Photos
Posts
Image may contain: text
Ismu Sultan Alamsyah

“ N A M A “ (laksaNA MAndat)

NAMA, adalah suatu kalimat untuk disebut sebagai panggilan bagi apa-apa yang terlihat, terdengar, tercium, dan dirasakan oleh inde...ra manusia. Hewan dan tumbuhan tiadalah memberikan nama kepada sesuatu, bahkan ia diberi nama oleh manusia, karena manusia adalah makhluk yang sempurna sebagai kahalifah (pengganti) wujudnya Allah dimuka bumi untuk dikenali dan saling mengenal, diawali dari ADAM yang diciptakan sebagai wadah tempat bersemayamnya RUH suci yang ditiupkan ALLAH kedalamnya menjadi utusan untuk memberi pelajaran dan menguji kelayakan sebagai manusia, yang akan dijadikan pemimpin dimuka bumi.

ADAM artinya kulit (pembungkus), itulah sepasang RAGA (JASAD) yang dijadikan dari sari tanah, dihidupkan dengan RUH dari ALLAH yang menempati raga sebagai rumah dan disebut RASUL (penghuni).
RASUL artinya utusan, yang dipilih diantara malaikat dan diantara manusia sebagai duta kepercayaan Allah untuk menurunkan wahyu kepada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba2Nya.
Juga IBLIS sebagai penguji (penggoda) yang diutus hanya kepada orang2 ingkar, ia tak kuasa menggoda orang2 beriman.
dan NABI artinya pembawa kabar, yang membawa kabar gembira dan kabar takut untuk menjadi peringatan bagi jin dan manusia. Yang semuanya itu ada didalam jasad laki-laki dan perempuan yang disebut ADAM (Alif Dan Mim).

Tidak adalah bagi manusia, bahwa Allah bercakap-cakap dengan dia, melainkan dengan wahyu (Al-qur’an) atau dari balik dinding (hati), atau Dia mengutus seorang rasul (malaikat), lalu utusan itu mewahyukan dengan izinNya apa-apa yang dikehendakiNya. Sungguh Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana. (Asy-Syura 51)
Ruh suci (jibril) menurunkannya dari pada Tuhanmu dengan sebenarnya, supaya ditetapkannya orang-orang yang percaya dan menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang selamat. (An-nahl 102)
Dia Allah menurunkan malaikat dengan ruh dari perintah Nya kepada siapa yang dikehendakiNya, diantara hamba-hambaNya, hendaklah kamu (hai manusia) memberi kabar takut, bahwa sesungguhnya, tiada Tuhan, melainkan Aku, sebab itu takutlah kepadaku. (An-nahl 2)
Sesungguhnya Allah telah memberi karunia bagi orang yang percaya, ketika Dia telah mengutus seorang rasul dari diri mereka sendiri (bukan dari arab), yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka lagi menga-jarkan kitab dan hikmah kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu dalam kesesatan yang nyata (mengikut selain Qur’an).
(Ali Imran 164)

Nah ayat2 diatas cukup jelas bahwa Allah serta Malaikat2 yang menjadi Rasul (utusan) adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan (ESA).
Antara Allah dan Malikat (rasul) tidak boleh dibedakan (Allah dan malaikat adalah Esa). Dan diantara rasul-rasulpun tidak boleh dibeda-bedakan, semua adalah keesan Allah. Siapa yang membedakanNya, dialah kafir yang sebenarnya kafir. Simaklah ayat2 dibawah ini dengan teliti :

Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagiannya dari yang lain. Diantara mereka ada yang bercakap-cakap Allah dengan dia dan meninggikan sebagian mereka beberapa derajat. Kami berikan kepada ’Isa anak Maryam beberapa keterangan dan kami kuatkan dia dengan ruh suci. Jika Allah menghendaki, niscaya tiadalah berbunuh-bunuhan orang-orang yang kemudian rasul-rasul itu (keturunan Adam), setelah sampai kepada mereka beberapa keterangan. Tetapi mereka itu berselisih juga ; maka diantara mereka ada yang percaya dan diantara mereka ada yang ingkar. Kalau Allah menghendaki tiadalah mereka itu berbunuh-bunuhan, tetapi Allah memperbuat apa-apa yang dikehendakiNya. (Al-baqarah 253)

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasulNya dan hendak memperbedakan antara Allah dengan rasul-rasulNya, mereka berkata : Kami percaya kepada sebagian (rasul) dan ingkar kepada yang lain dan mereka hendak mengambil jalan tengah antara demikian itu.
Mereka itu adalah orang yang kafir yang sebenarnya ; dan kami sediakan untuk orang-orang kafir itu siksaan yang menghinakan.
Orang-orang yang percaya kepada Allah dan rasul-rasulNya dan tiada memperbedakan seorangpun diantara rasul-rasul itu, nanti Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada mereka, Allah pengampun lagi pengasih. (An-nisa’ 150 s/d 152)

Maka jelas sudah nama-nama Allah adalah nama rasul-rasul, yang memiliki 99 sifat terbaikNya, dan masing2 telah diberiNya mandat untuk menjalankan tugas, sebagaimana yang telah digariskan Allah dalam Qur’an tanpa merubahnya sedikitpun.
Bagi Allah ada nama-nama yang terbaik, sebab itu memohonlah kepada Nya dengan nama-nama itu, dan biarkanlah orang-orang yang memutar-mutar nama Allah, nanti mereka akan dibalasi apa-apa yang mereka perbuat.. (Al-a’raf 180)

Nanti pada kesempatan berikutnya akan Kami jelaskan nama-nama (sepasang/dua nama) Allah yang terbaik.......

Nah.....! satu golongan hanya memuja dan memuji MUHAMMAD saja.
Bagi Muhammad ada perayaan MAULID (ulang tahun hari kelahiaran), ada peringatan ISRA’ MI’RAJ, meminta SYAFA’AT kepadanya dan hanya Muhammad pakai gelar SAW dan ia sangat dibesar2kan sehingga menyebutnya nabi besar Muhammad SAW........lalu rasul yang lainnya bagaimana....? bukankah ini membeda2kan diantara rasul-rasul...?
Jelaslah siapa yang KAFIR sebenarnya KAFIR.......yang mereka tiada sadar KAFIR yang selalu teriak KAFIR.........untuk menutupi KEKAFIRAN mereka.
Begitu juga dari satu golongan lagi, hanya memuja dan memuji serta mebesar2kan ISA sebagai YESUS juru selamat, ada hari kenaikan Isa Almasih, ada hari paskah, ada hari natal..Lalu rasul yang lain bagaimana pula. Sama saja kedua golongan ini, masing2 bukanlah ALLAH Tuhannya yang harus dipuja dan dipuji kebesaranNya.

Mereka tiada membesarkan Allah menurut hak kebesaranNya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(Al-H a j j i 74)
(Kisah rasul-rasul) Itu adalah perkabaran gaib (tersembunyi, bukan sejarah), kami wahyukan kepada engkau (pembaca), sedangkan engkau tiada mengetahuinya dan tiada pula kaum engkau sebelum ini (orang2 dahulu kala). Sebab itu sabarlah. Sesungguhnya akibat (yang baik) bagi orang-orang yang taqwa (berserah diri). (H u d 42)
Ada beberapa rasul, telah kami kisahkan kepada engkau (dalam Qur’an) sebelum itu, dan ada beberapa rasul tiada kami kisahkan kepada engkau. Allah bercakap-cakap dengan Musa sebenarnya bercakap-cakap. ]
(An-nisa’ 164)
Kami kisahkan padamu sebaik-baik kisah dengan apa yang kami wahyukan kepadamu Qur’an ini, sesungguhnya engkau sebelumnya termasuk orang yang lalai dari padanya (Qur’an). (Yusuf 3)
Sesungguhnya dalam kisah mereka itu ada pengajaran bagi orang-orang yang berakal. Bukanlah berita ini perkabaran yang meng ada-ada saja, bahkan ia membenarkan yang dihadapannya (masa depan) dan menerang kan tiap-tiap sesuatu, lagi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang percaya.
(Yusuf 111)

Rasul2 yang tidak dikisahkan oleh Allah seperti :Ilyas, Ilyasa’, Idris, Zulkifli, Ya’cub, termasuk Muhammad. Sementara yang dikisahkan Allah pun hanya sekedar intinya saja sebagai kabar gaib (kiasan).
Tetapi mengapa ada kisahnya yang dibuat oleh manusia dengan panjang lebar menjadi kisah nyata......? dan rasul2 itu telah mati (musnah) semua-nya dan dibuat pula kuburannya. Manusia itulah (pembuat cerita rasul2) yang telah membunuh rasul2 Allah, termasuk orang2 yang mempercayai- nya............Percayakah kamu kepada manusia atau kepada Allah...?

Sesungguhnya orang2 yang kafir akan ayat2 Allah, membunuh nabi2 tanpa kebenaran dan membunuh orang2 yang menyuruh berlaku adil antara manusia (dengan mengarang cerita), maka berilah mereka kabar gembira dengan siksaan yang pedih.
Mereka itu dihapuskan amalannya didunia dan akhirat dan tak ada bagi mereka orang yang menolong. (Ali Imran 21-22)

Rahasia telah Kami bongkar perlahan-lahan, siapa yang dapat petunjuk hanya untuk dirinya dan siapa yang sesat hanya untuk dirinya pula.
Ingatlah...! Orang2 yang telah sesat tiada membahayakan bagi orang2 beriman, dan orang2 beriman takkan dapat menunjuki orang2 yang telah disesatkan oleh Allah. Dan nantikan puncaknya segala rahasia terbuka.

Pada hari sekalian rahasia akan terbuka,
Maka tak ada baginya kekuatan (untuk menutupi) dan tidak pula penolong (yang akan menutupi).
Demi langit yang mempunyai hujan (air),
Demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan (tanah).
Sesungguhnya Qur’an ialah perkataan yang asli (sebenarnya).
Dan bukanlah ia main-mainan (olok-olokan)
Sesungguhnya mereka itu (orang2 beragama) memperdayakan engkau (hai orang2 beriman).
Dan Aku (Allah) akan memperdayakan mereka pula.
Maka beri tangguhlah orang2 yang kafir itu, Aku akan memberi tangguh mereka sementara waktu.
(Ath-Thariq 9 s/d 17)
Janganlah orang-orang ingkar itu mengira, bahwa kami memberi tempoh mereka, lebih baik bagi diri mereka. Hanya kami memberi tempoh mereka ; supaya mereka menambah dosanya ; dan untuk mereka siksaan yang menghinakan. (Ali Imran 178)

Salam .........
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Posts
Image may contain: text
Ismu Sultan Alamsyah

“ S H A L A T “ (Supaya Hubungan Akan Lebih dekAT)

Tetapkanlah shalat dan takutlah kepadaNya. Dan kamu akan dihimpun kepadaNya. (Al-An’am 72)
Minta tolongl...ah kamu dengan kesabaran dan shalat; dan sesungguhnya shalat itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Yaitu orang2 yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan mereka akan kembali kepadaNya.
(Al-Baqarah 45-46)

SHALAT artinya BERHUBUNGAN, dengan siapakah kita berhubungan…?
Hubungan dengan Allah hanya dapat dilakukan kedalam diri, bukan keluar diri, itu hanya berhubungan sesama manusia, Allah ada dalam setiap diri manusia, Dia Maha meliputi seluruh alam dan seluruh ciptaanNya dan menjadi wakil bagi setiap ciptaanNya.
MASJIDIL HARAM artinya TEMPAT SUJUD TERLARANG, Tubuh kitalah tempat sujudnya HATI, terlarang meletakkan sesuatu apa-apa yang datang dari luar diri kita kedalam hati untuk diingat dan dicintai selain dari pada Allah. Maka sucikanlah dalam diri kita dengan selalu berpuasa serta ber-wudhuk kedalam diri. Karena tubuh kita disebut juga BAIT ALLAH (rumah Allah) janganlah kita kotori.
SHALAT itu masuk kedalam dengan memejamkan mata, untuk melupakan hal-hal diluar diri (duniawi), dan tanpa suara dari mulut melainkan hanya suara hati, juga tanpa jema’ah, bagaimana kita berjema’ah sementara kita berada didalam masjid pribadi. Kita dapat berkomunikasi langsung jika shalat kita sudah benar2 khusyu’ (melupakan segala urusan diluar diri), maka kenalilah nama Allah, dengan menyebut namaNya Dia akan berko-munikasi dengan kita. Karena Dia adalah diri sejati kita, yang menghidup-kan dan mematikan, membahagiakan dan mendukakan, membuat sakit dan menyembuhkan, melapangkan rejeki dan menyempitkan, maka mintalah kepadanya dengan berendah diri dan dengan suara tersembunyi, karena Dia Maha mendengar bukan tuli.

Hai orang2 yang beriman (percaya), janganlah kamu kerjakan shalat, ketika kamu sedang mabuk, kecuali jika kamu telah mengetahui apa-apa yang kamu ucapkan. (An-Nisa’ 43)
Sesungguhnya kita harus mengetahui apa yang kita ucapkan dalam bacaan shalat kita, tahu arti dan tahu maksud dari ucapan kita sendiri, sehingga respon dari alam bawah sadar langsung terasa. Jika tidak paham dan mengerti apa yang kita baca, berarti sama saja dengan orang mabuk. Shalatnya hanya untuk bermain2 tanpa tujuan yang sesungguhnya.

Dan tiadalah shalat mereka disisi bait (diluar diri), melainkan hanya bersiaul (ber-bisik2 membaca ayat2) dan bertepuk tangan (ber-main2 saja), sebab itu rasailah olehmu siksa disebabkan kamu orang kafir (ingkar). (Al-Anfal 35)

Shalat yang sempurna adalah dengan berserah diri (taqwa), bukan lagi gerak dari nafsu kita yang selalu menghitung raka’at yang berlangsung hanya lima atau sepuluh menit, tetapi semua adalah gerak dari sang sejati yang sangat lambat dan penuh kasih sayang sehingga kita sendiri lupa waktu, bisa2 sampai satu jam bahkan lebih, baru selesai………… betapa nikmatnya.
Karena Dia mengajarkan kita sesuatu yang belum kita ketahui sambil memperlihatkan visualisasi tentang pelajarannya.
Dia hanya meyuruh kita melaksanakan hubungan itu pada pagi2 (ketika pertukaran gelap kepada terang), dan petang2 (ketika pertukaran terang kepada gelap) dan untuk tambahannya pada waktu dini hari, tak ada shalat lain selain daripada itu, demikianlah ajaran Allah dalam Qur’an. Tak ada shalat sunnat, shalat dhuha, shalat terawih, shalat ‘aid, shalat mayit dan sebagainya, itu hanya dilakukan oleh kaum yang berlebih-lebihan, bukanlah Allah aniaya kepada hamba2Nya. Dan pada hari jum’at kita diperintahkan untuk masuk kedalam diri,agar berkomunikasi denganNya selama dua jam dalam setengah hari saja.

