Photos
Posts

Mardani Ali Sera: Meikarta Harus Hentikan dulu Pemasarannya
Kerugian itu bisa terjadi karena proyek Meikarta izinnya masih di tengah jalan tapi sudah di pasarkan secara besar-besaran melalui media masa seperti yang telah dipaparkan Ombudsman RI

http://www.mafaza-online.com/…/mardani-ali-sera-meikarta-ha…

Kerugian itu bisa terjadi karena proyek Meikarta izinnya masih di tengah jalan tapi sudah di pasarkan secara besar-besaran melalui media ma...
mafaza-online.com

Menguatnya Komunisme Indikator Lemahnya Pemahaman terhadap Pancasila
Saatnya para pemimpin bangsa menyadari hal ini, Negara harus secara terus menerus melakukan sosialisasi Pancasila

http://www.mafaza-online.com/…/menguatnya-komunisme-indikat…

Posts

Erdogan: Kami Tidak Akan Tunduk Kepada Asing, Kami Hanya Tunduk Kepada Allah
Erdogan juga mengajak seluruh rakyat Turki untuk bersatu menghadapi ancaman teroris

Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/erdogan-kami-tidak-akan-tund…

Erdogan juga mengajak seluruh rakyat Turki untuk bersatu menghadapi ancaman teroris
mafaza-online.com

Sayyid Sabiq Bukan Faqih
(Tulisan ini lahir dari kecintaan pada ulama besar)
Saya dijapri seseorang untuk menanggapi potongan video dua orang ustadz yg sedang diskusi, saya tak tau tema diskusi itu, sebab rekaman videonya tak dari awal majelis.

Tetapi satu hal yg membuat saya terkejut dari diskusi tsb adalah pernyataan salah satu ustadz tersebut, "Sayyid Sabiq yg dijadikan referensi istri antum itu GA BOLEH DIPAKAI, sebab apa? Sebab Sayyid Sabiq BUKAN FAQIH DI MASJID."...
Benarkah Sayyid Sabiq bukan Faqih, sehingga kitab beliau tidak layak dijadikan referensi..?

Semoga Allah membalas Syaikh Sayyid Sabiq dengan balasan terbaik, dari anak-anak al-Azhar dan pemuda dr ummat ini. Beliau benar-benar seorang FAQIH UMMAT yg menegaskan wasathiyah agama ini......"

MARI BERADAB DAN BERETIKA kepada ulama besar, sekalipun kita tidak setuju dalam beberapa masalah dengan ulama besar tersebut.

Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/benarkah-sayyid-sabiq-bukan-…

See More
Sayyid Sabiq Bukan Faqih (Tulisan ini lahir dari kecintaan pada ulama besar)
mafaza-online.com

Halimah Yacob, Muslimah Melayu Pertama Jadi Presiden Singapura

Berbagai spekulasi muncul. Ini dianggap sebagai jalan Singapura untuk mengambil alih kepemimpinan kawasan Asean, dengan memberi contoh minoritas bisa jadi presiden, sekaligus meredam keresahan minoritas muslim melayu sejak maraknya genosida minoritas muslim rohingya di Myanmar.

"Dengan terpilihnya seorang wanita muslim dari etnik minoritas melayu, ini bisa jadi strategi Singapura memperkuat bangunan politik persat...uan yang selama ini telah ditanamkan oleh Lee Kuan Yew, yaitu menghindari semaksimal mungkin terjadinya gesekan akibat dominasi mayoritas, yang bisa saja meletus karena terpicu oleh kejadian di negara lain," terang Ketua Bidang Propaganda Perisai Berkarya (organisasi sayap Partai Berkarya), Mahar Prastowo.

See More
Mafaza-Online | Singapura punya presiden baru, yaitu Halimah Yacob (63). Dia menjadi orang dari minoritas melayu dan muslimah pertama y...
mafaza-online.com

Teliti Literasi dari Kasus Foto Hoax Rohingya

Alih-alih ingin berbagi kepedulian, ikut menyebarkan foto-foto hoax Rohingya berbahaya karena justru menisbikan empati akan kezaliman yang nyata berlaku.

Detti Febrina | @dettife* 06092017

...

