Photos
Posts

Dinkes Hanya Berikan Subsisi PadaObat HIV-AIDS

Padang, Padek— Kepala DinasKesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengatakan bahwa sebenarnya penularan HIV/AIDStidaklah gampang, penularan HIV/AIDS yang paling rentan itu melalui tranfusi darah, jarum Suntik dan hubunganseksual.

Rosnini Syavitri, sebelumnyajuga pernah menyatakan selain memberi subsidi obat an...ti retroviral sebesarRp200-300 ribu untuk menolong penderita, Diskes Sumbar juga membuka klinik konsultasidan berobat di RS M Djamil Padang dan RS Ahmad Muchtar di Bukittinggi yangdilengkapi dengan penerangan audiovisual VCD, dokter, psikiater, ustadz danulama.

"Pemerintah terusmemberi obat bersubsidi sebesar Rp200-300 ribu, sedangkan harga jual obatretroviral itu mencapai Rp500 ribu. Obat yang hanya berfungsi menghambat perkembanganvirus tersebut harus dimakan

oleh penderita setiaphari," katanya.

Diskes Sumbar gencarmemberikan penyuluhan kepada orang-orang yang beresiko tinggi, seperti penghunipenjara, para wanita tuna susila, pecandu narkoba, sopir bus antar provinsi,dan pemeriksaan terhadap pendonor

darah terkait penyakit yangmematikan itu. Kerjasama dengan LSM PKBI Cemara terus dilakukan dan mencobamendekati penderita agar mereka bisa menggunakan klinik-klinik konsultasi danberobat itu.

Sebelum diberikan penjelasanpasien harus disiapkan dulu sebab masyarakat biasanya tidak bisa menerima orangterkena HIV (Human Immunodeficiensy Virus), padahal penyakit itu tidak bisamenular melalui

sentuhan kulit dan makanan.

"Penderita perlu diberikankepercayaan untuk bisa hidup, diberikan pekerjaan dan perlakukan mereka sebagaiorang biasa, walaupun dalam tubuh mereka mengandung virus penyakit menularitu," katanya.

Ditambahkan Kepala Dinaskesehatan Propinsi ini lagi, gejala-gejala yang muncul jika seseorangterjangkit virus HIV dapat dikategorikan dalam gejala mayor dan minor. Padagejala mayor terdapat tanda-tanda dimana penderita mengalami

diare berkepanjangan, sariawanyang tidak sembuh-sembuh, melemahnya kesadaran, muncul bintil-bintil di kulit,batuk berkepanjangan disertai pula berat badan yang makin lama makin turun.

Gejala minor yang ditemuipada penderita yaitu munculnya bintil-bintil di kulit, batuk yang tetap selamasebulan, terjadinya penyakit kulit yang sudah terinfeksi dan penyakit herpes.

"Upaya preventif sepertipenyuluhan terhadap orang-orang yang beresiko tinggi serta pengecekan darahperlu terus digiatkan di samping pengawasan terhadap anggota masyarakat yangberprilaku menyimpang sangat diperlukan untuk membentengi setiap individu agartidak tertular virus yang mematikan itu," katanya.

Rosnini menjelaskan, sampaiJuli 2010 tercatat sebanyak 496 kasus, terdiri dari terjangkit 72 HIV dansebanyan 424 AIDS, dari jumlah tersebut 75 orang yang meninggal dunia.Jumlahkasus virus mematikan itu, tercatat

sejak kasus mencuat diIndonesia sampai sekarang, yang dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kasusdengan penularan dominan hubungan seks bebas dan jarum suntik.Hal itu, katanya,diketahui karena tim konselor sudah diberi pelatiahan pada pada 20kabupaten/kota di Sumbar. Sedangkan klinik Voluntary Counseling and Testing(VCT), kata Rosnini, untuk mendeteksi seorang terjangkit HIV/ADIS atau tidaknya,baru terdapat dua pada rumah sakit, meliputi di RSUP. M Djamil Padang dan RS. AhmadMuchtar Kota Bukittinggi, serta sedang proses persiapan di RSUD Pariaman.

Khusus untuk Rumah Saki AhmadMuctar Bukittinggi, lanjut Savitri lagi, pasien yang akan memeriksakan diri tidak akan dipungut bayaran sepeserpun aliasgratis, namun juga harus ada aturannya juga. Sedangkan di RS M. Djamil Padang,tidak ada kebijaka khusus dari pemerintah pusat yang mengatur agar pemeriksaandilakukan secara gratis, sedang pihak dinas kesehatan hanya bisa memberikanbantuan sekedarnya.