Sunnah (peraturan) yang telah Kami utus sebelum engkau (pembaca) diantara utusan2 Kami ; dan engkau tidak dapat mengubah peraturan itu.
Tetapkanlah hubungan (shalat) dari condong matahari sampai gelap malam dan bacaan fajar. Sesungguhnya bacaan fajar itu dipersaksikan.
Pada malam hari, hendaklah engkau berjaga (tahajjud) sebagai tambahan untuk engkau, mudah2am Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (Bani Isra’il 72 s/d 79)

Janganlah melakukan sesuatu yang tak ada dalam kitab Allah, apalagi yang dilarangnya dalam kitab itu, nanti kita aniaya pada diri kita sendiri.
Perhatikanlah perintah2 serta larangan2 Allah dalam kitabNya, tak perlu ditafsirkan macam2 karena ini ayat-ayat muhkammat, jelas dan terang maksudnya.

Katakanlah : Hai ahli kitab (ulama,ustad) janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu selain dari kebenaran (Qur’an) dan janganlah kamu turut hawa nafsu kaum yang telah sesat sebelum itu dan menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka telah sesat dari jalan yang lurus.
(Al-maidah 77)

LARANGAN ALLAH.
Berdo’alah (memohonlah) kepada Allah atau berdo’alah kepada yang pengasih, sembarang nama kamu meminta, maka bagiNya ada nama-nama yang terbaik. Janganlah engkau keraskan (suara) ketika engkau berhubungan (shalat) dan jangan pula engkau berbisik dan ambillah jalan diantara demikian itu (cukup dalam hati). (Bani Israil 110)
Jika engkau keraskan perkataan, sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (T h a h a 7)
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan yang keras, dan mengetahui apa yang kamu sembunyikan. (Al-anbiya’ 110)

Janganlah engkau shalat atas seseorang yang telah mati selamanya dan jangan pula engkau berdiri diatas kuburnya (berziarah). Sesungguhnya mereka itu ingkar terhadap Allah dan rasulNya (dalam dirinya), dan mereka mati, karena mereka itu durhaka (fasiq). (At-taubah 84)
Demikian itu, karena mereka benci kepada apa-apa yang diturunkan Allah (Al-qur’an), lalu Dia menghapuskan amalan mereka.
Tiadakah mereka berjalan dimuka bumi, lalu memperhatikan bagaimana akibatnya orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah membinasakan mereka ; dan untuk orang-orang yang ingkar (kepada Qur’an) seperti itu pula (akan binasa juga). (Muhammad 9 – 10)

Dan orang-orang yang membangun masjid untuk memberi mudarat dan keingkaran, lagi memecah-belah antara orang-orang yang percaya (kepada Qur’an), dan untuk mengintai bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasulNya (ingkar kepada Qur’an) dari dahulu. Mereka bersumpah : Bukanlah kami menghendaki (membuat masjid) selain kebaikan. Allah mengetahui bahwa mereka itu orang yang dusta.
Janganlah engkau menetapkan shalat (hubungan) didalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang berazaskan taqwa dari permulaan berdirinya (raga/jasadmu), lebih baik engkau tetapkan shalat (berhubungan) didalamnya (manasik = meditasi). Dalam masjid (ragamu) itu ada beberapa orang laki-laki (rasul-rasul) yang suka menyucikan dirinya. Dan Allah mengasihi orang orang yang bersuci.
Manakah yang lebih baik, orang yang mengutamakan pembangunan masjidnya atas taqwa (berserah diri) kepada Allah dan keridhaanNya, atau orang yang mengutamakan pembangunan masjidnya diatas tepi jurang yang hampir runtuh, lalu ia jatuh bersama-sama bangunannya kedalam neraka jahannam ? Allah tiada menunjuki kaum yang aniaya.
Senantiasa bangunan masjid yang mereka bangun itu menjadi keraguan dalam hatinya, kecuali jika telah putus jantung hati mereka (musnah). Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. (At-taubah 107 s/d 110)

PERINTAH ALLAH
Mintalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang tersem-bunyi (dalam hati), sesungguhnya Dia tiada mengasihi orang-orang yang melampaui batas (berlebih-lebihan). (Al-a’raf 55)
Orang-orang yang menjauhi ibadah yang berlebih-lebihan (yang tidak tersebut dalam Qur’an) dan kembali kepada Allah (Al-qur’an), untuk mereka itu kabar gembira. Maka berilah kabar gembira kepada hamba-hambaKu.
Orang-orang yang mendengar perkataan (Al-qur’an), lalu mereka turut mana yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang ditunjuki Allah dan itulah orang yang berakal. (Az-zumar 17 – 18)
Sesungguhnya masing-masing akan disempurnakan Tuhan amalan mereka, sesungguhnya Dia amat mengetahui apa-apa yang mereka kerjakan.
Sebab itu berlaku luruslah engkau sebagaimana yang diperintahkan, serta orang yang taubat bersama engkau dan janganlah melampaui batas (ber-lebih-lebihan). Sesungguhnya Allah Mahamelihat apa-apa yang kamu kerjakan.
(H u d 111 – 112)

Demikian itulah keterangan dari Allah yang dapat Kami sampaikan kepada orang2 yang belum sampai kepadanya keterangan dan ingin bertaubat kembali kejalan yang lurus (Al-qur’an) dan memperbaiki amalannya sebelum tiba waktu yang telah ditetapkan, dan waktunya hanya tinggal sedikit lagi.........

Telah datang yang Haq (asli) dan telah lenyap yang Batil (palsu). Sesungguhnya yang palsu itu harus lenyap (Bani Isra’il 81)

Salam.....
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Image may contain: text
Ismu Sultan Alamsyah

“ P E N A “ (PEnulis NAskah)

Tanpa PENA………………….. Manusia tak akan dapat MENULIS,
(tiada angka, tiada abjad).
Tanpa TULISAN……………… Manusia tak akan dapat MEMBAC...A,
(tiada cerita, tiada sejarah).
Tanpa BACAAN………………. Manusia tak akan dapat PENGETAHUAN,
(tiada guru, tiada murid).
Tanpa PENGETAHUAN………Manusia tak akan mengenal TUHAN,
(tiada penyembah, tiada yang disembah)
Tanpa T U H A N………………Manusia……..bagaimana….???

Nun, demi pena dan apa-apa yang mereka tuliskan.
(Al-Qalam 1)

Maka Manusialah yang menjadi ………….
“P E N A” (PEnulis NAskah)nya
Sekalian……..
“P E N A” (PElakon NAskah)nya.
Dan juga………………
“P E N A” (PEnentu NAsib)nya sendiri.

Karena, tiada TUHAN melainkan ALLAH. (siapakah Allah..???)

Sesungguhnya telah Kami berikan hikmah (pemahaman) kepada Luqman : Berterima kasihlah kepada Allah, barang siapa yang berterima kasih (kepadaNya), maka sesungguhnya ia berterima kasih untuk dirinya sendiri. Barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.
(L u q m a n 12)
Apakah persangkaan orang2 yang mengadakan dusta terhadap Allah (dirinya sendiri) pada hari kiamat ? Sungguh Allah mempunyai karunia untuk manusia, tetapi kebanyakan mereka tiada berterima kasih.
( Y u n u s 60)

Tiada TUHAN melainkan ALLAH
Sama dengan……………………..
Tiada yang DILUAR (dipertuhankan) melainkan yang DIDALAM (untuk mengabdi).

Bagi yang terbuka hatinya dan memahami, Kami ucapkan selamat memiliki “P E N A” (PEgangan sempurNA)
Bagi yang belum mengerti……….tentu masih perlu…….
“P E N A” (PEtunjuk dan NAsihat).
Bagi yang tak perduli…………pasti ia akan jadi……..
“P E N A” (PEnasaran NAntinya).

Salam….
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ T A U B A T “ (TAnpa Usaha, BATal)

Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran dari pada Tuhanmu. Barang siapa yang mendapat petunjuk,... hanya ia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri. Barang siapa yang sesat, hanya ia sesat atas dirinya sendiri dan aku bukanlah menjadi wakil terhadapmu.
(H u d 108)
Kalau kamu tinggalkan dosa2 (kesalahan) besar yang dilarang kamu memperbuatnya, niscaya Kami ampuni kesalahanmu yang kecil2 dan Kami masukkan kamu kedalam tempat yang mulia. (An-nisa’ 31)
Apa tidakkah mereka taubat kepada Allah dan meminta ampun kepadaNya? Allah Pengampun lagi Penyayang. (Al- maidah 74).

Taubat adalah suatu perbuatan untuk memperbaiki atau rehabilitasi diri sendiri, dari kesalahan2 yang telah dilakukan, disebabkan mengikut dan meyakini sesuatu yang belum difahami, sebelum datang kepadanya ilmu pengetahuan yang benar.
Sesungguhnya taubat itupun butuh pengetahuan, seseorang yang akan bertaubat harus lebih dahulu mengetahui, apakah kesalahan dirinya dan kepada siapa pula ia bersalah, lalu bagaimana cara taubatnya…….
Jika kesalahan terhadap manusia tentu saja dengan berdamai, meminta maaf dan mengganti kerugian bila itu ada yang dirugikan, dan berjanji tidak lagi mengulangi kesalahan itu, kiranya selesailah masalah bila tak ada lagi tuntut menuntut diantara mereka.
Tetapi …..bila seseorang itu bersalah kepada Tuhannya dan dirinya sendiri haruslah ia mengetahui apa yang dilakukannya sehingga ia bersalah…..
Dan dari manakah ia mengetahui bahwa ia bersalah kepada Tuhan..?
Apakah Tuhan memberi tahukan kesalahan itu kepadanya……...?
Apa yang diusahakan manusia itu untuk bertaubat..?

Seorang manusia tidak akan mengetahui kesalahan dirinya terhadap Tuhan, apabila manusia itu tidak pernah membaca peraturan Tuhan dalam Qur’an, apa-apa yang dlarang dan apa-apa yang diperintahkan, karena telah berabad-abad lamanya tertutup oleh peraturan agama.
Jika manusia bersalah karena melanggar aturan agamanya, siapakah yang akan menghukum……….?
Muhammad kah ?,……Yesus kah ?.....Sidharta Gaotama kah ?
...... ustad, ulama, pendeta atau biksu…?
Ketahuilah ! bahwasanya jika manusia bersalah karena melanggar peraturan Tuhan, maka Allah tiada menganiaya manusia sedikitpun, tapi manusia itu sendiri yang menganiaya dirinya dengan segala macam penyakit yang menyiksa dan malapetaka yang menimpa pada dirinya hingga musnah, atau alam semesta yang akan menghukum manusia itu, dengan segala bentuk bencana, banjir, gempa, tsunami, topan, badai, longsor, gunung meletus dan sebagainya, yang membuat duka-cita.
Demikian itu bukanlah ujian tetapi hukuman , karena sudah melampaui batas kemampuan manusia……
Allah tidak akan menguji hamba2Nya melainkan sebatas kemampuan manusia itu sendiri.

Mereka mengabdi selain dari pada Allah (yaitu muhammad dan Yesus), suatu yang tiada melarat dan tiada pula bermanfaat kepada mereka, dan mereka berkata : Mereka ini memberi syafaat (amnesti) kepada kami disisi Allah.
Katakanlah : Patutkah kamu katakan terhadap Allah sesuatu yang tiada diketahuiNya dilangit dan tiada pula dibumi ? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa-apa yang mereka persekutukan itu (Allah dengan Muhammad).
(Y u n u s 18)
Mereka bersumpah dengan Allah tentang apa yang dikatakannya. Sesungguhnya mereka mengatakan perkataan ingkar (kebohongan) dan menjadi ingkar sesudah mereka diselamatkan ; dan mereka bercita-cita dengan sesuatu yang tak dapat mereka capai. Mereka tiada mengingkari selain Allah dan RasulNya (dalam diri) yang mengayakan mereka dengan karuniaNya. Jika mereka taubat, itulah lebih baik bagi mereka, tetapi jika mereka berpaling (tak mau taubat), niscaya Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih didunia (luar diri) dan akhirat (dalam diri), dan tidak ada bagi mereka dibumi wali (pemimpin) dan tiada pula penolong.
(At- taubah 74)
Tiadakah mereka berjalan dimuka bumi, lalu memperhatikan bagaimana akibatnya orang-orang yang sebelum mereka? Allah telah membinasakan mereka ; dan untuk orang-orang yang ingkar (kepada Qur’an) seperti itu pula (akan binasa juga). (Muhammad 10)
Tiadakah mereka ketahui, berapa banyaknya umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka ? Kami senangkan mereka dibumi dengan kesenangan yang belum pernah Kami berikan kepadamu (hai pembaca) dan kami turunkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami adakan air sungai mengalir dibawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka, karena dosa (kesalahan) mereka sendiri dan Kami jadikan sesudah mereka itu umat yang lain. (Al-an’am 6)
Jika Allah menghendaki, niscaya dimusnahkanNya kamu, hai manusia, dan digantikanNya dengan kaum yang lain (re-generasi). Allah Mahakuasa atas demikian itu.
(An- n i s a ’ 133)

Hanya taubat yang diterima Allah, ialah taubat mereka yang memperbuat kesalahan karena kejahilan (tiada pengetahuan=belum mengtahui isi qur’an), kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka Allah menerima taubat mereka itu. Dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana.
Tiadalah diterima taubat mereka yang berbuat kesalahan, sehingga apabila seseorang diantara mereka hampir mati, ia berkata : Saya bertaubat sekarang ; tiada diterima taubat orang-orang mati, karena mereka orang-orang ingkar (kafir). Untuk mereka itu kami sediakan azab yang pedih.
(An-nisa’ 17-18)
Sesungguhnya Allah tiada mengampuni, jika Dia dipersekutukan dengan lainNya dan Dia akan mengampuni yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sesungguhnya ia telah memperbuat dosa (kesalahan) yang besar. (An-nisa’ 48)
Akan Kami tumpahkan ketakutan kedalam hati orang2 ingkar (kafir), karena mereka mempersekutukan Allah dengan (Muhammad) sesuatu yang tiada diturunkan Allah keterangan kepadanya (tidak ada dalam qur’an); dan tempat mereka, ialah neraka dan itulah sejahat-jahat tempat bagi orang2 yang aniaya. (Ali Imran 151)
Kecuali orang2 yang telah taubat dan memperbaiki perbuatannya, serta berpegang teguh kepada Allah (Al-qur’an) dan mengikhlaskan agamanya kepada Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang2 beriman. Nanti Allah akan memberi orang2 beriman itu balasan yang besar.
(An-nisa’ 146)
Dan orang2, apabila mereka berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, mereka ingat akan Allah, lalu meminta ampun atas dosa (kesalahan)nya itu. Dan tiadalah yang mengampuni dosa, kecuali Allah (diri sendiri). Mereka itu tiada berkekalan atas perbuatannya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali Imran 135)
Sama saja bagi mereka, baik engkau mintakan ampun untuk mereka, atau tiada engkau mintakan ampun, niscaya Allah tiada akan mengampuni mereka. Sungguh Allah tiada menunjuki kaum yang fasik (durhaka). ( Al- munafiqun 6)

Betapa beratnya taubat itu bagi orang2 yang mencintai dunia (luar diri), karena ” T A U B A T ’ (TAkut UBah ATuran), yaitu ; meninggalkan aturan agama yang dibuat oleh manusia dan kembali ke dalam aturan Al-qur’an yang dibuat oleh Allah, sebagaimana manusia diperintahkan untuk berhijrah (pindah) kedalam Allah dan menikhlaskan agama kepadaNya.