Apa bahayanya menyebarkan foto-foto hoax pada isu Rohingya? Selain sebagian besar terkategori disturbing pictures/gambar yang tidak nyaman untuk dilihat, namun yang paling berbahaya adalah pengaburan fakta kemanusiaan yang sungguh terjadi di Rakhine State. Alih-alih ingin berbagi kepedulian, ikut menyebarkan foto-foto hoax Rohingya berbahaya karena justru menisbikan empati akan kezaliman yang nyata berlaku.

Kasus salah posting mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, sudah diakui oleh yang bersangkutan sebagai kesalahan, adalah contoh segar. Lihat cepatnya diskusi terdistraksi dari bagaimana ringankan derita Rohingya pada bagaimana merundung mantan Menkominfo yang bisa kepleset juga posting hoax.

Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/teliti-literasi-dari-kasus-f…

See More
Alih-alih ingin berbagi kepedulian, ikut menyebarkan foto-foto hoax Rohingya berbahaya karena justru menisbikan empati akan kezaliman...
mafaza-online.com

Konflik Agama jadi Dalih Kasus Perebutan Lahan di Myanmar

Konflik komunal antar-agama mengaburkan upaya pencaplokan lahan petani oleh pemerintah Myanmar dan perusahaan asing.

Konflik Perebutan Lahan dan Sumber Daya Alam...
Saskia Sassen, profesor Sosiologi di Columbia University dan penulis Expulsions: Brutality and Complexity in the Global Economy (2014), menilai konflik antar-agama di Rakhine adalah puncak gunung es dari akar masalah yang lain, yakni konflik perebutan lahan dan sumber daya alam. Pelaku utamanya adalah pemerintah Myanmar dan rezim militernya yang masih kuat bercokol di tubuh pemerintahan hingga saat ini.

Tragedi Rohingya pada 2012, menurut Sassen, bukanlah kejadian insidental tanpa ada campur tangan Negara

Sassen menilai, mengeluarkan warga Rohingya dari tanah airnya akan bagus untuk bisnis di masa depan.

Pada akhirnya, menurut Sassen, ada dua fungsi dari kebijakan pengusiran orang Rohingya.

http://www.mafaza-online.com/…/konflik-agama-jadi-dalih-kas…

See More
6 Fakta Mengerikan Biksu Ashin Wirathu Pembunuh Umat Islam di MM © Copyrigth Development YtScene™ Konflik komunal antar-agama meng...
mafaza-online.com

Kritik Terhadap Utang Indonesia
Jakarta – Senin (4/9) siang, Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pada Raker kali ini, Komisi XI dan Menteri Keuangan membahas tema Evaluasi Hutang Negara.

Seperti diketahui, Posisi utang luar negeri Pemerintah Pusat Indonesia berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI per tanggal 31 Juli 2017 adalah sebesar Rp3.779,98 Trili...un. Angka tersebut berasal dari Surat Berharga Negara sebesar Rp3.045,00 Triliun dan Pinjaman sebesar Rp734,98 Triliun. Sedangkan, proyeksi posisi akhir tahun dengan menggunakan asumsi PDB APBN 2017, rasio utang pemerintah pusat terhadap PDB adalah sebesar 28,1%.

Dalam 3 tahun kepemimpinan Jokowi, utang Indonesia bertambah sebanyak kurang lebih Rp 1.000 T dengan angka debt to GDP rasio meningkat dari 25% menjadi 28,1%.

Padahal dulu saat kampanye pilpres,
Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/refrizal-kritik-terhadap-uta…

See More
Padahal dulu saat kampanye pilpres, Jokowi menyampaikan tidak akan menambah utang luar negeri baru, melainkan memaksimalkan APBN yang beras...
mafaza-online.com

KHUTBAH IEDUL ADHA 1438 H Anak Shalih, Aset Orangtua Paling Berharga

Anak shalih adalah sumber pahala yang tak putus meski tubuh kita telah hancur berkalang tanah. Karena itu kita harus benar-benar serius merancang kehadiran anak shalih di dalam keluarga
Oleh: Ustadz Dr Hermanto

