Photos
Posts

ALASAN ALKITABIAH BAGI KEMENANGAN ATAS PENCOBAAN (1Kor 10:13)

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13)

Kesukaran dan tantangan merupakan bagian dari kehidupan di bumi. Setiap manusia, termasuk oran...g Kristen, pasti menghadapi dan mengalami kesukaran. Alkitab kerap mengasosiasikan kesukaran hidup sebagai pencobaan ketika ada tawaran dalam diri untuk menghadapi/mengatasi berbagai kesukaran hidup yang tengah dialami dengan cara yang tidak berkenan di hati TUHAN YESUS atau bertentangan dengan firman-Nya.

1 Korintus 10:13 memberikan dua alasan bagi kemenangan atas pencobaan:

A. TUHAN YESUS Mengontrol Pencoban sehingga Tidak Melebihi Kekuatan Manusia
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. "

B. TUHAN YESUS Memberikan Jalan Keluar bagi Umat-Nya yang Mengandalkan-Nya.
"Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).

See More
둥지에서 떠난 새가 날개짓을 하듯 목마른 사슴 시냇물을 찾아 헤메이듯 내 영혼 주를 갈망합니다. Like a bird off the nest learning to fly, as the deer panteth for the water, so my soul longeth after Y...
youtube.com
Posts

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN. (Ratapan 3:25-26)

Cara Hidup yang Baik di hadapan TUHAN:
(1) Berharap kepada-Nya
(2) Mencari Dia; dan...
(3) Menanti dengan diam

See More
Kerukson ton logon updated their status.
May 27, 2017

Tiga Ciri Manusia Baru dalam KRISTUS YESUS
(Yehezkiel 36:25-27)

Pendahuluan:
Ketika seseorang mempercayakan diri-Nya kepada Kristus Yesus, maka dia diselamatkan dari hukuman dan kuasa dosa (masalah utama hidup manusia), dan menjadi manusia baru.

...

Tiga ciri manusia baru yang ada dalam Kristus Yesus:

1. Ketahiran Hidup
Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. (Yehezkiel 36:25);

2. Hati Baru
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26);

[3] ROH TUHAN
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
(Yehezkiel 36:25-27)

See More

HASIL KEBANGKITAN KRISTUS YESUS BAGI KITA
1. Kebangkitan Kristus hasilkan kebenaran bagi kita;
2. Kebangkitan Kristus berikan kehidupan baru untuk kita;
3. Kebangkitan Kristus nyatakan Kehebatan kuasa-Nya dalam kita

Pendahuluan

Kristus Yesus bangkit  dan hidup kembali pada hari ke tiga sesudah kematian tubuh-Nya di kayu salib. Kebangkitan Kristus Yesus dari kematian adalah peristiwa  ketika Yesus Kristus  yang secara fisik telah mati hidup kembali mengalahkan kematian.  Tubuh kebangkitan Kristus meski berbeda dari tubuh lama-Nya, ...

Continue Reading

Makna Karya Salib Kristus Yesus bagi Kita:
(1) Substitution / Penggantian;
(2) Redemption / Penebusan;
(3) Propitiation / Pemuasan;
(4) Reconciliation / Pendamaian.

Pendahuluan

Salib merupakan tujuan utama Kristus Yesus, Anak Allah, berinkarnasi mengambil wujud manusia lewat proses  kelahiran biasa dari Maria. Kristus Yesus menegur keras Petrus dan menganggapnya sebagai Iblis karena berupaya menyelamatkan diri-Nya dari penderitaan dan kematian di Yerusalem (Mat. 16:22-23). Bagi or...

Continue Reading

MAKNA THEOLOGIS KARYA KEMATIAN KRISTUS YESUS

Dalam sejarah, setidaknya ada 7 teori mengenai makna penyaliban Kristus Yesus, dan teori no 7 (Penal substitution) adalah yang paling konsisten dengan Alkitab.

