Photos
Posts

Suatu ketika Sulthonul Qulub Habibana Munzir pernah ditanya oleh murid ttg munculnya orang2 yg mengatakan majelis2 seperti MR itu sesat, bahkan ada jg orang2 yang pinter dan ngaku sebagai intelektual yg beranggapan seperti itu,

lalu Habibana Munzir menjawab :

saya kira bukan gitu, tapi memang kebanyakan kalangan intelek di negeri kita ini justru ketinggalan jaman, he..he...he...

...

saudaraku, kakak seperguruan saya itu namanya Habib Ali Aljufri, foto beliau adalah yg berendeng dg guru mulia, dia itu dakwahnya justru lebih maju di New york, Los Angeles, London, dan kota kota termodern di dunia, anda dapat meng klik web nya di kanan atas web ini pada "web link", anda kemudian pilih web Hb Ali Jofri, pada web nya ada dua versi, anda dapa memilih arabic atau english..,

dan saya juga telah mencoba demikian, di singapura mereka tergila gila pada majelis, hadroh, qasidah, mereka berkata bahwa kami mencari ketenangan ke ajaran Yoga, ke kuil kuil Budha, dan kemana saja, tak pernah kami temui kesejukan hati seperti di Majelis yg disertai hadroh dan gasidah.., kalau semua orang tahu kenikmatannya, niscaya diskotek, kuil buda dan semua tempat pelarian gundah akan berdesakan di majelis..

demikian saudaraku, cuma habibmu yg bodoh ini kan ngga ngarti bahasa inggris, jadi sempat keder juga saat pertama kali menginjak singapura, bagaimana tidak?, mereka semua berbahasa inggris, bahkan anak anak kecil pun berbahasa inggris,

namun ketika saya mulai ceramah, rupanya bahasa sastra meruntuhkan hati mereka juga, dan mulai deh mereka asyik dengan maulid dan qasidah, mereka disana meneruskan juga pembacaan maulid seperti di Almunawar, cuma bedanya karena sebagian masih tak bisa membaca huruf arab, maka maulid diterjemah ke bahasa inggris, dan mereka baca terjemahnya, lucu Juga kalimat ALLAHUMMA dirubah menjadi OH GOD,

anak anak kecil membaca maulid dengan bahasa inggris.., mereka tak suka dg ajaran radikal, mereka suka ajaran religius, qasidah, hadroh, maulid, pujian pada Allah dan Rasul.. ceramah saya yg direkam dan dikirim kesana bahkan direlay di radio singapura.

demikian pula saudara saudara mulia kita di Malaysia, mereka asyik dengan ceramah dan website ini, namun seringkali saat akan di download mereka kesulitan, maka mereka mengajukan tawaran untuk memindahkan provider web ini ke malaysia,

maka web ini yg providernya di jakarta, dipindah ke Malaysia, hingga kapasitas kita yg 300 MB, malah mereka tambah menjadi 250 GB, (250.000 MB).

nah.. saudaraku, memang intelek intelek kita ini ketinggalan jaman dan masih sibuk dg Bid'ah dan syirik, seperti Badui zaman batu yg anti pada ajaran Rasul saw, he..he..he...
=======================
Demikian perkataan beliau..
Foto : Habib Munzir Al Musawa dan Habib Ali Al Jufri

See More
Image may contain: 4 people, people sitting, hat and beard

Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa beliau berakata : "Dahulu sayyidina Hassan bin Tsabit sering memuji nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan syair-syairnya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah marah atas pujian-pujian tersebut. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dan tidak menyukai pujian-pujian yang diucapkan oleh orang-orang munafik,

sehingga di zaman sekarang hal ini digunakan sebagai dasar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alai...hi wasallam tidak suka dipuji, padahal hal itu adalah dalil bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak suka dipuji oleh orang munafik, mengapa? karena mereka (orang-orang munafik) hanya sekedar suka memuji beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

dimana ketika ada peperangan mereka para kaum munafik tidak mau ikut serta dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan pengikutnya, bahkan mereka para kaum munafik menginginkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dalam peperangan tersebut sehingga tidak kembali lagi, dan mereka memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanyalah agar aman dan selamat dari pedang sayyidina Umar bin Khattab dan para pembesar kaum muslimin yang lainnya, maka hal itulah yang tidak disukai oleh Rasulullah karena pujian dan cinta mereka tidaklah sebenarnya.

Terdapat dalam riwayat Shahih Al Bukhari, ketika sayyidina Hassan bin Tsabit membaca qasidah/nasyidah didepan kubah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di masjid An Nabawi, maka ketika itu datanglah sayyidina Umar bin Khattab RA dan berkata : “wahai Hassan bin Tsabit, tidak adakah tempat lain untuk engkau membaca qasidah selain di tempat ini?”,

maka sayyidina Hassan berkata: “Dahulu aku telah membaca qasidah di tempat ini dan ketika itu ada orang yang lebih mulia daripada engkau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakanku dengan berkata : “semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga bibirmu”, yang disaat itu ada Abu Hurairah ada bersama mereka ditanya oleh sayyidina Umar bin Khattab Ra : “Benarkah demikian wahai Abu Hurairah?” , maka Abu Hurairah menjawab dan membenarkan hal itu.

Dan setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pun masih banyak orang yang membaca qasidah di makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga abad ke-18 ini, jangankan membaca qasidah di makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke makam beliau pun dilarang.

See More
Posts