Photos
Posts

Bismillahirrohmanirrohim

Allohumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad


...

Beliau adalah Asmâ` binti Asad bin al-Furât al-Qayrawâniyyah…putri seorang ulama dan Qadli dari benua Afrika serta shahabat bagi dua orang Imam, yaitu Abu Yusuf dan Malik bin Anas. Beliau tumbuh di bawah penggamblengan ayahnya sendiri dan merupakan putri satu-satunya. Ternyata, sang ayah dapat mendidiknya dengan baik dan mengasah otaknya dengan ilmu dan hikmah. Beliau selalu menghadiri majlis pengajian yang diadakan sang ayah di rumahnya, berpartisipasi di dalam bertanya dan berdebat sehingga kemudian dikenal sebagai wanita yang memiliki keutamaan, periwayat hadits dan ahli fiqih berdasarkan madzhab Ahli Iraq yang merupakan basis para penganut dan shahabat Abu Hanifah.
Ketika Asad, sang ayah memegang jabatan sebagai komandan tentara yang dipersiapkan untuk menaklukkan pulau Shiqalliyyah (Cecilia) pada masa pemerintahan Ziyadah -1, para penduduk sudah berduyun menyambut panggilannya, bendera-bendera dan panji-panji telah dikibarkan serta genderang telah ditabuh, keluarlah Asmâ` untuk mengucapkan kata perpisahan kepada sang ayah dan ikut mengantarnya hingga sampai di suatu tempat bernama Sûsah (Sousa). Beliau diam disini hingga para prajurit menaiki kapal perang dan dan kapal bertuliskan Bismillâhi Majr’eha wa mursâha telah berlayar meninggalkan dermaga.
Asad, seorang Qadli yang juga komandan, mendapatkan kemenangan besar dan berhasil menaklukkan benteng pulau tersebut sehingga apa yang disumbangkannya tersebut telah ditorehkan sejarah untuknya sepanjang masa. Dia gugur sebagai syahid pada tahun 213 H tatkala melakukan pengepungan terhadap kota Sarqusah, ibukota kekaisaran Romawi di Cecilia. Ketika itu, panji berada di tangan kirinya sementara pedang telah terpancang di tangan kanannya sembari melantunkan firman Alloh Ta’ala:                                “Idza Jâ`a nashrullâhi wal Fath “(Surat An-Nashr).
Sepeninggal sang ayah, Asmâ` menikah dengan salah seorang murid ayahnya yang bernama Muhammad bin Abi al-Jawâd yang kemudian menggantikan posisinya pada jabatan sebagai Qadli. Lalu dia juga mengepalai al-Masyîkhah al-Hanafiyyah (Perguruan Madzhab Hanafiy) di negeri Afrika pada tahun 225 H, kemudian meninggalkan jabatan tersebut dan mendapatkan batu ujian dari khalifah ketika itu yang menuduhnya mencuri uang titipan, lantas memenjarakannya.
Manakala sang suami masih berada di dalam penjara, datanglah sang isteri, Asmâ` menghadap Qadli yang baru sembari berkata, “Saya akan membuat suami saya membayar harta yang dia dituduh mencurinya ini untuk dirinya sendiri.”
Sang Qadli menjawab, “Jika dia mau mengakui bahwa itu adalah harta tersebut atau sebagai ganti darinya, aku akan melepaskannya.”
Namun Ibn Abi al-Jawâd menolak untuk mengakuinya sementara sang Qadli pun enggan melepaskannya.
Setelah tak berapa lama, sang Qadli tersebut pun dipecat sehingga suami Asmâ` ini kembali lagi memangku jabatan tersebut. Sekalipun begitu, dia tidak membuat perhitungan dengan tindakan pendahulunya tersebut terhadap dirinya. Ini adalah suatu sikap yang mulia dan terhormat darinya.
Asmâ` masih tetap diagung-agungkkan dan dibangga-banggakan oleh semua kalangan di komunitas semasa hidupnya hingga beliau wafat pada sekitar tahun 250 H.





See More
Tokoh_Tokoh muslim pengubah dunia updated their cover photo.
Image may contain: 10 people, text
Posts

ASSALAMU'ALAIKUM .... I'LAN : HADIRILAH GEBYAR SHOLAWAT DAN TABLIGH AKBAR DI MA'HAD BAITUL ARQOM AL ISLAMI JLN RAYA PACET-CIPARAY KM 09 KAB BANDUNG.
MUBALLIGH : 1 .AL HABIB THOHIR BIN ABDULLOH AL KAFF ( TEGAL - JAWA TENGAH )
2. AL HABIB ALI BIN ZAIN AL KAFF ( CONDET - JAKARTA )
3. KH MANARUL HIDAYAH ( TANGGERANG - BANTEN )
WAKTU : TANGGAL 04 MARET 2012 - AHAD MALAM SENIN JAM 20.00 - SELESAI....
QOBLA WA BA'DA SYUKRON !!!