1. Recapitulation Theory ...

Continue Reading
The meaning of the death of Christ Jesus In History, there are at least 7 theories about the crucifixion of Christ Jesus, and theory no 7 (Penal Substitution) is the most consistent with the Bible. 1. Recapitulation Theory [Christ simplifying all humanity in her in case he passes through the entire stages of human life, without falling a bit on temptation, dead, and then rise from the dead. The advantage of life, death, and the resurrection of Christ is available for all those who follow and in him through faith. // Christ sums up all humanity in the himself in that he went through all the stages of human life, without succumbing to temptation In any way, died, and then rose from the dead. The benefits of his life, death, and resurrection are then available to all who participate in him through faith.] 2. Example or Moral Influence View [Cross] of demonstrating how God loved us so much, and it evokes a response in our hearts, so we can live like Jesus lives. // the cross demonstrates how much God loves us and this, then, awakens a response of love in our hearts; we then live as Jesus himself lived.] 3. Rensom to Satan Theory (the death of Christ) was a ransom that was paid to the devil to free the sinners. This theory is not true, because human's sins do not harm Satan and therefore he has no right to do the prosecution. // Christ's death was a ransom to be satan to be able to secure the release of his hostages, I E., sinful men and women.] 4. Divine Triumph [God overcame all the power of hell and death through the cross of Christ that made his real love that reconcile for us. // God overcame all the powers of hell and death through the cross and in doing so made his visible love to men.] 5. Satisfaction or Comercial View [man has rejected God with his sins, but the work of Christ Jesus the divine and the divine, and without sin has restored his glory, including conquering the devil. // man has dishonored God by his sin and that through the death of the perfect, sinless God-man, Jesus Christ, that honor and more-all Satan's defeat-has been restored to God. ) 6. Governmental view (the death of Christ) upholding the moral order of God in the sense of his death that demonstrates his commitment to holy law. Without the death of Christ Jesus can not know his commitment that he demands to live according to his holy laws. Sadly this theory by mistake ignoring the work of Christ when teaching that man can get forgiveness without the cross //... the death of Christ upholds God's moral government in that it demonstrates his utter commitment to his holy law. He could have forgiven men, without the death of Christ, but this would have been left without the true knowledge of his commitment to his law. The death of Christ, then, is not as a substitute for us, but rather God's statement about what he thinks about his moral government of the universe. ) 7. Penal substitution [Christ died in a sinner and thus stopped the wrath of God on the sins of mankind. In his death there is a redemption from the remission of the sins of the sins and death by the blood of Christ, (II). IV) Pemuasan (the death of Christ fulfilled some divine justice for the sins of mankind and eased his wrath for a sinner), and (v) The Atonement (the work of Christ restored the harmony of human relationship with God mainly). // Christ died in the Sinner's place and appeased the wrath of God toward sin. Thus there's a cluster of ideas in this view of all redemption (Ransom), sacrifice, substitution, propitiation, and reconciliation. https://bible.org/seriespage/7-soteriology-salvation
Translated
The term “soteriology” comes from two Greek terms, namely, soter meaning “savior” or “deliverer” and logos meaning “word,” “matter,” or “thing.” In Christian systematic theology it is used to refer to the study of the biblical doctrine of salvation.
bible.org

Dewa Janus, Bulan Januari, dan TUHAN YESUS KRISTUS

Dalam mitologi Romawi kuno, Janus adalah dewa permulaan dan transisi, dewa gerbang, dewa pintu, dewa pintu keluar masuk, dewa akhir dan waktu. Dewa ini mempunyai dua wajah karena dia melihat ke masa depan dan masa silam. Orang Romawi kuno mendedikasikan Bulan Januari kepada Dewa Janus ini.

Janus sering digunakan sebagai simbol perubahan dan transisi seperti kemajuan dari masa silam ke masa depan, transisi dari satu kondisi ke...

