Photos
Posts
Muhammad Ali Bin Syawie

Ya Rabb. Hadanglah Rencana Mereka yang Tidak Ingin Muslim Memimpin Kota Kami Jakarta....
Wamakaruu wamakarAlllahu. Wallahu khoirul maakiriin.

*Skenario Menj...atuhkan Anies-Sandi di Tengah Jalan*

( Oleh : Hersubeno Arief )

Sebuah media online menurunkan berita dengan judul cukup provokatif. “(Berdasarkan) Konsultasi kartu tarot, Anies-Sandi bisa mundur di tengah jalan.”

Judul berita tersebut sesungguhnya bukanlah ramalan, tapi sebuah harapan. Lebih tegasnya lagi bahkan sebuah rencana.

*Ya Anies-Sandi, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru akan dilantik Senin (16/10) sudah menghadapi berbagai skenario konspirasi menjatuhkannya. Eksekusi berbagai skenario itu bahkan sudah berlangsung jauh hari sebelum keduanya menjabat.*

Beberapa hari sebelum pelantikan, di berbagai platform pertemanan media sosial sudah beredar secara massif janji-janji kampanye Anies-Sandi. Di bawahnya tertulis “Harapan 58% penduduk Jakarta, tapi bukan saya.”

Lucunya yang menyebarkan pesan tersebut kebanyakan bukan warga Jakarta. Banyak diantaranya malah tinggal di luar negeri. Tentu saja mereka tidak memilih Anies-Sandi dan tidak berharap dapat Dp rumah 0% ha…ha….ha…

Kontestasi Pilkada DKI 2017 sampai saat ini belum berakhir, bahkan mungkin tidak akan pernah berakhir. Para pendukung Ahok-Djarot terutama para cukongnya, hingga kini belum bisa _move on_ dan tetap mencari berbagai cara agar pemerintahan Anies-Sandi tidak berjalan sukses. Kalau perlu seperti “ramalan” tarot tadi, keduanya harus turun di tengah jalan.

*Anies-Sandi adalah ancaman serius sebuah status quo yang selama ini dinikmati oleh kelompok oligarki. Kemenangan pasangan yang didukung oleh kelompok masyarakat madani dan umat ini, membuat skenario penumpukan kekayaan dan kekuasaan di tangan mereka menjadi berantakan. Wajar jika mereka marah tak ada habis-habisnya.*

Apa saja skenario dan cara yang akan ditempuh kelompok-kelompok penentang Anies-Sandi ini?

Setidaknya ada empat skenario/cara yang bisa dilakukan :
*Pertama,* menjegal berbagai program Anies-Sandi melalui pemerintah pusat. *Kedua,* melalui internal Pemprov. *Ketiga,* melalui proses politik di DPRD. *Keempat* melalui jalur hukum.

*Penuh ranjau dan bom waktu*

Skenario pertama sudah berjalan. Salah satu janji kampanye Anies-Sandi adalah menghentikan proses reklamasi Pantai Utara Jakarta. Badan Pertanahan Nasional sudah menerbitkan Sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk Pulau C dan Pulau D. Penyerahan sertifikat HPL bahkan langsung dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Setelah itu Kemenko Maritim mencabut moratorium 17 pulau reklamasi. Semua proses tersebut dilakukan dengan cepat sebelum Anies-Sandi dilantik.

Seperti sebuah orchestra yang partiturnya telah ditulis dengan rapi, Gubernur DKI Djarot segera mengajukan pembahasan Rancangan Perda (Raperda) pulau reklamasi hanya dua hari menjelang masa jabatannya berakhir. Rajin dan bersemangat sekali gubernur yang satu ini.

Target dari berbagai manuver pemerintah pusat dan Djarot ini jelas untuk menyelamatkan proyek para pengembang raksasa itu. Mereka menginginkan semua proses hukum dan perizinan beres.

Dengan begitu Anies-Sandi tidak bisa berbuat apa-apa, sekaligus tidak bisa memenuhi janji kampanyenya.