Sesungguhnya Kami turunkan kitab (pelajaran) kepada engkau (hai pembaca) dengan sebenarnya, maka mengabdilah kepada Allah (dirimu sendiri), serta mengikhlaskan agama kepadaNya. (Az-zumar 2)
Orang2 hijrah (pindah) kedalam Allah (qur’an), sesudah mereka teraniaya (sebelumnya dalam agama), sesungguhnya Kami tempatkan mereka di negeri yang baik (tanpa bencana), sesungguhnya balasan akhirat (dalam diri) lebih besar, jika mereka mengetahui. (An - n a h l 41)
Namun.........................
Tiada berguna nasehatku kepadamu, jika aku hendak memberi nasehat kepadamu, jika Allah hendak menyesatkan kamu. Dia Tuhanmu dan
kepadaNya kamu dikembalikan. (H u d 34)
Karena Allah telah berfirman.........................
Kebanyakan manusia bukan orang2 beriman (percaya), meskipun engkau harapkan.
Engkau tiada minta upah kepada mereka atasnya (penyampaian qur’an). Ia tidak lain, hanyalah peringatan bagi seluruh alam.
Berapa banyaknya ayat2 (tanda2) dilangit dan dibumi, sedang mereka melngabaikannya, bahkan mereka berpaling dari padanya.
Kebanyakan mereka tiada beriman (percaya) kepada Allah, malahan mereka mempersekutukanNya (dengan Muhammad dan dengan Yesus).
Adakah mereka aman, jika datang kepada mereka bahaya, yaitu siksaan Allah, atau hari kiamat dengan tiba2, sedang mereka tiada sadar.
(Y u s u f 103 s/d 107)
Tidakkah engkau perhatikan orang2 yang menukar nikmat Allah (qur’an) dengan kekafiran (hadist) dan mereka menempatkan kaumnya dalam kampung kebinasaan (kuburan)? .
(Ibrahim 28)

Salam....
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ F I R M A N “ (FIkiran Ruh MANusia)

Engkau belum pernah membaca kitab sebelumnya dan tidak pernah pula menulisnya dengan tangan kanan engkau, tentu menjadi r...agu bagi orang-orang yang suka kepalsuan.
Bahkan ia (Qur’an) beberapa tanda yang terang dalam dada orang-orang berpengetahuan. Dan tiadalah yang menyangkal ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang yang aniaya.
(Al-ankabut 48 – 49)
Tetapi mereka mendustakan barang yang belum mereka ketahui dengan ilmunya dan belum datang kepada mereka takwil (pengertian)nya. Seperti itulah orang-orang sebelum mereka (orang2 dahulu) mendustakan pula, sebab itu perhatikanlah akibat orang-orang yang aniaya (terubur dan musnah).
Diantara mereka ada yang percaya kepadanya (Qur’an) dan setengahnya ada yang tiada percaya kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang membuat bencana.
(Yunus 39 – 40)

Al-qur’an adalah suatu ”RUH” (Rahasia Untuk Hidup) yang menghidupkan manusia, dengan mempelajarinya maka manusia akan mengenal diri dan Tuhannya.
Manusia dilahirkan dalam keadaan ”MATI” (MAsih TIdur) terkubur dalam pembungkus yang disebut : JASAD atau RAGA yang didalamnya secara perlahan akan tumbuh dan berkembang menurut usianya, itulah : FIKIRAN, HATI, AKAL dan NAFSU. Kemudian, ketika manusia itu menjelang tua maka perlahan2 mulai menurun (layu) pula sang FIKIRAN, HATI, AKAL, NAFSU juga JASADnya.
Keriput dan membongkok akhirnya musnah, disebabkan ketiadaan RUH yang menghidupkan JIWA dan RAGAnya.
FIKIRAN manusia hanya dibatasi oleh sekedar apa yang diketahuinya dan dikendalikan oleh NAFSU, sedangkan AKAL belum bekerja untuk menyeimbangkan sesuatu yang baik dan buruk yang haq (asli) dengan yang batil (palsu), HATIpun dalam gelap gulita (zhalim).
Al-qur’an adalah fikiran ruh manusia yang Maha luas serta Maha tinggi dan universal, itulah cahaya penerang bagi hati dan energi bagi tegaknya akal.
Dengan FIRMAN, manusia itu akan hidup..... selain dari firman Allah semua akan membuat manusia itu musnah binasa, jika diturut ajaran orang yang telah musnah, maka yang meyakininya akan musnah pula. Jika diturut ajaran Allah yang maha hidup maka yang meyakininya akan hidup abadi pula bersama Allah.

Mengapa agama menawarkan kematian......? sedangkan Al-qur’an menawarkan hidup abadi, tidakkah manusia itu memikirkan....???
Jika Qur’an tidak diteliti, maka tak adalah pengetahuan tentang itu.

Demikianlah Kami wahyukan kepada engkau (hai pembaca) suatu ruh dari perintah Kami. Engkau belum tahu, apakah kitab dan apakah iman..??? Tapi Kami jadikan dia (qur’an) jadi cahaya penerang, Kami tunjuki dengan dia, siapa yang Kami kehendaki diantara hamba2 Kami. Sesungguhnya engkau ditunjuki kejalan yang lurus. (Asy-syura 52)

Allah telah memperingatkan manusia :
Hai orang2 yang beriman (percaya), jika kamu ikut segolongan ahli kitab (ulama, pendeta), niscaya mereka mengembalikan kamu menjadi ingkar (kafir) setelah kamu percaya (kepada mereka).
Bagaimanakah kamu ingkar, padahal dibacakan kepadamu ayat2 Allah (qur’an) dan padamu ada rasulNya (dalam diri)? Barang siapa yang berpegang pada Allah (qur’an), sesungguhnya ia telah mendapat petunjuk kejalan yang lurus.
Hai orang2 yang beriman (percaya), takutlah kamu kepada Allah sebenar-benarnya takut dan janganlah kamu mati, melainkan kamu semua orang yang selamat. (Ali-Imran 100 s/d 102)
Sesungguhnya kamu telah bercita-cita hendak mati sebelum menemuiNya (Allah), sesungguhnya kamu sudah melihatNya, sedang kamu memperhati kanNya. (Ali-Imran 143)

Berilah peringatan manusia pada hari yang akan datang kepada mereka siksaan, lalu berkata orang2 aniaya : Ya Tuhan kami ! beri tangguhlah (tempoh) kami hingga masa yang dekat, supaya kami perkenankan seruan (firman) Engkau dan kami ikut para utusan.
Apa tiadakah kamu telah bersumpah dahulu (dalam kandungan), bahwa kamu tidak akan musnah..? (Ibrahim 44)

Bagaimana manusia mengetahui kalau mereka pernah bersumpah ketika masih didalam kendungan, jika tidak pernah memahami Al-qur’an dengan seutuhnya......???
sehingga manusia melupakan dirinya sendiri disebabkan kecintaannya kepada duniawi (diluar diri) semata-mata.

Salam....
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“MUTASYABIHAT” (Multi TAfsir Suatu YAng BImbangkan HATi)

MUTASYABIHAT artinya; kiasan atau perumpamaan sebagai percontohan yang dibuat Allah untuk petunjuk bagi... orang2 yang percaya. Agar dapat suri teladan dari tokoh2 cerita yang dibuat Allah dalam Qur’an, bukanlah ia sejarah yang telah terjadi, karena Qur’an tidak menjelaskan tanggal,hari dan tahun kejadian, melainkan Firman dari alam ruh (dalam diri sendiri) untuk menyelamatkan Raga manusia dalam perjalanan menuju pulang keasal, setelah diberi pelajaran dan pengalaman serta ujian di dunia ini.
Mati, adalah kegagalan, dan digantikan oleh keturunan berikutnya, jika keturunannya mengikut pola fikir pendahulunya yang gagal, tentu saja ia akan mengalami nasib dari akibat yang sama, begitulah seterusnya hingga hari kiamat, jika kamu cerdas dalam berfikir tentu kamu akan selamat, menuju keabadian “ SURGA” (SUaka Ruh dan raga). Karena waktu hanya tinggal sedikit lagi, semua akan masuk kemasa perhitungan.

Sesungguhnya telah Kami utus beberapa rasul sebelum engkau (dialam ruh/dalam diri engkau), diantaranya ada yang Kami kisahkan dan diantaranya ada pula yang tidak Kami kisahkan kepada engkau (seperti Idris, Ilyas, yahya, Zulkifli, Ilyasa’ termasuk Muhammad). Tak adalah bagi rasul bahwa ia mendatangkan satu ayat (tanda), melainkan dengan izin Allah. Maka apabila datang perintah Allah (membangkitkan rasul2 dalam diri manusia) lalu dihukumlah dengan keadilan dan disana merugilah orang2 yang menyangkal. (Al-Mukminun 78)
Kami kisahkan kepadamu sebaik-baik kisah dengan apa yang Kami wahyukan kepadamu Qur’an ini (hai pembaca). Sesungguhnya engkau sebelumnya termasuk orang yang lalai dari padanya (Qur’an). (Y u s u f 3)
Masing2 riwayat Kami kisahkan kepadamu diantara perkabaran rasul-rasul, supaya Kami tenteramkan hatimu dengan dia; dan telah datang kepadamu kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang2 yang percaya. (H u d 120)
Sesungguhnya dalam kisah mereka itu ada ibrah (pengajaran) bagi orang2 yang berakal. Bukanlah berita yang diada-adakan saja (khayalan), bahkan ia membenarkan yang dihadapannya (masa depan) dan menerangkan tiap2 sesuatu (tentang masa lalu dan masa depan), sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang percaya. (Y u s u f 111)
Sesungguhnya telah kami terangkan dalam Qur’an ini untuk manusia dengan bermacam-macam contoh (kiasan), tetapi kebanyakan manusia enggan, melainkan ingkar. (Bani Israil 89)
Sesungguhnya telah kami nyatakan dalam Qur’an ini bermacam-macam contoh (perumpamaan) untuk manusia, tetapi manusia itu amat banyak bantahannya. (Al-kahfi 54)
Dan sungguh ia menjadi petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang percaya. (An-naml 76 – 77)
Berkata rasul : ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan Qur’an ini. (AL-Furqan 30)

Hanya dua golongan saja dimuka bumi ini yang punya cerita rasul2, Kristen dan Islam (sebelumnya berasal dari Nasrani dan Yahudi), keduanya mengambil dasar cerita dari Al-qur’an lalu diciptakan mereka improvisasi dan dimenjadikannya sejarah. Padahal itu hanya kiasan (perumpamaan).
Sedangkan agama lain seperti Budha dan Hindu hanya kisah dewa-dewi.
Sejak dahulu kala dua golongan ini (Nasrani dan Yahudi yang bermetaformosis menjadi Kristen dan Islam) terus saja bersilang-selisih, saling mengatakan dirinya yang benar, dan orang2 yang tak berpengetahuan akan terpengaruh dengan keterangan mereka lalu berpindahlah agama-nya. Ada juga yang pindah agama Karena factor perkawinan atau factor ekonomi, namun bukanlah karena kebenaran agama-agama itu.
.
Inilah dua golongan yang berbantah-bantah tentang Tuhannya. Maka orang2 yang kafir, dipotongkan pakaian mereka dari api neraka dan dituangkan air yang sangat panas dari atas kepalanya. (Al-Hajji 19)

Kedua golongan ini juga yang membuat kibab2 oplosan yang menambah-nambahkan cerita kiasan rasul2 dengan segala versi dan multi tafsir. Bahkan masing2 kedua golongan inipun berpecah-belah pula didalamnya, karena berselisih pendapat tentang penafsiran-penafsiran itu.