Continue Reading
Lord Janus, month of January, and the LORD JESUS CHRIST In the ancient Roman mythology, Janus is the Lord of the beginning and the transition, the God of the gate, the God of the door, the God of the This God has two faces because he looked into the future and the past. The Ancient Romans dedicated the month of January to God Janus. Janus is often used as a symbol of change and transition such as the progress of the past to the future, the transition from one condition to other conditions, the transition from one vision to another vision, and from one universe to another. Because of the gods of the musi harvest, also the marriage, the birth, and the beginning of these gods is a representation of the middle point between kebarbaran and civilization, between rural and urban areas, between youth and adulthood. In 45 BC Julius Caesar offered the first month of his calendar of his calendar (known as Julian's calendars) to the janus, by naming it as January, the month that marks the transition from the old year to the new year. In 1582 this Julian calendar system reformed into the Gregorian calendar that made Christ Jesus its headquarters. The reason is because Jesus Christ doesn't just control the transition times and change. Jesus Christ is the alpha and omega. Jesus said, " I am the alpha and Omega, the word of God, who exists and who is there and who will come, the almighty." (Revelation 1:8). " I am the alpha and Omega, the first and the last, the beginning and the end." (Revelation 22:13). According to Colossians 1:15-23 " it is ELOHIM / Theos / Eloah / Allah / Allah, the eldest, is more important than everything created, because inside he has created everything, which is in heaven and what is on earth, visible and invisible. , neither the throne, nor the kingdom, neither the government, nor the ruler; everything is created by him and for him." He was first of everything and everything was in him." " is the body of the body, the congregation." " is the eldest, the first to rise from the dead, so that he is the first of all things." " due to the fullness of the fullness of ELOHIM / Theos / Eloah / Allah is pleased to remain in him, and by him he is atoning for everything in the earth, and who is in heaven, after he has given the blood of the cross of Christ. Also you have lived away from ELOHIM / Theos / Eloah / Allah and who oppose him in the hearts and minds as real from your evil deeds, now reconciled, in the body of Christ by his death, to put you holy And unblemished and unblemished in the presence." " that is why you must continue in faith, to be strong and not tremble, and do not want to be swayed from the gospel of the gospel, which you have heard and who has been rumored in the entire universe, and what I am, Paul, has been http://mattofboston.com/wp-content/uploads/2015/11/Janus.png
Translated
mattofboston.com

KEUTAMAAN YESUS KRISTUS
(Kolose 1:15-23)

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

...

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

See More

Have a lively cheerful and blessed Christmas!
The First Christmas!

Watch Full Episodes for free in the Superbook App http://share.cbn.com/5bu0d or on the Superbook Kids Website! http://share.cbn.com/5bu0c Join the Superbook ...
youtube.com

KARYA KASIH BAPA DALAM MENYELAMATKAN MANUSIA

PENDAHULUAN
1. HAKEKAT KESELAMATAN
1a. Kehidupan Kekal...
1b. Ketidakbinasaan
2. KARYA KASIH TUHAN DALAM MENYELAMATKAN MANUSIA
2a. DIA Merindukan Keselamatan Manusia: Kasih-Nya
2b. DIA Menyediakan Jalan Keselamatan: Anak-Nya
2c. DIA Memberikan Keselamatan: Anugerah-Nya
3. TANGGUNG JAWAB MANUSA DALAM KESELAMATAN: IMAN
KESIMPULAN DAN PENERAPAN

See More

KARYA KASIH ALLAH* DALAM MENYELAMATKAN MANUSIA (Yohanes 3:16)

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh. 3:16).


...
Continue Reading

Alasan untuk Bersukacita di Hari Natal: Pesan dari Pengalaman Maria (Lukas 1:26-38)

Introduksi:

“Salam  …” kata Malaikat Gabriel kepada Maria (Luk. 1:28). Kata Yunani untuk "salam" adalah "chairo" yang berarti "bersukacitalah." Ini merupakan seruan bagi Maria untuk bersukacita. Salam dan seruan untuk bersukacita ini tentunya juga untuk kita ketika merayakan Natal ini. Maria keheranan dengan salam itu, lalu malaikat itu kemudian men...jelaskan alasan untuk bersukacita itu di dalam Lukas 1:26-38.

 

A. Kita Bersukacita karena Natal Menegaskan Penyertaan TUHAN (1:26-29)

  1. Kondisi Israel menjelang Natal: Di bawah penghakiman TUHAN 
    • Dijajah secara politis oleh Kekaisaran Romawi;   
    • Dijajah Yunani secara budaya (Helenisme) dan bahasa (Koine);  
    • Dari segi Agama: dikuasai oleh kaum Legalis Farisi yang munafik dan Politis Saduki (para imam). Para pendatang, terutama tentara pendudukan, juga membawa agama dan berhalanya masing-masing.
  2. Berita malaikat bahwa TUHAN menyertai engkau (Luk. 1:28) menjadi alasan untuk bersukacita, karena hal itu menegaskan bahwa TUHAN tidak meninggalkan umat-Nya, TUHAN masih hadir bersama umat-Nya dan akan memberikan keselamatan, kelepasan, dan kemenangan.
  3. Penyertaan TUHAN menjadi nama dari bayi Natal, yakni Immanuel.
  4. Penyertaan TUHAN Natal kini berlaku bagi kita juga (Mat. 28:19-20), sehingga kita harus bersukacita. 