*Skenario kedua, Anies-Sandi diganjal secara internal. Hanya tiga bulan sebelum meninggalkan jabatannya, Djarot melakukan pergantian besar-besaran di eselon II , III dan IV Pemprov. Tidak tanggung-tanggung, ada 174 pejabat yang dirotasi. Djarot dicurigai menempatkan para pendukungnya di berbagai posisi strategis. Para pendukung Ahok-Djarot ini bisa mengganjal berbagai program Anies-Sandi agar dan bertindak sebagai oposisi dari dalam.*

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, pada Pasal 71 ayat 1 dan 2 seorang pejabat tidak boleh mengambil berbagai keputusan strategis, termasuk mengganti pejabat, enam bulan sebelum masa jabatannya berakhir, kecuali mendapat izin Mendagri.

Anehnya Djarot yang sudah kalah Pilkada mendapat restu dari Mendagri melakukan rotasi.

Masalahnya sebagai pejabat baru Anies-Sandi juga terkena aturan tidak boleh melalukan pergantian pejabat setidaknya pada enam bulan pertama masa jabatannya. Untuk pejabat pimpinan tinggi aturannya malah sampai dua tahun awal masa jabatan. Hal itu diatur dalam UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bisa dibayangkan apa yang bisa dilakukan Anies-Sandi harus bekerja dengan tim/pejabat pilihan gubernur sebelumnya yang nota bene adalah lawan politiknya.

Djarot juga sudah meninggalkan bom waktu berupa APBD 2018 yang tidak mengakomodir program kerja Anies-Sandi. Salah satunya adalah janji kampanyenya berupa Dp 0 rupiah. Program tersebut hampir dipastikan tidak bisa diekseskusi pada tahun pertama pemerintahannya, kecuali setelah ada APBD perubahan pada bulan September-Oktober.

Skenario ketiga, Anies-Sandi akan menghadapi oposisi dan tawar menawar politik yang keras dari DPRD. Partai pendukung keduanya Gerindra-PKS hanya memiliki 26 kursi dari total 100 kursi di DPRD DKI. Bila ditambah dengan 2 kursi PAN yang bergabung di putaran kedua, jumlahnya hanya 28 kursi. DPRD bisa mengganjal berbagai program yang dirancang oleh Anies-Sandi.

Skenario keempat melalui jalur hukum. Sejumlah media menulis bahwa sehari setelah pelantikan Wagub Sandiaga Uno akan diperiksa oleh polisi dalam kasus penggelapan tanah. Pada masa kampanye dan setelah terpilih Sandi juga pernah diperiksa oleh KPK berkaitan dengan kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendum Partai Demokrat Nazarudin.

Tidak tertutup kemungkinan akan bermunculan berbagai pelaporan kasus yang melibatkan Anies-Sandi, baik yang bersifat pribadi (skandal perempuan dsbnya), maupun masalah hukum seperti korupsi.

Semuanya bisa dicari-cari dan diatur. Soal benar atau tidak, bukan masalah. Yang penting muncul di media.

Berbagai kasus tadi akan _diblow up_ melalui media dan media sosial. Jangan kaget bila hari-hari mendatang isi media dan media sosial adalah berita-berita negatif tentang Anies-Sandi. Targetnya _mendowngrade_ dan membuat tingkat kepercayaan publik menjadi rendah _(public distrust)._

Serangan tersebut akan sangat gencar pada masa-masa awal pemerintahan Anies-Sandi, yang entah dari mana salahnya sering disebut sebagai 100 hari pertama. Seolah bila dalam 100 hari tidak berhasil melaksanakan janji kampanye, maka pemerintahan tersebut sudah gagal.

Agar terkesan ilmiah berbagai skenario tadi akan dilengkapi dengan berbagai survei. Yakni survei secara berkala tentang tingkat kepuasan publik.

*Survei-survei ini akan dikemas sedemikian rupa, dan dibentuk menjadi publik opini yang disebar secara massif melalui media dan medsos. Targetnya pemerintahan keduanya gagal memenuhi janji kampanye dan harapan publik. Pokoknya dibandingkan dengan Ahok, mereka tidak ada apa-apanya.*

Sejumlah lembaga survei yang pada Pilkada DKI 2017 terbukti menjadi konsultan atau setidaknya partisan Ahok-Djarot dipastikan akan mengambil peran utama dalam proses penggembosan Anies-Sandi. Siapa saja mereka? Anda pasti dengan mudah mengenalinya.

