dan tumbuhan yang mengapung di air. Lebar sarang yang baru rata – rata 30 cm dan bisa mencapai 75 cm jika terus digunakan berkali – kali. Kedalaman sarang 15 – 20 cm. Jumlah telur rata – rata 2 – 4 butir. Di Kepulauan Seribu 2 butir telur dengan masa pengeraman 28 – 35 hari.
Status Migrasi; Penetap
Makanan : Makanan utamanya adalah Ikan, termasuk yang sudah mati. Udang, amfibia, mamalia kecil, burung dan kadang anak ayam. Memakan serangga besar.
Kebiasaan : Terbang berputar diatas perairan sendiri atau berkelompok. Sering memakan sambil terbang.
Status Perlindungan : Dilindungi Undang – undang No 5tahun 1990 dan PP 7 & 8 Tahun 1999. Appendix II CITES. Sumber : http://raptorindonesia.org

See More
Image may contain: bird and sky

Bangau tongtong, Leptoptilos javanicus, adalah spesies burung dari familia bangau atau Ciconiidae. Tersebar di selatan Asia mulai dari India timur sampai Pulau Jawa.

Tingginya sekitar 110-120 cm, berat 5 kg dan rentang sayap 210 cm. Spesies ini adalah yang terkecil dalam genus Leptoptilos. Bagian atas tubuhnya dan sayapnya berwarna hitam, namun perut, kalung leher dan bagian bawah ekor berwarna putih. Kepala dan lehernya botak, dengan bulu kapas putih halus pada mahkota. Paru...hnya berwarna pucat, panjang, dan tebal. Burung muda warnanya lebih kusam daripada burung dewasa.

Bangau ini, seperti jenis-jenis bangau lainnya, memangsa ikan, kodok, kadal, serangga besar, dan invertebrata lainnya.

Status Bangau tong tong masuk di daftar merah IUCN, yakni Rentan (VU) dan dilindungi dalam UU No. 5/1990, PP No. 7/1999.

Di kawasan cagar alam muara kaman - sedulang, burung ini masih bisa di temukan khususnya di dekat Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman. Sayang, masih ada beberapa warga yang menangkap burung ini untuk dijadikan burung peliharaan. Semoga dengan kesadaran masyarakat burung langka ini bisa bebas ke habitatnya kembali.

See More
Image may contain: bird and outdoor

Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam melalui SK
penunjukan Gubernur Kaltim No. D.8-130/W-EK/1975 tanggal 11 Maret 1975 dan SK Mentan No. 290/Kpts/Um/5/1976 tanggal 10 Mei 1976. Kemudian ditetapkan melalui SK Menhut Nomor : 598/Kpts-II/1995 tanggal 2 Nopember 1995 Ditata batas tahun 1991 dengan total panjang batas + 259.000 km dengan realisasi panjang tata batas + 259.000 km, rekontruksi tata batas dilakukan tahun 2003.

Luas Kawasan : 62.500 Ha. Pembagian kawasan ...menurut Letak Geografis : 0° 25’ 50” LU - 0° 10’ 00” LS dan 116° 38’ 00” - 116° 50’ 00” BT. Administrasi Pemerintahan : Kab. Kutai Kartanegara (Kec. Muara Kaman) Kab. Kutai Timur (Kec. Muara
Ancalong dan Kec. Muara Bengkal).

Ekosistem : Hutan rawa, Rawa Air Tawar, Hutan dataran Rendah dan perairan tawar.

Kawasan termasuk wilayah DAS : Sungai Kedang Pala, S. Kedang Rantau, S. Ngayau, S. Seputih, bermuara di Sungai Mahakam

See More
Image may contain: text

Bekantan (Nasalis larvatus) juga merupakan salah satu satwa yang di lindungi oleh UU yang ada di kawasan cagar alam muara kaman - sedulang.

Image may contain: plant, bird, tree, outdoor and nature

Cagar alam muara kaman sedulang memiliki satwa langka yang di lindungi oleh Negara, Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). Masih terjaganya sumber makanan utama pesut (ikan) dan lingkungan perairannya membuat pesut mahakam sering terlihat di area sungai kedang rantau. Pesut Mahakam juga di anggap sebagai satwa legenda dan dikeramatkan oleh warga setempat.

Image may contain: plant, outdoor, water and nature
Cagar Alam Muara Kaman - Sedulang updated their cover photo.
Image may contain: cloud, sky, tree, outdoor, nature and water
Cagar Alam Muara Kaman - Sedulang updated their cover photo.
No automatic alt text available.

Batu Lesong di Muara Kaman.

Image may contain: 1 person

Selain cagar alam yang berisikan bermacam2 satwa liar dan floranya, di Muara Kaman anda juga bisa melihat penginggalan bersejarah dari kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Seperti Batu Lesong dan Prasasti Yupa. Lokasinya ada di Muara Kaman Hulu.

No automatic alt text available.

Semoga cepat terealisasi...