B. Kita Bersukacita karena Natal Membawa Kasih karunia TUHAN (1:30-34)

  1. Maria bertanya-tanya akan arti salam itu, menunjukkan adanya ketakutan. 
    • "Jangan takut!"  
      • Ketakutan merupakan kondisi psikologis yang muncul karena keyakinan adanya bahaya yang berpotensi bakal menimpa diri. 
      • Ketakutan bukanlah sekedar keadaan batin, tapi merupakan pilihan yang kita lakukan berdasarkan alasan yang diyakini. Jadi kita bisa memilih untuk bersikap tidak takut.
    • Alasan Maria untuk menjadi takut sebagai  implikasi dari salam malaikat yang berarti dia akan mengandung bayi Natal tanpa melalui proses hubungan suami isteri. 
      • Alasan Personal: Sebagai wanita dia akan kesusahan waktu mengandung dan kesakitan waktu melahirkan (Kej. 3:16). 
      • Alasan Marital: Meskipun belum hidup bersama sebagai suami isteri dengan Yusuf, namun menurut adat kebiasaan masyarakat Yahudi kala itu status mereka sudah dipandang sebagai suami isteri (tunangan).  
      • Alasan Sosial: Dalam masyarakat religius, kehamilan di luar nikah merupakan aib sangat memalukan. 
      • Alasan Yudisial Religius: Dalam hukum Agama Yahudi, berzinah harus dihukum mati. 
      • Alasan Royal: Maria akan mengandung Anak Daud yang akan menjadi raja orang Yahudi. Tentu saja ini berita  menakutkan bagi Herodes dan kekaisaran Romawi kala itu. Kekaisaran Romawi pasti akan menumpas setiap gerakan yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan mereka. Raja Herodes pribadi berambisi mempertahankan kekuasaannya.
  2. Natal memberikan alasan bagi Maria untuk tidak takut, karena dia beroleh kasih karunia Allah.  Kata Malaikat, "Engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah" (1:30).  
    • Secara etimologis: "charis" (kasih karunia) adalah penyebab "chairo" (bersukacita). Jadi orang bergembira (chairo) karena mendapatkan kasih karunia (charis). 
    • Secara theologis "charis" berarti:  
      • Karya kasih Allah yang dicurahkan / diberikan  secara cuma-cuma kepada kita yang tidak layak menerimanya. Karya kasih Allah bagi kita itu bisa berupa keselamatan, pertolongan, penghiburan, mujizat dan bahkan teguran-Nya sebagai anak.   
      • Charis itu kebalikan dari murka, amarah, dan penghukuman dari Allah.
      • Charis (kasih karunia) itu adalah Kristus Yesus:
        • Anak lelaki yang bertumbuh besar (manusia);
        • Anak Allah yang Maha  Tinggi;
        • Anak Daud: Ahli Waris tahta Daud; Raja kekal atas keturunan Yakub yang Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.
  3. Kasih karunia Allah yang menyertai Maria juga menyertai kita, sehingga kita harus bersukacita di masa Natal ini.

C. Kita Bersukacita karena Natal Hadirkan Mujizat TUHAN (1:35-38)

 

  1. Maria bertanya, "Bagaimana mungkin hal itu terjadi?" Malaikat menjawab, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah!" 
  2. Mujizat-mujizat yang Maria alami: 
    • Persoalan Marital, sosial, dan yudisial keagamaan selesai secara mujizat: Yusuf tidak jadi menceraikannya, karena ada malaikat mendatanginya di dalam mimpi yang memberitahukan kondisi sebenarnya mengenai kehamilan Maria itu. 
    • Persoalan personal kewanitaan selesai secarfa ajaib: Dia bisa kuat ketika mengandung bayi Yesus (padahal harus melakukan perjalanan jauh dari Nazaret ke Betlehem) dan bahkan bisa melahirkan Sang Bayi dengan sehat meski di kandang domba. 
    • Persoalan Royal (Kerajaan) juga selesai: Dia dan bayi selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh Raja Herodes. Tentu saja Maria dan sang Bayi memerlukan kekuatan ekstra untuk bisa pergi melarikan diri ke Mesir.
  3. Mujizat itu masih berlaku sampai sekarang: Roh Allah yang membuat mujizat itu juga ada pada kita (1:35; band. Rm. 8:1-16).