Hari-hari Anies-Sandi memimpin DKI tidak akan mudah. Selain harus memenuhi janji kampanye, mereka akan menghadapi sebuah masyarakat yang terbelah _(divided society, divided nation)._

*Apapun yang keduanya lakukan, akan dicari kesalahannya. Sikap tamak, kebencian dan kemarahan yang membara di dada, membuat orang cerdas menjadi bodoh dan dungu.*

*Sebagaimana dikatakan Presiden AS ke-28 Woodrow Wilson _“In Public Affair, Stupidity is more dangerous than knavery, its harder to fight.”_* end
15/10/17

See More
Dian Kartikasari

Sdh nonton film G 30 S PKI? Apa kesimpulan mu? Kalo ini kesimpulan saya.
1. Presiden Soekarno memang sdh dekat dengan PKI, Ini juga dibuktikan dengan munculny...a DN Aidit pada kabinet dwikora.
2. PKI Menghembuskan isu adanya dewan jendral yg terdiri dr para panglima TNI AD yg akan melakukan coup (kudeta) terhadap pemerintahan Soekarno.
3. Krn kedekatannya dengan PKI, Soekarno pun percaya jika coup itu akan ada yg kemungkinan terjadi pd 5 Okt 65.
4. Soekarno bukn dalang penculikan para jendral, akan tetapi, bliau tau, dan memberikan ijin (secara tdk langsung). Dikarenakan takut pemerintahannya dikudeta. (termakan hasukan PKI).
5. Tujuan utama PKI Membunuh para jendral adalah menguasai Jawa sebagai pusat pemerintahan. Sehingga akan memudahkan pergerakan PKI di pulau lain.
6. Kol. Untung, memang sdh dekat dengan PKI. Namun, pasukan Cakrabirawa, sesungguhnya tdk tahu, jika mereka sebenarnya djadikan pasukan PKI. krn prinsip tentara, mematuhi atasannya.
7. Soekarno pura pura tdk tau rencana G 30 S PKI. dan menganggap wajar kejadian berdarah tersebut.

Di projek film tersebut, sebenarnya soeharto ingin menunjukkan bahwa PKI itu menggunakan segala macam cara termasuk memfitnah dan membunuh.
Yg saya sesalkan adalah, Soekarno terlalu takut dengan kudeta.
Dan yg saya sesalkan juga, biarpun perintah atasan, kenapa pasukan cakrabirawa tdk curiga, dengan perintah tangkap hidup atau mati, jika toh jendral itu dianggap hendak kudeta, harusnya ditangkap polisi militer, lalu sidang militer. Bukan pasukan pengamanan presiden (cakrabirawa-sekarang paspampres) masak mereka sebagai pasukan pengaman presiden mau aja disuruh tangkap jendral dengan kasar? Itukan tugas PM. Kenapa nurut aja perintah tanpa pikir logika??

Inilah sejarah. Yg gak percaya silahkan, yg punya resume lain silahkan.

See More
Posts
Edy Burmansyah

Apa ukuran mampu dan tidak mampu? Kalau ukuran tidak mampu (miskin) di basiskan pada pengeluaran, bukan pada pendapatan, maka selama itu pula apa yang disebut ...mampu dan tidak mampu menjadi persoalan. Karena tidak mencerminkan realitas sesungguhnya tentang kondisi rumah tangga seseorang. Ini juga yang dari dahulu digugat banyak ekonom tentang metode perhitungan kemiskinan dan perhitungan indek gini. Begitu pula saat ini, dari 19,0 juta pelanggan listrik 900 va 14,9 juta di antaranya dicabut subsidinya (tarif naik) oleh Pemerintah, mereka berhak menggugat pencabutan subsidi listrik ini. Karena mereka yang miskin dituduh sebagai orang tidak miskin oleh Pemerintah, dan sebab itu dianggap tidak berhak menerima subsidi.

See More
Image may contain: 1 person, text
Hadi Subroto

HOAX LAGI..HOAX LAGI...
Yg benar itu cuma 85.000km, ...bukan 280.000 km
(Sekalian aja tol ke Bulan : 380.000 km)

Rasa-rasanya, selama belajar sejarah...
Saya Belum Pernah membaca dan mendengar
Kalo Cina itu Belajar Membangun Jalan Tol dari Indonesia.

See More

Harga karangan bunga itu mahal, bila ada agenda dari luar yg terorganisir, maka orang-orang baik pun harus segera sadar dan bergerak meski hanya dalam berupa niat.