...Continue Reading
Mohd Iedul Adha 1438 h children shalih, most valuable parent asset Saleh is the source of an uninterrupted reward even though our bodies have destroyed the land. That's why we have to seriously plan the presence of saleh in the family. By: Teacher Dr. Hermanto Al-Khattab is an invaluable investment. Saleh is a lamp that has not been extinguished even though we have been buried in liang lahat. Saleh is the source of an uninterrupted reward even though our bodies have destroyed the land. That's why we have to seriously plan the presence of saleh in the family. Members of the house of ri Dr. Hermanto said that when being the preacher iedul 1438 h at the mosque that the green hill area, the century, Century District, Colugo District, Regency Regency, Friday (1/9). He said, " we can take a lesson from Abraham. Ucapnya. So, then, to get salih, then the parents will have to try to be a person. " ready to be a parent means ready to be an example for family, not just feeding and adequate needs of child," obviously. He said, " if you wish to have a son, he is he who is he, he is he, he is he, he he Ibrahim (Abraham) said in the Qur ' an, " O my Lord, my Lord, provide for me." Many of us want to have children. But which of us is the most merciful of the merciful. Which among us is consistently tucking the best prayers for family and children?" Tanya Hermanto. In addition to prayer, it is clear to him that he will have his way. " the seriousness must be equal even more than desire to earn a great income, the home of dreams and dreams," he says. The way to take it among the following: First, consistently looking for lawful sustenance for the family. In Islam, what is consumed by the human body will affect his behavior. " Therefore, Islam is obliged to every parent to provide only lawful food obtained through the goods that are lawful to their children," tuturnya. Secondly, give a dear to the child but not coddle him. " the proof of our love and affection for them is by trying to save them from the flames of hell," he said. He said, " O you who believe! Take care of yourselves and your families from the fire fire whose fuel is man and stone..." (Qs at-Tahrim: 06) Third, continue to learn to be a righteous parent and speak. It is not forbidden to learn the concept of children's education from anyone, but rest assured that the concept of the messenger of " as a parent, many things must be learned," ucapnya. " as it is as busy as the world's business, we must provide time to learn to be a righteous parent and say," pungkas legislator of dapil sumbar I this. http://www.mafaza-online.com/2017/09/khutbah-iedul-adha-1438h-anak-shalih.html
Translated
Anak shalih adalah sumber pahala yang tak putus meski tubuh kita telah hancur berkalang tanah. Karena itu kita harus benar-benar serius mer...
mafaza-online.com

Myanmar Blokir Akses Bantuan PBB untuk Warga Sipil Rakhine

Pemerintah Myanmar memblokir akses bagi organisasi kemanusiaan dan bantuan yang dikerahkan oleh PBB di Rakhine. Hingga saat ini, pasokan makanan, air, serta obat-obatan yang diperlukan warga sipil akiibat konflik di negara bagian itu tidak dapat diberikan.

Konflik di Rakhine kembali meletus pada 25 Agustus lalu, dengan terjadinya serangan di wilayah utara negara bagian itu. Sebanyak 20 pos keamanan polisi di perbatas...an Myanmar dan Bangladesh yang dilaporkan mendapat serangan.

Menurut pasukan militer Myanmar saat itu, ada ratusan orang yang diyakini oleh mereka berasal dari kelompok militan Rohingya melakukan serangan tersebut. Beberapa membawa senjata, serta menggunakan bahan peledak buatan sendiri dalam serangan itu.

Pertempuran antara pasukan keamanan Myanmar dan penyerang kemudian terus berlanjut. Tak hanya itu, tentara negara juga melakukan operasi di desa-desa yang menjadi tempat tinggal penduduk dari etnis tersebut di sejumlah desa dan wilayah Rakhine.

Atas konflik dan kekerasan yang terus berlanjut di Rakhine, PBB telah mencari cara untuk memberikan bantuan. Namun, akses untuk menjangkau Rakhine sejak 25 Agustus lalu, tidak dapat diberikan oleh Pemerintah Myanmar dengan alasan situasi keamanan.

"PBB terus mencoba menghubungi pihak berwenang agar operasi kemanusiaan dapat kami lanjutkan sesegera mungkin," ujar pernyataan dari Kantor Koordinator Residen PBB di Myanmar, dilansir Asian Correspondent, Senin (4/9).

Situasi di Rakhine sebelumnya dilaporkan semakin memburuk dengan adanya laporan pembakaran desa-desa yang menjadi tempat tinggal warga Rohingya di sana. Kelompok aktivis Human Rights Watch mengatakan banyak bangunan dan area lingkungan warga, khususnya di Maungdaw, wilayah utara negara bagian itu yang terlihat terbakar dan ditunjukkan melalui media sosial.