"Kita dari Diskes sudah memintapihak pemerintah pusat untuk bisa menggratiskan pengobatan dan pemeriksaan diRS. M.Djamil Padang ini,"ujarnya mengakhiri.(l)


See More
Posts

Puluhan Rumah Kembali Terendam air

Aiepacah, Padek—Sedikitnya 20 rumah warga Gunungsangku Kelurahan Aiepacah  Kecamatan Kototangah, kembali terendam genanganair hingga lutut orang dewasa, keadaan ini terus mendera warga ketika musimhujan, karena sungai kecil yang berada dekat pemukiman warga tak mampumenampung debit air.

Air mulai meninggi sejak tadi...pagi setelah beberapa jam sebelumnya diguyur hujan, keadaaan ini disebabkan sungai kecil yang beradadisekitar pemukiman warga terlalu kecil dan dangkal, sehingga tidak mampumenampung air yang berasal dari daerah yang berada di hulu sungai.

Beruntung tidak ada korbanjiwa dalam musibah ini, namun warga mencemaskan, beberapa peralatan merekamasih terendam air, serta sebagian sawah.

Salah seorang warga, Arman,mengaku, daerah yang dihuni sekitar 20-30 orang warga ini, telah berulangkalimengajukan permohonan kepada Pemko Padang untuk pengerukan atau perbaikansaluran air didaerah ini, namun hingga kini belum ada terlihat tanda-tanda akandi perbaiki ungkapnya.

"Pernah beberapa kali petugasdari Pemko padangmendatangi tempat ini, melakukan pengukuran, tapi toh belum juga terealisasi,"Tambahnya.

Kepala Badan PenanggulanganBencana Kota Padang, Dedi Henidal, menyatakan, akan menyiasati, beberpa tempatrawan bencana di kota Padang, termasuk yang berada dikawasan Aiepacah.

Terkait adanya pengaduan danpermohonan masyarakat terhadap daerah itu, kata, Dedi, belum ada BPBD menerima suratdari warga yang mengeluhkan, saluran air didaerah itu hingga saat ini.(cr21)


See More

Padang, Padek—Ketua Yayasan Lembaga KonsumenIndonesia (YLKI) Sumbar, Dahnil Aswad menilai, razia makanan yang dilakukanBalai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) selama bulan Ramadhan masih bersifatinsidentil dan belum maksimal pelaksanaannya. Menurut Dhanil, razia seharusnya dilakukan secara rutin dan harusmelibatkan seluruh instansi yang terkait, b...aik dari Dinas Pertanian, DinasPerternakan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

"Selama ini razia makanan terkesan hanya tanggung jawab BPOM saja. Padahal,pengawasan terhadap makanan, tidak hanya terbatas pada makanan jadi, namun jugabahan dasar makanan,  seperti sayuran dandaging," ungkap Dahnil saat diwawancarai Padang Ekspres, kemarin.

Jika pola razia komprehesif dan menyeluruh benar-benar dilaksanakan, Dahnilmengaku optimis kedepannya makanan yang beredar dimasyarakat akan lebihterkontrol keamanannya. Razia gabungan ini, menurut Dhanil, juga bisa menjawabpersoalan klise terkait terbatasnya anggaran di tiap dinas untuk memantaukualitas dan keamanan makanan serta bahan makanan di pasaran. Dengan raziabergilir, intensitas masing-masing instansi untuk menjalankan razia bisadiperkecil, sehingga secara langsung dapat menghemat anggaran untuk operasionalrazia di lapangan.

Terkait dengankualitas produk makanan yang beredar di pasaran, Dahnil menyatakan, hingga saatini YLKI telah menerima beberapa pengaduan lisan dari konsumen terkait adanyaproduk makanan dan minuman kaleng kadaluarsa yang masih dijual pedaganganeceran di beberapa objek wisata di Sumbar. Menanggapi pengaduan tersebut,Dhanil mengaku, pihaknya secara komprehensif terus mensosialisasikan padamasyarakat tentang pentingnya memperhatikan tanggal kadaluarsa makanan kemasandan minuman kaleng apabila membeli.

