Photos
Videos
Sendiri Bukan Masalah
43
2
Mencintai atau dicintai ?
48
Untuk wanita.. !!! Belum siap mengenakan hijab sama dengan siap merasakan pedihnya Siksa Neraka :)
23
Posts

Death Nota

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
10 Views
10 Views
Image may contain: 2 people
Cerpen Remaja Muslim

Engkau adalah Imam Surgaku
Part 4: Amnesia

Maaf baru lanjut lagi ceritanya... admin baru selesai acara Walimahan.. tolong doalan admin semoga menjadi keluarga S...akin Mawaddah Wa Rohmah...

Ana Dwi Muji Utami ini lanjutannya

“Allaahu akbar ......!
"Allaahu akbar......!
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, seberat apapun masalahmu Munzirah ingatlah Allah itu Maha Besar. Dengan bergantung kepadanya kamu akan tegar'' Munzirah kembali meyakini dalam hati''.

Tak lama kemudian, mertuanya telah tiba di Rumah Sakit dan langsung menuju ke ruangan Munzir.

“Assalamu'alaikum...,''sapa ayah ibu Munzir serentak''.
“Wa’alaikum salam,''jawab Munzirah beserta orangtuanya sambil mengarah ke pintu''.
“Iiiibuuuuu......,''panggil Munzirah sambil memeluk mertuanya''.
“Bagaimana keadaan munzir, nak?"tanya ibu mertuanya dengan raut wajah sedih''.
“Mas munzir belum sadarkan diri bu,” jawabnya dengan pilu''.
“Dokter bilang apa? "tanya ayah munzir sambil menatap semuanya''.

Ayah munzirah menceritakan apa yang disampaikan oleh Dokter kepada orangtua Munzir dengan jelas.

“Astaghfirullaahal 'azhiim.....,''ibu munzirah mengucap sambil meneteskan air mata''.
“Yaa Allaah..... “
“Jika kehidupan baik untuk anakku Munzir, maka hidupkanlah ia dalam kemuliaanMu, Aamiin,''doa dan harapan ibu Munzir”.

Ayah dan ibu mertuanya mendampingi Munzir, keduanya memandang anaknya yang terbaring di atas ranjangnya.
“Munzir, munzir?” bisik ibu munzir ditelinganya”.

Ibunya memandangi Munzir dengan resah dan gelisah serta pilu, ayahnya setia mendampingi ibunya dan menghiburnya. Disatu sisi lainnya, Munzirah kembali berdo'a dalam hatinya.

''Yaa Allah jika mas munzir adalah jodoh hamba di dunia dan akhirat, sadarkanlah dan sembuhkanlah suami hamba yaa Rabb, Aamiin''.

Para perawat menghampiri dan memberitahukan kepada keluarga Munzir bahwa ia harus dipindahkan ke ruang khusus karena ada pasien yang lain sedang dirujuk ke Rumah sakit ini dan ia harus menjalani pengobatan yang intensif.

Hari menjelang maghrib, Munzir juga belum sadarkan diri. Ia terpaku diatas ranjangnya dari menit ke menit hingga hitungan jam. Tak terasa, empat jam Munzir mengalami pingsan. Suasana menjadi hening, tak ada sepatah katapun yang terdengar dari mulut Munzir, tak ada gerak gerik yang ditemukan dari Munzir. Munzirah beserta orangtua dan mertuanya saling menunggu dan menanti kesadaran Munzir serta berserah diri kepada sang Maha Kuasa.

Azan pun berkumandang, Munzirah beserta orangtuanya mendekatkan diri kepada Allah SWT di Masjid yang terdekat. Mereka bergiliran untuk melaksanakan kewajibannya dimanapun berada, harapan besar mereka adalah mendoakan Munzir agar kembali sehat seperti sediakala.

Setelah melakukan shalat maghrib, Allah SWT menunjukkan kekuasaannya dengan menggerakkan tangannya yang kiri. Perlahan-lahan munzir membuka matanya dan melihat sekitarnya serta berbicara. Ia memanggil satu nama yang indah baginya.
“Zzzzz........zaaaara........ Zaara,''Mas munzir mengigau kecil.