Setidaknya ada 10 area yang saat itu terlihat penuh dengan kobaran api. Diyakini pasukan militer dengan sengaja melakukan tindakan keras sebagai upaya menekan kelompok militan yang diduga berasal dari etnis Rohingya.

Hingga saat ini, 400 orang, yang kebanyakan berasal dari warga Rohingya tewas dalam kekerasan diRakhine. Sementara, puluhan ribu penduduk etnis tersebut lainnya dilaporkan mencoba melarikan diri dengan melintasi perbatasan darat ke Bangladesh.

Selain itu juga terdapat puluhan warga Rohingya lainnya menyebrangi sungai di wilayah perbatasan menggunakan kapal darurat, namun beberapa diantaranya tenggelam. Puluhan ribu dari mereka yang berhasil melarikan diri ke Bangladesh juga disebut tiba dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Tak sedikit yang mengalami luka parah karena tembakan yang dilepas oleh pasukan militer Myanmar.
http://www.mafaza-online.com/…/myanmar-blokir-akses-bantuan…

See More
Rohingya, Masjid dibakar Mafaza - Online | Pemerintah Myanmar memblokir akses bagi organisasi kemanusiaan dan bantuan yang dikerahk...
mafaza-online.com

Kurang Kejam dan Bengis Apalagi Ya Buddha ?
Sekejam-kejamnya Rodovan Karadzic dan Slobodan Milosevic, jagal Kristen Serbia di camp Sebrenica, yang dia bantai habis hanyalah para lelaki Muslim Bosnia.
Sebengis-bengisnya Ariel Sharon, jagal Yahudi Israel di camp Sabra Shatila, alat yang dia pakai adalah senjata api otomatis untuk membantai habis pengungsi Palestina.
Tapi lihatlah kurang kejam dan bengis apalagi kaum musyrik Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya ?
- Menyembeli...h wanita dan menampung darahnya diember setelah terlebih dahulu menelanjanginya. .
- Membelah perut wanita hamil dan mengeluarkan 2 bayinya. Lalu mencincangnya hidup-hidup.
- Merobek kemaluan wanita hingga ke perutnya, lalu mengeluarkan isi perutnya seperti hewan sembelihan.
- Menggorok bayi bayi tak berdosa dengan leher menganga lebar.
- Membakar hidup-hidup dan memanggang bayi dan anak-anak kecil.
- Menyetrum bayi dan anak-anak kecil, memukulnya lalu menyiksanya seperti mainan.
- Mencincang wanita wanita tua renta dan merobek-robek isi perutnya hingga terburai.
- Memenggal kepala para wanita dan nenek-nenek tua renta. Lalu memamerkannya.
- Membakar para wanita, anak-anak hingga nenek tua renta dalam kondisi masih hidup.
- Mumutilasi hidup-hidup bagian tubuh para wanita dan nenek nenek tua renta. Dan masih banyak lagi.
Dan muaknya lagi, semua kebiadaban itu direkam dan dipertontonkan kepada dunia, bahkan disaksikan langsung oleh wanita dan anak-anak kaum musyrik Buddha Myanmar. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa Muslim Rohingya adalah manusia manusia hina yang tiada harganya sehingga layak dicincang bagai binatang.
Jika dengan wanita, orang tua dan nenek renta, anak-anak balita hingga bayi tak berdosa saja mereka sebegitu tega berbuat kejam, sadis dan bengis, maka bisa dipastikan perlakuan yang jauh lebih keji mereka pasti telah lakukan kepada para lelaki dewasa. Ya Allah ya Rabb, sungguh kebiadaban yang taktergambarkan lagi dengan kata-kata. (Maaf, kami gak tega menayangkan gambar dan videonya, sungguh gak tega)
Kurang kejam dan bengis apalagi kalian ya Buddha ?
Laa haula wa laa quwata illa billah .
*Maaf tdk disertakan foto dan videonya, terlalu biadab para junta militer myanmar dan para budhis.
Copast M.RosyidiAziz
http://www.mafaza-online.com/…/kurang-kejam-dan-bengis-apal…

See More
Rohingya, masjid dibakar Sekejam-kejamnya Rodovan Karadzic dan Slobodan Milosevic, jagal Kristen Serbia di camp Sebrenica, yang dia ban...
mafaza-online.com