Hopefully real soon...
Translated
Sebagai upaya pelestarian pesut Mahakam (Orcaella brevirotris) dan satwa langka lainnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) akan menetapkan zona pelestarian terhadap mamalia Mahakam tersebut. - Antara News Kalimantan Ti...
kaltim.antaranews.com

Cagar Alam Muara Kaman - Sedulang dapat di tempuh sekitar 3 - 4 jam dari kota Kota Samarinda menuju desa Muara Kaman terlebih dahulu dengan transportasi darat. Dan 6 - 7 jam jika menggunakan transpotasi air. Lihat gambar A (Samarinda), B (Tenggarong) dan titik merah (Muara Kaman). Dari muara kaman anda membutuhkan transportasi air yang lebih kecil untuk menyusuri sungai / anak sungai mahakam. Kami menyiapkan warga lokal yang berpengalaman untuk menemani anda.

No automatic alt text available.

Potensi Fauna di Cagar Alam Muara Kaman - Sedulang

A. Mamalia
1. Babi hutan Sus barbatus Tidak Dilindungi
2. Bekantan Nasalis larvatus Dilindungi...
3. Lutung Presbitys sp. Dilindungi
4. Monyet ekor panjang Macacca fascicularis Tidak Dilindungi
5. Berang -berang Aonyx cinerea Tidak Dilindungi
6. Bajing Exilisciurus exilis Tidak Dilindungi
7. Pelanduk Tragullus javanicus Dilindungi
8. Orang utan Pongo pygmaeus Dilindungi
9. Rusa Cervus sp. Dilindungi
10. Pesut Orcella brevirostris Dilindungi

B. Reptilia :
1. Kadal Mabouya sp.
2. Biawak Varanus salvator Tidak Dilindungi
3. Buaya Crocodyllus sp. Dilindungi

C. Aves :
1. Enggang/rangkong Buceros sp. Dilindungi
2. Raja udang paruh bangau Halcyon capenis Dilindungi
3. Raja udang jawa merah Ceyx erithacus Dilindungi
4. Pecuk ular Anhinga melanogaster Dilindungi
5. Kacer Copshycus saularis Tidak Dilindungi
6. Pelatuk - Tidak Dilindungi
7. Bubut Centropus sp. Tidak Dilindungi
8. Beo Graculla religiosa Dilindungi
9. Pipit Lonchura fuscans Tidak Dilindungi
10. Elang bondol Haliaetur idus Dilindungi
11. Elang laut perut putih Haliaetus leucogaster Dilindungi
12. Elang (lainnya) Haliaetus spp Dilindungi
13. Bangau tongtong Leptoptilos javanicus Dilindungi
14. Alap-alap Acciptridae Tidak Dilindungi
15. Burung hantu Strix leptogrammica -
16. Kipasan Rhipidura javanica Dilindungi
17. Srigunting Dricucus macrocercus -
18. Kutilang - -
19. Kruwok - -
20. Blekok - -
21. Belibis - -
22. Seriti - -
23. Bangau coklat - Dilindungi

D. Pisces
1. Gabus Ophiocephalus striatus Tidak Dilindungi
2. Baung Macrones nemurus Tidak Dilindungi
3. Udang Macrobranchium rosenbergii Tidak Dilindungi
4. Gabus toman Arius maculatus Tidak Dilindungi
5. Jelawat Labeobarbus soro Tidak Dilindungi
6. Keli Clarias betracus Tidak Dilindungi
7. Kendia Thynnicthys vaillanti Tidak Dilindungi
8. Lais Lais sp. Tidak Dilindungi
9. Lancang Pangasius macronema Tidak Dilindungi
10. Lempam Arius thallasinus Tidak Dilindungi
11. Patin Pangasius nasutus Tidak Dilindungi
12. Pepuyu Anabus testudencus Tidak Dilindungi
13. Sepat Trichogaster trighopterus Tidak Dilindungi
14. Sepat siam Trichogaster pectoralis Tidak Dilindungi
15. Seluang Chela oxygastroides Tidak Dilindungi
16. Betutu Macronathus aculeatus Tidak Dilindungi

See More

SK Penunjukan/Penetapan Kawasan : SK. Menhut Nomor : 598/Kpts-II/1995, 2 Nopember 1995
Luas Kawasan : 62.500 Ha
Pembagian kawasan menurut :
1. Letak Geografis : 0° 25’ 50” LU - 0° 10’ 00” LS dan 116° 38’ 00” - 116° 50’ 00” BT
2. Adm. Pemerintahan : Kab. Kutai Kartanegara (Kec. Muara Kaman) Kab. Kutai Timur (Kec. Muara Ancalong dan Kec. Muara Bengkal)...
Sejarah pengelolaan kawasan : Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam melalui SK penunjukan Gubernur Kaltim No. D.8-130/W-EK/1975 tanggal 11 Maret 1975 dan SK Mentan No. 290/Kpts/Um/5/1976 tanggal 10 Mei 1976. Kemudian ditetapkan melalui SK Menhut Nomor : 598/Kpts-II/1995 tanggal 2 Nopember
1995 Ditata batas tahun 1991 dengan total panjang batas + 259.000 km dengan realisasi panjang tata batas + 259.000 km, rekontruksi tata batas dilakukan tahun 2003.
Ekosistem : Hutan rawa, Rawa Air Tawar, Hutan dataran Rendah dan perairan tawar
Obyek Wisata Alam : Mengitari kawasan CA untuk mengenal dan Melihat satwa liar.
Jasa Lingkungan Air : Kawasan termasuk wilayah DAS : Sungai Kedang Pala, S. Kedang Rantau, S. Ngayau, S. Seputih, bermuara di Sungai Mahakam

See More
No automatic alt text available.