Mereka berpecah-belah sesamanya tentang urusannya (penafsiran), menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan gembira dengan apa yang ada disisinya. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya hingga seke- tika.
(Al-Mukminun 53-54)
Tetapi mereka mendustakan barang yang belum mereka ketahui dengan ilmunya dan belum datang kepada mereka takwilnya (pemahaman). Seperti itulah orang2 sebelum mereka (yahudi dan nasrani) mendustakan pula, sebab itu perhatikanlah bagaimana akibat orang2 yang aniaya.
(Y u n u s 39)
Mereka menjual ayat2 Allah dengan uang yang sedikit (dengan mengarang kitab, ceramah, khotbah dan mendo’akan), lalu menghalangi jalan Allah (menutupi kebenaran isi Qur’an). Sesungguhnya amat jahat apa yang mereka kerjakan. (At-Taubah 9)
Hai orang2 yang beriman, sesungguhnya kebanyakan diantara pendeta dan alim ulama mereka itu, memakan harta manusia dengan jalan yang batil (memalsukan) dan mereka menhalangi orang dari jalan Allah (memutar balikkan isi kitab). Orang2 yang menyimpan emas dan perak (mengumpul harta benda) dan tiada membelanjakannya kejalan Allah (menuntut ilmu), hendaklah beri peringatan dengan siksa yang pedih.
(At-taubah 34)

Allah telah memperingatkan kedua golongan ini didalam Qur’an.
Kepada umat yang beragama khususnya islam,
Allah berkata : Janganlah kamu angkat dua Tuhan (menyekutukan Allah dengan Muhammad). Hanya Dia Tuhan yang Esa, sebab itu takutlah kepadaKu. (An – Naml 51)

Dan kepada umat yang beragama khususnya Kristiani, Allah berfirman :
Sesungguhnya telah kafirlah orang2 yang berkata : Sesungguhnya Allah Tuhan yang ketiga dari tiga (Isa, bunda Maria dan Bapa ). Padahal tak ada Tuhan, kecuali Tuhan yang Esa. Jika mereka tiada berhenti dari perkataan mereka itu, niscaya mereka yang kafir itu akan disiksa dengan siksaan yang pedih. (Al-Maidah 73)

Allah telah memperingatkan manusia agar kembali kejalan yang lurus, itulah Qur’an tanpa mengadopsi kitab2 lain dari produk agama bumi, dan Allah memerintahkan supaya mengikhlaskan agama kepadanya, dan bahwa rasul-rasul itu datang dari dalam dirimu sendiri.
Tidakkah kamu mengerti maksud perkataan Allah..???

Hendaklah kamu kembali kepadaNya (Allah/Qur’an) dan takutlah kepadaNya dan tetapkanlah hubungan (sholat) dan janganlah kamu termasuk orang2 yang musyrik.
Yaitu orang2 yang berpecah-belah dalam agamanya serta bergolong-golongan. Tiap-tiap golongan gembira dengan apa-apa yang ada disisinya. (Ar – Rum 31 – 32)
Maka luruskanlah wajah engkau kearah agama yang lurus (agama Allah/Qur’an), sebelum datang dari Allah hari yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka (yang beragama bumi) bercerai-berai. (Ar-Rum 43)

Bagi tiap-tiap ummat (person) ada seorang rasul, apabila datang (dibangkitkan) rasul dalam diri mereka, lalu dihukum antara mereka dengan keadilan, sedang mereka tiada teraniaya. (Yunus 47)
Sesungguhnya Qur’an ini menunjuki (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang percaya dan berbuat kebaikan ; sungguh untuk mereka itu balasan yang besar. (Bani Israil 9)
Katakanlah : Hanya kepada Allah aku mengabdi, serta mengikhlaskan agamku bagiNya.
Maka sembahlah olehmu (hai orang2 ingkar) apa-apa yang kamu kehen-daki, selain dari padaNya. Katakanlah : Sesungguhnya orang2 yang merugi ialah orang2 yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah ! itulah kerugian yang nyata. (Az-Zumar 11 s/d 15)

Maka kami jadikan yang demikian itu suatu pengajaran bagi orang-orang pada masa itu dan orang-orang yang kemudiannya dan jadi pengajaran bagi orang-orang yang taqwa. (Al-baqarah 66)
Orang-orang yang menerima petunjuk, Dia tambahkan kepada mereka petunjuk itu dan Dia berikan kepada mereka taqwa. (Muhammad 17)
Orang-orang yang ingkar dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itulah penghuni neraka, sedang mereka kekal didalamnya. (Al-baqarah 39)
Apabila mereka mendengar omong kosong (yang tidak ada dalam Al-qur’an), mereka berpaling dari padanya dan berkata : Amalan kami untuk kami, amalan kamu untuk kamu, kami tiada bergaul dengan orang-orang jahiliyah (tak berpengetahuan). (Al-qasas 55)

Mengapa Al-Qur’an dikatakan kitab suci umat islam....? padahal Allah tiada memanggil mereka......... hanya orang2 yang percaya (beriman) yang mendengar panggilan itu, sesungguhnya Qur’an itu ditujukan kepada segala manusia apapun agamanya, karena Qur’an menerangkan apa yang diperselisihkan (perdebatkan) dalam agama mereka itu.

Sesungguhnya Qur’an ini mengkisahkan kepada anak diperjalanan (bani israil) tentang kebanyakan yang mereka perselisihkan.
Hai segala manusia, sungguh telah datang kepadamu pengajaran dari Tuhanmu dan menyembuhkan apa yang dalam dada, lagi petunjuk dan rahmat bagi orang2 yang percaya. (Y u n u s 57)

Demikianlah Kami tuliskan ini untuk pencerahan bagi orang yang ingin tercerahkan agar mendapat kebenaran yang hakiki.

Jika Allah menghendaki, tiada kubacakan Qur’an kepadamu dan tiada pula aku lebih tahu tentang itu. Sesungguh nya aku telah hidup bersama kamu beberapa tahun sebelum turun Qur’an itu (sekarang ini adalah pengula-ngan yang kedua = terakhir). Apa tiadakah kamu memikirkan?
(Yunus 16)

Salam.....
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“MUHKAMMAT” (MUlti Hukum KAMpung selaMAT)

Jika kamu ingin pulang kekampung selamat (Darussalam), maka hukum-hukum kampung selamat itu harus kamu patuhi (laranga...n dan perintah), agar kamu tidak tersesat diperjalanan (dunia). Yang dilalaikan oleh agamamu. Allah telah menetapkan peraturan (sunnah)Nya yang tak dapat ditawar-tawar apalagi diubah (berganti-ganti). Sangat jelas dan terang tak perlu penafsiran, kecuali kamu ingin menyimpang dari perintah dan laranganNya, lalu membuat bermacam-macam alasan (bantahan).
Larangan dan perintah inilah yang disembunyikan oleh ahli2 kitab (ulama dan pendeta) dan menggatinya dengan hadist, fiqih (dalam islam) juga perjanjian baru (dalam Kristen). Kemudian mencampurkan yang haq (asli) dengan yang batil (palsu), Dan mereka mengarang cerita tentang rasul-rasul.

Hai orang2 ahli kitab, mengapakah kamu ingkari ayat2 Allah, sedangkan kamu menyaksikannya (membaca qur’an).
Hai orang2 ahli kitab, mengapakah kamu percampurkan yang haq dengan yang batil dan kamu sembunyikan yang haq (sebenarnya) itu, padahal kamu mengetahuinya.
(Ali Imran 70-71)
Hai ahli kitab (ulama, pendeta), sesungguhnya telah datang kepadamu seorang utusan Kami (dalam dirimu) yang menerangkan kepadamu kebanyakan yang kamu sembunyikan dari pada isi kitab serta memaafkan dari pada kebanyakan (kesalahan) yang lain. Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan.
Dengan kitab itu Allah menunjuki orang yang mengharapkan keredhaan-Nya kepada jalan selamat dan mengeluarkan mereka dari gelap gulita (fikiran) kedalam terang benderang dengan izinNya, serta menunjuki mereka kejalan yang lurus.
(Al-maidah 15-16)
Diantara mereka itu ada orang yang awam, tiada mengetahui kitab selain perkara yang bohong2 dan mereka tiada lain, hanya menduga-duga saja.
Maka celakalah bagi orang2 yang menulis kitab (oplosan) dengan tangan-nya, kemudian mereka berkata ; ini dari sisi Allah, supaya dapat mereka menjualnya dengan uang yang sedikit. Celakalah bagi mereka karena tulisan tangannya dan celakalah bagi mereka karena usahanya.
(Al-baqarah 78-79)
Hai orang2 beriman, jika kamu ikut segolongan orang ahli2 kitab (ulama, pendeta), niscaya mereka mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu percaya (kepada mereka). (Ali Imran 100)

Jika kamu mengetahui dan menyadarinya, sesungguhnya sangat banyak larangan Allah dalam Qur’an yang disembunyikan oleh ahli-ahli kitab (ulama, pendeta) terdahulu dan dikut oleh yang sekarang, boleh dikatakan 80% ayat2 yang terang (Muhkammat) tidak pernah dikeluarkan dalam ceramah atau khotbah, bahkan dalam buku2 pelajaran agama, hingga sa’at ini. Demikian juga apa-apa yang diperintahkan Allah. Mereka hanya memodifikasi cerita agar menarik bagi jema’ahnya sehingga banyak yang pesan untuk ceramah, dan terjuallah ayat2 Allah dengan uang yang sedikit, inilah yang menjadikan sumber rejeki bagi mereka.

Orang2 yang Kami datangkan kitab kepadanya, mereka kenal akan dia (kitab), sebagaimana mereka kenal akan anak2nya sendiri. Sesungguhnya segolongan mereka menyembunyikan kebenaran, sedang mereka mengetahuinya. (Al-Baqarah 146)
Sesungguhnya orang2 yang menyembunyikan apa-apa yang Kami turunkan, diantara beberapa keterangan dan petunjuk, setelah Kami terangkan kepada manusia dalam kitab, niscaya mereka itu dikutuki Allah dan dikutuki oleh orang2 yang mengutukinya. (Al-Baqarah 159)
Apabila dikatakan kepada mereka : Ikutlah apa-apa yang diturunkan Allah (dalam Qur’an), maka jawab mereka : Tetapi kami mengikut apa-apa yang kami peroleh dari bapak-bapak kami (agama warisan). Meskipun bapak-bapak mereka itu tiada memikirkan suatu apapun (hanya ikut2an) dan tiada pula mendapat petunjuk. (Al-Baqarah 170)
Sesungguhnya orang2 yang menyembunyikan kitab yang diturunkan Allah dan menjualnya dengan uang yang sedikit, maka tiadalah yang mereka makan masuk perutnya, melainkan api neraka dan Allah tiada bercakap-cakap dengan mereka pada hari kiamat dan tiada pula membersihkannya ; dan untuk mereka itu siksaan yang pedih.
Mereka itu orang2 yang membeli (menukar) kesesatan dengan petunjuk dan siksaan dengan ampunan. Alangkah mereka itu sabar masuk neraka !
Demikian itu, karena Allah telah menurunkan kitab dengan sebenarnya. Sesungguhnya orang2 yang bersalah-salahan tentang kitab itu adalah dalam perselisihan yang jauh.
(Al-Baqarah 174 s/d 176)

Demkianlah sedikit penjelasan tentang ayat MUHKAMMAT (hukum pasti), jika larangan dan perintah Allah belum kamu laksanakan, maka yang MUTASYABIHAT (kiasan) tidak akan dibukakan Allah kepadamu , melainkan dugaan saja seperti ahli2 kitab terdahulu, ingatlah ! dugaan itu tidak akan mendapat kebenaran sedikitpun.
Nanti akan Kami terangkan kepadamu semua, apa-apa yang dilarang Allah dalam Qur’an dan yang diperintahkanNya, yang selama ini disembunyikan oleh para pendahulu.

Bersambung pada penjelasan MUTASYABIHAT.

Salam……..
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ UMMUL KITAB “ (hukUM yang MULa2, KIasan TAfsirkan Belakangan)

Ummul Kitab artinya : Induk Pelajaran. Dalam Qur’an ada dua sisi ayat (tanda) yang harus dipela...jari, pertama adalah ayat2 MUHKAMMAT artinya
Hukum Pasti, yang berisikan larangan serta perintah dan halal haramnya sesuatu, sangat jelas dan terang ayat2Nya tak perlu ditafsirkan macam-macam. Inilah yang dijadikan pegangan bagi orang2 beriman.

Sungguh dalam (Qur’an) ini cukup untuk kaum yang beribadah (mengabdi). (Al-Anbiya’ 106)
Berarti kita tidak perlu kitab yang lain selain dari Qur’an.

Yang kedua adalah ayat2 MUTASYABIHAT artinya Percontohan (kiasan).
Yang berisikan contoh2 karakter dan sebab akibat dari Tokoh-tokoh yang tertera dalam ayat2Nya, seperti RAsul-rasul, Fir’aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Samud, kaum Luth dan kaum Nuh, untuk dijadikan pelajaran bagi orang2 yang beriman.
Berarti bukan sejarahnya yang dihafal, melainkan inti dari kisah2 mereka yang kita ambil, akibat yang dilakukan mereka akan sama jika kita turut sebab yang dilakukan mereka.

Simaklah ayat ini, apa yang dilakukan ahli2 kitab masa dahulu dan diturut oleh ulama2 hingga sekarang dan sampai nanti (hari kiamat).
Dia (Allah) yang menurunkan kitab kepada engkau (hai pembaca), diantaranya ada ayat2 yang muhkammat (terang maksudnya), semua itu adalah ibu kitab (induk pelajaran), dan yang lain mutasyabihat (tidak terang maksudnya). Adapun orang-orang yang miring hatinya (suka yang palsu) maka diikutnya apa-apa yang tidak terang maksudnya (mutasyabihat), karena menghendaki fitnah (debat) dan mencari2 takwil (maksud)nya dan tak ada yang mengetahui takwilnya, melainkan Allah; dan orang2 yang dalam ilmunya (ulama) berkata : kami percaya kepada yang mutasyabihat, semuanya dari sisi Tuhan kami.
Dan tiadalah yang menerima peringatan melainkan orang2 yang berakal (bukan yang dalam ilmunya). (Ali Imran 7)

Berdasarkan berita dari Allah ini, jika kita orang yang berakal tentu dapat mengerti maksud ayat tersebut diatas.
Apakah pertanyan Allah yang paling utama kepada manusia nanti..???
Pada hari kami kumpulkan segolongan dari tiap2 umat (beragama), dian-tara orang2 yang mendustakan ayat2 Kami, sedang mereka dikumpulkan.
Sehingga apabila mereka telah datang, Allah bertanya : Adakah kamu mendustakan ayat2Ku dan tiada kamu ketahui maksudnya, atau apakah yang telah kamu kerjakan (didunia) ? (An-Naml 83-84)

Kenapa itu yang paling utama dipertanyakan Allah……?
Karena hanya Qur’anlah yang diwajibkan untuk membacanya.
Aqimisshalat = tetapkan hubungan (tak ada kata wajib),
Kutiba alaikumussiyam = diajarkan kepadamu berpuasa (tidak ada kata wajib). Tetapi….
INNALLADZI FARAZA ‘ALAIKALQUR’ANA LARADDUKA ILA MA’ADIN. Sesungguhnya diwajibkan atas engkau membaca Qur’an untuk mengem-balikan engkau ketempat kembali. (Al-qashas 85)

Karena semua hukum dan peraturan ada didalam Qur’an, segala apapun amal (perbuatan) yang kamu lakukan, baik itu sholat, puasa dan amalan lain sebagainya telah diatur oleh Allah dalan Qur’an, tetapi kamu tidak mengkuti aturan Allah itu, bahkan kamu turut aturan dari luar Qur’an.
Jika kamu mengerti, sholat yang sesungguhnya adalah membaca Qur’an dengan bahasa yang kamu mengerti, dan membacanya didalam hati secara perlahan, demikianlah berhubungan dengan Allah, Dia berbicara dan mengajari kamu melalui Qur’an yang dibatasi oleh hatimu.(batin). itulah yang disebut sholat artinya berhubungan,.bukan teriak2 melantunkan Qur’an dalam bahasa arab dengan suara merdu plus tajwid……. Tak ada manfaatnya bagi kamu. Bahkan itu salah satu yang dilarang Allah.

