Photos
Posts

DISKUSI MENGUJI RASE SUBHAKTI RING BHATARA KAWITAN.

Om Swastyastu
Niki salah satu diskusi di FB lain yg "menengahi" semeton yg masih berbeda pendapat dumogi ada manfaatnya.

...

Nggih p ........ yg terjadi ini ampure tiang sdh menduga sblumnya itulah sebabnya tiang ingatkan lewat tulisan tulisan baik di FB mahagotra juga majalah krn tiang juga merasa permainan politik yg kadang menyertainya. Maka kalau tiang sarikan kembali intinya sbb :

1. Kejadian di Pura Dasar Bhuwana sudah lama hanya baru terangkat, itulah moment/limit/gongnya, dan tentu krn Hy Widhi sdh cukup menguji semeton Pasek sebelum ini.

2. Anggap kejadian itu sbgai jalan dr Hy Widhi shg semeton Pasek punya Pura di Pundukdawa dan persatuan meningkat.

3. Perbedaan pendapat itu biasa termasuk yg masih belum mau lepas dr Gelgel. Ini tiang sdh banyak ajak diskusi yg intinya ini hal rasa yg tdk bisa dipaksa. Umumnya mrk faham. Khusus bpk ...... ini caranya tdk jelas, shg kesannya negatif bukan diskusi atau berprinsif.

4. Di Gelgel tdk ada Piodalan khusus tapi piodalan Pura. Jadi yg masih menjaga Meru Tumpang 3 hanya Semeton Pasek. Itu sebab tiang pernah tulis di Raditya dg judul : "Ratu Pasek antara dipuja dan dihindari".

5. Prinsif Pura di Bali adalah "Linggih" kalau di India Wujud Dewa. Shg Meru di Gelgel adalah Linggih Mpu Ghana yg jika dipuja "kita artikan beliau hadir". Sekarang kita puja di Pundukdawa dan dengan begitu banyak pemuja tentu beliau hadir.

6. Pura Dasar Bhuwana Gelgel memang bekas Parhyangan Mpu Ghana, sekarang apa masih ? Tidak, krn sekarang "tiang dengar" berubah menjadi Cagar Budaya. Kita bangun kembali di Pundukdawa dan kita adalah bagian dr sejarah krn sejarah tdk berhenti.

7. Bhakti adalah untuk mendapat ketenangan, banyak yg mengakui merasa nyaman di Pundukdawa, awalnya kita di Gelgel seperti numpang dan sekarang seperti dirumah sendiri tentu lebih tenang.

8. Jika ada yg belum sepenuhnya ke Pundukdawa ada yg karena : Belum sreg, krn dresta, krn belum tahu, dll biarkan saja itulah ujian bhakti dr Btr Kawitan, semuanya yg ke Pundukdawa dan yg belum semua diuji krn jika tdk diuji maka Emas tidak ketahuan kadarnya apalagi yg bukan emas.

Jadi kesimpulannya "Telengang subhakti ring Bhatara Kawitan" apapun cara atau tempat yg dipilih (dirumah atau di Pura) lakukan dengan ketulusan. Nike pointnya.

Rahajeng
JMk Nyoman Sukadana

See More

Om Swastyastu
Suksme telah menyimak tulisan-tulisan tityang, ampure jika tidak berkenan.

Rahajeng
JMk Nyoman Sukadana...
Singaraja

See More
Image may contain: 2 people
Posts

TONGGAK “KEPASEKAN” SUDAH BERDIRI TEGAK

Sejak terlaksananya Piodalan pertama Parhyangan Mpu Ghana di Punduk Dawa Dawan Klungkung, pada Soma Pemacekan Agung, 10 April 2017 sesungguhnya sudah berdiri tegak “Tonggak Kepasekan” yang sudah cukup lama bahkan ratusan tahun tercerabut dari tempatnya. Ini bisa jadi merupakan “Moment” dan juga mengalirnya bhisama Bhatara Kawitan dengan alurnya sendiri, apakah bhisama yang relevan dengan hal ini, yaitu : Bersatunya Pratisentana Mpu Gni...

Continue Reading

Om Swastyastu,
Tulisan ini sudah dikirim ke Majalah Suara Pasek untuk Edisi April 2017 mendukung Piodalan di Punduk Dawa pada Soma Pemacekan Agung. Berikut ringkasannya.