Erdogan Menangis Tersedu Mendengar Kisah Pembakaran Masjid Rohingya

Mafaza-Online | Seorang saksi mata menceritakan kronologi pembakaran mesjid di Rohingya yang langsung menjadi headline di media. Kisah tersebut tak hanya mengejutkan dunia, tapi juga memicu airmata para pemimpin negara muslim. Salah satunya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Abdullah (20), warga Rohingya yang menjadi saksi mata kesadisan tentara Myanmar mengisahkan. Di suatu subuh yang sunyi senyap. Warga... yang berlindung di sebuah masjid di Rakhine bergegas melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

Setelah adzan berkumandang, tiba-tiba terdengar teriakan diselingi suara tembakan. Warga yang panik berhamburan keluar. Mereka melihat puluhan pria berpakaian loreng menenteng senjata.

Rentetan senjata api terdengar lagi. Satu persatu warga yang keluar dari masjid, tiba-tiba jatuh tersungkur. Darah mengalir dimana-mana.

Pria-pria bersenjata tersebut memerintahkan warga Rohingya untuk masuk kembali ke masjid. Abdullah cukup beruntung. Badannya yang kecil berhasil menyelusup diantara semak.

Setelah warga masuk masjid. Pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai militer Myanmar tersebut kembali mengeluarkan perintah kepada warga untuk segera shalat.

Tragedi memilukan terjadi. Tong berisi bensin disiramkan ke sekeliling masjid. Seketika api membara. Membakar mesjid beserta isinya. Yaitu warga Rohingya yang sedang menunaikan shalat.

Ajaibnya, tak satupun warga yang keluar menyelamatkan diri. Mereka bertahan untuk tetap shalat. Meski api mulai membakar tubuh.

Adegan demi adegan sadis tersebut tak luput dari pengamatan Abdullah, yang hanya bisa menangisi kematian saudara-saudaranya.

Abdullah ditemukan seorang wartawan. Dia terduduk melamun sepanjang hari. Melihat puing-puing masjid tempat ia bermain dan berkumpul bersama saudaranya dulu.

Masih banyak kisah-kisah menyedihkan yang terjadi oleh warga Rohingya. Tak salah jika sebutan "Etnis Paling Menderita di Dunia" tersemat di dada mereka. Namun dunia masih menutup matanya untuk Rohingya.

Presiden Erdogan yang mengetahui kisah tersebut melalui staf khususnya, tak bisa membendung tangis. Airmatanya mengalir deras.

"Apa yang ditunggu masyarakat dunia? Apakah mereka menunggu hingga etnis ini punah," ujar Erdogan tersedu.

"Ya Allah, maafkan kami yang hidup enak, sementara ada saudara kami yang terzalimi," sambung Erdogan seperti dikutip dari Aljazeera. (bbs)
http://www.mafaza-online.com/…/erdogan-menangis-tersedu-men…

See More
Masih banyak kisah-kisah menyedihkan yang terjadi oleh warga Rohingya. Tak salah jika sebutan "Etnis Paling Menderita di Dunia" ters...
mafaza-online.com

Mardani Ali Sera: Rohingya Darurat Krisis Kemanusiaan

Mafaza-Online | Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera, menganggap apa yang terjadi di Rohingya merupakan sebuah Darurat Krisis Kemanusiaan. Ia mengutuk kebijakan pengusiran dan pembantaian etnis Rohingya oleh Militer Burma terhadap muslim dari Desa Rakhine, Myanmar.

"Rohingya dalam kondisi Darurat Krisis Kemanusiaan," Kata Mardani, Kamis (31 Agustus 2017).

...

Mardani meminta Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi untuk terus berperan lebih aktif lagi mendorong penyelesaian konflik Rohingya .

Ia menuturkan, Indonesia punya dua modal kenapa perlu berperan lebih aktif dalam krisis Rohingya.

Pertama, secara geografis Indonesia dan Myanmar tergabung dalam negara ASEAN.

Kedua, Indonesia negara Muslim terbesar di dunia.