Kami tiada mengajarkan sya’ir kepadanya (Qur’an), dan dan tiada layak pantun baginya, dia tidak lain adalah peringatan dan bacaan yang terang.
Supaya ia (Qur’an) memberi peringatan kepada orang2 yang hidup (bukan untuk orang mati), dan tetaplah kalimat bagi orang2 yang ingkar (siksaan).
(Y a s I n 69-70)
Sesungguhnya Kami jadikan ia (Qur’an) dalam bahasa arab, Mudah-mudahan kamu memikirkannya (bukan melantunkannya).
Sesungguhnya Qur’an (bacaan) itu, dalam ummul kitab (induk pelajaran) disisi Kami, adalah mahatinggi lagi berisi hikmah. (Az-zukhruf 3 – 4)
Hanya Kami memudahkannya (Qur’an) dengan bahasa engkau (terjemahan), supaya engkau beri kabar gembira orang yang taqwa dan engkau beri peringatan kaum yang pembantah. (Maryam 97)
Sesungguhnya telah kami mudahkan Qur’an untuk jadi pengajaran. Adakah orang mengambil pengajaran (dari Qur’an)? (Al-qamar 17)

Jika kamu lantunkan dengan suara merdu sebuah peringatan kepada anak2 kamu…….. apakah mereka takut…bahkan mereka tertawa? Dikira kamu bercanda……Fikirkanlah olehmu, apakah Allah bercanda dengan Qur’anNya…….?
Peringatan dikeluarkan secara tegas dengan nada keras, bukan dengan nyanyian, agar yang diperingati tersentak dan sadar. Begitulah Allah memperingati manusia dari dalam dirinya sendiri , dalam bentuk bencana, penyakit, kecelakaan dan jika peringatan terakhir kamu langgar, hukuman matilah yang kamu terima, tinggallah kamu diperkampungan orang2 ingkar (kuburan). Tak ada lagi harapan untuk kembali ke kampung selamat, tempat asal-usulmu datang ke bumi dahulu.

Kemudian kami pusakakan kitab itu untuk orang-orang yang kami pilih diantara hamba-hamba kami. Diantara mereka ada yang aniaya kepada dirinya (tidak menurut isi kitab) diantaranya ada yang sederhana (sekedar pengetahuannya) dan diantaranya ada yang maju (sukses) berbuat kebaikan dengan izin Allah. Itulah karunia yang besar. (Fathir 32)

Bersambung pada penjelasan ayat MUHKAMMAT.

Salam…
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ S T A T U S “ (STAndar TUlisan Saya)

Status yang ditulis oleh ISA (Ismu Sultan Alamsyah), bagi orang2 yang mengingkari Qur’an, menjadi penderitaan, karena…… ...ada yang marah, geram, emosi dan langsung memvonis bahwa status yang mengajarkan kesesatan, ada yang mengatakan ini pelajaran dari Dajjal, karena foto profilnya mata satu……….
sesungguhnya patut dikasihani orang2 yang berfikiran sempit.
Tidak mau berfikir positif dan akalnyapun terkebawah hingga terpijak oleh kakinya sendiri. Mereka sangat takut disesatkan padahal mereka dalam kesesatan, keadaan fikirannya gelap gulita sehingga mereka tidak dapat melihat petunjuk dalam terang, mana yang hak (asli) dan mana yang batil (palsu) karena bagi mereka terang itu sangat menyilaukan.
Mereka sangat memuliakan Al-qur’an, jika ada yang menghinanya mereka sangat marah, tetapi mereka tiada sadar bahwa mereka sendiri yang setiap sa’at melecehkan Qur’an dengan melantunkannya, dan mereka mengatakan sesuatu yang tiada diperbuatnya.

ISA tidak merespon dengan amarah, tidak terpancing dengan provokasi, dengan upat caci, kutukan dan segala macam vonis, karena ia tahu bahwa itu bukan keluar dari dirinya, dan semua itu tidak sedikitpun akan menyentuh dirinya, tetapi akan kembali kepada orang yang mengeluarkan perkataan itu. Karena ISA adalah cermin, ada didalam tubuhku dan didalam tubuh kamu semua, sebagai Ruhul Quddus (ruh suci) yang menjadi Firman dari kalimat Allah.

Sesungguhnya satatus ISA adalah standar Al-qur’an, dengan pemahaman yang logika bukan menduga-duga, dibekali petunjuk dan dalil serta kitab yang menerangkan. ISA menyampaikan kebenaran tanpa tujuan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan untuk kepentingan umat manusia yang berada dalam kegelapan (zulumat), dan Ia tiada berharap akan kehidupan dunia, melainkan kehidupan akhirat, maka tak perlu upah bagi ISA, upahnya cukup dari Allah Tuhan semesta alam.
Bagi orang2 yang percaya kepada Allah dan firmanNya , tentu saja menjadi sebuah kegembiraan karena datangnya cahaya penerang, fikiran tercerahkan, dan wawasanpun bertambah. Tiada pula takut akan disesatkan, karena jelas dan terang akan kebenaran itu.
Orang2 yang mengaku dirinya Islam belum tentu ia beriman (percaya) kepada Qur’an, bahkan ia lebih percaya kepada yang batil (palsu) hadist dan fiqih .
Orang2 yang beriman sudah pasti dirinya Islam (selamat), sebab ia hanya beriman kepada Allah dan firmanNya (Qur’an), tidak mengikut yang batil (palsu),karena hanya Allah yang dapat memberi pertolongan pada hari kiamat, bukan jemaah dan bukan pula Muhammad atau yesus.
Patutkah kamu katakan bahwa kamu beriman (percaya) kepada Allah, sedangkan firmannya dalam Qur’an kamu ingkari bahkan kamu ambil selain dari Qur’an menjadi ikutanmu……..?
Demikian itulah yang disebut orang munafik (hanya kepura2an)
Patutkah kamu katakan Allah itu Esa, sedangkan Allah kamu persekutukan dengan Muhammad, dan kamu bersekutu (berserikat, berjamaah) pula sesama kaummu untuk menyembahNya……………?
Demikian itulah yang disebut orang musyrik (bersekutu dan memperseku-tukan).
Patutkah kamu membantah ayat2 Allah, padahal Dia yang menjadikan kamu dan memberimu rezeki……………?
Demikian itulah yang disebut orang Fasiq (durhaka).

Sesungguhnya (Qur’an) ini jalanKu yang lurus, sebab itu kamu turutlah jalanKu itu dan janganlah kamu turut jalan2 yang lain (selain dari qur’an), nanti berpecah belah kamu pada jalannya (ber-golong2an). Demikianlah Allah berwasiat kepadamu, mudah2an kamu berserah diri. (Al-An’am 153)
Jika engkau turut kebanyakan orang2 yang dibumi (orang2 beragama), niscaya mereka itu menyesatkan engkau dari jalan Allah (Qur’an) mereka tiadalah mengikut, selain dugaan saja (tentang Allah dan RasulNya) dan mereka tiada lain, hanya me-nebak2 saja.
Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang2 yang sesat dari pada jalanNya, dan Dia lebih mengetahui orang2 yang mendapat petunjuk.
(Al-An’am 116 - 117)
Orang2 yang percaya dan tiada mempercampurkan keimanannya (qur’an) dengan keaniayaan (selain qur’an), untuk mereka keamanan, sedang mereka itu mendapat petunjuk. (Al-An’am 82)

Demikianlah …………..
“STATUS” (STAndar TUlisan Saya)
“STATUS” (Segalanya Tentang Allah TUhan Semesta)
“STATUS” (Sumber Tulisan dari Al-qur’an Tunjuki Umat Sekalian)
“STATUS” (Semua kiTA diuTUS)
“STATUS” (Supaya TA’ati TUntunan Spiritual)
“STATUS” (Sekalipun Tetap Ada TUduhan Sesat)
“STATUS” (Siapa TAkut TUlis Saja)
“STATUS” (Selagi Tuhan Arahkan Tujuan Untuk Selamat)
“STATUS” (Senantiasa TAkdir Tetap lurUS)
“STATUS” (Sebab peliTA Terang terUS)
Tetapi…………………….
“STATUS” (Siapa buTA Takkan lulUS)
“STATUS” (Sudah Tentu Amalan Tak tulUS)
“STATUS” (Selalu minTA Tahta yang bagUS)
“STATUS” (Semakin harTA Tumbuh beratUS)
“STATUS” (Semangat TAbi’at Tumpukkan fulUS)
“STATUS” (Sehingga TAubat Tak tertebUS)
“STATUS” (Sonder Tanya Tetapkan kasUS)
“STATUS” (Serta merTA Takbir terputUS)
“STATUS” (Selamat Tinggal diakhirAT mampUS)

Salam……
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ P U A S A “ (PUlihkan Aneka raSA)

Mengistirahatkan segala komponen didalam tubuh, perangkat keras (hard ware) dan perangkat lunak (soft ware) sangatlah penti...ng, setelah sebelas bulan bekerja tiada hentinya.
Perangkat keras adalah : Gigi, harus berhenti menggilas, perut harus berhenti menggiling, usus, harus berhenti memproses, anus harus berhenti mengedan, agar kesemuanya pulih dari rasa lelah sekaligus memperbaiki setiap kerusakan pada komponen itu, sehingga tidak menimbulkan penyakit yang membahayakan bagi diri manusia yang membuatnya masuk kubur. Begitulah Allah mengajari manusia untuk menjaga dirinya.
Perangkat lunak adalah : “LIDAH” (LIur dan luDAH), harus berhenti bekerja untuk mendeteksi rasa : asin, asam, manis, pahit, pedas dan kelat. Dsn juga : “KELAMIN” (KELuarkan Air Mani saat INtim), harus dihentikan nafsu birahi, untuk mengisi ulang dan memperbaiki saraf dan sel telur. Bagi pemula (sebagai latihan) hanya bolah bersetubuh malam saja, tetapi bagi yang sudah kuat menahan diri ditingkatkan hingga sebulan penuh. Begituh kebijaksanaan Allah mengajari manusia dengan sifat pengasih dan penyayang.
Dalam sebulan penuh (30 hari) ketika organ tubuh beristirahat, apa yang harus dilakukan..?

Hai orang2 yang percaya, makanlah mana yang baik diantara rejeki yang Kami berikan kepadamu dan berterima kasihlah kepada Allah, jika kamu hanya mengabdi kepadaNya. (Al-Baqarah 172)
Hai orang2 yang percaya, diajarkan kepada kamu berpuasa (merobah pola makan), sebagaimana telah diajarkan atas orang2 sebelum kamu ; mudah2an kamu berserah diri. (Al-Baqarah183)
Dan diantara tanda-tandaNya, bahwa engkau lihat bumi ini kering (mati), apabila Kami turunkan air kepadanya, lalu bergerak (tumbuh2annya) dan bertambah tinggi. Sesungguhnya (air) yang menghidupkan bumi itu, ialah (air) yang menghidupkan juga orang2 mati (hatinya). Sungguh Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Sesungguhnya orang yang menyangkal ayat-ayat Kami, mereka tiada tersembunyi atas Kami. Manakah yang terlebih baik, orang yang dijatuhkan kedalam neraka (kejahatan) atau orang2 yang datang dengan aman pada hari kiamat ? kerjakanlah (puasa) olehmu seperti apa yang kamu kehendaki, sesungguhnya Dia (dirimu sendiri) Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
(As- Sajdah 39-40)
Apabila Kami berikan nikmat (air) kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan dirinya (mengingkari ajaran Allah), tetapi apabila ia ditimpa kejahatan (penyakit dalam tubuh karena makanan) ia berdo’a (kepada Allah juga) dengan do’a yang panjang lebar (meminta kesembuhan).
(As-sajdah 51)

Maka minumlah air tawar yang bening sebanyak banyaknya diwaktu siang ketika BULAN RAMADHAN (bulan yang sangat panas atau kemarau), dan lupakan yang lain, ketika sudah malam (gelap) udarapun dingin kembali, maka makanlah buah2an untuk menyejukkan perut. Dan makanlah yang lain sekedarnya dengan makanan tanpa garam. Karena garamlah yang dominan berada dalam darah manusia, dan menjadi sumber penyakit.
Dengan air itulah isi dalam manusia termasuk darah akan dicucinya dan, dibersihkan segala kotoran sehingga hati kamu hidup, tidak lagi tertutup oleh uap makanan yang selalu minta diisi tiga sampai empat kali dalam satu hari.
Sahur artinya dini hari, tidak ada dalam qur’an harus makan sahur (makan dini hari), dan tidak ada pula sholat terawih , itulah amalan orang yang berlebih2an, tetapi yang diharuskan adalah membaca Qur’an dengan bahasa yang kamu mengerti (bahasamu sendiri),
Dan tidak melantunkannya, bacalah secara perlahan dalam hatimu, dan jibril akan mengajari apa-apa yang tidak kamu ketahui, sehingga kamu mengerti makna dan maksud ayat2Nya, karena dalam puasa ketika kamu membersihkan diri, disitulah Qur’an diturunkan kedalam hatimu hingga kamu memahami maksud ayat2 Allah itu.
Bersih perutmu, bersih hatimu dan bersih fikiranmu, maka mudahlah kamu memahami Qur’an. Bagaimana ulama atau ustad dapat memahami isi Qur’an, sementara perutnya pun sangat kotor (sama juga dengan puasa orang awam), buka puasa makannya seperti hewan2 makan. Bermacam2 jenis makanan yang membangkitkan selera, bahkan lebih dari itu, hewan saja ada yang makan satu hanya macam dari jenis tumbuh2an…… inilah yang dikatakan mereka setelah berbuka :
“PUASA” (PUASlah Aku)…………..lega deh sudah lepas penderitaan karena menahan haus dan lapar. Bagaimana tidak menderita, takut tergoda warung makanan tidak boleh buka saat bulan ramadhan, karena mereka tak sanggup menahan godaan, padahal itu bagian dari ujian, jika memang tulus ikhlas melaksanakan puasa itu, tak ada urusannya dengan orang lain memakan makanan didepan kita.
Tak ada yang membatalkan puasa, kecuali kamu masukkan kedalam mulutmu sehingga melalui kerongkongan dan sampai keperut sesuatu yang berwarna, berasa dan dan berbau.
Setelah selesai melaksanakan puasa selama satu bulan, maka pulihlah segala komponen didalam tubuh kamu, dan semakin peka terhadap rasa, dengan itu nikmatpun bertambah pula.
Kemudian lanjutkan dengan WAATZZAKAH (nenjaga kebersihan), tak lagi perlu kamu tunggu sebelas bulan kemudian, tapi kamu dapat melaksana-kan puasa itu dua hari dalam seminggu, jum’at dan sabtu, dan nanti kamu akan menikmatinya karena tubuhmu tetap bersih tanpa penyakit.