MPU GHANA Inspirator PERSATUAN

...Continue Reading

Catatan Kehidupan
----------------------
*tetaplah dibaca maka keajaiban akan terjadi dihari ini dan selanjutnya*
-----------------------
Geguritan I Japa Tuan sebuah gambaran indah bata kata sastra yang melukiskan beragam hal penting dalam kehidupan. Ciri orang yang berilmu dan berpengetahuan adalah ia yang memiliki sikap rendah hati. Sebagaimana digambarkan I Gagak Turas kakak dari I Japa Tuan. Gagak Turas "ane negak turasin" atau yang duduk adalah berilmu. Artinya, ia yan...g duduk (di bawah) simbol dari kerendahan hati adalah memiliki pengetahuan sebenarnya. Duduk bisa ditafsirkan diam. Makanya jangan pernah mengira orang yang diam adalah bodoh, justru yang diam banyak ilmu atau pengetahuannya. Bahkan dalam dunia tantrisme, diam atau hening ke dalam adalah cara efektif mendownlod saripati pengetahuan rahasia. Dalam teks tutur disebutkan "sunya ingaran mawisesa" yang sunyi adalah utama.

Selanjutnya, ketika berilmu dan berpengetahuan kita hendaknya sungguh-sungguh dan terus menerus digunakan untuk mencari makna hidup. Terpenting adalah dengan ilmu pengetahuan kita bisa seimbang material spiritual. Semasih brahmacari carilah ilmu itu, grhasta gunkan ilmu untuk pemenuhan duniawi. Setelah waktunya wanaprasta gunakan ilmu pengetahuan mencari kesejatian hidup, dan bhiksuka gunakan ilmu pengetahuan untuk mengetahui jalan mati. Sebagaimana digambarkan I Japa Tuan "Japa ngaran mantra, Tuan ngaran tuhu". Artinya, sebaiknya pengetahuan digunakan secara sungguh-sungguh untuk mencari kesejatian hidup secara terus menerus melalui sebuah proses selayaknya mantra kehidupan.

Mencari kesejatian hidup tidak mesti harus melupakan duniawi. Justru duniawi adalah alat untuk mencapai tujuan. Hal yang ragawi adalah media untuk mencari kesejatian hidup sesungguhnya. Sangatma tidk akan dapat mencapai pembebasan sebelum ia mengambil badan sebagai kendaraan diri, meskipun nantinya ia akan usang dan tidak abadi. Hal itu digambarkan Ni Ratnaningrat istri dari I Japa Tuan. Ratna adalah perhiasan, Ningrat adalah identik dengan hal-hal duniawi, Ratnaningrat adalah hiasan duniawi. Ni Ratnaningrat akhirnya meninggal setelah menikah dengan Japa Tuan. Lantaran itu Japa Tuan bersma I Gagak Turas pergi ke surga mencari makna dari kehidupan. Artinya, hal yang duniawi tidak abadi, tetapi hal yang duniawi tangga menuju pada kelepasan.

Singkat makna tokoh dalam geguritan itu adalah mengajarkan kita, bahwa dengan kerendahan hati dan pengetahuan kita bisa memahami kesejatian hidup, tanpa harus menolak dunia.
#rahayu

See More

Om swastiastu
Kami menyelenggarakan Upacara pagedong-gedongan (Garbha Samskara)
pada hari : Caniscara,Kliwon,Wayang
Tanggal; 31 Desember 2016.
Jam :09.00. Sampai selesai....

Continue Reading
Image may contain: 3 people, people smiling, people standing, outdoor and food

Apakah Semeton PASEK sudah BERSATU ?

Kalimat diatas perlu ditanyakan kedalam diri, masing masing apakah memang Semeton Pasek ini sudah bersatu ?. Mengamati situasi yang ada, maka kelihatannya belum seutuhnya bersatu. Makna “bersatu” disini bukan dalam pengertian bersatunya ormas, bersatunya karena Pilkada, atau bentuk mobilisasi umat lainnya, namun bersatu ini lebih kepada memenuhi harapan orang tua (Bhatara Kawitan), agar prati sentananya hidup rukun dan saling bahu membahu....

Continue Reading

MAHASABHA XI PHDI telah Usai ..!!

Mahasabha XI PHDI di Surabaya sudah usai dan telah terbentuk Pengurus baru. Awalnya ada kekhawatiran dalam diri mengingat masalah perdebatan klasik masih terjadi, namun sebagai Pinandita apa yang bisa dilakukan selain berdoa semoga acara berjalan lancar.

Tadi pagi dalam kondisi baru bangun (setengah sadar) terngiang bahwa : Ketua Sabha Pandita adalah Pedanda Bang Buruan Manuaba. Baru saja dapat info bahwa memang beliau terpilih sebagai Ketua ...Sabha Pandita, jika ini benar, maka "tiang secara pribadi" meyakini bahwa Ida Pedanda Bang sudah dipilih oleh "Niskale". Beliau adalah salah satu dari sekian banyak Pedanda Moderat yang berpkir jernih bagaimana itu Wiku. Beliau sudah lumrah berhubungan dengan Sulinggih lain baik itu Mpu, Bhagawan, Rsi, Dukuh, dll karena sujatinya mereka sama-sama Brahmana.