See More

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
S E L A M A T HARI RAYA IDUL FITRI 1 4 3 2 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Bismillahirrohmanirrohim

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad

 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah  yang telah banyak dikenal. Aisyah laksana lautan luas dalam kedalaman ilmu dan takwa. Di kalangan wanita, dialah sosok yang banyak menghafal hadits-hadits N...

Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad

 

Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendeng...

Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad

 

 

...
Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim …..

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad …..

 

Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami (Ali ra).

...
Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim ……

Allohumma Sholly A’laa sayyidina Muhammad …..

 

Dilahirkan di Mekkah, 5 tahun setelah kelahiran Rasulullah atau 5 tahun setelah terjadi peristiwa gajah (peristiwa penyerbuan gajah terhadap Ka’bah yang dipimpin oleh Raja Abraha). Peristiwa ini diabadikan dalam salah satu surah al-Qur’an yang dik...

Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim …..

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad …..

 

Lahir 40 tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa). Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani. Ibunya, Hanta...

Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim ….

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad ….

 

Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw di kota Mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Ra...

Continue Reading

Bismillahirrohmanirrohim ….

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad ….

 

Dilahirkan pada tahun 44 sebelum Hijrah. Nama lengkapnya Abdurrahman bin ‘Auf bin Abdu ‘Auf bin Abdul Harits. Biasa dipanggil Abu Muhammad. Pada masa jahiliyah bernama Abdul Ka’bah. Kemudian Rasulullah mengantinya dengan Abdurrahman.

...

 

Mengenai pribadinya; wajahnya tampan, kulitnya sawo matang, kulitnya tipis, telapak tangganya besar begitu juga jari-jarinya. Mengenai keislamannya, beliau masuk Islam atas bimbingan Abu Bakar. Beliau termasuk delapan orang yang masuk Islam pada awal-awal kelahiran Islam. Disebutkan bahwa beliautermasuk 10 orang yang dijanjikan masuk surga.

 

Pada waktu Rasulullah perintahkan umat Islam berhijrah ke Habsyah (Ethopia), beliau ikut berhijrah yang pertama dan kedua bersama-sama umat Islam yang lain. Begitu juga waktu hijrah ke Madinah, beliau juga ikut berhijrah. Selama hidupnya, beliau ikut dalam semua peperangan, termasuk perang Badr.

Beliau dikenal banyak berderma dan peduli terhadap orangorang miskin, orang jompo. Bahkan sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada ahli warisnya untuk memberikan hadiah empat ratus dirham bagi ikut perang Badr. Diantara orang yang mengambil hadiah itu adalah Utsman bin ‘Affan meskipun dirinya sudah kaya. Pada waktu mengambil hadiah itu Utsman berkata bahwa hartanya itu adalah halal untuk dimakan dan keberkahan di dalamnya. Begitu juga beliau berwasiat sebelum wafatnya untuk mendermakan seribu kuda perang dan lima puluh ribu dinar untuk kepentingan syiar Islam.

 

Selama ikut perang Uhud, beliau terkena dua puluh satu luka di badannya, gigi depannya rontok hingga terkadang berhati-hati kalau bicara. Salah satu betisnya juga terluka berat hingga jalannya agak pincang.

 

Mengenai pribadinya, Rasulullah bersabda; “Abdurrahman bin ‘Auf adalah orang yang dipercaya di bumi dan di langit.”(HR. al-Harist bin Abu Osamah). Selepas wafatnya Rasulullah, para sahabat bermusyawarah mengenai siapa penganti pimpinan umat Islam. Ketika itu Umar bin Khottob meminta beliau untuk ikut dalam musyawarah yang terdiri dari enam orang berpengaruh. Umar pun rela seandainya beliau terpilih. Dalam musyawarah itu dibahas siapa diantara enam orang ini yang kelak terpilih mengantikan kepemimpinan umat Islam. Beliau mengundurkan diri dari pencalonan untuk menjadi kholifah. Beliau justru menunjuk Utsman bin ‘Affan.