Munzirah mendengar ucapan suaminya, ia tidak mengerti maksud suaminya. Lalu, Munzir melihat di sekitarnya. Namun, ia tidak melihat seseorang yang bernama Zaara. Ia hanya melihat ibu, ayahnya, pak hafidz dan Bu hafidzah dan seorang wanita Muslimah. Munzirah mendekati suaminya dan ia merasa gembira bahwa suaminya sudah sadar dari pingsan. .

''Mas kamu sudah sadar,''tanya Munzirah dengan penuh kebingungan sambil memegang jemarinya''.

Munzir menatap keheranan dari sorot mata Munzirah yang menyapanya. Munzir tidak menjawab pertanyaan munzirah. Munzir teekejut melihat bahwa munzirah memegang jemarinya. Ia ingat bahwa tidak boleh bersentuhan kulit dengan wanita yang bukan muhrim. Ia lupa bahwa munzirah adalah istrinya yang telah dijadikan sebagai teman hidup. Munzirah dalam ingatannya hanyalah seorang muridnya ketika ia mengabdi di pesantren. Munzir mencoba menggerakkan tangannya yg kanan tapi ia merasakan sakit yang luar biasa.

“Aduhhhh.....! Tangan kananku,''lirih Munzir''.
“Mas, kamu jangan banyak bergerak. Tangan kananmu mengalami retak kecil,”jelas Munzirah''.
“Apaaa.....????” Maaf, lepaskan tangan kamu dari jemari saya!
“Itu dilarang dalam agama karena bukan muhrim,'' pinta Munzir dengan tegas''.
“Munzir, Dia ini adalah istrimu, engkau telah menikahinya lebih kurang sebulan yang lalu''kata ibu Munzir''.
“Iya nak, Engkau adalah suami dari Munzirah anak kami,''tambah ibu munzirah''.

Munzir merasa terkejut dengan perkataan yang disampaikan oleh keluarga kepadanya. Sementara Munzirah tak kuasa melihat sikap suaminya yang berubah tiba-tiba, ia tetap memanggil nama tersebut. Tak terasa, air mata Munzirah berderai kembali, ia sedih dan menangis dengan pilu.

“Mas.....,”lirih Munzirah”.

Munzir tak menghiraukan panggilan Munzirah, ia merasa tak dianggap oleh suaminya sendiri.

“Zaara....zaara mana ayah, bu?" tanya Munzir kepada orangtuanya''.
“Zaara?????? “
“Zaara tidak ada disini nak?” Yang ada hanyalah istrimu "Munzirah'', jawab ibu Munzir dengan tegas”.

Munzirah terkejut dengan apa yang dikatakan mertuanya, seolah-olah mertuanya sangat mengenal dengan nama tersebut.

Tapi,.....siapa...... ?“tanya munzirah dalam hati”.

Munzirah ingin bertanya kepada ibunya tentang Zara, tapi melihat keadaan munzir tak karuan, Munzirah mengurungkan diri untuk bertanya kepada ibu mertuanya tentang nama yang disebut oleh suaminya.

*******
Munzirah duduk terpaku dan terdiam sambil mengingat dengan sebuah nama itu, nama itu sangat mengesankan bagi suaminya.

“Apakah dia itu adalah jodoh mas munzir yang tertunda? ataukah wanita yang benar-benar dicintainya sebelum kedatanganku?“ataukah......?”
“Yaa Allah.... Cemburunya aku.
“Bukankah Nabi pernah mengigau dan memanggil nama istrinya khadijah, sementara Aisyah adalah istrinya pada masa itu..... Apakah hari ini berlaku denganku,''Munzirah bertanya-tanya pada dirinya sendiri''.
“Astaghfirullaahal'azhiim.......,”Munzirah beristighfar''.

Suaminya masih memanggil nama zaara dan ia terkejut mendengar ucapan ibunya. Ia mengingat wanita pilihannya adalah zaara bukan munzirah seperti kata ibunya.

“Mengapa begini Yaa Allah? Apa yang terjadi padaku''tanya munzir pada dirinya dengan kebingungan''.

Ayah munzir memanggil dokter dan segera memeriksa keadaan Munzir. Sementara munzir semakin bingung dengan keadaannya sendiri.