Abdul Halim

Dua kali Ahok kalah Pilgub
1. Pilgub Bangka Belitung
2. Pilgub Jakarta

Artinya Ahok sudah terbiasa mengalami pasang surut di perpolitikan. Pernah kalah pern...ah menang.

Tidak ada karangan bunga saat Pilkada Babel.

Tidak semua tahu Ahok pernah gagal, artinya tidak ada berita bombastis dan dramatis tentang kekalahan ini Pilgub Babel. Dunia berputar seperti biasa

Ahok aja biasa aja saat kalah menang,maka kalah menang Jakarta ini juga harus disikapi proporsional saja.
Saya percaya Ahok meninggalkan banyak kenangan tapi saya tidak percaya akan ada 2 juta karangan bunga untuk Ahok. Lagian,kirim karangan bunga bukan budaya mayoritas warga. Itu saya aja belum pernah kirim karangan bunga kemanapun

See More
Teguh Setiawan

Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

(RA Kartini dalam surat ke Ny Van Kol, 21 Juli 1902)

No automatic alt text available.
Maya Ratna Sari

Tahun 2017, terjadi 3 x kenaikan listrik:
Tahap 1 : Jan-Feb
Tahap 2 : Maret-April
Tahap 3 : Mei-Juni

...

Masya Allah ... kenaikan lebih dari 100% dari 2016. Kira2 pemerintah sudah mempertimbangkan belum ya kenaikan lebih dari 100% di bayar mayoritas rakyat dari mana ya, sementara penambahan pendapatan (itupun kalo ada), tdk sebesar itu. Gak heran jadinya kalo angka kejahatan naik, Rsj penuh, di jalan2 pun makin banyak orang stress ...

See More

Maju karena Kompetensi sendiri

Image may contain: 2 people, people smiling
Arfandi Rahman

Saluuut.... Contoh luar biasa... Pendidikan rendah bs jd Menteri... Sdh jd menteri masih mau ambil paket C....

It looks like you may be having problems playing this video. If so, please try restarting your browser.
Close
Posted by Opini.id
803,619 Views
Abil Gak Malu Jualan
opini.id
803,619 Views
Opini.id

#Opini

Foto Abil Alifudin ketiduran sehabis berjualan viral di Internet

M Arief Pranoto updated his status.

RAJA MINYAK, JOKOWI DAN PERTAMINA (Bag l)

Oleh Salamuddin Daeng (AEPI)

"No Saudi Oil" kata Donald Trump. Janji Trump akan memukul kartel minyak yang dipandang s...ebagai musuh AS, akan segera menjadi kenyataan. Caranya dengan membangun independensi AS dari impor minyak dari OPEC termasuk Arab Saudi. Ini adalah era “complete American energy independence," kata Trump.

Sementara Arab Saudi adalah kawan Amerika Serikat selama berpuluh puluh tahun. Mereka membentuk Petro Dolar sejak tahun 1970-an. Minyak menjadi standar dalam pembentukan nilai mata uang dolar AS. Arab Saudi menikmati keuntungan yang besar dari perdagangan minyak. Sementara Amerika Serikat menikmati keuntungan yang jauh lebih besar lagi yakni bisa mencetak dolar sesuka hati tanpa perlu colleteral. Amerika Serikat (AS) mengkhianati Bretton Woods dan menendang emas menjadi perhiasan semata.

Tapi itulah politik, tidak ada kawan abadi, yang ada kepentingan abadi. Sekarang AS malah hendak memberlakukan tarif yang tinggi bagi impor minyak Arab Saudi. Sama yang dilakukan dengan memberlakukan tarif yang super tinggi kepada impor barang dan impor infrastruktur China. Minyak telah ditendang menjadi bahan bakar semata, dan dolar AS telah mengambil posisi independen dalam pasar uang.

Akibatnya Arab Saudi termasuk OPEC kehilangan pasar terbesar mereka yakni AS. Tidak hanya itu harga minyak jatuh pada level paling rendah dalam sejarah. Meskipun berkali-kali OPEC memotong produksi, namun dilawan oleh AS dengan menikatkan produksi shale Oil dan soale gas mereka. Harga minyak terus berada pada harga yang tidak menguntungkan Arab Saudi. Penerimaan negara dari minyak anjlok, anggaran negara minus hingga 15 persen mencapai US 98 miliar dolar tahun lalu dan tahun ini diperkirakan US 87 miliar dolar atau mencapai Rp.1200 trilun. Arab Saudi memang masih kaya, tapi itu aset dan mereka tidak bisa mengurangi kesenangannya walau sedikit.