"Selain menumbuhkankesadaran masyarakat, YLKI juga meminta pihak produsen dan distributor makanan,untuk aktif mengawasi produk makanan yang mereka produksi dan langsung menarikmakanan tersebut dari pasaran jika sudah kadaluarsa. Kesadaran pedagang untukmelaporkan ke distributor dan produsen, jika barang-barang yang mereka jualsudah kadaluarsa, agar ditukar dengan produk yang baru, juga amat penting untukmenjamin mutu, kualitas dan keamanan konsumsi produk makanan di tingkatkonsumen", ungkap Dhanil.(s)


See More

Tanmalaka, Padek— Seorang warga Belanti Padang, Akmal, 45, berusaha menghalangi petugas sat pol PP kota Padang, saat melakukan pembongkaran pagar seng di SMAN 1, namun aksi salah seorang warga ini, dapat di antisipasi oleh petugas Polsekta Padang Utara, yang ikut mendampingi pembongkaran tersebut.

Mak Uwo

Oleh: Yusrizal Firzal

Pagi itu langit cerah. Hanyasedikit awan putih menggumpal yang kelihatan. Dikejauhan terhampar perbukitan hijau yang berderet dari selatan menujuutara. Seolah menjadi tiraipemisah kota ini dengan kota-kota sekitarnya.

Sebuah titik kecoklatan dilereng perbukitan itu, sedikit mengganggukeindaha...

Continue Reading

Pemimpin Baliho

Semenjak baliho ramai digunakan sebagai tempat promosi dan mengkomunikasikan diri, benda ini terkesan semakin strategis saja. Seolah-olah tak perlu lagi turun ke masyarakat, menjelaskan seuatu program,karena dianggap sudah tuntas melalui pengumuman di papan besar yang terpampang di sudut-sudut kota.

Kita, tidak dalam posisi mengkritik... keberadaan baliho, dan pola pemanfaatan dalam mengkampanyekan sesuatu kepada masyarakat. Namun, dari segelintir suara yang berkembang ada harapan lain yang diinginkan. Terutama kepada pemimpin pemegang amanah rakyat. Bahwa, komunikasi baliho, hendaknya tidak sampai menghilangkan kearifan dan menafikan kontak langsung dengan masyarakat pinggiran dan pelosok.

Hingga saat ini, misalnya, kita masih mendengar sejumlah keluarga miskin yang masih berperang dalam kehidupan sehari-hari. Baik akibat ketiadaan lapangan kerja, maupun harta dan rendahnya pendidikan. Mereka, terpaksa hidup dengan cara memprihatinkan, seperti memburuh atau "memperduakan ternak" agar bisa tetap menyekolahkan anak, ataupun mempertahankan diri dengan cara lain.

Orang-orang yang "merasa" termarginalkan ini, tak banyak permintaannya. Mereka juga tak punya kekuatan untuk melakukan protes atau aksi demo, misalnya menuntut janji-janji politik, yang disampaikan para pemimpin di masa kampanye dengan stempel rakyat. Bahkan, suara mereka, pada hari pemilu disebutkan sama nilainya dengan suara seorang presiden atau pengusaha kaya raya. Mereka lebih banyak menunggu "belaian" dan "belas kasih," apakah masih ada harapan, realisasi janji politik?

Pertanyaan kritis yang bisa kita tarik, dikaitkan dengan keberadaan papan-papan besar (baliho) di simpang-simpang jalan protokol, adalah, mengapa jarang sekali baliho yang menyampaikan pesan solusi dari berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat, yang masih hidup memprihatinkan?

Dari beberapa pemberitaan di media, masih terdengar masyarakat pemegang kartu miskin, kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Mereka di pimpong ke sana ke mari. Karena, tak tahu harus mengadu kemana, akhirnya pers menjadi salurannya. Artinya, kalau ada baliho yang menegaskan, bila rakyat miskin kurang puas terhadap pelayanan aparat, silahkan mengadu ke Bupati atau Walikota dengan kontak telepon atau sms ke nomor sekian-sekian, misalnya.

Ada harapan yang menggunung dari masyarakat, yang masih hidup memprihatinkan, terhadap pemimpin, pemegang amanah rakyat. Namun, ketika masyarakat membutuhkan, mereka tiba-tiba tak punya saluran atau kontak yang maksimal. Dan, jangan disalahkan pers, bila, harus memberitakan. Kehadiran pers di sini, bukan sebagai alat politisasi atau untuk menjatuhkan kepemimpinan atau pembunuhan karakter.Semata-mata, untuk mengingatkan dan melakukan koreksian agar kekuasaan tak salahguna.

