Photos
Posts

#Info

Silakan berkontribusi dalam majalah sastra kita, PERSADA SASTRA, dalam bentuk tulisan kreatif. Puisi, Cerpen, dan kritik populer. Tulisan yang dimuat, selain mendapat honor juga mendapat kredit sebanyak 5 point. Kredit point tersebut setara dengan mengikuti seminar nasional.

Honor Puisi: 100.000...
Cerpen : 200.000
Kritik : 100.000

See More

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

(Pramoedya Ananta Toer)

Posts

Selamat awal bulan rekan mahasiswa....

Berikut admin akan mengumumkan penulis yang karyanya dimuat majalah kesusastraan PERSADA SASTRA edisi April 2015. Penasaran kan??

Cekidot.........

...

#Rubrik Poros Kebudayaan
-Suparto Brata (Surabaya-Jawa Timur)

#Mimbar Puisi
-Kinanthi Anggraini (Magetan-Jawa Timur)
- Agung Yuli (Lamongan-Jawa Timur)
-Suparna Hadta (Tarakan-Kalimantan Utara)

#Rubrik Cerpen
-W.N. Rahman (Blitar-Jawa Timur)

#Kritik Populer
Dimas Indianto (Papringan-D.I. Yogyakarta)

#Sastra Masuk Sekolah (SMS)
-Ida Selfia (SMA Islam Sudirman, Grobogan-Jawa Tengah)

Selamat buat sahabat sekalian. Untuk daerah di provinsi lain yang belum hadir, silakan berkompetisi ria dengan kirim karyamu ke redaksi: kopiaksara@gmail.com.

Edisi Mei sudah menanti. Deadline 15 April 2015.

info lebih lanjut: www.kopiaksarapublisher.blogspot.com
fp: kopi aksara publisher, cv

-085606519222-

See More
No automatic alt text available.

yang baru di bulan ini

#KOEROESETRA EDISI SEPTEMBER
Selamat membaca dan berkarya..

...

Kami tunggu coretanmu: Opini, Cerita Mini (Cermin 5 paragraf), Puisi, Resensi di edisi berikutnya...

Cp: 089678068592

See More
No automatic alt text available.

#Ayo kawan-kawan berkreasi. majalah KOEROESETRA, bulan ini akan mengudara. Siapkan cerpen-cerpenmu, puisi-puisimu, resensi-resensimu, opini-opinimu, lalu kirim ke email kami (kopiaksara@gmail.com)...
ditunggu paling lambat 25 Juni 2014...

Mari berkreasi kawan....

#LEBARAN DAN TUHAN DALAM KERAMAIAN

Oleh: Acep Iwan Saidi

MALAM LEBARAN

...Continue Reading
LEBARAN DAN TUHAN DALAM KERAMAIANsumber : google imageMALAM LEBARANbulan di atas kuburanDemikian bunyi sajak pendek yang ditulis Sitor Situmorang. Sajak itu sangat populer di jagat sastra Indonesia bukan karena pendek dan ditulis Sitor, seorang penyair kenamaan negeri ini, melainkan karena ia seper...
acepiwansaidi.com

PUASA DAN PUISI
gambar saat terbit di Pikiran Rakyat

gambar saat terbit di Pikiran Rakyat

...Continue Reading
PUASA DAN PUISIgambar saat terbit di Pikiran RakyatDalam linguistik Saussurian terdapat satu fatwa yang cukup populer tentang makna bahasa. Dalam faham ini, makna kata dibedakan oleh bunyi yang berbeda. Bunyi adalah suara yang diproduksi huruf atau fonem. Dengan perkataan lain, fungsi fonem dalam ba...
acepiwansaidi.com

MARHABAN YA RAMADHAN 1434H

SEMANGAT SEMANGAT....

Image may contain: text

PERINGATAN HARI SASTRA INDONESIA

HADIRI DAN JADILAH SAKSI

No automatic alt text available.