Air adalah sumber kehidupan makhluk, yang hanya ada dibumi ini, dan setiap makhluk diciptakan dari air. Lalu mengapa manusia itu mengingkari dirinya sendiri, lebih memilih memperbanyak makanan dari pada air bersih didalam tubuhnya, padahal dokterpun menganjurkan air 80% harus ada didalam tubuh manusia, jika darah yang lebih banyak dalam tubuhnya, maka bencanalah buat manusia itu.

Dia yang menjadikan manusia dari air, lalu diadakanNya pertalian darah dan semenda antara manusia itu adalah Tuhanmu Maha kuasa.
(Al-Furqan 54)
Tiadakan orang2 kafir (ingkar) mengetahui, bahwa langit dan bumi adalah keduanya bertautan (air dan tanah), lalu Kami belahkan keduanya ? Kami jadikan tiap-tiap sesuatu yang hidup dari air. Tiadakah mereka percaya ? (Al-Anbiya’ 30)

Nah ! Kami telah menyampaikan dengan terang tanpa kamu mengeluarkan biaya sepeserpun sampai ke Kairo untuk belajar tentang dirimu sendiri, hanya saja maukah kamu menjalankan apa-apa yang diajarkan oleh Allah………….?
Atau kamu lebih percaya pada ajaran orang arab, jika demikian maka orang arablah yang menjadi Tuhanmu…….dan lupakan Allah, mudah2an orang2 arab akan menyelamatkan kamu semua dari siksa Allah (dirimu sendiri)

Tiadakah engkau ketahui orang2 yang membersihkan dirinya? Bahkan Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya, sedang mereka tiada teraniaya sedikitpun. (An-Nisa’ 49)

Selamat menjalankan ”PUASA” (PUra2 Atau Sungguh2 Amalannya) terpaksa atau ikhlas kamu semdiri yang mengetahuinya, serta menerima akibatnya.

Salam…….
Ismu Sultam Alamsyah..

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ N A S K A H “ (NASib dari langKAH)

Yang menentukan nasib manusia itu adalah langkahnya, kemana saja ia melangkah untuk menggapai tujuan, dan bekas langkah si...apa yang ia telusuri untuk mengikuti jejak, apakah tokoh idolanya atau orang2 sebelumnya, sudah tentu ia akan bernasib sama seperti orang yang dicontohnya. Karena yang diikut bukanlah langkah kaki melainkan pola fikir dan keyakinan.

Al-qur’an adalah “NASKAH” (NASehat dan KAidah Hidup), yang merumuskan tiga contoh pilihan untuk diperankan.

1.FIR’AUN artinya PENGUASA. Yang memiliki kekuasaan besar dan luas, membuat segala hukum dan menghukum siapa yang dikehendakinya dan memerdekakan siapa yang dikehendakinya, seolah-olah dialah “TUHAN” yang menentukan hidup manusia yang berada diwilayah kekuasaannya.
Hal ini telah terjadi di setiap belahan bumi, sejak dahulu hingga nanti sampai dunia kiamat, itulah batas waktu sebagai tempoh (tenggang waktu) yang diberikan.

2.QARUN artinya PENGUSAHA. Yang memiliki harta benda yang banyak, perusahaan yang banyak serta pekerja (budak) yang banyak, mengabdi kepadanya dengan peraturan yang dibuatnya, seolah-olah dialah “TUAN” pemilik tanah dan usaha yang dapat membayar atau memecat siapa yang dikehendakinya bagi orang2 yang berada dalam ruang lingkup perusahaannya.
Inilah peran yang sangat disukai manusia sejak dahulu hingga kini dan nanti.

3.RASUL artinya UTUSAN. Yang memiliki hati mulia dan tulus ikhlas serta ilmu yang banyak tentang KETUHANAN. Dialah HAMBA yang hanya mengabdi dan berserah diri kepada TUHAN SEMESTA ALAM untuk menyampaikan risalah Tuhannya kepada manusia, tidak meminta upah, tidak menghakimi dan tidak pula menghukum, hanya memberi peringatan dan petunjuk.
Sejak dahulu hingga saat ini, hanya sedikit manusia yang memilih peran ini.

Sesungguhnya ketiga tokoh tersebut, tanpa disadari sedang diperankan manusia didalam kehidupannya saat ini, mereka menduga Qur’an itu menceritakan sejarah masa lalu, padahal menceritakan diri mereka saat ini, orang2 sebelumnya dan orang2 yang berikutnya (re-generasi) yang masih mencontoh pola fikir orang2 dahulu sebelum mereka.
Ada yang menjadi FIR’AUN (skala besar) dalam Negara yang memaksakan kehendaknya kepada rakyat, ada FIR’AUN (skala kecil) dalam rumah tangga, yang memaksakan kehendak kepada anak isterinya harus patuh dengan aturan yang dibuatnya, bukan patuh kepada aturan Tuhan semesta alam.
Dan akhir dari nasib FIR’AUN adalah terbenam kedalam lautan bersama kekuasaanya.
Ada yang menjadi QARUN (Skala besar) dalam perusahan yang memaksakan kehendaknya kepada buruh, ada QARUN (skala kecil) dalam rumah tangga, yang memaksa kehendak kepada anak2nya agar mengikuti jejaknya menjadi pengusaha supaya keturunannya tetap kaya raya, bukan mengikuti ujian dari Tuhan semesta alam, bagaimana merasakan susah dan senang.
Dan akhir dari nasib QARUN adalah terbenam kedalam bumi bersama segala harta bendanya.
Ada yang menjadi RASUL (skala besar) dalam umatnya, ada RASUL (skala kecil) dalam keluarganya atau dirinya sendiri, nasihat menasihati dengan kesabaran dan nasihat menasihati dengan kebenaran, tanpa memaksakan kehendak sedikitpun, berserah diri dalam kemiskinan, karena mengikut ajaran Tuhan semesta alam.
Dan akhir dari nasib RASUL adalah………………………
“SIRATALLADZI NAAN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHZUBI ALAIHIM WALADZZALLIN”
Jalan orang2 yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang mereka itu bukan orang2 yang dimurkai dan bukan pula orang2 yang sesat. (Al-Fatihah 7)

Tiadalah kami utus sebelum engkau (hai pembaca) seorang rasul dan tidak pula nabi, kecuali apabila ia bercita-cita (dalam hatinya), maka syetan menghalangi cita2nya itu (mengatakan rasul telah mati semuanya), lalu Allah mengahapuskan halangan syetan itu (memberi petunjuk), kemudian Allah menetapkan tanda2Nya (pada yang bercita2). Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana. (Al-Hajji 52)
Sesungguhnya telah datang seorang rasul dari dirimu sendiri (bukan dari arab) yang amat berat baginya kesusahan kamu serta harap akan keimananmu, lagi sangat kasihan dan penyayang kepada orang2 yang beriman. (At-Taubah 128)
Sesungguhnya Allah telah memberi karunia bagi orang-orang yang percaya, ketika Dia telah mengutus seorang rasul kepada mereka dari diri mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka dan membersihkan mereka (dari kesalahan), lagi mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu dalam kesesatan yang nyata. (Ali Imran 164)
Bagi tiap-tiap ummat (person) ada seorang rasul, apabila datang (dibangkitkan) rasul kepada mereka, lalu dihukum antara mereka dengan keadilan, sedang mereka tiada teraniaya. (Yunus 47)
Sesungguhnya kami utus engkau (pembaca) dengan kebenaran untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan, tidak adalah suatu ummat (person), melainkan telah ada padanya pemberi peringatan (rasul). (Fathir 24)
Kami tiada mengutus seorang rasul, melainkan dengan bahasa kaumnya (bukan dengan bahasa arab saja), supaya dia menerangkan kepada mereka, maka Allah menyesatkan siapa yang dikehendakiNya, dan menunjuki siapa yang dikehendakNya. Dia Mahaperkasa lagi Maha bijaksana. (Ibrahim 4)
Tiadakah mereka memperhatikan perkataan (Al-qur’an) atau adakah datang kepada mereka sesuatu yang tak pernah datang kepada bapak-bapak mereka yang dahulu?
Atau tiadakah mereka kenal akan rasulNya sampai mereka mengingkarinya? (Dan meyakini rasul yang batil=palsu)
Atau adakah mereka mengatakan, dengannya (Al-qur’an) bisa menjadi gila? Bahkan ia datang kepada mereka dengan kebena- ran dan kebanyakan mereka membenci kebenaran itu.
(Al-mukminun 68 s/d 70)

Demikianlah “NASKAH” (NASib yang berKAH).
Dan “NASKAH” (NAntikan Semua yang KAmu Harapkan).
Semoga Allah membukakan hati orang2 yang beriman (percaya).

Salam………………..
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ H A D I S T “ (Hanya Ada DISisi Tuhan)

Sebenarnya, manusia itu tidak menunaikan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. (A b a s a 23).
Diantara mereka itu... (alim ulama) ada satu golongan yang memutar balikkan lidahnya dengan kitab, supaya kamu kira, bahwa ia dari kitab, padahal bukanlah ia dari kitab (melainkan karangan mereka), dan mereka berkata : ia dari sisi Allah, padahal bukan dari sisi Allah dan mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui (kalau mereka berbohong). (Ali Imran 78)

Hai kaumku !!! mengapa? Aku menyeru (mengajak) kamu kepada kebebasan (merdeka) dan kamu menyeruku keneraka (belenggu).
Kamu menyeru (mengajak)ku, supaya aku ingkar akan Allah (firman) dan mempersekutukan (mencampurkan)Nya dengan sesuatu yang tiada kuketahui, sedang aku menyeru kamu kepada Allah, yang Maha perkasa lagi Pengampun.
Sesungguhnya, bahwa apa yang kamu serukan kepadaku, tak patut ada seruan itu didunia (diluar diri) dan tidak pula diakhirat (dalam diri); dan bahwa tempat kembali kamu kepada Allah (firman), dan bahwa orang2 yang berlebih-lebihan itu adalah penghuni neraka.
Maka nanti, kamu akan ingat apa yang kukatakan padamu (hai pembaca), dan aku serahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahamelihat segala hambaNya.
(Al;-mukmin 41 s/d 44)

“HADIST” artinya “BERITA”, mengabarkan berita baik dan berita buruk yang disampaikan oleh NABI (pembawa berita) melalui cerita2 dalam Al-qur’an (alam ruh).
Qur’an adalah se-baik-baik berita (ahsanul hadist)…… dituliskan cerita yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Bukanlah sejarah, bukan pula rekayasa….. melainkan naskah dan buku petunjuk untuk setiap diri manusia (bukanlah kitab suci khusus agama islam).
Hanya Allah Tuhan Semesta Alam yang mendatangkan Hadist (berita) dari sisinya…. Dia yang menciptakan makhlukNya dan menjadi wakil disetiap diri serta membuat cerita agar menjadi berita sebagai pelajaran dan percontohan buat hamba2Nya yang beriman (percaya).
Tak seorang manusiapun yang mengetahui bagaimana besok kecuali Allah sang pembuat cerita yang termaktub dalam kitab.
Bahkan Muhammad tiada menulis apapun karena sejarah mengatakan ia tidak bisa menulis dan membaca.
Sehingga siapa saja bisa membuat riwayat dengan rekayasa atas nama Muhammad. Dan tidak ada dalil dalam qur’an yang mengatakan bahwa qur’an (bacaan) itu diturunkan kepada Muhammad yang tidak pintar tulis baca…… tidakkah kamu berakal..???
Tugas seorang rasul (utusan), ia diutus untuk menerangkan berita (hadist) yang telah diturunkan Allah didalam Qur’an kepada manusia yang belum sampai kepadanya orang yang memberi peringatan dan percontohan, dengan tidak me-nambah2kan ataupun me-ngurang2kan cerita, sehingga berlebih-lebihan dan berbelit-belit.
Qur’an itu Jalan yang lurus, sangat sederhana tanpa liku2 atau zig-zag maupun menikung (bengkok). Dengan menafsirkan bermacam-macam takkan membuahkan hasil yang logika (mantiq) dan otentik.
Bukanlah seorang rasul itu bertentangan dengan Allah, sehingga ia mengeluarkan peraturan baru atau tambahan yang bertolak belakang dengan qur’an.

Simaklah ayat ini………….
Sesungguhnya Qur’an adalah perkataan Rasul yang mulia.
Yang mempunyai kekuatan, disisi empunya ‘Arasy lagi mempunyai derajat.
Jadi ikutan disana (alam ruh) dan yang dipercaya.
(At-Takwir 19 s/d 21)

Tidakkah kamu beriman (percaya) kepada Qur’an, bahwa Qur’an adalah Hadist sebagai perkataan rasul….?? Jika tidak percaya mengapa kamu sebut Allah sebagai Tuhanmu…? Mengapa kamu ambil Hadist yang lain ?