Dokter bertanya kepada keluarga munzir,''apa yang terjadi ketika beliau terbangun pak,bu?"
“Anak saya ini menyebut nama seseorang, Dok?" jawab ibu munzir''.
“Boleh saya tahu siapa nama orang tersebut dan apa hubungan nama itu dengan bapak ini?,"tanya dokter lebih lanjut''.
Ayah munzir menjawab,”namanya Zaara, Dokter. Zaara ini adalah sosok wanita yang pernah singgah di hati anak kami dan ia adalah masa lalunya, kini ia telah memiliki istri yang sangat dicintainya”.
“Apakah anak bapak mengenal dengan istrinya sekarang?,"tanya dokter secara mendetail”.

Semua terdiam mendengar pertanyaan dokter kecuali Munzirah, ia bangkit dari lamunannya dan menjawab dengan suara terbata bata.

'' Tii.... Tiiidak dokter, suami saya tidak mengenali saya sebagai istrinya, bahkan ia meminta untuk melepaskan tangan saya sendiri darinya''.
“Sebenarnya, apa yang terjadi dokter?," tanya Munzirah dengan kebingungan''.
“Ibu beserta keluarga lainnya, harap sabar dan optimis yaa!
“Mendengar penjelasan dari sekeluarga nampaknya suami ibu mengalami amnesia atau ketidak-ingatan pada sebagian memory yang terjadi dalam hidupnya. Ia hanya mengingat memory sampai bertemu dengan Zaara, wanita yang disebutnya berulang kembali''.
“Apa dok?,"Munzirah terkejut dan ia hampir pingsan mendengar penjelasan Dokter''.

Ibunya merangkul Munzirah secepatnya.

“Dokter, apa yang mesti kami lakukan agar keadaan anak kami bisa mengingat semuanya?,"tanya orang tua Munzir''.
“Untuk membantu pemulihannya, saya harap sekeluarga bisa lebih bijak, bapak, ibu bisa mengambil langkah dengan mengajak untuk mengingat hal-hal yang terjadi masa lalu sampai sekarang. Tapi dengan satu syarat,”jawab dokter dengan memberi syarat''.
“Apa itu dok?,"tanya ayah munzirah".
“Sangat sederhana bapak, ibu yaitu pelan-pelan, kalau tidak dia akan menjadi emosional dalam bersikap. Beliau ini mengalami pendarahan di kepala, butuh kesabaran dalam merawatnya, butuh jiwa smart untuk memotivasikannya. Saya hanya seorang Dokter bu, berbuat dengan maksimal mungkin. berdoa'alah kepada Allah SWT, semoga saja ingatannya cepat pulih,''Dokter menjelaskan lebih lanjut''.
“Aamiin aamiiin....,''semua mengaminkan ucapan dokter''.
“Terima kasih Dokter atas penjelasannya, kata ayah muzirah''.

Dokter tersenyum dan meniggalkan ruangan dalam keadaan hening. Munzirah sangat terpukul mendengar penjelasan dokter ditambah lagi suaminya menganggap dirinya sebagai orang lain. Ia bingung bagaimana harus merawat suaminya, suami yang dicintainya telah melupakannya. Tidak ada kenangan manis dalam ingatan suaminya.

“Yaa Allah... Yaa Rabbi.....kuatkanlah hamba!,"pintanya dalam hati''.

Waktu makan malam telah tiba, makanan untuk para pasien, termasuk makanan Mnzir telah disajikan. Sedangkan Munzirah dan orangtuanya serta mertuanya berencana untuk membeli makanan di warung karena tidak membawa perlengkapan. Munzirah bangkit dan mengambil makanan untuk suaminya, ia ingin menyuapi suaminya karena tangan kanan suaminya cedera.

“Mas, Dik munzirah yang........,''Munzirah belum selesai berbicara”.
Munzir pun angkat berbicara.
"Maaf, itu tidak baik. saya bukan muhrim kamu Munzirah,'' jawab Munzir dengan tegas''.

Munzirah kembali terkejut dengan perkataan suaminya, ia mencoba menjelaskan jati dirinya kepada suaminya. Namun, ia tidak mendapati tanda tanda positif dari raut wajah suaminya. Mengingat saran dokter, munzirah mengalah dan menyerahkan makanan suaminya kepada orangtuanya dengan perasaan sedih dan pilu.