Dengan keadaan ini semoga umat berhenti lagi berpolemik dan bantu menyusun organisasi kedepan agar berjalan baik, jangan lagi ada kepentingan politis, golongan, karena Tuhan lebih tahu apa kebenaran itu.
Rahajeng buat umat Hindu semua dan terima kasih kepada Pemda Surabaya atas dukungannya.

Rahajeng
JMk nyoman Sukadana .

See More

KSAMAWAN atau KESABARAN BAGI SEMETON PASEK sangat DIPERLUKAN

Sebagai Pemangku saya sebenarnya tidak ingin berbicara di level Wangsa/clan/soroh karena wawasan seorang Pemangku apalagi Sulinggih adalah pada kesadaran "semua mahluk adalah bersaudara (vasudheva khutumbhakam), apalagi dalam tugas ngayah Nunasang secara niskale berbagai clan datang ke tempat saya.. Namun ada situasi di medsos (dunia maya) dan di dunia nyata, ke Pasekan ini bahkan Ida Bhatara Lelangit Mpu Gnijaya ...

Continue Reading

wrespati kuningan 15 sept ring Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.
rahina mangkin kaatur masineb jam 14.00.wita.

Image may contain: 3 people, people sitting
Image may contain: 1 person, crowd and outdoor

Om Swastyastu

Mungkin sudah pituduh Widhi akhirnya Nuntun Ida Bhatara Mpu Ghana sdh terlaksana dan piodalan juga sudah berlangsung pada Soma Pemacekan Agung sesuai jadwal Piodalan di Pura Dadar Bhuwana. Bola telah bergulir namun masih menyisakan banyak pertanyaan bagi semeton Pasek, banyak pertanyaan dari semeton lianan. Hal ini perlu dijelaskan oleh yg patut namun siapa? Mgpssr? Sulinggih? Tokoh umat ? Mungkin krn situasi sedang sibuk dg yadnya, maka mereka belum berkomentar...

Continue Reading

Rahina anggara manis kuningan ring Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.

Image may contain: 3 people, people smiling, crowd and outdoor
Image may contain: one or more people, crowd and outdoor

Ring rahina Soma Wara Kuningan Pemacakan Agung Piodalan Ida Batara Mpu Gana ring Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.
kapuput 12 Ida Pandita Mpu.
Hari merupakan tonggak sejarah yg telah ditorehkan utk berani berani mengambil sikap demi sujud bakti ring Batara Kawitan.
WRUH TA KITA RING KALINGA SATYA TA KITA RING KALINGA.

suasana piodalan Ida Batara Kawitan Batara Mpu Gana ring Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.
tgl 12 sep 2016.

Image may contain: 4 people, crowd and outdoor
Image may contain: 4 people, crowd and wedding
Image may contain: 4 people, crowd and outdoor
Image may contain: 11 people, crowd

Tgl 11 Nuntun Ida Batara Mpu Gana saking Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.
piodalan Ida nenten malih ring Pura Dasar Buana Gelgel.
semeton Pasek ngiring tangkil ke Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih.
katur mesineb tgl 15.

OM"Swastyastu'
Mewinten adalah upacara untuk penyucian diri secara lahir dan bathin. Secara lahir bertujuan untuk mensucikan diri mala atau kotoran yang berada dalam dirinya sedangkan secara batin adalah bertujuan untuk memohon penyucian diri dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,agar diberikan wara nugraha dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang bersifat suci seperti kesusilaan,keagamaan dan selanjutnya dapat mengamalkan ajaran ajaran tersebut baik untuk diri maupun untuk orang lai...n.
Berkenaan dengan hal tersebut untuk wujud pelayanan kami akan melaksanakan pewintenan bersama nanti pada
Hari'/ Tanggal: Caniscara, Umanis Watugunung' ( Saraswati )
Tanggal ; 25 juni 2016.
Pukul: 07.30.
Tempat: Griya Agung Batur Sari - Banjar Gambang - Mengwi - Badung.
Bagi saudara - saudari yang berkenan ikut dapat menghubungi nomer telpon, 081238484710,081805421557.tanpa dipungut biaya'
Para peserta diwajibkan maatur piuning di merajan suang suang dan membawa satu buah daksina pejati sekalian munut wahsuhpada / Tirtha ida bhatara Hyang Guru,
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih'
OM"Shanti shanti shanti OM"

See More
Image may contain: 2 people, people sitting
Image may contain: 1 person, sitting
Image may contain: 4 people, people sitting
Image may contain: 5 people