“HADIST” (HArus Di ISTimewakan) dan hanya Muhammad yang dibesar-besarkan (membedakan dengan rasul yg lain) sehingga hadist (berita) dari Allah (Qur’an) diabaikan bahkan dilemahkan, hanyalah menjadi lantunan dan nyanyian (musabaqah) yang sesungguhnya sangat dilarang oleh Allah, karena akan melalaikan dengan lagu dan suara merdu serta tajwid yang tak ada manfaat dan tidak ada dalilnya dari Allah, sehingga manusia lalai untuk memahami ayat2 (sandi2)nya.

Allah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia menjadi wakil (mewakili) tiap-tiap sesuatu. (Az-zumar 62)
Tiadakah mereka memperhatikan kerajaan langit dan bumi, serta tiap2 sesuatu yang dijadikan Allah? Mudah2an telah dekat ajal (janji) mereka. Maka dengan perkataan apakah mereka akan percaya sesudah Hadis (berita) ini? (maksudnya qur’an).
Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tak adalah petunjuk baginya dan dibiarkanNya mereka dalam kedurhakaan serta dalam keraguan.
(Al- a’ r a f 185 – 186)
Itulah ayat-ayat Allah, kami bacakan kepada engkau dengan sebenarnya, dengan Hadist (berita) apakah mereka akan percaya, setelah Allah dan ayat-ayatNya ? (Al-jatsiyah 6)

Diantara manusia ada yang membeli lahwal hadist (berita kosong), supaya dia menyesatkan dari jalan Allah (qur’an) tanpa ilmu pengetahuan dan dia ambil jalan itu jadi olok-olokan (dengan ibadah yg berlebih2an). Untuk mereka itu siksa kehinaan.
Apabila dibacakan ayat-ayat Kami kepadanya, ia berpaling (membantah) menyombongkan diri, seolah-olah dalam telinganya ada pekak. Sebab itu berilah dia kabar dengan siksa yang pedih. ( L u q m a n 6 - 7 )
Mereka tiada membesarkan Allah (firmanNya) menurut hak kebesaranNya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha perkasa. (Al- h a j j I 74)
Maka biarkanlah Aku (menyiksa) orang2 yang mendustakan Hadist ini (qur’an). Nanti akan Kami turunkan (siksaan) kepada mereka sedikit demi sedikit, sedang mereka tiada mengetahui. (Al-qalam 44)

Orang2 arab lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya dan lebih patut, bahwa mereka tiada mengetahui peraturan yang diturunkan Allah kepada rasulNya. Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana.
(At- taubah 97)
Kebanyakan mereka tiada beriman (percaya) kepada Allah (firmanNya) malahan mereka mempersekutukanNya (Allah dengan Muhammad = Qur’an dengan Hadist). (Y u s u f 106)
Hai ahli kitab (alim ulama), mengapakah kamu mengingkari ayat2 Allah sedangkan kamu mempersaksikannya (mengakuinya).
Hai ahli kitab (alim ulama), mengapakah kamu percampurkan yang asli (qur’an) dengan yang palsu (hadist) dan kamu sembunyikan yang asli itu, sedangkan kamu mengetahuinya.
(Ali Imran 70 – 71)
Sungguh mereka telah memperdayakan dengan tipu daya dan disisi Allah pula (balasan) tipu daya mereka. Sedang tipu daya mereka itu tiada akan menggoyangkan gunung-gunung. (Ibrahim 46)
Apakah kekafiran kamu (hai pengikut orang arab) terlebih baik dari pada mereka itu (orang2 arab sendiri), atau adakah bagimu surat kebebasan dari dalam kitab-kitab (yang kamu terima) ?
Bahkan mereka berkata ; Kami jema’ah yang mendapat pertolongan (syafaat). Nanti akan dikalahkan jema’ah itu dan akan mengundurkan diri.
Bahkan hari kiamatlah waktu yang dijanjikan untuk mereka, sedang kiamat itu lebih hebat dan lebih pahit.
(Al-qamar 43 s/d 46).
Maka tiadalah bermanfaat bagi mereka syafa’at dari orang2 yang memberi syafa’at. (Al-mudatsir 48)
Katakanlah kepada orang2 ingkar: Jika mereka berhenti (dari keingkaran nya), niscaya diampuni dosa (kesalahan)nya yang telah lalu. Tetapi jika mereka kembali (ingkar), sungguh telah berlalu peraturan orang2 dahulu kala (yaitu kebinasaan).
(Al- anfal 38)
Demikianlah Kami turunkan Qur’an (sebagai) peraturan dan dalam bahasa arab (pernyataan). Demi, jika kamu ikut hawa nafsu mereka (orang arab), maka tidak ada bagimu wali (pemimpin) dan tiada pula yang memeliharakan dari (siksa) Allah. (AR – r a ‘ d u 37
Boleh jadi engkau (hai pengikut arab) membinasakan diri engkau sendiri sepeninggal mereka (orang arab), mereka tidak percaya kepada berita ini (qur’an), karena duka cita (kebohongannya terbongkar).
Sesungguhnya Kami jadikan apa yang dimuka bumi sebagai perhiasan (asesories)nya, supaya Kami uji, manakah diantara mereka (manusia) orang yang lebih baik (benar) perbuatannya.
(Al-kahfi 6 – 7)
Celakalah pada hari itu untuk orang2 yang mendustakan (qur,an).
Makanlah kamu (hai orang2 ingkar) dan bersukarialah sementara waktu, sungguh kamu orang yang berdosa.
Celakalah pada hari itu untuk orang2 yang mendustakan (qur’an).
Apabila dikatakan kepada mereka, patuhlah, mereka tidak mau patuh.
Celakalah pada hari itu untuk orang2 yang mendustakan (qur’an).
Maka dengan Hadist (berita) apakah mereka mau percaya sesudah (Qur’an) ini? (An - n a b a’ 45 s/d 50)
Atau adakah Kami berikan kepada mereka (orang arab) kitab sebelumnya lalu mereka berpegang kepadanya ?
Bahkan mereka berkata : Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami, diatas suatu agama, lalu kami menuruti bekas-bekas mereka.
Demikianlah, tiadalah kami mengutus pemberi peringatan (rasul) sebelum engkau (pembaca) kedalam negeri mereka (arab), melainkan orang-orang mewahnya berkata : Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami diatas suatu agama, lalu kami mengikut bekas-bakas mereka (agama turun-temurun). (Az-zukhruf 21 s/d 23)
Apabila dikatakan kepada mereka : Ikutlah apa-apa yang diturunkan Allah (dalam Al-qur’an)! maka jawab mereka : Tetapi kami tetap mengikut apa-apa yang kami peroleh dari bapak-bapak kami (agama warisan). Meskipun bapak-bapak mereka itu tiada memikirkan suatu apapun dan tiada pula mendapat petunjuk. (Al-baqarah 170)

Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan antara kamu, Dia mengetahui apa-apa yang dilangit dan dibumi. Orang-orang yang percaya kepada yang palsu (hadist dan fiqih) dan ingkar akan Allah (Qur’an), mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-ankabut 51)

Salam
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ R A S U L “ (RAja dan SULtan)

" JIBRIL dan MIKAIL " adalah pasangan MALAIKAT dan IBLIS sebagai Rasul (utusan) Allah kedalam jasad (tubuh) sekalian menusia……y...ang masih berjalan dimuka bumi,
untuk menggerakkan manusia (laki2 dan perempuan) dalam sebuah permainan yang dinamakan “DUNIA” (DUa NIscaya Alam) yang memiliki dua sisi kehidupan, gelap dan terang, keburukan dan kebaikan, kaya dan miskin, cerdas dan bodoh. Semua itu adalah pilihan. dan manusia itu sendiri yang memilihnya. Salah atau benar nanti akan diperhitungkan,
pada hari berbangkit yang tidak lama lagi waktunya.

MIKAIL adalah penguji dalam terang, yang menyesatkan, dan
JIBRIL adalah penerang dalam gelap, yang menunjuki.
Tak ada petunjuk bagi orang2 yang berada didalam kesesatan, dan
Tak akan sesat pula bagi orang2 yang berada dalam petunjuk.
Siapakah diantara keduanya kamu angkat menjadi raja atau sultan
yang menguasai dirimu sepenuhnya…….?
Lain halnya jika kamu telah mengenal keduanya,
Allah adalah “SIMBOL” keESAan Malaikat dan Iblis dalam diri manusia.
Simaklah ayat ini :
Barang siapa yang ditunjuki Allah, niscaya ia mendapat petunjuk, dan siapa yang disesatkanNya, maka mereka orang2 yang merugi.
(Al-a’raf 178).

Disini sangat jelas bahwa Allah dalam dua posisi. Memberi petunjuk posisi jibril, dan menyesatkan posisi Mikail. Keberadaan Malaikat dan Iblis adalah dalam posisi “KAMI” dan Allah adalah dalam posisi “AKU” = (satu dalam keESAan). Yang kesemuanya itu ada dalam setiap diri manusia.

Apakah Kami lemah menjadikan yang mula-mula ? Tetapi mereka dalam ragu-ragu tentang kejadian yang baru (up date).
Sesungguhnya telah Kami Jadikan manusia dan Kami ketahui apa-apa yang diwas-waskan oleh hatinya dan Kami lebih hampir kepadanya dari urat lehernya (dalam seluruh tubuh).
Mencatat dua yang mencatat (iblis dan malaikat), duduk disebelah kanan dan disebelah kiri.
Tiada perkataan yang dikeluarkan seseorang, melainkan disisinya ada pengawas yang hadir (mencatat).
(Q a a f 15 s/d 18)

Sekarang kita dapat mengenali seseorang, bukan hanya dari wajahnya,
bahkan wajah dapat menipu.
Tanpa melihat wajah, justru lebih kelihatan yang aslinya (haq)
didalam diri seseorang itu,
lebih dominan IBLIS atau MALAIKAT …?
Pembawa API atau pembawa AIR yang merajai (menguasai) tubuhnya.
melalui ungkapan melalui lisan maupun tulisan………………….
Didunia maya, kelihatan sangat jelas dan terang posisi kedua utusan Allah tersebut.
Ada yang mempropokasi, ada yang mengadu domba, ada yang bicara kotor, ada yang sungguh2 ingin belajar, ada yang benar-benar mengajarkan yang haq, dan ada pula yang menyeru kepada kesesatan. Demikian datangnya dari didunia nyata.

Ini semua adalah permainan yang telah diciptakan Allah untuk manusia,
sebagai pilihan jalan hidupnya.
dan Al-qur'an adalah satu2nya NASKAH (NASib dan langKAH) buat anak diperjalanan (bani israil) untuk bermain GAME.

Dengan ABJAD yang sama tapi berlainan letak menjadi bacaan yang bermakna ::
TUHAN..............Sebagai petunjuk (terang benderang).
HANTU..............Sebagai penyesat (gelap gulita)
HUTAN..............Sebagai arena (hutan rimba dan hutan kota),
TAHUN..............Sebagai hitungan waktu (timer).

Allah memilih dari antara malaikat2 beberapa rasul (utusan) dan dari antara manusia. Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat.
(Al-hajji 75)

Sedangkan NABI (anbak=perkabaran, al-anbiya=pembawa kabar), NABI=yang mengabarkan.
Kamu semua adalah NABI yang mengabarkan ceritamu sendiri kepada orang2 yang melihatmu, mnengenalmu,mendengarkanmu, membaca tulisanmu dan bicara denganmu…….

AL-QUR’AN adalah NASKAH…………………. Maka bacalah !!!
BUMI adalah PANGGUNG SANDIWARA……. Maka peliharalah !!!
MANUSIA adalah PELAKON (pemeran),…….. Maka beraktinglah !!!
HEWAN dan TUMBUHAN serta HARTA BENDA adalah PROPERTI.
……………….Maka manfaatkanlah !!!
MALAIKAT dan IBLIS adalah SUTRADARA…..Maka bertanyalah !!!
ALLAH adalah PRODUSER yang memiliki segalanya….Maka patuhilah.

Demi semua itu maka aku ucapkan :
Selamat bermain (melakoni) dengan peran yang kamu pilih sendiri…….
Bagi yang mengikuti petunjuk (naskah), mereka akan menyelesaikan peranya hingga mencapai akhir dari naskah dengan peran orang2 baik maka ia akan menerima piala citra dari sang PRODUSER dengan ucapan “ASLAMTU” (selamatlah engkau) kemudian bebas meninggalkan arena, MERDEKAlah ia dari ; “AGUSTUS” (AGama USaha dan staTUS)…serta diberikan tempat yang baik, aman lagi Sejahtera.
Dan bagi yang tersesat diarena (luar diri) disebut GAME OVER (permainan selesai) dan peranpun usai kemudian terkuburlah diarena, maka tamatlah perannya (turun panggung), dan yang masih memerankan adegan2 hingga babak dan sin usai, pada hari “KIAMAT” (KIAasan tamMAT), tetapi mereka tidak berperan sesuai naskah atau salah memilih peran,celakalah mereka.
karena mengingkari apa-apa yang telah ditetapkan oleh Produser pemegang kontrak. sesungguhnya Al-qur’an sebagai naskah sekaligus akte kontrak yang telah ditanda tangani oleh setiap manusia ketika ia pertama kali dijadikan ddalam kandungan ibunya dialam Ruh.

Hidup didunia (diluar diri) ini, tidak lain, hanyalah kesenangan dan permainan. Sesungguhnya kampung akhirat (didalam diri), itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika mereka mengetahui. (Al-ankabut 64).

Salam…….
Ismu Sultan Alamsyah

See More
Ismu Sultan Alamsyah

” TERIMAKASIH ” (TEntang diRI MAnusia KAbarkan SIkap Hatinya)

Setelah kami uraikan Al-qur’an dan Pantjasila secara gamblang, dengan terpampang diberanda FB masi...ng2 pesbuker dan group yang menjalin pertemanan dengan kami, maka terbuktilah bahwa hal ini, hanya sedikit orang2 yang berterimakasih kepada Tuhannya dan kepada negaranya.

Apabiila mereka diseru kepada Firnan Tuhannya, banyak orang2 yang tidak perduli (berpaling), dan banyak orang yang membantah dengan
pengetahuannya yang sedikit, tanpa dalil, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang menerangkan. Bahkan ada yang sangat membencinya.
Justru mereka itu mengambil pengajaran agama (kitab bumi Karya
manusia) bukan dari Al-qur’an (kitab langit karya Allah).
Mereka inilah kaum yang sangat durhaka (fasiq), padahal mereka tinggal dan makan minum serta bersenang-senang dibumi Allah Tuhan Semesta Alam.