“Mengapa kamu menangis munzirah?,"tanya Munzir penasaran''.
“Apa ada yang salah dengan sikapku?”
“Kalau kamu adalah istriku seperti yang diucapkan ibuku, kenapa aku tidak mengingatmu sama sekali sebagai istriku?" saat ini, hanyalah zaara yang ku ingat, wanita yang akan kupinang tempo itu. Seharusnya saya menikah dengannya bukan kamu. Maaf, aku belum bisa menerima kenyataan ini”.
“Hmmmm.....Bukankah kamu alumni di pesantren itu?”tanya munzir sambil mengingat Munzirah”.

Munzirah menghela napas sedalam dalamnya dan mengusap air matanya yang berderai.

“Iya, Mas...... Tidak apa-apa, saya hanya iba melihat Mas dalam keadaan seperti ini,''jawab munzirah singkat''.

Ia tidak ingin memperburukkan suasana dan ia mencoba untuk menenangkan diri. Munzir terdiam dan ia tidak memaksa munzirah untuk menjawab lebih lanjut. Hanya saja ia bingung menghadapi keadaan dirinya.

BERSAMBUNG
*** Tag dan share ke keluarga, sahabat dan teman-temanmu yah

Cerber ini kiriman dari salah satu sahabat di sini lhoh
FBnya https://www.facebook.com/profile.php?id=100002263197288

See More
Posts

Engkau adalah Imam Surgaku
Part 4: Amnesia

Maaf baru lanjut lagi ceritanya... admin baru selesai acara Walimahan.. tolong doalan admin semoga menjadi keluarga Sakin Mawaddah Wa Rohmah...

...Continue Reading
Image may contain: 2 people

"KARENA DIRINYA LEBIH DARI BIDADARI SURGA"

suami : "Sayang nanti kalau udah punya rezeki yg berlimpah.... saya boleh nikah lagi?"

istri : "Boleh tapi ada syaratnya?"

...Continue Reading
Image may contain: 1 person, standing, outdoor and nature

Engkau adalah Imam Surgaku

Part 3 : Ketika hati Munzirah Sedih dan pilu
“Tik.... Tik....tik... Suara hujan di atas genting....”.
Munzirah melafalkan lagu sambil menunggu hujan berhenti, tapi ia lupa lirik selanjutnya. Pada dasarnya, ia tak pandai dalam menyanyi. Ia tertarik membaca daripada menyanyi. Ia pernah mendengar lagu ini dinyanyikan dalam bentuk Bahasa Arab di pesantren, ia mengingat bahwa belajar Bahasa Arab sambil menyanyi sangat unik. Bahkan, anak-anak tertarik bel...

Continue Reading
Image may contain: 2 people

Engkau adalah Imam Surgaku

Part 2 : Ketika Cinta Bertemu

Maaf sahabt2 muslim dan muslimah semua sedikit telat posting karena kesibukan admin.. sekarang kita lanjut cerita part 2 nya...

...Continue Reading
Image may contain: 1 person

Engkau adalah Imam Surgaku

Part 1 : Munziratul Mawaddah
Di waktu hening malam, udara dingin menyelubungi bumi. Bunga-bunga menguncupkan diri, seolah-olah ingin berlindung dari udara dingin. Daun-daun ikut melambai, seolah-seolah ingin mengucapkan selamat tidur para insanul kamil. Semua makhluk ciptaanNya mendapatkan kenikmatan tak terhingga pada malam hari, mulai dari anak-anak, para remaja, orang dewasa dan para orangtua di sekitarnya. Tidak hanya manusia yang berakal dan be...

Continue Reading
Image may contain: 2 people, people smiling, text

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

...Continue Reading
Image may contain: text

"Menjaga hati dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabatku adalah hal yang kupercayai bahwa janji Allah adalah ketetapan yang pasti. Karenanya jodoh, aku tetap di sini untuk terus berikhtiar dan berdo’a, dalam mendandani hati. Semoga ia bisa menjadi peneman hidupku. Kala jika ketika aku hilang arah, ia dapat mengembalikanku pada jalan-Mu. Aku berharap, dan cukuplah pada setiap Doa yang kami terbangkan, cintakanlah kami atas dasar cinta-Mu."
••••
(Dalam Buku "Menuju Baik itu Baik."

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
156 Views

"Resiko dalam mencinta adalah sakit, resiko dalam dicinta adalah membuat orang sakit, dan resiko dalam saling mencintai adalah saling kehilangan."