Kesimpulan / Penerapan

1. Respon utama terhadap kasih karunia Allah adalah ketaatan pada firman Tuhan. Kata Maria, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba. Jadilah menurut perkataanmu!" (Luk. 1:38).

2. Kita bersukacita dalam masa Natal karena adanya penyertaan, kasih karunia, dan mujizat dari TUHAN bagi kita.

See More

"Aku datang segera Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu." (Wahyu 3:11)

"I am coming quickly; hold fast what you have, so that no one will take your crown." (Revelation 3:11)

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
Posted by Earl Simmons Hd
14,899,102 Views
14,899,102 Views

"Janganlah kamu kuatir tentang apapun juga, tapi dalam segala hal nyatakanlah kepada ELOAH segala kebutuhanmu dalam doa, permohonan dan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6).

Image may contain: one or more people, people sitting and text
The Navigators

Do not be anxious for anything...

Alasan Harus Menyembah TUHAN:

"Ya TUHAN dan ELOAH kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." (Wahyu 4:11)

1) Kita Menyembah TUHAN, karena DIA sebagaimana adanya;...
2) Kita Menyembah TUHAN, karena DIA Pencipta segala sesuatu;
3) Kita Menyembah TUHAN, karena DIA Penebus umat-Nya.

See More

Ketika Jemaat Kristus Tekun Berdoa

KETIKA JEMAAT TEKUN BERDOA ...

 

"Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus." (Phi 1:18c-19 ITB).

 

...

 

PENDAHULUAN

Apa yang terjadi ketika gereja atau jemaat Kristus berdoa? Di dalam Filipi 1:18c-19 kita melihat bahwa ketika jemaat tekun berdoa, maka [1] Sukacita terjadi (1:18c); [2] Kelepasan terjadi (1:19a); [3] ROH YESUS KRISTUS bekerja (1:19b)

 

[A] KETIKA JEMAAT BERDOA, SUKACITA TERJADI (1:18c)

 (a) Logikanya Rasul Paulus mesti tidak menulis "aku akan tetap bersukacita", tetapi berduka cita dan bersedih, karena ketika menulis Surat Filipi ini, sesungguhnya Rasul Paulus sedang berada dalam tahanan di Roma. Dia tengah menjalani pengadilan Kekaisaran Romawi oleh karena kegiatan pemberitaan Injil yang dia lakukan dikira sebagai gerakan politik yang mengganggu Kekaisaran Romawi. Namun kenyataannya dia menulis "aku akan tetap bersukacita"!

 (b) Rasul Paulus bersukacita karena jemaat Filipi tekun mendoakannya.   

(i) Sukacita (Yun. "chairo") adalah suatu kegembiraan besar di dalam hati oleh karena adanya kasih karunia (Yun. "charis") Ilahi yang dicurahkan kepada kita.    

(ii) Kasih karunia (Yun. "charis"), sebagai penyebab terjadinya sukacita (chairo), merupakan Kasih dan kebaikan TUHAN yang dicurahkan dan dilimpahkan kepada kita oleh karena iman (yakni, ketekunan berharap pada Tuhan Yesus dalam doa). 

(iii) Charis ("kasih karunia") merupakan kebalikan atau lawan dari "crisis" (yakni, penghakiman dan murka amarah Ilahi yang ditumpahkan atas diri seseorang sehingga terjadi kesusahan dan penderitaan dalam kehidupannya).

 (c) Ketika jemaat tekun berdoa, maka TUHAN mengubah kutuk (krisis) menjadi berkat, yakni DIA mencurahkan kasih karunia dan kebaikkannya kepada kita. 