Begitu pun, di bidang pendidikan, rata-rata kita di Sumatera Barat, sudah menganut paham 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. Diawal tahun ajaran, kita sering mendengar banyak siswa berprestasi, namun dari kalangan miskin, kesulitan dalam mendapatkan biaya melanjutkan sekolah atau kuliah. Kita,mafhum, ada bea siswa yang dikelola dinas pendidikan, misalnya, namun karena informasinya terbatas,azas keadilan seolah tenggelam di sini. Mengapa tidak ada baliho yang menjelaskan tentang program tersebut, dan bagaimana mengurus cepat?

Sebetulnya, banyak contoh-contoh menarik, yang perlu menjadi perhatian para pemimpin pemegang amanah rakyat,dan patut juga "dibaliho-kan". Misalnya, menyangkut bantuan kredit modal kerja, mekanisme penyaluran dana dari badan amal zakat infak dan sedekah (bazis) kepada orang miskin, termasuk program pengentasan kemiskinan berbasis nagari yang dicanangkan presiden SBY di Sumbar.

Sebaiknya, baliho-baliho yang memberikan pelayanan serta kenyamanan kepada masyarakat, tak hanya di tempatkan di pusat kota, dengan neonsen yang indah berkilauan. Juga disebar, dipelosok kota, desa dan nagari-nagari yang di huni masyarakat. Karena, masyarakat dipinggir kota dan kabupaten, kita pikir, juga rindu akan "senyum" pemimpinnya, meski hanya sebatas baliho?

Akhirnya, berangkat dari keberadaan baliho-baliho, sebagai media penyampai pesan yang bersifat himbauan-himbauan, hendaknya juga disejalankan dengan kearifan pemimpin terhadap baliho solusi terhadap "perasaian" atau "kesulitan" masyarakat, sekaligus dengan membuka akses,termasuk pesan layanan sms yang direspons langsung. Bukankah kata pepatah, pemimpin dengan rakyat itu, tingginya hanya seranting, dan dahulunya selangkah?

www.wiztianyutri.com


See More
PADEK SOCIATY added 5 new photos to the album: REUNI IKASMANTRI ANGKATAN 95 — with Sari Lenggogeni and 6 others.

Ustadz Dibekali Hipnotis

Padang, Padek---Selain bekal pintar merangkai kata dan pengetahuan tentang Islam, seorang ustadz perlu bekal ilmu lainnya. Salah satunya, hipnotis. Tujuanya, agar apa yang mereka syi’ar-kan, bisa tertanam dengan baik kepada jamaahnya untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hipnotis ini, menurut Neuro Linguistic Programm...ing (NLP) trainer Arlin Teguh Ardani adalah hipnotis yang mempelajari manual otak manusia agar apa yang disampaikan ustadz lebih melekat. Apalagi, mengingat pola pikir masyarakat yang semakin meningkat secara intelektua.

Upaya tersebut, dapat dilakukan dengan melakukan training metode NLP yang dilangsungkan Lyceum de excellences. “Prinsipnya adalah bagaimana mempelajari cara kerja otak agar jamaah bisa menuruti apa yang disampaikan ustad,” jelas Arlin dalam acara One Day Training, Influencing Communication and Presentation Skills for Use With NLP, di Aliga Hotel, Minggu (8/8).

Menurutnya, peranan ulama sangat strategis guna pembentukan karakter umat. Dimana, setiap ustad bisa menjalin komunikasi, dan menyampaikan informasi terbaik kepada jamaah. ”Menjadi ustad yang bisa berpengaruh, itu yang harus tercipta. Dari pengalaman, banyak jamaah yang tertidur ketika ustad memberi ceramah. Ini
siapa yang salah,” ujar Arlin didampingi penggagas Lyceum de excellences Ridwan Tulus, dan Joni Mardianto.

Lewat NLP, sebut Arlin, bukan memaksakan cara pandang, tapi menyesuaikan apa yang disampaikan bisa menjadi aplikatif bagi jamaah. Dengan metode yang awam disebut hipnotis, memberikan tawaran pengajian yang menarik bagi jamaah. “Salah satunya, dengan menembus pikiran jamaah untuk paham akan apa yang disampaikan,” lanjutnya.

Selain itu, tanpa maksud mengobrak-abrik pengetahuan seorang ulama, ia mengingatkan, dengan struktur masyarakat saat ini, performance atau penampilan seorang ustadz sangat berpengaruh. “Selain komunikasi dan presentasi yang luar biasa, penampilan juga perlu diperhatikan. Seperti, pakaian, penampilan, kebersihan dan kerapian,” lanjut pendiri dan senior trainer Indosinergi Utama ini.