Apabila mereka diseru kepada Filsafat Negaranya, banyak yang tidak perduli, banyak yang melecehkan bahkan ada yang ingin meniadakannya
(menghapus). Menggantinya dengan konsep agama (produk impor),
sebagai filsafat negara Saudi Arabia yang mencontoh dari Al-qur’an lalu pemahamannya di tambah dan dikurangi yang haram jadi halal yang halal jadi haram, juga dari agama peninggalan romawi Begitu juga agama yang lainnya lalu ditawarkan keseluruh dunia dan disambut gembira pula oleh orang2 bodoh, yang tidak pernah sama sekali meng-”UP DATE” fikirannya.
Betapa diurhakanya bangsa ini, padahal mereka tinggal dan makan minum serta berusaha didalam Negara Indonesia ini, bahkan ingin diakui sebagai warga negaranya dengan berduyun2 datang untuk mendapatkan KTP. sehingga punya hak untuk memilih pemimpinnya.
DIMANAKAH KEDUA GOLONGAN INI AKAN DITEMPATKAN OLEH
ALLAH PADA HARI PERHITUNGAN NANTI.........???

Sesungguhnya 5 Rukun islam (selamat) adalah tanggung jawab Yang
dibebankan kepada manusia untuk dilaksanakan, sebagaimana yang telah tertulis dalam Al-qur’an, sedangkan Pantjasila (5 sila) adalah hasil dari Pelaksanaan rukun islam tersebut, untuk kebaikan bagi umat manusia Indonesia khususnya.
Seharusnya orang luarlah yang meniru kita bukan sebaliknya. Yang
membuat kita jadi orang asing dirumah kita sendiri. jika ajaran bangsa
pembuat agama bahkan orang2 sebelum mereka, yang telah diturut oleh bangsa ini dan bangsa2 lain dimuka bumi itu adalah ajaran yang benar, lalu mengapa mereka ditimpa bencana dan dimusnah binasakan oleh Allah...? jika telah dimusnahkanNya, itu bukan lagi cobaan atau ujian melainkan azab(siksaan), tidakkah kamu memikirkan.....?
maka kamu akan bernasib sama seperti mereka (orang2 sebelum kamu).
Mereka tidak akan pernah dipanggil atau diseru oleh Allah, karena Allah hanya menyeru dan memanggil orang2 yang beriman saja.

Tiadakah mereka ketahui ? berapa banyaknya umat yang telah Kami
binasakan semelum mereka, Kami senagkan mereka dibumi dengan
kesenangan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami
turunkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami adakan air sungai
mengalir dibawah mereka (dalam bumi, seperti air, minyak juga gas dll).
Kemudian Kami binasakan mereka, karena dosa (kesalahan) mereka
sendiri dan Kami jadikan sesudah itu kaum yang lain (re-generasi)
(Al-An’am 6)
biarkanlah orang2 yang mengambil agamanya jadi peramainan dan
pergurauan, dan mereka terpedaya oleh (kesenangan) hidup didunia dan berilah mereka peringatan dengan Qur’an, supaya jangan dijatuhkan diri mereka kelembah kebinasaan (lobang kubur), dengan bermacam2
amalannya. Tidak adalah baginya wali (pemimpin) dan tiada pula syafaat, (amnesti) selain daripada Allah. Jika dia tebus dengan bermacam-macam
tebusan, tiadalah diterima dari padanya. Mereka itulah orang2 yang
dijatuhkan kelembah kebinasaan dengan bermacam2 amalannya. Untuk mereka itu minuman yang panas dan siksaan yang pedih, sebab mereka itu kafir (mengingkari firman Allah). (Al-An’am 70)

Apabila kamu meng-UP DATE fikiranmu, pasti kamu tidak akan mengikuti
jejak mereka yang telah dibinasakan oleh Allah, karena kamu merasa
bahwa kamu adalah manusia yang barusan di up-date kembali oleh Allah
menggatikan mereka re-generasi), dan dengan pola fikir yang baru juga agar tidak bernasib sama seperti mereka. Maka fikirkanlah hai orang2 yang telah membaca ayat diatas ini..........

Berilah peringatan dengan dengan Qur’an akan orang2 yang takut, bahwa mereka akan dihimpunkan kepada Tuhannya, tidak ada bagi mereka wali (pemimpin) dan tidak pula syafaat (amnesti), selain dari padaNya,
mudah2an mereka berserah diri (tidak ngotot bahwa hanya Muhammad
yang memberi syafaat). (Al-An’am 51)
Demikian itulah petunjuk Allah, Dia tunjuki dengan petunjuk itu siapa yang dikehendakiNya diantara hamba2Nya. Kalau mereka itu mempersekutukan (Allah dengan Muhammad), niscaya hapuslah apa2 yang mereka amalkan.
Kepada mereka (orang2 yang ditunjuki) Telah Kami anugerahkan Kitab, hukum dan pangkat kenabian, jika mereka itu (orang2 beragama) ingkar
Kepadanya, Maka Kami telah sediakan kaum lain (re-generasi) yang bukan orang2 kafir.
Mereka itulah orang2 yang telah ditunjuki Allah, sebab itu ikutlah petunjuk mereka itu. Aku tiada minta upah kepadamu atas menyampaikan Qur’an (bacaan) ini, Ia ( Qur’an) tidak lain, hanya peringatan bagi seisi alam.
(Al-An’am 88 s/d 90)

Buat orang-orang yang telah beriman Kami ucapkan...........
”TERIMAKASIH” (TERuji IMAn KAmu Selamatlah Impian Hidupmu).

Salam
Ismu Sultan Alamsyah.

See More
Ismu Sultan Alamsyah

“ P A N T J A S I L A “ (PANdangan dan TJatatan SIsi LAin)
…………………………..Bagian terakhir .

“ H I J R A H “ artinya “ P I N D A H “

...

Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan.
Dan engkau lihat manusia masuk kedalam agama Allah dengan berbondong-bondong.
Maka sucikanlah dengan memuji Tuhanmu dan minta ampunlah engkau kepadaNya. Sesungguhnya Dia penerima taubat. (An-nasr 1 s/d 3)

Ikhlaskanlah agamamu dan berpindahlah kepada Allah dan ikutlah ajaran dalam Al-qur’an dengan tidak mencampur adukkannya dengan yang lain, niscaya kamu dibebaskaNya dari belenggu agamamu yang di ciptakan oleh orang-orang ingkar untuk menjajah kamu melalui Keyakinanmu
sehingga memberatkan jalanmu dan Allah akan memerdekakan kamu
dari perbudakan serta pembodohan sepanjang hidupmu, tanpa Ilmu
pengetahuan (jahiliyah).
Dan masuklah kamu kedalam agama yang dirihaiNya, itulah agama TAUHID (ke-ESA-an), Agama Allah yang sempurna, agar kamu mendapat keselamatan (ISLAM) dunia dan akhirat. Maka wujudlah dalam diri anak bangsa SILA yang pertama dari PANTJASILA yakni ; ”KETUHANAN YANG MAHAESA”
Demikianlah filsafat peninggalan nenek moyang negeri kita yang tidak dimiliki oleh negara manapun didunia ini.

Katakanlah : Tuhanku menyuruh dengan keadilan, dan tetapkanlah wajah kamu disisi segala kepatuhan. Dan mintalah kepadaNya serta mengikhlas- kan agama kepadaNya, sebagaimana Allah telah memulai kejadianmu (tanpa agama), begitu juga kamu kembali (seperti bayi yang bersih tanpa agama).
Satu golongan mendapat petunjuk dan satu golongan menjadi sesat, karena mereka itu mengangkat syetan (orang yang jauh dari kebenaran) menjadi pedoman bukan Allah (Al-qur’an), sedang mereka mengira, bahwa mereka itu mendapat petunjuk. (Al-a’raf 29 -30)
Sesungguhnya Kami turunkan kitab (pelajaran) kepada engkau (pembaca) dengan sebenarnya, maka mengabdilah kepada Allah, serta mengikhlas-
kan agama kepadaNya.
Ingatlah! bagi Allah agama yang diikhlaskan. Orang-orang yang Mengang-
kat beberapa wali (pemimpin) selain dari padaNya (berkata) : Tiadalah kami mengabdi kepada mereka (ulama, ustad, pendeta, biksu), melainkan supaya mereka itu menghampirkan (mendekatkan) kami kepada Allah sehampir-hampirnya (sebagai perantara). Sesungguhnya Allah akan
menghukum antara mereka tentang apa-apa yang mereka perdayakan, Sesungguhnya Allah tiada menunjuki orang yang dusta lagi ingkar.
(Az-zumar 2 – 3)
Katakanlah : Sesungguhnya aku diperintahkan, supaya aku Mengabdi
kepada Allah, serta mengikhlaskan agamaku kepadaNya.
Dan aku diperintahkan pula, supaya aku orang yang mula-mula selamat (islam).
Katakanlah : Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar, jika aku mendurhakai Tuhanku.
Katakanlah ; Hanya kepada Allah aku mengabdi, serta mengikhlaskan agamaku kepadaNya.
Maka mengabdilah olehmu (hai orang-orang ingkar) apa-apa yang kamu kehendaki, selain dari padaNya. Katakanlah : Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah! itulah kerugian yang nyata.
Untuk mereka , dari atas mereka ada beberapa tingkat dari api neraka dan dari bawah mereka ada beberapa tingkat. Dengan itulah Allah mempertakuti hamba-hambaNya. Hai hamba-hambaKu takutlah kepadaKu.
Orang-orang yang menjauhi pengabdiannya kepada syetan (orang yang jauh dari kebenaran) dan kembali kepada Allah (Al-qur’an) untuk mereka itu kabar gembira, maka berilah kabar gembira kepada hamba-hambaKu.
Yang mendengarkan perkataan (Al-qur’an), lalu mereka turut mana yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang ditunjuki Allah dan mereka itulah orang yang berakal. (Az-zumar 11 s/d 18)
Orang-orang yang berpindah kedalam (agama) Allah, sesudah mereka
teraniaya (dalam agama sebelumnya), sesungguhnya Kami tempatkan mereka dinegeri yang baik, sesungguhnya balasan akhirat (ending) lebih besar, jika mereka mengetahui.
(An – n a h l 41)
Kemudian Tuhanmu (menolong) orang-orang yang berpindah, sesudah mereka mendapat cobaan (dalam agama terdahulu), kemudian mereka berjuang dan sabar, sungguh Tuhanmu sesudah itu pengampun lagi penyayang. (An-nahl 110)

Maka berlakulah motto bagi anak bangsa yang majemuk ini, Dalam bahasa Sanskerta (timur Indonesia= Bali) disebut :
” BHINNEKA TUNGGAL IKA ” =
” BERBEDA-BEDA NAMUN TETAP SATU ”
Dan dalam bahasa (barat Indonesia = Atjeh) disebut :
” BIEK NEKKAH TINGGAI KEUKAH ” =
” BENIH (WARISAN) NENEKMU TINGGAL UNTUK KAMU ”.
Demikian itu adalah motto peninggalan nenek moyang bangsa ini dari ujung sumatera yaitu ATJEH sampai keseberang jawa yaitu BALI, yang pertama kali disebut ”NUSANTARA” (Diantara pulau)
Dengan pengertian yang sesungguhnya :

” BHINNEKA TUNGGAL IKA ”
Berbeda WARNA KULIT, berbeda BAHASA dan berbeda BUDAYA mamun tetap dalam satu IDEOLOGI yang menjadi KEYAKINAN......................
AL-QUR’AN dan PANTJASILA sebagai pedomam dan tujuan hidup. Yang membuat umat bersatu teguh tidak berpecah belah dan tidak bergolong-golongan.
Bukanlah berbeda SUKU, berbeda AGAMA, dan berbeda PARTAI yang selalu berbeda PENDAPAT sehingga membuat bangsa ini berpecah belah dan bergolong-golongan tiada akhir (sepanjang masa).

” BIEK NEKKAH TINGGAI KEUKAH ”
Dengan harta dan kekayaan alam yang diwariskan kepada keturunan2 berikutnya, agar dikelola dengan baik untuk kasejahteraan rakyatnya yang semakin hari, minggu, bulan , tahun dan abad semakin bertambah banyak keberadaan (populasi)nya.
Bukanlah kekayaan alam negeri ini untuk memperkaya penguasa dan kelompoknya bekerja sama pula dengan pihak asing umtuk menggerogoti harta warisan sehingga rakyat dinegeri ini melarat dan menjadi budak dinegeri orang.
Semoga saja berita ini sampai kepada pemimpin yang berikutnya dan rakyat menunggu sang ”KHALIFAH” (KHArisma Lima falsaFAH) untuk mengembalikan negeri ini seperti yang dicita-citakan oleh leluhur bangsa di Nusantara ini. dan pulau2nya yang lain telah diwariskan pula kepada negara ini. Agar menjadi sebuah akhir yang membahagiakan
(happy ending).
Yaitu.............. ”BALDATUN TAIBATUN WARABBUN GHAFUR”
”NEGERI YANG BAIK DAN TUHAN YANG PENGAMPUN”
Maka terhindarlah negeri ini dari segala malapetaka bencana alam dan segala macam penyakit pada penduduknya.
Demikianlah AWAL dan AKHIR dari tujuan hidup anak negeri ini…….
SEMOGA MENJADI PENCERAHAN…………..S A L A M.

Hai kaumku, aku tiada minta harta (upah) kepadamu atas urusan ini. Tidak ada upahku, melainkan dari pada Allah , dan aku tidak akan mengusir (menghapus pertemanan) orang2 yang beriman (percaya). Sesungguhnya mereka menemui (mengenal) Tuhannya, tetapi aku melihatmu kaum yang jahil (tiada berpengetahuan). (H u d 29)

Ingatlah…….
Allah akan menambah petunjuk kepada orang yang mau menerima petunjuk, bagi yang telah disesatkan oleh Allah, maka tak akan berguna petunjuk baginya…………. Karena bukanlah aku yang menyesatkan, dan bukan aku pula yang menunjuki…. Melainkan Allah semata-mata, aku hanya menyampaikan dengan terang dan jelas.

Salam……..

Ismu Sultan Alamsyah.

See More