Pengantarnya Pengantar Linguistik

Sumber: http://bahasa.kompasiana.com/…/pengantarnya-pengantar-lingu…

Di sekolah kita sudah diajari untuk mengenal dan mempraktikkan bahasa Indonesia (atau bahasa lain) dengan baik dan benar. Sebagai contoh, kita disuruh mengenali jenis-jenis imbuhan dan kalimat, membaca dengan intonasi yang benar, mengarang tulisan, menghafal macam-macam majas, memakai imbuhan yang betul, menerapkan aturan EYD, dan semua kata yang dipakai mengacu pada Kamus ...

Continue Reading
Tulisan ini adalah tentang apa itu “linguistik” secara sederhana saja. Sengaja saya tulis untuk sekadar berbagi tentang pengetahuan ilmu ini secara singkat saja. :) ————————————————————————————————————————————- Di sekolah kita sudah diajari untuk mengenal
bahasa.kompasiana.com

Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya untuk pujangga kita Sang KAKEK TUA (Masini Atmaji). Pada hari ini Beliau telah meninggalkan kita. Menuju kembali pada sang Khaliq. Semoga amal Pak Masini diterima oleh Allah SWT, dan diampuni segala dosa yang pernah diperbuatnya.

#Selamat jalan Kek.....

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BENEKDIKTUS RICARDUS SEBAGAI KETUA UMUM TERPILIH HIMANESA PERIODE 2013/2014

Prodi PBSI siap menyambut AKREDITASI..

Garuda adalah burung mitologis dalam agama Hindu Buddha dan agama-agama kuna lain. Dalam purana (mitologi) Hindu ia dianggap sebagai raja diraja burung dan merupakan kendaraan Wisnu.

Ternyata bukan hanya Indonesia yang menjadikan burung ini sebagai lambang negara. Amerika Serikat, Mesir, Iraq, Suriah, Thailand dan lain-lain juga menjadikannya sebagai lambang negara. Di India ada negara bagian yang menggunakan lambang garuda. Lambang kota Ulan Bator, ibukota Republik Mongolia, juga burung garuda. Gambar 1 lambang kota Ulan Bator, Mongolia. Dua, lambang negara Thailand. Garuda dirupakan sebagai manusia bermuka burung dan bersayap. Garuda Pancasila kita sepenuhnya dirupakan sebagai burung yang bersayap.

Sesungguhnya sistem warna (kasta) yang dikukuhkan oleh beliau Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirartha pada abad 14 selepas kehancuran Majapahit, murni muncul dari pemikiran Dang Hyang Nirartha sendiri yang menganggap bahwa ; hancurnya Majapahit tidak bisa tidak akibat orang Majapahit sendiri terlalu longgar dalam menerapkan aturan warna. Kelonggaran tersebut dimulai semenjak masa Singhasari, masa Ken Angrok, setelah pemuda desa itu berhasil meruntuhkan dinasti Sanjaya (...Kerajaan Daha/Kadhiri) pada 1222 dan lantas beristrikan Ken Dhêdhês yang beragama Buddha Mahayana. Ken Angrok berpendapat, aturan warna tidaklah sesuai dengan jiwa orang Jawa. Sehingga semenjak masa Singhasari itu, agama Syiwa (Hindhu Syiwa) telah berubah menjadi ke-Buddha-Buddha-an. Agama Buddha sendiri memang sama sekali tidak mengenal warna dan akhirnya muncullah paham baru yang disebut Syiwa Buddha. Ken Angrok sendiri dianggap sebagai perwujudan Bathara Guru ; Dewa Syiwa. Sedangkan Ken Dhêdhês sendiri dianggap sebagai perwujudan Dewi Prajnya Paramitha ; ibu Kebijaksanaan Buddha. Bahkan Raja terakhir Singhasari, Bathara Prabhu Kêrtanêgara, yang paling dibenci oleh trah Daha, juga mengambil gelar Bathara Syiwa Buddha.

Sistem warna di Bali sekarang sebenarnya bukan dari Jawa Majapahitan. Sistem itu berasal dari masa yang lebih tua lagi, masa Daha. Dan baru dimunculkan kembalipada masa Dang Hyang Nirartha, seorang brahmana Syiwa dari Jawa yang pindah ke Bali setelah hancurnya Majapahit, semasa pemerintahan Sri Aji Dalêm Waturenggong (1460-1550).

#dhamar sashangka

See More