Sadar atau tidak, seseorang akan melihat dan menilai dari penampilan pertama. Jika seorang ustad sudah menampilkan style meyakinkan, tentu dengan mudahnya jamaah bisa tertarik. Selain itu, pesan efektif bisa diciptakan ustadz melalui komunikasi yang terjalin selama ceramah berlangsung. Vokal, verbal, dan visual akan berpengaruh.

Salah seorang peserta Wardi Lubis mengakui, selama ini ustad hanya sekadar memberikan ceramah. Namun, tidak memperhatikan penampilan, dan vokal dalam berbicara. "Melalui NLP ini kita para ustad diberi pencerahan. Selama ini saya hanya seperti mengajar, bukan memberikan pencerahan. Harusnya itu yang bisa dilakukan para ulama,” ujarnya. (ndy)

See More

Hari Ini Naqsyabandiah Puasa

Pasarbaru, Padek---Berdasarkan metode Hisab Munjid yang diyakini pengikut Thareqat Naqsabandiyah, awal Ramadhan bagi mereka jatuh hari ini, Senin (9/8). Malam tadi, ratusan jamaah Naqsabandiyah telah melangsungkan ibadah tarawihnya di Ramadhan 1431 H.

Menurut mursyid (guru, red) thariqat tersebut Syafri Malin Mudo, metode... penghitungan kalender yang mereka lakukan, berpedoman pada kalender yang telah disusun secara bersama setiap lima tahun sekali. Namun, untuk menentukan tanda-tanda seperti melihat bulan, sesuai hisab dan hilal, bukan lagi menjadi metode utama. “Awal Ramadhan jatuh di malam hari ini (kemarin, red). Artinya, besok (hari ini, red) kami sudah puasa,” ujarnya saat ditemui Padang Ekspres di Surau Baitul Makmur, Cupak Tangah, Minggu (8/8)

Soal penentuan dengan metode Hisab Munjid, saat ini tidak banyak lagi yang melakukan. Sepengetahuan Syafri, selain dirinya di Kota Padang ada satu lagi pemuka thareqat yang mampu melakukan hal ini. Yakni di mushalla Tanwir, Karang Putih, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang.

Melihat bulan, kata Syafri bukanlah metode utama. Hal ini dilakukan jika penanggalan yang telah disusun ada perubahan. Perjalanan bulan, menurut Syafri mengalami perubahan setiap lima tahun sekali. “Artinya, ada perubahan yang harus kami susun setiap lima tahun sekali bersama-sama oleh ahlinya,” ungkapnya

Sebenarnya, metode ini sangat sederhana. Pada awalnya, jadwal puasa atau jatuhnya hari besar lain di thareqat ini sama dengan yang ditetapkan pemerintah. Cuma saja, setelah Orde Baru, terjadi sedikit perbedaan metode. Dimana, pemerintah juga melakukan ijma atau perbandingan dengan negara tetangga. Padahal, dalam konsep thareqat ini, waktu di tiap daerah berbeda.

Tak mau memperdebatkan perbedaan, thareqat yang jamaahnya tersebar hingga ratusan ribu di Sumbar, ia kembali pada pedoman utama umat Muslim. Yakni, Al Quran ayat 1 hingga 5. ”Tidak usah berlama-lama soal perbedaan ini. Sejak zaman Rasulullah kondisi seperti ini telah terjadi. Tapi, Rasulullah sangat menghargai pendapat soal perbedaan tersebut,” ungkapnya.

Soal tradisi, bagi jamaah Naqsabandiyah, juga tidak terlalu mensakralkan tradisi seperti balimau atau ziarah. Cuma saja, bagi pengikut, cara ini hanya dilakukan jika ada waktu dan kesempatan. ”Setidaknya sebagai perwujudan pembersihan diri secara fisik disamping secara batiniah yang utama,” lanjut bapak empat anak ini.

Selain soal jatuhnya puasa, pergeseran kiblat yang difatwakan MUI juga tak berpengaruh pada jamaah thareqat ini. Bagi Syafri, kiblat yang telah mereka dapat sejak dulu adalah hukum Islam yang istiqamah untuk dilanjutkan. Dalam hadis, sebutnya yang wajib adalah menghadap arah Ka’bah (jihatul ka’bah), bukan menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul ka’bah), yakni bagi orang yang tidak dapat melihat bangunan Ka’bah.