Mardani mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang tengah mengembangkan pembangunan rumah sakit dan sekolah di Rakhine pada Oktober mendatang. "Alhamdulillah, ini yang sudah lama kita tunggu," ujarnya

Internasional Organization for Migran (IOM) melainsir sedikitnya 18.500 Muslim Rohingya telah dipaksa melarikan diri ke Bangladesh dalam enam hari terakir karena pertempuran di daerah Myanmar barat baru-baru ini menewaskan sekitar 100 orang. Banyak yang luka akibat hujan peluru dan itu menyebabkan ketakutan.
http://www.mafaza-online.com/…/mardani-ali-sera-rohingya-da…

See More
Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera Mafaza - Online | Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera, menganggap apa yang terj...
mafaza-online.com

Ini Bukan Demo, Heboh Nobar Film Nyai Ahmad Dahlan

Mafaza–Online | Hari perdana penayangan Film Nyai Ahmad Dahlan tanggal 24 Agustus 2017 kemarin disambut antusias oleh masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di berbagai daerah.

Di Yogyakarta, 2000 siswa Madrasah Muallimat Muhammadiyah dengan 36 bis memenuhi dua bioskop di Empire XXI dan XXI Ambarukmo Plaza. Kehadiran ribuan siswa Muallimat disambut oleh Sutradara film NAD Olla ata Adonara yang secara khusus singgah di Yogy...akarta.

Di Cileungsi Bogor
Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/ini-bukan-demo-heboh-nobar-f…

See More

Pada abad pertengahan, seorang penulis dari Cambridge University, Inggris, bernama Simon Ockley menulis tentang sejarah Saracen. detikcom mengutip dari buku tersebut yang berjudul The History of Saracens yang ditulis pada tahun 1711 dan 1718, Kamis (24/8/2017), Ockley hanya bercerita tentang orang-orang yang disebut sebagai Saracen.
Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/sejarah-istilah-saracen-yang…

Mafaza - Online | Sebuah kelompok penyebar isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menamai diri mereka sebagai Saracen....
mafaza-online.com

Arti Saracen yang Dipakai Sindikat Penyebar Kebencian

Saracen merujuk pada istilah untuk muslim pada abad pertengahan.
Mafaza-Online | Divisi Siber Bareskrim Mabes Polri mengungkap sindikat kasus penyebaran ujaran kebencian terkait SARA dan menangkap tiga pelaku, hari ini Rabu (23/8/2017). Ketiga pelaku ini menjalankan 'bisnis' ujaran kebencian melalui media sosial dan laman saracen/.com yang hingga kini belum diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

...

Pelaku yang ditangkap hanyalah tiga dari 800 ribu orang yang menjalankan 'bisnis' ujaran kebencian dengan menerima pesanan dari berbagai pihak. Nilai orderannya dari mulai Rp75 juta sampai Rp100 juta. Kelompok ini menamai diri mereka Saracen, sebutan untuk penganut Islam di abad pertengahan.

“Judul grupnya saja sudah tidak baik,” kata Kasubag Satgas Patroli Siber Bareskrim AKBP Susatyo Purnomo.

”Kami katakan sindikat karena ini memiliki struktur seperti organisasi pada umumnya,” jelas Kasubdit 1 Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol. Irvan Anwar.

Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/arti-saracen-yang-dipakai-si…

See More
Saracen merujuk pada istilah untuk muslim pada abad pertengahan
mafaza-online.com

Arti Saracen yang Dipakai Sindikat Penyebar Kebencian

Saracen merujuk pada istilah untuk muslim pada abad pertengahan.
Mafaza-Online | Divisi Siber Bareskrim Mabes Polri mengungkap sindikat kasus penyebaran ujaran kebencian terkait SARA dan menangkap tiga pelaku, hari ini Rabu (23/8/2017). Ketiga pelaku ini menjalankan 'bisnis' ujaran kebencian melalui media sosial dan laman saracen/.com yang hingga kini belum diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

...

Pelaku yang ditangkap hanyalah tiga dari 800 ribu orang yang menjalankan 'bisnis' ujaran kebencian dengan menerima pesanan dari berbagai pihak. Nilai orderannya dari mulai Rp75 juta sampai Rp100 juta. Kelompok ini menamai diri mereka Saracen, sebutan untuk penganut Islam di abad pertengahan.

“Judul grupnya saja sudah tidak baik,” kata Kasubag Satgas Patroli Siber Bareskrim AKBP Susatyo Purnomo.

”Kami katakan sindikat karena ini memiliki struktur seperti organisasi pada umumnya,” jelas Kasubdit 1 Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol. Irvan Anwar.

Arti Saracen Selanjutnya silakan klik:
http://www.mafaza-online.com/…/arti-saracen-yang-dipakai-si…

See More
Saracen merujuk pada istilah untuk muslim pada abad pertengahan
mafaza-online.com