 

Suatu saat beliau diberi makanan padahal dirinya sedang berpuasa. Beliau berkata; “Mush’ab bin ‘Umair sudah terbunuh dan dia lebih baik dari saya. Padahal dia hanya dikafai dengan burdah(kain pendek saja), jika kepalanya ditutup dengan burdah itu, kakinya kelihatan. Begitu juga jika kakinya ditutup maka kepalanya kelihatan. Setelah itu kita banyak diberi kemudahan padahal dia tidak. Kami takut bahwa kebaikan yang ada pada kita akan musnah dari kita.” Setelah itu beliau menanggis hingga meninggalkan makanan itu.

 

Aisyah ingin agar beliau dapat dikuburkan di dekat Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Beliau menolak tawaran itu karena merasa malu untuk disandingkan dengan mereka.

Selama bersama Rasulullah beliau telah meriwayatkan kurang lebih 65 hadits. Diantara hadits itu; Rasulullah bersabda; “Allah dan para malaikat berdoa bagi orang-orang yang sholat di shof pertama (datang lebih dahulu)”(HR.Ibn Majjah)

 

sebelum wafatnya beliau meninggalkan harta yang melimpah; ada emas yang dipotong dengan kampak, ribuan onta, ratusan kuda dan tiga ribu kambing yang dipelihara di kawasan Baqi’.

Beliau wafat pada tahun 32 Hijriah dengan meninggalkan empat istri. Dikuburkan di dekat kuburan Utsman bin Madh’un. Dulu keduanya agar keduanya dikuburkan berdekatan satu sama lainnya.

 

 

Wallohu A’lam

See More

Bismillahirrohmanirrohim ….

Allohumma sholly A’laa Sayyidina Muhammad …..

 

Mengenai tahun kelahiranya tidak diketahui secara pasti. Nama lengkapnya Abdullah bin Amru bin Harram bin Tsa’labah al-Anshory al-Khazroji. Biasanya dipanggil Abu Jabir.

...

 

Beliau termasuk tujuh puluh orang yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah di Aqobah kedua. Salah satu ketua dari dua belas ketua yang ikut dalam pembaitan Rasulullah. Selama hidupnya bersama Rasulullah, beliau ikut perang Badr dan maju ke medan perang seperti pahlawan yang penuh keberanian. Sebelum pergi ke perang Uhud tahun 3 Hijriah, beliau berkata; “Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid dari orang-orang muslim.” Beliau wafat pada perang ini. pada waktu Rasulullah melihat anaknya, Jabir dan keluarganya sedang menangis, beliau kata; “Kalian menanggis atau tidak menanggis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya.”

 

Suatu hari Rasulullah menasehati Jabir, anaknya Abdullah bin Harram; “Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah berbicara dengan ayahmu secara langsung.” Setelah itu Rasulullah bercerita kepada Jabir mengenai keinginan dan harapan ayahnya untuk kembali ke dunia dengan tujuan agar bisa berjuang di jalan Allah. Kemudian berdoa; “Ya Allah, berikan keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku.” Dari sinilah turun firman Allah: “Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah adalah benar-benar mati tapi mereka masih hidup di sisi Tuhannya mereka diberi riski. Mereka semua berasa senang atas semua nikmat yang Allah berikan dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya)orang-orang Islam yang masih berjuang, masih di belakang yang belum mati. Janganlah kalian merasa takut terhapap mereka, sedangkan mereka pun tidak akan berduka cita.”(QS.Al-Imron; 169-170)

 

Rasulullah perintahkan untuk dikuburkan di kuburan Baqiq bersama Amru bin al-Jumuh dalam satu kuburan. Sebab keduanya adalah teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah selam hidupnya.

 

Wallohu A’lam

See More

Bismillahirrohmanirrohim …..

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad ….

 

…Demi Allah, dia itu nista dan engkau adalah mulia wahai Rasul.

...

 

Nama sebanarnya Abdullah bin Abdullah bin Abu ibn Malik bin al-Harits al-Anshory al-Khazrojy. Biasanya dipanggil Abu al-Habab. Nama aslinya sebelum masuk Islam adalah al-Habab. Kemudian Rasulullah menganti al-Habab dengan Abdullah setelah menyatakan diri masuk Islam.

Hampir-hampir saja ayahnya, Abdullah bin Abu Ibn Salul menjadi raja di Madinah sebelum kedatangan Rasulullah. Hingga kemudian dirinya hasud dan dengki dengan Rasulullah.