Dengan demikian, shalat untuk negara di sebelah timur Masjidil Haram, pada dasarnya cukup menghadap arah Ka’bah (jihat ka’bah), yaitu ke arah barat. ”Menurut kami ini sudah cukup dan sudah sah shalatnya. Kalaupun melenceng beberapa derajat, menurut kami itu dapat dimaafkan, selama masih mengarah ke Barat,” lanjutnya

Di luar itu, secara prinsip ibadah lainnya bagi pengikut thareqat ini pada dasarnya sama saja. Tidak ada perbedaan mencolok dengan penganut Islam lainnya. Jumlah rakaat shalat Tarawih yang dijalankannya mencapai 20 rakaat ditambah 3 rakaat shalat Witir.

Ajaran Tarekat Naqsabandiyah dibawa Maulana Syaikh H Muhammad Thaib Bin Ismail (Angku Surau Baru). Aliran Naqsabandiyah diyakini berasal dari Mekkah yang dikembangkang murid sahabat Rasul Muhammad SAW, Abubakar As Shiddiq.

Angku Syarief Thaeb mengembangkan aliran ini pertama di Sumbar. Hingga saat ini, aliran Tarekat Naqsabandiyah berkembang hampir ke seluruh daerah di Sumbar. Belum ada data resmi jumlah jamaah Naqsabandiyah di Sumbar. (ndy)

See More

FWK Himbau Pedagang tutup masal,
Ternyata Masih Banyak Yang buka


Padang, Padek—Meski telah ada himbauan dari Forum Warga Kota (FWK) Padang untuk tidak melakukan aktivitas jual beli selama dua hari, yaitu Jumat (6/8) dan Sabtu, (7/8), ternyata tidak seluruh pedagang dan pemilik toko yang melaksanakannya.
Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tok...o-toko yang buka di sepanjang kawasan pasar raya Padang.

Berdasarkan pengakuan Raden, salah seorang pemilik toko dikawasan Blok A Pasar raya mengatakan bahwa meskipun sudah ada edaran dan himbauan dari FWK kepada seluruh pemilik toko di Pasar raya untuk melakukan aksi tutup toko secara serentak pada hari ini, ia terpaksa harus tetap membuka toko miliknya.

“Bagaimana saya harus mengikuti himbauan dari FWK untuk melakukan aksi penutupan toko, sedangkan barang-barang pesanan dari pelanggan harus di serahkan hari ini sesuai dengan perjanjian, jika terpaksa harus menutup toko, tentunya langganan saya akan kecewa, dan mungkin saja akan berpindah ke tempat yang lain,” ungkap Raden.

Hampir sama dengan yang dikatakan Raden tadi, Iwan pemilik toko lainnya yang berada di bawah matahari juga mengaku bahwa ia tidak bisa melaksanakan himbauan dari FWK untuk melakukan aksi tutup toko masal hari ini karena sudah terlanjur berjanji dengan pihak distributor yang akan memasukan barang ke toko miliknya.

“FWK hanya memberikan himbauan dan bukan keharusan, jadi apa salahnya kalau saya tetap membuka toko ini?, berapa kerugian saya jika harus tetap mengikuti himbauan FWK tadi,” ujarnya.

Tidak hanya buka secara keseluruhan, ternyata ada beberapa pemilik toko yang hanya membuka sebagian toko miliknya saja, bahkan hanya pintu toko saja, seolah-olah mereka tidak sedang berjualan.
“Toko saya tidak buka kok, cuma kebetulan pintunya saja yang dibuka, kalau ditutup semuanya, bisa kepanasan kami didalam, tapi jika ada pembeli yang datang tetap kita layani” ungkap Her, salah seorang pemilik toko di pasar raya.

Menurut informasi yang beredar, dikatakannya, aksi tutup toko masal oleh pedagang ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat (6/7)dan Sabtu, (7/8). Aksi ini, lanjutnya sedikit banyak akan menghambat perputaran ekonomi di kota Padang, sebab perputaran uang tercepat itu terjadi di pasar ini.
“Mudah-mudahan aksi ini tidak berlangsung lama, dan aktivitas bisa kembali normal” harapnya.