" the risk in love is pain, the risk in love is to make people sick, and risk in loving each other."
Translated
It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
211 Views

CURHAT SEORANG WANITA

Seorang istri bercerita:

Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami, "Akhi maukah menikah dengan ana?'' tawarku padanya.

...

Waktu itu dia masih kuliah semester 8. Dia cuma bengong seribu bahasa.

Beberapa saat setelah setengah kesadarannya, dia berucap, ''Afwan ukh, anti pengen mahar apa dari ana?''

"Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup."

Bak orang awam mendaki gunung yang tinggi lagi extreme, ehh dianya langsung lemes kayak pingsan.

Besoknya datang nazhar, terus khitbah. Lalu untuk ngumpulin uang buat nikah, dia jual sepeda & komputernya untuk mahar juga.

Di awal pernikahan dia gak punya pendapatan apa2. Kita usaha bareng dan ana gak pernah nanya seberapa pendapatannya ataupun dia kerja apa.

Selama ana nikah dengannya ana belum pernah minta uang. Hingga kinipun kalo gak dikasih ya diam. Saat beras habis, ana ga masak. Saat dia nanya, "Kok gak masak beras dek?"

"Habis mas" jawabku.

"Kok gak minta uang?" lanjutnya.

Ana gak jawab, takut suami gak punya kalo ana minta. Jadi ana takut menyinggung perasaannya.

Kalo kita menghormati suami, maka suami akan menyayangi kita lebih dari rasa sayang kita ke dia.

Bahkan usaha sekarang dah maju pesat. Alhamdulillah, ibarat kata: uang 50 juta dah hal biasa. Lalu suatu hari ana tawarkan dia nikah lagi namun dia gak mau. Katanya ana itu tidak ada duanya hehe..

Rezeki bisa dicari bersama. Bagi ana usaha yang dicari bersama suami susah-payah bersama, setelah sukses maka banyak kenangan manis yang tak terlupa. Kita jadi saling memahami & mengerti karakter masing2 karena kita sering berinteraksi.

Dan bukan hal yang hina bagi ana kalo ada seorang akhawat datang menawarkan diri ke ikhwan. Ana dulu hanya melihat dari bacaan Qur'annya yg bagus & dia sangat menjaga sholatnya itu aja ga lebih.

Jadi para akhawat yg belum menikah, apa yang menghalangi anda untuk menikah muda? Apa karena melihat pendapatan materi dari ikhwan yang menghalanginya?

***

Demikian kisah seorang istri tersebut.

Silakan SHARE sebanyak-banyaknya....

See More
Image may contain: one or more people and closeup
Ismail Muhammad Nur

Bismillah.. puisi untuk seseorang muslimah disana yang masih menjaga hatinya, menjaga dirinya dari hubungan yang haram...

maka lepaskan ... putuskan... jangan merasa berbeda...

Klik link Videonya.. Please View, Coment, Share and Subscribe Chanel nya

ketika wanita muslimah harus mengerti bahwa menunggu adalah seni yang tertunda
youtube.com