 

Pada waktu terjadi perang Bani Mustholiq, ayah beliau berkata; “Sekiranya kami kembali ke Madinah, niscaya kejayaan akan mengantikan kenistaan.” Mendengar ucapan ayahnya, beliau berkata kepada Rasulullah; “Demi Allah, dia itu nista dan engkau adalah mulia wahai Rasul. Sekiranya engkau izinkan aku untuk membunuhnya, akan saya bunuh. Demi Allah, engkau tahu betul orang yang paling baik dengan anaknya ketimbang aku dari kaum Khazraj. Tapi saya takut kamu suruh orang muslim lain kemudian membunuhnya. Jangan sampai saya ikut melihat orang yang membunuh ayahku berjalan di muka bumi ini hingga aku membunuhnya. sebab kalau saya membunuh orang mukmin dalam keadaa kafir, maka saya akan masuk neraka.” Rasulullah berkata; “Bahkan kami akan berbuat baik dengannya dan menjalin hubungan baik . Hingga orang-orang tidak mengatakan bahwa Muhammad membunuh teman-temannya. Akan tetapi Muhammad telah berbuat baik dengan ayahmu dan berinteraksi baik dengannya.”

 

 

Ketika ayahnya wafat, beliau meminta Rasulullah untuk mensholati mayatnya. Permintaannya tidak dikabulkan, malah Rasulullah memberikan bajunya untuk mengkafani mayat ayahnya. Pada waktu hendak berdo’a dan meminta ampunan atas dosa-dosa ayahnya, Umar bin Khottob bertanya; “Bukankah Allah telah melarang mensholati orang munafik yang sudah mati? Beliau menjawab; “Saya ini diantara dua kebaikan. Aku meminta ampunan atas dosa mereka atau kamu tidak meminta ampunan atas dosa mereka.” Akhirnya beliau pun tetap sholat. Setelah itu turunlah firman Allah; “Jangan sekali-kali kamu sholati orang-orang munafik begitu juga sholat di atas kuburannya”(QS.at-Taubah; 48)

 

Selama hidup berjuanga bersama Rasulullah, beliau pernah ikut perang Badr dan hampir semua peperangan. Kurang lebih ada 3 hadits yang diriwayatkan beliau. Beliau wafat sebagai syahid pada perang Yamamah tahun 12 Hijriah.

 

 

Wallohu A’lam

See More

Bismillahirrohmanirrohim …..

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad ….

 

Nama lengkapnya Abdullah bin Jahsy bin Riab bin Ya’mur al-Asdy. Biasa dipanggil Abu Muhammad. Ibunya bernama Umaimah binti Abdul Mutholib bin Hasyim. Pamannya bernama Hamzah bin Abdul Mutholib bin Hasyim. Adik perempuannya adalah Sayedah Zaenab binti Jahsy, istri Rasulullah.

...

Sejarah keislamannya, beliau termasuk orang yang masuk Islam pada awal-awal munculnya Islam.

 

Tepatnya, sebelum Rasulullah masuk ke rumah al-Arqom bin ar-Qom. Selama berjuang bersama Rasulullah dalam memperjuang ajaran Islam, beliau pernah ikut berhijrah ke Habasyhah kedua. Begitu juga ketika terjadi peperangan dengan orang kafir yang tidak diikuti Rasulullah, beliau pernah menjadi panglima perang. Beliau orang pertama yang dikenal dengan nama Amir al-Mukminin ketika terjadi peperangan di Nakhlah (Rasulullah tidak ikut berperang).

 

Pada waktu terjadi perang Uhud, beliau berdo’a: “Ya Allah kami akan menghadapi musuh besok, dan saya berjanji kepada Engkau, mereka tidak akan membunuhku, merobek perutku, dan memcelakkan aku. Sekiranya Engkau bertanya padaku untuk siapa kamu berperang? Saya jawab demi Engkau.” Besoknya beliau pun bertemu dengan musuh-musuh Islam. Beliau pun berperang mati-matian hingga akhirnya gugur dibunuh oleh Abu al-Hakam bin al-Akhnas bin Syariq pada tahun 3 Hijriah. Ketika wafat beliau berumur kurang lebih 47 tahun. Mayatnya dikuburkan dengan pamannya, Hamzah.

 

 

Wallohu A'lam

 

See More

Bismillahirrohmanirrohim ….

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad ….

 

Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al-Marwazi lahir pada tahun 118 H/736 M. 

...

 

Ayahnya seorang Turki dan ibunya seorang Persia. Ia adalah seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang zahid termasyhur. Abdullah bin Mubarak telah belajar di bawah bimbingan beberapa orang guru, baik yang berada di Merv maupun di tempat-tempat lainnya, dan ia sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain di dalam gramatika dan kesusastraan. Ia adalah seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin. Ia meninggal dunia di kota Hit yang terletak di tepi sungai Euphrat pada tahun 181 H/797 M. Banyak karya-karyanya mengenai Hadits, salah satu di antaranya dengan tema “Zuhud masih dapat kita jumpai hingga waktu sekarang ini.”