Dari beberapa orang masyarakat di kawasan pasar raya Padang ketika ditanya mengenai aksi tutup toko yang dilakukan oleh sebahagian besar pemilik toko di kawasan pasar raya Padang ini, rata-rata mengatakan jika aksi ini sangat merugiakan pedagang dan pembeli,

Pia, 34, salah seorang pengunjung pasar raya yang berhasil diwawancarai Padang Ekspres mengaku bahwa ia sama sekali tidak tahu mengenai aksi penutupan toko secara masal seperti yang terjadi di pasar raya kali ini.
“Kalau saya tahu suasana pasar raya seperti ini, mungkin saya tidak akan dating kesini,” ungkap Pia yang mengaku sengaja datang ke pasar raya untuk membeli alat pemasak nasi ini lagi.(l)

See More

Padang, Padek—
Gara-gara terkena percikan air, Yuli Candra, 30, nekat menendang rahang korbannya, Afridoni, hingga 4 gigi seri korban, patah. Akibat perbuatannya, Yuli Candra diseret ke persidangan di Pengadilan Negeri Padang, dan dijerat Jaksa Penuntut Umum, dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiaayaan, kemarin.
Peristiwa penendangan tersebu...t bermula saat korban yang bertugas sebagai ABK Kapal KM Alvin, tengah membersihkan lantai kapal, Selasa, 18 Mei 2010 lalu, saat kapal sedang berlayar di perairan Kepulauan Mentawai. Terdakwa yang juga menjadi ABK di kapal tersebut, secara tak sengaja terpercik air pembersih lantai kapal. Emosi lantaran basah terkena percikan air untuk mengepel lantai, terdakwa memaki-maki korban, meskipun korban telah meminta maaf.
Dua hari setelah kejadian, terdakwa kembali menghampiri dan memaki korban lantaran merasa tidak senang di tatap oleh korban. Pertengkaran mulut pun terjadi, korban yang tidak terima dimaki-maki terdakwa sempat membalas kata-kata kasar terdakwa, namun berusaha menjauh dengan naik ke geladak kapal.
Terdakwa yang emosi, mengikuti korban dan langsung menendang muka korban dengan kaki kanannya. Akibat tendangan tersebut, 4 gigi seri korban patah dan dua mahkota gigi seri korban retak. Selain itu, korban juga mengalami luka lebam dan luka terbuka di bibir dan bagian wajahnya.
Sidang atas Yuli Candra, akhirnya diundur hingga Kamis (12/8) mendatang untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. (s)


See More

56 Mahasiswa STIKes nyaris belum bekerja
Padang,Padek---Nasib 56 mahasiswa dari 328 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mercubaktijaya Padang yang diwisuda kemarin, belum diizinkan untuk bekerja di instansi-instansi kesehatan yang ada.

Pasalnya. Mereka yang lulus ini harus melanjutkan pendidikannya ketahap berikutnya selama dua semeste...r untuk kegiatan praktek di instansi-instansi kesehatan, seperti dirumah sakit.

“Untuk S1 Keperawatan yang berasal dari program A yang telah diwisuda sebanyak 56 mahasiswa. Nantinya belum diizinkan bekerja sebagai seorang perawat. Sebab, dalam surat edaran dari pengurus pusat PPNI No 438/PP.PPNI/XII/2009 dan surat edaran dari ketua AIPINI No 236/AINEC.KIa.sr./XII2009 bahwa lulusan S1 Keperawatan harus memiliki ijazah Ners sebagai persyaratan bekerja sebagai perawat professional diberbegai tatanan pelayanan kesehatan di Indonesia,” jelas .ketua STIKes Mercubaktijaya Padang, Elmiyasna kepada Padang Ekpres di gedung pertemuan Rangkayobasa polda Sumbar kemarin (5/8)..

Untuk mendapatkan ijazah Ners ini, lanjut Elmiyasna. Lulusan S1 Keperawatan program A harus melanjutkan ketahap profesi selama dua semester dengan kegiatan praktek dirumah sakit atau di lahan praktek yang lain sesuai dengan kurikulum tahap profesi.
“mereka yang tidak melanjutkan ke tahap berikutnya, maka mereka sama dengan tamatan S1 lainnya yang bukan dibidang kesehatan,” bebernya.

Dalam wisuda tersebut, Rahmi Syahri dari program D III keperawatan. Cici Angela dari program studi D III kebidanan regular. Desi Susanti program D III kebidanan Non Reguler, Wira Dwiyanti dari S1 Keperawatan program A, dan susnidawati dari S1 keperawatan program B, merupakan IPK tertinggi dari 328 wisudawan dan wisudawati yang diwisuda. Mereka juga dinobatkan menjadi lulusan terbaik dari STIKes Mercubaktijaya pada tahun ini.(mg20)

See More

Pengurus Masjid Taqwa Resah

Kesemrawutan Transportasi Ganggu Ibadah

Padang, Padek---Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Kota Padang penuh. Pasalnya, masalah kesemrawutan transportasi di Kota Padang terasa betul mengusik kekhusukan dan kekhidmatan jamaah di masjid itu. Sebagai tindak lanjut, pengurus berencana mengatasinya dengan mandiri jika Pemko Pad...ang tak sanggup.