Arab Saudi harus berpisah dengan AS dan mencari sekutu baru. Lawatan keliling Asia yakni ke Indonesia, Malaysia dan Jepang merupakan upaya untuk mencari pelampung penyelamat dalam rangka menahan Arab Saudi dari turbulensi, mencari pembeli tetap dari minyak mereka dalam jangka panjang. Tidak lupa raja minyak membawa seluruh pangeran yang berpotensi melakukan kudeta. Raja Salman tidak mau bernasib sama dengan Raja Faizal.

Sementara oligarki pemerintahan Jokowi begitu riang gembira menyambut kedatangan raja minyak, 30 pangeran dan 1500 anggota rombongan yang datang berkunjung ke Jakarta. Ini adalah kunjungan pemimpin negara terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Ditambah lagi ini adalah kunjungan seorang yang dianggap raja paling kaya dan paling senang menghabur hamburkan uang.

"Ini rejeki nomplok, durian runtuh, proyek besar" kira kira itu yang terlintas dalam pikiran oligarki pemerintahan Jokowi. Setelah bertahun tahun mengemis pada China, hasilnya monorel yang gagal, kereta cepat yang gagal, reklamasi yang gagal, mega proyek listrik china 35 ribu megawatt yang berantakan.

Sebanyak 11 memorandum on understanding (MoU) ditandatangani. Air liur oligarki Indonesia menetes mendengar janji uang ratusan triliun yang siap diinvestasikan raja minyak di Indonesia. Lupakan China, lupakan Amerika Serikat, mari mulai berbisnis dengan Arab Saudi. Ini ada sekutu baru yang punya uang lebih banyak ...

Tidak tanggung tanggung Pertamina sebuah perusahaan minyak nasional siap dipersembahkan kepada raja minyak. Tidak main-main rantai produksi paling vital milik Pertamina yakni kilang kilang pengolahan minyak siap di serahkan kepada Saudi Aramco melalui skema joint venture (JV). Hingga direktur mega proyek dalam tubuh Pertmaina merancang proyek hingga Rp 700 triliun sebagai kado bagi raja minyak. Uang tersebut akan digunakan untuk membangun kilang baru, mengupgrade kilang lama, dan membangun infrastruktur minyak skala raksasa dengan sebagian kepemilikan kilang ditangan Saudi Aramco dan perusahaan asing lainnya.

Pertanyaannya, uangnya berasal mana? Bukankah Arab Saudi sendiri sedang kesulitan uang? Ternyata uang yang diharapkan bersumber dari hasil menjual aset-aset Pertamina termasuk kilang bersama dengan raja minyak Arab Saudi ke pasar keuangan internasional. Arab Saudi diuntungkan karena mengklaim telah mengakuisisi kilang Pertamina. Lebih dari itu Arab Saudi mendapatkan keuntungan rantai pasokan crude Oil mereka atas pasar migas Indonesia yang besar. Sementara Indonesia harus kehilangan kontrol atas kilang-kilang pengolahan minyak tersebut. Pertamina nanti terpaksa harus membeli migas pada harga pasar dari kilangnya sendiri.

Tapi bagi oligarki pemerintahan Jokowi, nasib ketahanan migas tampaknya bukan menjadi prioritas. Menjual kilang kepada perusahaan asing adalah bancakan yang besar. Itulah mengapa siapa saja yang mencoba menghambat akan disapu bersih sebagai mana nasib yang dialami dirut dan wakil dirut Pertamina beberapa waktu lalu. Jadi, jangan coba-coba melawan oligarki Pemerintahan Jokowi dan sekutu barunya Raja Minyak.

Bersambung....

See More

Negeri bocor.. bocor.. bocor..

"Keseimbangan primer yang negatif artinya pemerintah pada titik di mana kita meminjam untuk melakukan pembayaran interest rate," kata Sri
finance.detik.com
No automatic alt text available.
Ahmad Zaki

Negara AutoPilot
Rakyat otodidak
Pejabat Otoriter....