 

Pertaubatan Abdullah Bin Mubarak

 

Abdullah bin Mubarak sedemikian tergila-gila kepada seorang gadis dan membuat ia terus-menerus dalam kegundahan. Suatu malam di musim dingin ia berdiri di bawah jendela kamar kekasihnya sampai pagi hari hanya karena ingin melihat kekasihnya itu walau untuk sekilas saja. Salju turun sepanjang malam itu. Ketika adzan Shubuh terdengar, ia masih mengira bahwa itu adalah adzan untuk shalat ‘Isya. Sewaktu fajar menyingsing, barulah ia sadar betapa ia sedemikian terlena dalam merindukan kekasihnya itu. “Wahai putera Mubarak yang tak tahu malu!”. Katanya kepada dirinya sendiri. “Di malam yang indah seperti ini engkau dapat tegak terpaku sampai pagi hari karena hasrat pribadimu. tetapi apabila seorang imam shalat membaca surah yang panjang engkau menjadi sangat gelisah.”

 

Sejak saat itu hatinya sangat gundah. Kemudian ia bertaubat dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah. Sedemikian sempurna kebaktiannya kepada Allah sehingga pada suatu hari ketika ibunya memasuki taman, ia lihat anaknya tertidur di bawah rumpun mawar sementara seekor ular dengan bunga narkisus di mulutnya mengusir lalat yang hendak mengusiknya.

 

Setelah bertaubat itu Abdullah bin Mubarak meninggalkan kota Merv untuk beberapa lama menetap di Baghdad. Di kota inilah ia bergaul dengan tokoh-tokoh sufi. Dari Baghdad ia pergi ke Mekkah kemudian ke Merv. Penduduk Merv menyambut kedatangannya dengan hangat. Mereka kemudian mengorganisir kelas-kelas dan kelompok-kelompok studi. Pada masa itu sebagian penduduk beraliran Sunnah sedang sebagiannya lagi beraliran fiqh. Itulah sebabnya mengapa Abdullah disebut sebagai toko yang dapat diterima oleh kedua aliran itu. Ia mempunyai hubungan baik dengan kedua aliran tersebut dan masing-masing aliran itu mengakuinya sebagai anggota sendiri. Di kota Merv, Abdullah mendirikan dua buah sekolah tinggi, yang satu untuk golongan Sunnah dan satu lagi untuk golongan Fiqh. Kemudian ia berangkat ke Hijaz dan untuk kedua kalinya menetap di Mekkah.

 

Di kota ini ia mengisi tahun-tahun kehidupannya secara berselang-selang. Tahun pertama ia menunaikan ibadah haji dan pada tahun kedua ia pergi berperang, tahun ketiga ia berdagang. Keuntungan dari perdagangannya itu dibagikannya kepada para pengikutnya. la biasa membagi-bagikan kurma kepada orang-orang miskin kemudian menghitung biji buah kurma yang mereka makan, dan memberikan hadiah satu dirham untuk setiap biji kepada siapa di antara mereka yang paling banyak memakannya.

 

Abdullah sangat teliti dalam kesalehannya. Suatu ketika ia mampir di sebuah warung kemudian pergi shalat. Sementara itu kudanya yang berharga mahal menerobos ke dalam sebuah ladang gandum. Kuda itu lalu ditinggalkannya dan meneruskan perjalanan-nya dengan berjalan kaki. Mengenai hal ini Abdullah berkata: “Kudaku itu telah mengganyang gandum-gandum yang ada pemiliknya”. Pada peristiwa lain, Abdullah melakukan perjalanan dari Merv ke Damaskus untuk mengembalikan sebuah pena yang dipinjamnya dan lupa mengembalikannya.

 

Suatu hari Abdullah melalui suatu tempat. Orang-orang mengatakan kepada seorang buta yang ada di situ bahwa Abdullah sedang melewati tempat itu. “Mintalah kepadanya segala sesuatu yang engkau butuhkan!” “Abdullah berhentilah!”, orang buta itu berseru. Abdullah lalu berhenti. ” Doakanlah kepada Allah untuk mengembalikan penglihatanku ini!”, ia memohon kepada Abdullah. Abdullah menundukkan kepala lalu berdoa. Seketika itu juga orang buta itu dapat melihat kembali. 

 

 

Wallohu A’lam

See More

Bismillahirrohmanirrohim ….

Allohumma Sholly A’laa Sayyidina Muhammad …..

 

 

...
Continue Reading