JIKA Anda memiliki gaji Rp 30 juta / bulan dan sejumlah fasilitas mewah dari tempat kerja, tapi Anda tidak pernah bisa menunaikan shalat berjamaah, apa sikap Anda?
Nah, sebut saja Mifta, begitu. Ia bekerja di bagian accounting di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta. Namun, semua uang dan fasilitas itu tidak membuat Mifta bahagia. Ia gelisah. Sebab di perusahaan itu, ia tidak bisa shalat jamaah.
Mifta pun memilih resign. Ia tinggalkan pekerjaan mapan itu dan beralih menjadi sa...les motor. “Asal bisa shalat jamaah,” kata Mifta.
Tiga bulan sudah Mifta tak lagi menjadi orang kantoran. Ia kini lebih sering di luar. Kulitnya yang semula putih bersih, kini mulai kecoklatan diterpa sinar matahari dan debu jalanan. Ia yang biasanya berdasi kini ke mana-mana pakai jaket kulit. Sebab dulu ia menggunakan mobil dinas dan sekarang hanya motor kendaraannya. Dan yang benar-benar ia rasa menjadi ujian, tiga bulan ini belum berhasil menjual satu motor pun.
Hujan belum juga reda. Seperti mengerti gerimis hati Mifta sore itu. Maka di masjid tersebut, ia berlama-lama. Tak langsung pulang setelah shalat jamaah, sambil menunggu hujan reda. Meski agak galau karena kondisi finansialnya, ada seberkas damai bisa shalat berjamaah dan bermunajat padaNya. Apalagi di tengah hujan seperti ini, saat Allah mengabulkan doa-doa hambaNya.
Tak jauh dari Mifta, sepasang mata memperhatikannya. Pria paruh baya itu juga tak langsung pulang setelah shalat berjamaah.
“Kerja di mana, Mas?” kata pria itu setelah berucap salam.
“Saya nyales Pak. Dulu pernah kerja di perusahaan Jepang,” Mifta menceritakan identitasnya secara singkat.
“Di bagian apa dulu waktu di perusahaan?”
“Akuntan, Pak.”
“Wah, jadi bisa mengerjakan laporan pajak juga?”
“Alhamdulillah, itu dulu pekerjaan saya Pak.”
“Kebetulan kalau begitu. Saya sedang pusing karena pajak saya sedang dipermasalahkan. Bisa tidak Mas membantu merapikan laporan pajak saya?”
“Insya Allah, Pak.”
Hari-hari berikutnya, kurang lebih satu pekan Mifta membantu menyelesaikan laporan pajak pria itu. Dan setelah laporan selesai, pria itu sangat puas karena pajaknya tak lagi dipermasalahkan. Ia yang tadinya terancam denda hingga miliaran rupiah, kini tak lagi bermasalah. Sebagai imbalannya, ia memberikan fee 100 juta kepada Mifta.
Menerima fee sebanyak itu, Mifta tersungkur sujud syukur. Ia tak pernah menyangka.
“Ya Allah… aku meninggalkan pekerjaan itu demi shalat jamaah. Aku sempat mengeluh dan hampir berburuk sangka kepadaMu, ternyata Engkau mengumpulkan gajiku selama tiga bulan dan memberikannya kepadaku sekarang,” air mata kesyukuran pun jatuh ke bumi.

See More

"Mengejar yang tak pasti? Boleh, asalkan kau ingat sudah sejauh mana? Jika kau keluar dari jalur tujuan yang sudah ditetapkan, sudahi. Layaknya menulis tanpa cahaya. Tulisan yang kadang hanya bisa dibaca oleh dirimu sendiri menjadi tidak bisa. Kau tidak dapat mengenali diri sendiri lagi. Kejarlah ia dengan tepat, dekati ia dengan cara yang hebat. Niscaya kamu akan selalu menjadi pribadimu sendiri selama kamu mengejarnya. Hingga ketidakpastian itu kan menjadi kepastian yang ditetapkan-Nya."

" chasing the uncertain May, as long as you remember how far it is? If you get out of your designated destination, it's over. Like writing without light. Words can sometimes be read by yourself being unable. You can't recognize yourself anymore. Chase it right, approach it in a great way. You will always be your own person as long as you go after him. Until the uncertainty is decreed."
Translated
It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
136 Views
136 Views

https://www.youtube.com/watch?v=XtWOVUne6nk

Ayat Kukrsi (QS Al-Baqarah : 255):

1) baca saat keluar Rumah maka 7000 akan menjagamu dari semua sisi

...

2)baca saat masuk rumah, kemiskinan tidak akan memasuki rumahmu.

3)Baca setelah berwudhu, derajatmu akan dinaikkan 70 tingkat

4)Baca pada saat sebelum tidur, maka malaikat akan menjagamu sepanjang malam

5) baca setelah Sholat, maka jarak anatara kami dan surga hanyala kematian.

Insya Allah...

See More
Kumpulan Ayat- yat Pilihan santri LPPTKA BKPRMI QS; Al-baqarah ayat 255 (ayat kursi) oleh Ismail M. Nur
youtube.com

Calon Imam Untuk Lila
Oleh : Latifah Nurul

Sudah hampir lima tahun lila tinggal di kota ini. Kota seribu cerita karena keramaian dan keunikan tempat. Tidak hanya itu tetangga dan lingkungannya pun. Sudah hampir 4 semester pula lila berkecimpung, duduk di duduk di bangku kuliah. Fakultas ilmu pengetahuan alam. Dia sengaja memilih jurusan itu sejak SMA karena itu adalah salah satu pelajaran yang sangat disenanginya. Dan diperdalam di bangku kuliah agara lebih mantap dan ahli. K...

Continue Reading