#SalamBocorBocorBocor

Eko Sigit Hermawan

Aksi 411 seperti Tawaf
Aksi 212 seperti Wukuf

Kalau Ahok masih gak ditangkep.

...

SELANJUTNYA TINGGAL LEMPAR JUMROH !!!!
ALLAHU AKBAR.

See More
Sejarah Indonesia updated their profile picture.
Image may contain: 1 person, text
Image may contain: 3 people
Budi Setiawan

SIAPA DIPLOMAT CANTIK YANG “HAJAR” 2 PRESIDEN DAN 4 PM DI PBB

Kala publik Indonesia tenggelam dalam hinggar binga Pilkada DKI, di New York sana seorang diplom...at muda cantik membalas dengan sangat tajam pidato 6 Kepala Pemerintahan. Dia dikutip berbagai media internasional karena membalas pedas pernyataan Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall serta empat Perdana Menteri dalam Sidang Majelis Umum PBB. Empat Perdana Menteri itu adalah PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga.

Pada Sidang Umum PBB, pemimpin enam negara di Pasifik itu menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia di propinsi Papua dan Papua Barat.

Pernyataan enam kepala negara itu dibalas Indonesia sebagai bermotif politik, tidak mengerti pesoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Mereka menggunakan Sidang Majelis Umum PBB untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap masalah sosial dan politik di dalam negerinya.

Indonesia mengatakan pernyataan enam kepala negara itu didesain untuk mendukung kelompok separatis yang selalu berusaha menciptakan rasa tidak aman dan menyebarkan terror di Papua. Pernyataan ini sangat disesalkan dan berbahaya serta dilakukan oleh negara-negara yang menyalahgunakan posisi PBB, termasuk Sidang Umum Tahunan.

Sebagaimana diketahui Indonesia berusaha membendung internasionalisasi masalah Papua. Indonesia. Terakhir Jakarta berhasil membendung keanggotaan kelompok separatis Papua menjadi anggota kelompok Negara-Negara Rumpun Melanesia ( MSG) sementara perbaikan kualitas hidup di Papua terus dilakukan pemerintahan presiden Joko Widodo.

Yang menarik disini adalah pernyataan keras tersebut dibacakan oleh Sekertaris Dua Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB. Tanggapan yang hanya dibacakan oleh seorang diplomat junior untuk pernyataan Kepala Pemerintahan yang tertinggi “ diplomatic ranknya” adalah sebuah “tamparan diplomatic” yang keras bagi ke enam negara di Pasifik itu.

Dan agaknya baru kali ada negara yang memerintahkan diplomat junior – bukan Duta Besar yang mewakili Kepala Negara - untuk menyampaikan protes resmi pemerintahnya atas pernyataan yang disampaikan oleh tidak hanya seorang- tetapi enam orang- kepala pemerintahan.

Tapi dibalik manuver diplomasi Indonesia dalam mempertahankan Papua di forum Internasional, kita melihat angin segar terkait kaderisasi diplomat di Kementerian Luar Negeri. Nampak jelas, Kemlu memberikan kesempatan bagi yang muda-muda untuk tampil bertarung diarena mancanegara menjajal kemampuannya berdiplomasi.

Yang membacakan protes resmi itu adalah Nara Masista Rakhmatia, diplomat cantik yang akan genap berusia 34 tahun bulan Desember nanti .Diplomat muda ini lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008 dan agaknya New York adalah penempatan pertama lulusan SMA 70 Jakarta ini.

Setelah lulus SMA, Nara kuliah di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002. Sebelum melamar PNS di Kemlu dia sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI. Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.

Ketika diterima menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

Melihat prestasinya ini, tidak salah jika Kemlu menunjuk Nara yang juga ambil magister di Universitas St Andrews Inggris ini menjadi juru bicara Indonesia di Forum PBB. Dan kini namanya dikutip oleh berbagai media didunia. Exposure ini tentunya adalah berkat kepercayaan para diplomat senior yang memberikan kesempatan pada yang muda-muda tampil di muka.

Kita bangga punya diplomat muda yang begitu percaya diri melaksanakan tugas negara

Kita ingin melihat kedepan, Nara Masista Rakhmatia dan para perempuan Indonesia yang berkarir sebagai diplomat bisa setara dengan Susan Rice atau Samantha Power, Dubes Amerika di PBB yang selalu membuat orang terpaku dan terpaksa mendengar penyataannya.

See More