Apalagi, menurut Ketua Pengurus Amril Aziz St Bandaro lewat surat terbukanya dalam rangka bulan suci Ramadhan, masjid akan ramai oleh jamaah. Soal masalah ini, menurutnya sudah kerap kali disampaikan ke jajaran Pemko bahkan Wali Kota-nya. “Telah berkali-kali bertemu wali kota baik di masjid atau selesai shalat berjamaah sambil coffee morning di Palanta kediaman Wali Kota. Tapi masalah kesemrawutan lalu lintas di sekitar masjid tak kunjung tuntas,” ujarnya dalam surat tersebut.

Beranjak dari kondisi tersebut, pengurus mempertanyakan kemampuan dari jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) serta aparat terkait. Jika tak mampu, pengurus bersedia untuk menurunkan angkatan muda Muhammadiyah. Sebut saja dari Angkatan Muda, Tapak Suci, Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Nasyiatul Aisyiah dan Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah (Kokam).

Surat yang ditandatangani Amril dengan Sekretaris-nya Yuzardi Maad dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Dasril Ilyas dan Sekretaris Adrian Muis Khatib Saripado menyebutkan pengurus dan jamaah merasa dizalimi. “Bunyi klakson dan deru mesin dibiarkan begitu saja. Bahkan, akibat transportasi yang semrawut di kawasan tersebut saat menyeberang ke masjid, telah jatuh korban,” ungkapnya.

Kondisi ini, jelas sangat bertentangan dengan imbauan shalat berjamaah dari wali kota sendiri. Jelas, apa yang disebutkan tidak sinkron dengan kondisi yang berlangsung di Masjid Taqwa. Sementara, soal keberadaan masjid yang dekat dengan Pasarraya, menurut Amril tidak bisa dipisahkan.

”Pasalnya, berdirinya masjid ini tidak bisa dilepaskan dari pedagang Pasarraya. Apalagi kondisi pedagang yang memiliki ikatan emosional dengan keberadaan masjid, tengah prihatin karena kondisi pasar yang juga amburadul. Rasanya, kami makin dizalimi,” lanjutnya.

Tak Mungkin

Menanggapi salah satu poin dari surat terbuka tersebut, dihubungi tadi malam Kadishub Padang Yosefriawan angkat bicara. Soal pengalihan arus lalu lintas di kawasan masjid, sudah dilakukan. ”Khususnya setiap waktu shalat Jumat. Mulai dari pukul 12.00 WIB, arus lalu lintas dialihkan ke Belakang Tangsi. Kalau terus menerus tentunya tidak mungkin,” ungkapnya.

Tidak mungkinnya hal itu, sebut Yosef, juga disebabkan karena akan berdampak pada banyak hal. Selain itu, infrastruktur yang ada, belum memungkinkan untuk pengalihan jalur lalu lintas secara permanen dari masjid Taqwa. ”Kalau ingin menurunkan angkatan muda, sejauh ini kami masih sanggup. Jangan terlalu emosional. Jika dipaksakan akan berujung konflik nantinya,” lanjutnya.

Jadi, menurunkan angkatan muda Muhammadiyah, sebutnya bukan memecahkan masalah. Jalan satu-satunya, ungkap Yosef adalah dengan memaksimalkan petugas di sekitar masjid Taqwa. ”Kami telah berkoordinasi dengan jajaran Satlantas Poltabes Padang. Petugas yang ada di kawasan tersebut akan kami maksimalkan fungsinya,” janji Yosef.

Selain itu, ia juga mengimbau pelaku angkutan umum untuk tidak ngetem di dekat masjid. Apalagi di saat-saat jam sibuk jelang waktu shalat. Untuk menaik dan menurunkan penumpang, setidaknya bisa dilakukan di depan RM Simpang Raya atau jauh dari masjid. ”Meski demikian, jangan sampai parkir atau berhenti terlalu lama di sana. Kepada penumpang, ikhlaslah berlelah sedikit untuk naik dan turun agak jauh dari masjid,” tukasnya. (ndy)

See More