 

[B] KETIKA JEMAAT TEKUN BERDOA, KELEPASAN TERJADI (1:19a)

 (a) Menurut hitung-hitungan jemaat Filipi, sangat sukar bagi Rasul Paulus untuk bisa lolos dari pengadilan Kekaisaran Romawi ini. Jemaat Filipi Rasul Paulus bakal dihukum berat, bahkan bisa sampai mati, sehingga jemaat sedih dan berduka. Namun Rasul Paulus menegaskan bahwa "akhir semuanya ini (yakni, proses pengadilannya) adalah keselamatanku".

(b) Rasul Paulus mendapatkan keselamatan/kelepasan karena jemaat Filipi berdoa.    

(i) Keselamatan yang dimaksudkan Paulus dalam Filipi 1:19a ini bukanlah keselamatan dari dosa dan neraka, tetapi kelepasan dan kebebasan dari tuntutan dalam peradilan Kekaisaran Romawi yang memenjarakannya. Paulus menulis, "aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, ..." (Phi 1:25 ITB).    

(ii) Terbukti dalam sejarah bahwa pada akhirnya Rasul Paulus menang dalam pengadilan di Kekaisaran Romawi itu (63 M). Dia dilepaskan dan melanjudkan kegiatannya penginjilannya ke wilayah Barat. 

 

[c] KETIKA JEMAAT TEKUN BERDOA, ROH KUDUS BEKERJA (1:19B)

(a) Roh Kudus adalah Pribadi dalam Trinitas Ilahi yang diasosiasikan dengan kuasa TUHAN. Jadi, ketika Roh TUHAN intervensi, itu berarti DIA sedang bekerja dengan kemahakuasaan-Nya.

 (b) Rasul Paulus meyakini kelepasannya yang sudah terbukti dalam sejarah sebagai hasil karya dan perbuatan ROH YESUS KRISTUS.

 (c) Rasul Paulus menulis bahwa ROH KUDUS bekerja menolongnya karena jemaat Filipi berdoa.    

(i) Jawaban doa bersifat kondisional, yakni harus memiliki syarat tertentu. Ini berarti tidak semua doa mau dijawab oleh ROH KUDUS.    

(ii) ROH TUHAN menjawab doa jemaat Filipi bagi kelepasan Rasul Paulus karena: Pertama, Jemaat Filipi TEKUN dan TERUS berdoa dengan tidak jemu-jemunya; Kedua, Rasul Paulus memiliki komitmen untuk mempermuliakan Kristus Yesus, yakni memberi buah dalam kehidupannya; Ketiga, Jemaat Filipi memerlukan Rasul Paulus Hamba KRISTUS untuk membangun iman mereka.

 

KESIMPULAN / PENERAPAN 

(a) Pelajaran dari Rasul Paulus dan Jemaat Filipi yang harus kita orang Kristen terapkan adalah TERUS DAN TEKUN BERDOA DENGAN TIDAK JEMU-JEMU (band. Luk. 18:1). 

(b) Hasil dari ketekunan jemaat dalam berdoa adalah:

(i) Kita Hidup dalam Kasih Karunia (charis) ILAHI, dilepaskan dari krisis (murka dan penghakiman Ilahi), sehingga ada sukacita besar di hai;

(ii) Kita Hidup dalam Kelepasan ILAHI. Setiap orang percaya Kristus, karena imannya, masih bisa mengalami kesukaran, pencobaan, penyesatan, perlawanan, dan kuasa kegelapan. Namun, ketekunan dan kesetiaan dalam doa yang benar membawa kepada kelepasan dan kemenangan.

(iii) Kita Hidup dalam Mujizat ROH KUDUS yang memimpin kita ke dalam kebenaran.


See More
A. PENDAHULUAN
TUHAN YESUS layak menerima ketaatan dari gereja-Nya, karena DIA adalah “Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud.” “Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” (Wahyu 3:7).
“Yang Kudus” berarti DIA memiliki kesempurnaan moral khusus, berbeda, dan terpisah dari dunia dengan segala kecemaran, kenajisan, dan keberdosaan; orang lain disebut kudus, dan menjadi umat-Nya oleh karena memiliki (a) relasi personal berdasarkan iman kepada-Nya yang lahir dari ketaatan pada Injil tentang karya kematian dan kebangkitan-Nya dalam ...